
Hari hari telah berlalu, aku sudah 2 minggu masuk kuliah dan memulai perkuliahan . Semua sama saja . Aku berangkat kuliah dengan Bis dan Pulang sore, mengerjakan banyak tugas di perpustakaan begitulah banyak sekali kegiatan di kampus diawal perkuliahan ini. aku juga sudah memiliki banyak teman baru disini . Salah satu yang dekat denganku adalah Silvya , Silvya adalah Gadis blesteran indonesia dan belanda dia sangat tinggi dan cantik. Padahal tinggi badanku 170 cm. dan kurasa sylvia lebih tinggi dari aku. Dia berkulit putih dengan hidung mancung dan bibir yang tipis.
Kehidupan di Kota memang jauh dan sangat jauh berbeda dengan kehidupanku saat di kampung halamanku. Teman temanku sangat hidup dalam kemewahan . Tapi aku merasa biasa saja.
__ADS_1
Sepulangnya kuliah aku naik bus kurang lebih 20 menit dan naik taksi sampai dirumah. aku memilih naik taksi kalau jarak nya sudah dekat dengan rumah. karena biaya naik taksi dari kampus ke rumah sangat mahal. Aku membuka pintu rumah dan kulihat lelaki yang sedang mengambil air minum di dekat lemari es. itu bukan andrian. lalu siapa? gumamku dalam hati.
Kuteruskan langkahku hingga membuatnya terkejut. "Kamuu siapaa berani nya masuk tanpa bunyiin bel!!" laki laki itu berjalan mendekatiku sambil kedua matanya menatap tajam kearahku. "ehm aku anak temen om richard yang tinggal disini" jawabku sambil menundukkan pandanganku. "Waitt.. Bi Jahh sini bentar." lelaki itu mulai memanggil bi ijah sambil teriak teriak. "Iya tuan.." bi ijah datang membungkukkan badannya di depan lelaki itu. Dia tampan seperti andrian tapi dia lebih tampan dan terlihat lebih muda tetapi sepertinya dia sangat angkuh. gumamku dalam hati..
__ADS_1
"Dia siapa?" tanyanya pada bi ijah dagunya memberi arahan kepada biijah untuk melihatku. "aah ini nona tari tuan. Dia tinggal bersama kita sekarang." jawab bi ijah tenang sambil tersenyum ke arahku. "Whaaaattt?? sejak kapan papi ngajak orang lain tinggal bersama? kenapa papi aneh akhir akhir ini. apa dia memang akan menikah lagii?" gerutu lelaki itu kesal sambil berjalan lebih dekat ke arahku. aku takut dan semakin mundur sampai punggungku menabrak tembok. "Apa jangan jangan kamu wanita simpanan papi ? iyaa?" bentaknya membuatku ketakutan. "Gila apa papi mau nikah sama gadis yang bener bener masih muda!" imbuhnya. bi ijah hanya diam. sepertinya bi ijah juga ketakutan melihat lelaki di depanku ini sedang meneriakiku.
"Adikkk??" tanya lelaki itu terheran-heran.
__ADS_1
kemudian berjalan meninggalkanku sendirian yang masih tersisa rasa ketakutan diguratan wajahku.
sebenarnya siapa lelaki itu? kenapa dia terlihat sangat tidak suka dengan ku ?
__ADS_1