MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 48


__ADS_3

Akhhh!!!"


"Andwe!apa yang kau lakukan!!"


"Arghh!!!!"


"Renjun!!, Haechan"


"Andwe Beomgyu!!!"


Teriakan dan rintihan seseorang menahan sakit saling bersautan, sebenarnya apakah yang terjadi pada mereka bertiga??


...............


Saat Mark dan yang lainnya sibuk berdebat dengan Sora, Haechan yang masih ada di depan Renjun , semakin mendekat dan nyaris tak ada jarak antara mereka.


"Cukup dramanya !! Haechanie sekarang sudah berakhir!!." Ucap Sora jengah.


Saat itu pula Haechan berbisik di telinga Renjun.Tepat sesaat sebelum Lee Sora menyerang Haechan.


"Mianhe ,aku harap kau menerima keputusan ku, Mate..."Bisik Haechan membuat Renjun terkejut.Darimana Haechan tau bahwa dia adalah matenya.


Dan....


"Akhhh!!!"Renjun berteriak keras karena terkejut dan juga karena rasa sakit saat tanpa aba-aba Haechan menancapkan taringnya pada lehernya.


Sora yang melihat itupun langsung berteriak tak terima."Andwe apa yang kau lakukan?!!"


"Arghh!!!"Teriak Renjun dan Haechan bersamaan merasakan rasa sakit dalam diri masing-masing.Renjun berusaha menahan rasa sakit saat taring itu menancap di lehernya, sedangkan Haechan menahan sakit saat sihir dan belati perak itu memaksa keluar dari tubuhnya.


Semuanya kecuali Sora dan Beomgyu kompak menerikan nama mereka berdua, karena terkejut dengan Apa yang dilakukan Haechan Juga rasa khawatir yang sudah menguasai mereka.Namun tak melihat jelas apa yang terjadi karena aliran kekuatan yang tiba-tiba muncul mengelilingi mereka.


"Tugas hamba selesai yang mulia.."Lirih Beomgyu tersenyum tipis.


Yah... Yang di lakukan oleh Haechan itu semua karena Beomgyu yang sudah memberitahu padanya bahwa Renjun adalah matenya melalui telepati.Dengan menandai Renjun sebagai mate, maka hilanglah semua belenggu pada mereka bertiga.Dan juga berhasil mematahkan sihir yang ada pada diri Haechan selama ini.


Renjun dan Beomgyu terjatuh dari posisinya saat belenggu itu menghilang.Beomgyu terduduk lemas dan kembali memuntahkan darah untuk yang kesekian kalinya.Sedangkan Renjun jatuh di tubuh Haechan yang dengan sigap memeluk sang mate.


"Hyung!!"Haechan menatap cemas pada Renjun yang tengah tersenyum dengan air mata yang setia mengalir.


"A...alpha..."Lirih Renjun yang langsung tak sadarkan diri.


"Hyung!! bangun!"Haechan mulai menangis sambil memeluk erat tubuh Renjun.


Tanpa Haechan sadari, ternyata Lee Sora hendak menyerangnya.Dengan secepat kilat Beomgyu pasang badan untuk menggalang serangan tersebut.


"Andwe Beomgyu!!!"Teriak Mark dengan mata terbuka lebar.

__ADS_1


"Arghh...!!"Teriakan kesakitan keluar dari mulut Beomgyu.


"Sialan kau alpha cacat pembawa sial!!".Umpat Sora yang gagal melukai Haechan.


"Se..setidaknya, a..aku bersyukur karena aku membawa sial untuk iblis seperti mu..."Lirih Beomgyu tersenyum tipis mempertahankan kesadarannya, dengan tubuhnya yang sudah terkapar di tanah.


Haechan sudah tidak bisa menahan diri lagi melihat apa yang terjadi di depan matanya.Mata dan ekspresinya menjadi dingin dan menyeramkan, ekspresi kemarahan seorang raja vampir yang sebenarnya.




