MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 10


__ADS_3

Sebulan berlalu, semua berjalan seperti biasa.Mark dan dan adik-adiknya sudah mulai akrab.Satu Minggu yang lalu Mark masuk sebagai mahasiswa baru di kampus Haechan dan kawan-kawan.


Sebenarnya ia baru saja menyelesaikan kuliahnya di luar negeri,dan acara makan malam bersama waktu itu juga untuk menyambut kepulangan Mark.Mark masuk ke universitas itu hanya untuk menjaga para adiknya, yaitu anak-anak dari sahabat Daddy nya.


Di kantin universitas.....


"Huft, kira Echan marah atau tidak ya...??"Gumam Chenle sambil mengaduk-aduk makanan yang anda di depannya.


"Ekhem,.."Tiba-tiba Seseorang berdehem di depannya dan Chenle tersadar dan menatap orang itu.


"Eh , Haechan!."Chenle tersenyum kikuk menyadari tatapan mata Haechan.


"Yak Zhong Chenle! darimana saja kau selama sebulan ini?!.Kenapa menghilang begitulah saja tanpa ada kabar?!. Haechan berteriak membuat semua melihat ke arah mereka.


"Stt... Haechan-aa kau tau, hari ini aku Sedang malas berdebat.Jadi duduklah biar ku jelaskan semuanya."Haechan terdiam mendengar ucapan Chenle.Haechan tau betul jika Chenle sudah dalam mode serius seperti ini, ada sesuatu yang sangat penting.


"Oh, oke. Sekarang coba kau ceritakan padaku apa yang terjadi,kenapa tiba-tiba kau menghilang sebulan ini.?"Tanya Haechan yang sudah duduk di depan Chenle.


"Hmm.. jadi, aku kembali ke panti asuhan untuk merawat bunda (pemilik panti). Dia Sedang sakit,tapi aku tak tau penyakit apa itu."


"Huhh,kenapa bisa begitu? lalu bagaimana dengan keadaannya?,apa dia baik-baik saja?.Dan kuliah mu?. Bagaimana dengan itu?,kau mengambil cuti begitu lama apa tidak, ..."


"Stop!!"Seru Chenle yang mulai pusing mendengar ocehan Haechan.


"Hmpt!"Haechan menghentikan ucapannya.


"Huft, Satu satu kenapa ?kau membuatku semakin pusing!."Chenle menghela nafas panjang.


"Masa bodo!.Yang aku butuhkan adalah jawaban bukan alasan." Ucap Haechan memutar bola matanya.


" Bunda sekarang sudah baik-baik saja, tenang saja dia bukan orang yang lemah.Dan soal kuliah ku, aku belajar secara online, yang bercuti hanya tubuhku, bukan otakku.Aku sudah sangat bersyukur mendapatkan beasiswa disini, aku masih waras untuk mensia-siakan kesempatan emas seperti ini." Jelas Chenle


"Oh, ku kira,..."


"Apa??,kau pikir apa?"Ucap Chenle sinis.


"Loh, kok ngomok?, saya kan belum mengatakan apapun?"


"Tidak usah di katakan, aku sudah tau apa yang kau pikirkan!".Ketus Chenle.

__ADS_1


"Sabar dong mba nya.. Orang sabar di sayang, ... Ji-Sung!!"Chenle berdebar kencang saat mendengar ucapan Haechan di akhir kalimatnya.


"Hah??!. Kau bilang apa barusan??"Tanya Chenle memastikan bahwa ia tidak salah dengar.Haechan tidak menjawab pertanyaan Chenle , dan malah berteriak memanggil nama seseorang .


"Yak, Ji-Sung disini!!"Haechan melambaikan tangan kepada orang itu yang tak lain adalah Ji-Sung dan hyungnya.


Chenle menengok ke arah mereka,ia terdiam dan melebarkan pandangan."Ji-Sung!,itu benar-benar dia?.Jadi Haechan mengenalnya?"Ucapnya dalam hati, Sambil menatap empat orang yang berjalan kearah mereka.


"Echaniee, bisakah kau kurangi kebiasaan teriak mu itu?"Ucap salah satu dari mereka,setelah sampai di meja Haechan.


"Hehe.. miane hyung, kebiasaan."Ucap Haehan tanpa rasa bersalah.Orang itu hanya bergeleng kepala.


"Ayo duduk hyung, jie, jeno dan Renjun hyung juga!"Ucap Haechan mempersiapkan ke empatnya.Yang tak lain adalah Mark, Ji-Sung,jeno dan Renjun.


