MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
Episode 57


__ADS_3

"Chan,?"


"Hmm,"


"Haechan?!"


"Hemm"


Bugh!!


"Adooh!!"Pekik Haechan saat Renjun melempar bantal padanya


"Hyung, kau jahat sekali"


Kata Haechan dramatis


"Drama!"Ketus Renjun


"ada apa Hyung??"Tanya Haechan, menoleh Renjun yang masih duduk sambil bersandar di tempat tidur.


"Monyet terbang!!"Ketus Renjun sekali lagi.


"Huft, oke Echan minta maaf ada apa? Hyung mau apa??Tanya Haechan lembut, melihat wajah Renjun yang tidak bersahabat.


"Pulang!."Dan sekarang malah di jawab dengan nada dingin.


Haechan menghela nafas,lalu berpindah dari sofa yang ia duduki saat ini lalu mendekati Renjun dan duduk di sebelahnya.


Ketahuilah, hampir dua jam mereka berdua di dalam kamar, tapi sama sekali tidak ada percakapan.Karena Haechan hanya fokus pada laptopnya.Dan itu pula yang membuat Renjun kesal.


"Ada apa Hyung?tadi kau bilang pulang?pulang kemana?? bukankah ini rumah kita??"Tanya Haechan sangat hati-hati


"Bisakah aku bertemu appa ku??"Renjun menatap Haechan.


Haechan tersenyum tipis"Aigoo, ada yang kangen sama Jiminie appa rupanya!"Haechan mencolek hidung Renjun sambil tertawa gemas.


"Dia appa kandung ku, ada yang salah dengan itu?"Ketus Renjun, menepis tangan Haechan.


"Haha Ani, tentu saja itu normal.Baiklah, sore ini kita kesana, kita akan menginap beberapa hari kedepan"


Renjun menatap Haechan, "Ugh! kenapa kau sangat menggemaskan Hyung??!"Haechan memeluk gemas Renjun yang menatap Haechan dengan tatapan polos yang terlihat imut.


"Ish, pengap bodoh!!"Sungut Renjun berusaha melepaskan diri.


"Salah sendiri bertingkah imut !"Ucap Haechan yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Chan, lepas ih..!!"Bukannya lepas, tapi Haechan malah sengaja menciumi seluruh wajah Renjun dengan gemas , membuat Renjun semakin merengek dan mulai kesal.


Bugh!!


"Akh!!"Haechan meringis mengusap pipinya yang terkena bogem mentah dari Renjun.


"Adoh! kenapa kau memukul ku hyung??"Haechan dengan ekspresi tertindas menatap sang omega.

__ADS_1


"Salah sendiri punya telinga hanya untuk pajangan!."Ketus Renjun lalu berjalan cepat keluar kamar.


"Yak, Hyung tunggu Echan!!"Dengan sedikit berteriak Haechan segera menyusul Renjun.


Hari ini sudah 6 Minggu setelah peristiwa pembulian itu, Semua berjalan biasa.Jeno tetap dengan aktivitasnya, Kuliah, kantor juga mengurus Jaemin yang kehamilannya menginjak enam bulan.Nomin belum menikah, mereka berdua memutuskan akan menikah setelah kelahiran anak mereka.


Lalu bagaimana dengan Mark??. Setelah pembicaraannya dengan Haechan tempo hari, Mark akhirnya mengerti maksud sang adik.Dengan Sabar ia mulai mendekati Beomgyu yang sangat tertutup dan juga dingin.


Sifat Beomgyu yang sekarang berbanding terbalik dengan yang dulu.Hal itu sempat membuat Mark hampir menyerah, tapi kata-kata Beomgyu dulu selalu menyemangati dirinya.


"Aku harap, jika ada kehidupan kedua, aku ingin menjadi mate mu" . Itulah kata-kata yang selalu berputar di kepala Mark saat rasa putus asa menghampirinya


Bagaimana dengan Chenji?? sekarang kita lihat bagaimana keadaannya.


"Chenle aa??"


"Nee appa?"Chenle menoleh saat Baekhyun memanggilnya.


"Ada apa appa??"tanya Chenle menatap Baekhyun yang sudah duduk di sampingnya.


"Ani, emm bagaimana dengan kuliah mu?"


"Aman appa, sejauh ini belum ada kendala, memangnya kenapa, appa??"