"Argh..!! "Teriakan keras kini keluar dari mulut Lee Sora, saat Haechan mengeluarkan kekuatannya dan mencekiknya dari jarak jauh.Tubuh seokjin dengan jiwa Lee Sora itu terlempar cukup jauh dari sana.


Satu kedipan mata, Haechan menghampiri Lee Sora, membuatnya sedikit menjauh dari tempat itu.


"Kau melakukan kesalahan besar Lee Sora, satu goresan saja kau berikan pada keluarga ku, artinya kau harus membayar dengan nyawamu!!"Ucap Haechan penuh penekanan.


Sora yang gemetar, mundur perlahan dengan posisi terduduk.


"Kau tau, aku tidak masalah jika harus kehilangan satu anggota keluarga ku demi keselamatan banyak orang.Dan kalau pada akhirnya aku harus membunuh mu yang masih berada di tubuh Paman ku, itu buka suatu masalah besar."


Haechan berjalan pelan mendekati Sora yang terus saja mundur dengan tubuhnya yang semakin bergetar.


"Ampun... Haechan kumohon ampuni aku!, maaf."Haechan tersenyum mendengar jawaban Sora


"Hah, baiklah aku memaafkan mu, "Jawab Haechan seakan tak terjadi apa-apa. Apa yang terjadi? apalagi rencana Haechan kali ini?. Baiklah kita biarkan Haechan dengan rencananya, sekarang kita beralih ke Renjun yang Beomgyu.


"Chim, tenanglah! Injun kita pasti akan baik-baik saja.."Ucap Yoongi berusaha menahan diri untuk tidak menangis melihat kondisi putranya yang sangat mengenaskan.


"Gyu..."Lirih Mark yang entah sejak kapan sudah menangis sambil memeluk tubuh Beomgyu.


"Mark.... terimakasih untuk semuanya, kau sahabat terbaik yang pernah ku miliki.Sekarang tugasku sudah selesai, saatnya aku harus pergi..."Lirih Beomgyu menahan sakit sambil menatap sahabatnya itu.


"Andwe!aku tidak akan pernah mengijinkan mu pergi, tidak akan!!"Beomgyu tersenyum manis saat mendengar ucapan Mark.


"Hey, subak!kau tau, mungkin ini terdengar sedikit gila tapi ini adalah kenyataan."Beomgyu mengusap air mata Mark dengan tangannya,Dan semua yang menyaksikan itu hanya bisa ikut menangis.


"Sarangahae makeu..."Lirih Beomgyu yang mulai ikut menangis.Begitu pula dengan yang mendengarnya.


"Hiks hiks! Dasar kucing bodoh!!."Mark mengeratkan pelukannya dan melanjutkan ucapannya sambil tersedu.


"Nado Saranghaeyo Beomgyu, aku juga mencintaimu kau dengar itu!? Hiks hiks!." Taekook kehilangan kata-kata melihat adegan di depan matanya.


"Ku mohon ,may i have last kiss??"Tampa menjawab, Mark tersenyum tipis dan mencium bibir Beomgyu . Membuat chenJi dan Nomin mengalihkan pandangannya sejenak dan melihat ke sisi YoonMin dan Renjun.


"Bekas taring ini....?"Jimin bergetar sambil mengusap pelan leher Renjun.

__ADS_1


" Aroma zaitun?"Jungkook membulatkan matanya mendengar ucapan Baekhyun.


"Ti... tidak mungkin! Haechan...."Ucap Jungkook tak percaya.


"Apa maksudmu kookie??"Tanya Yoongi bingung.


"Zaitun a... adalah aroma feromon milik Haechan Hyung..."Jawab Jungkook dengan sedikit bergetar.Jungkook masih ingat dengan jelas aroma feromon itu saat pertama kali mencium pipi Haechan saat kelahiran Haechan dulu.


Semua membeku mendengar jawaban Jungkook.Higga suara seseorang menyadarkan mereka.