Semua duduk di tempat masing-masing,jeno duduk di samping kiri Chenle dan berhadapan dengan Mark.Renjun duduk di samping kanan Haechan dan berhadapan dengan Ji-Sung yang memilih duduk di samping kanan Chenle jujur ia masih takut kejadian 1bulan yang lalu terulang lagi,jika ia duduk di samping Haechan.


"Eh, Chenle'kan?" ucap Ji-Sung yang baru sadar Siapa yang ada di sampingnya.Tapi sang empu masih setia bermimpi.


"Huh! Eoh, Chenle.. kamu sudah kenal sama dia Jie??"Tanya Haechan yang penasaran.


"Iya..tapi tidak terlalu, hanya sempat berkenalan sebentar."


"Oh,"Ucap Haechan, lalu melirik Chenle yang masih sama seperti tadi.


"Chenle,hey!"Jeno melambaikan tangan di depan wajah Chenle, tapi sayangnya tidak berefek.


"Lele, Zhong Chenle... sadar hey!."Jeno terus melakukan hal yang sama, sedangkan yang disana menatap heran pada Chenle.


"Yak Zhong Chonlo bangun!ini masih siang!!."


"Aaaaa gue suka Ji-Sung!!"latah Chenle yang mendengar teriakkan Tanpa sadar apa yang baru ia ucapkan, Chenle langsung mengoceh pada Haechan.


"Yak!Lee Haechan!! bisakan jangan bikin orang kaget!Untung gue gak punya riwayat jantung!. Coba kalo gue beneran jantungan gimana hah!apa lo mau tanggung jawab sama bunda gue,ja....Hempt"


"Berhenti oke!."Jeno membekap mulut Chenle dan memintanya untuk diam.


Deep voice dari seorang Lee Jeno membuat nyalinya ciut, seketika ia mengangguk patuh.Semua yang di sana menarik nafas lega karena tidak lagi mendengar teriakkan dari Chenle yang memang 11,12 dengan suara Haechan.


Tanpa mereka sadari, Ji-Sung terus terdiam setelah mendengar latahnya seorang Zhong Chenle tadi."jie, kamu kenapa??"Tanya Renjun yang melihat adiknya terdiam.

__ADS_1


"A...ani.."Ucap Ji-Sung sedikit gugup.


"Eoh!!"Chenle membulat matanya saat melihat Ji-Sung yang duduk di sampingnya.


Matanya di kondisikan mbaknya.."Ucap Haechan julid.


"eh, Ma..maaf "Chenle sedikit menunduk dan memberikan isyarat pada Haechan untuk menjelaskan.


"Oh ya Le, kenalin ini Mark hyung, saudara kandung ku.Ucap Haechan sambil menunjuk orang yang ada di samping kirinya.


"Ha..hai hyung"Chenle tersenyum kikuk dan melihat kearah Mark.


"Hai juga senang berkenalan dengan mu" Mark tersenyum tipis dan membalas sapaan Chenle.


"Dan ini Renjun hyung,dia anak sahabat Daddy juga senior di kampus kita."


"Halo sunbae,Zhong Chenle imnida"Chenle menyapa dengan sopan,Namun jawaban yang dia terima membuat tenggorokannya kering seketika.


"Hmm, apa benar kau menyukai adikku?!"Tanya Renjun to the point.


"Eh!!"


"Hyung!!"Ji-Sung berseru berharap Renjun menghentikan ucapannya.


"Kenapa?.Aku hanya ingin memastikan apa yang ku dengar tadi?. Apakah benar, atau mungkin aku salah dengar?.Tapi aku yakin kalian semua juga mendengarnya."Ucap Renjun dengan santainya.


"Huh!aku?apa yang aku katakan tadi??"Tanya Chenle bingung, karena tak mengingat apa yang ia ucapkan.


"Kau tadi kaget dan latah, lalu bilang kalau kau menyukai Ji-Sung."Chenle langsung gugup saat mengingat apa yang ia ucapkan tadi, Setelah mendengar ucapan Jeno.


"Ah, i..itu..."


" Itu apa?"Renjun menatap tajam Chenle.


"Hyung hentikan, kau menakutinya!.Ucap Ji-Sung yang melihat Chenle gugup.


"Berkenalan secara diam-diam, membelanya saat tertekan, mencari informasi Tentang seseorang, dan mengamati dari kejauhan.Ck, kalian berdua sama saja."Ji-Sung membulat matanya saat mendengar ucapan Renjun, dan Chenle hanya menunduk karena merasa tersindir dengan kata-kata savage dari Renjun.


"Hyung, apa yang kau katakan?!"Ucap Ji-Sung tak terima.

__ADS_1


"Ck, pikir saja sendiri."Renjun menatap malas keduanya. Tiba-tiba....


,


__ADS_2