"Sepertinya sangat menyenangkan ya, appa lihat kau semakin berisi, dan pipimu juga samakin chubby sekarang."Ucap Baekhyun menganalisa.


" Masa sih?Appa bisa saja, lele biasa saja kok!."


"Haha ,appa bisa saja!tapi syukur dong,itu artinya Lele menikmati hidup."Chenle tertawa gemas


"Aiss, gemesnya!!!"Baekhyun memainkan kedua pipi sang putra dengan gemasnya.


"Aaaa appaa sakit!!, "Rengekan Chenle sama sekali tidak berkasan untuk Baekhyun yang masih dengan aktifitasnya.


Disisi lain...


"Huwek, huwek!!"Seseorang belari ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya.


"Ya ampun Icung!!, Gwaenchana sayang??"Jimin menghampiri sang putra dengan tatapan cemas.


"Tidak apa-apa appa"Jawabnya lemas


"Astaga, sini apa bantu!"Dengan sigap Jimin membantu putranya kembali ke tempat tidur.


Dengan tatapan cemasnya Jimin mengelap keringat dingin di dahi Ji-Sung.Sudah dua hari ini Ji-Sung demam tinggi dan muntah-muntah.


"Terimakasih appa,"


"Sama-sama sayang,lagi pula ini kewajiban appa untuk merawat kesayangan appa.


"Muntah lagi??" Ucap seseorang yang mampu mengejutkan keduanya.


"Kamchagi!!"

__ADS_1


"Kucing sipit!!"


"Astaga alpha! kau hampir membuat ku serangan jantung!!"Kesal Jimin saat melihat pemilik suara.


"Eh, mianhe chim aku tidak bermaksud mengejutkan kalian"Yoongi menampakkan deretan giginya.


"sedangkan Ji-Sung terkekeh geli mendengar latahnya seorang Park Jimin


"Hihihi, kucing sipit.Nama yang cocok "Lirih Ji-Sung,Untung saja Yoongi tidak mendengarnya.


"Kita ke rumah sakit saja"


"Ani, Icung tidak mau! Icung benci tempat itu!"Tolak keras Ji-Sung mendengar ucapan Daddy-nya.


"Keras kepala!"


"Kepala Icung memang keras, memang ada manusia berkepala lunak??"


"Terserah kau saja dasar kepala batu!"Dingin Yoongi memutar bola matanya.


"No!kepala Icung itu dari susunan tulang tengkorak, dan sel yang lainnya.Daddy kali kepalanya dari batu."Jawaban Ji-Sung membuat Jimin tertawa.


"Hahaha kepala batu!.Ya ampun sayang, itu hanya perumpamaan"Jimin mencoba menjelaskan sembari tertawa.


"Masabodo!.Sana Daddy pergi saja shoo shoo, Icung mau bobok!."Sungut Ji-Sung yang bergaya layaknya anak kecil.


"Loh kok daddy??"


"Iya sayang, daddy pergi kok, tapi nanti ya setelah kamu makan."Bujuk Jimin


"No ! Icung tidak mau!tadi kan sudah makan Kenapa harus makan lagi??"


"Iya, tapi kan tadi di muntahkan lagi?. jadi, makan ya sedikit..saja supaya bisa minum obat"Selembut mungkin Jimin mencoba membujuk sang putra.


"Tapi appa, kepala Icung pusing, mau bobok"Jimin menghela nafas berat melihat Ji-Sung yang merengek seperti bayi.


"Situ dominan??Lembek sekali?!"


"Hwaaa appa,Lihat daddy!"Kali ini Ji-Sung menangis tak terima.


"Hyung,"Jimin menatap tajam pada Yoongi


"Kau ini, aku susah payah membujuknya supaya mau minum obat, bukannya membantu kau malah mengacaukannya!!"Omel Jimin


"Hiks, Hiks!Appa kepala Icung pusing, Huhuhu.."


"Shh.... ya sudah, Icung tidur saja sini sama appa"Jimin memeluk dan membaringkan tubuh putranya perlahan.Dan Ji-Sung hanya menurut sambil memejamkan matanya.


"Bayi besar"Lirih Yoongi yang ternyata masih ada di sana.


"Jangan mulai lagi Hyung, kalau sampai Icung menangis lagi,kau tidur di luar!"Ancam Jimin yang langsung membuat Yoongi ciut.


"Baiklah baik, aku keluar"Pasrah Yoongi yang segera keluar dari kamar

__ADS_1


__ADS_2