"Jangan kaget,itu adalah takdirnya.Haechan adalah matenya,dan itulah takdir mereka."Suara yang begitu lembut terdengar ditelinga mereka dan serentak semuanya menoleh, kecuali Mark yang seakan kehilangan separuh nyawanya.


"Beomgyu!!!"


"Beomgyu Hyung?!!" Semuanya tercengang melihat Beomgyu dengan penampilan yang jauh berbeda.Kali ini dia terlihat sangat tampan dan cantik di waktu yang bersamaan.


Inilah Beomgyu yang sekarang mereka lihat



Beomgyu terlihat sempurna dengan mahkota dan pakaian khas kerajaan yang ia kenakan saat ini.


"Aku tau kalian semua terkejut, tapi inilah aku yang sebenarnya.Alpha, mianhe karena sudah dengan lancang berani mencintai putra anda.Tapi sekarang sudah waktunya aku pergi.Tapi sebelum itu, aku harus melakukan hal yang sangat penting."Beomgyu menatap Taehyung lalu membungkuk sopan, dengan senyum tipis di wajahnya.


Taehyung yang mendapat perlakuan seperti itu hanya terdiam, entah apa yang ada di pikirannya sekarang.Beomgyu berjalan kearah NoMin yang saling berpelukan dan menatapnya tanpa berkedip.


"Hey,apa aku setampan itu sampai kalian tidak berkedip sama sekali??"Tanya Beomgyu tersenyum geli.


Nomin tersadar dan sedikit terkejut juga salah tingkah."Jangan gugup seperti itu kalian berdua, aku tidak akan memakan kalian."Beomgyu tersenyum tipis dan kembali melanjutkan ucapannya.


"Seperti yang kau lihat Jeno, aku sudah tidak berada di dunia yang sama dengan kalian.Dan aku mengumumkan bahwa aku Choi Beomgyu, putra mahkota kerajaan Werewolf memilih mu sebagai pengganti ayahku, karna takdir ku sebagai seorang alpha AO bukanlah menjadi seorang raja.


"Hy... hyung...": lirih Jaemin dengan suara bergetar.


Beomgyu memakaikan sebuah kalung berliontin safir perak pada Jeno yang masih membeku berusaha memproses keadaan.


Kini mahkota itu berpindah ke kepala Jeno.Membuat Beomgyu tersenyum puas.


"Tolong jaga subak gila itu untuk ku!"Beomgyu menepuk pelan pundak Jeno.Kini berjalan mendekati Mark yang sedang memeluk tubuhnya yang sudah tak bernyawa.Yah... yang dari tadi berbicara dengan mereka semua adalah arwah Beomgyu.


Beomgyu duduk di samping Mark dan mensejajarkan tingginya."Berhentilah menangis,itu menyakiti ku..."Lembut Beomgyu mengusap air mata Mark.


"Kau lebih menyakiti ku... kenapa? kenapa hah!?.Kenapa kau memilih pergi?kau bilang kau mencintaiku?!!"Air mata Mark seakan kering menatap arwah Beomgyu dan ada di hadapannya saat ini.


"Mianhe makeu,aku berharap jika ada kehidupan kedua aku ingin terlahir kembali sebagai mate mu, tapi sekarang aku harus pergi."


Beomgyu memeluk erat tubuh Mark untuk yang terakhir kalinya.Mark membalasnya dengan erat, dengan kepala Beomgyu masih ada di dan perlahan arwah Beomgyu menghilang menjadi ribuan serpihan cahaya.

__ADS_1


Kali ini titik ter-rendah yang pernah Mark alami seumur hidupnya.Oertama kali mencintai seseorang, dan saat itu pula dia kehilangan orang tersebut.Terkadang hidup tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan,tapi itulah takdir.


Karena dalam kehidupan ini Yang Maha Kuasa selalu memberikan apa yang kita butuhkan,bukan apa yang kita inginkan.


__ADS_2