MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 20


__ADS_3

Di perjalanan, Haechan hanya terdiam.Entah rasanya hatinya terasa sakit dan sesak mendengar kabar itu.Apa benar aku membencinya??. Begitulah pertanyaan yang ada di hatinya.


Haechan terus melamum sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan."Echan,ayo turun!"Ucap jeno membuyarkan lamunannya.


"Ah, i...iya.."Ucap Haechan perlahan turun dari mobilnya.


"Eoh, dimana Lele??"Tanya Haechan yang tidak melihat keberadaan Chenle.


"Dia sudah masuk duluan, kau kenapa melamum dari tadi??"Tanya jeno.


"Ah, tidak... ayo masuk!"Ucap Haechan mengalihkan topik.


"Oke, ayo."Ucap jeno, kemudian melangkah lebih dulu memasuki rumah dengan Haechan yang mengikuti di belakangnya.


Di kamar Jungkook


Keadaan masih sama seperti tadi.Jungkook masih belum siuman dan Jaemin juga masih enggan membuka matanya."Bunda , Hyung...!!"Chenle masuk dengan tergesa-gesa dan membuka pintu kamar dengan kasar.


"Chenle..!!"Semua menoleh ke arah pintu.


"Bunda, apa yang terjadi??kenapa bisa sampai seperti ini?"Chenle memeluk lengan Jungkook yang masih terbaring di tempat tidurnya.


"Hyung, kenapa?apa yang terjadi? hiks hiks!"Kini Chenle beralih ke Jaemin yang masih terbaring di sofa.


"Paman apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini??"Chenle menatap Jimin


"Kami tidak tau apa yang terjadi disini, awalnya saya datang kemari seperti biasa.Tapi saya melihat Jaemin sudah menangis di depan pintu kamar ini.Saya dan Jaemin terpaksa mendobrak pintu untuk membukanya.Dan setelah terbuka, kami melihat kookie yang sudah pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah."Jimin menjelaskan sambil terisak.


"Hiks, dan yang aneh lagi dokter tidak tahu apa penyakitnya.Dia Hanya bilang kalau kondisi jantungnya semakin melemah dan tidak bisa bertahan lebih lama.Hiks,hiks... Jaemin.."Jimin kini memeluk Yoongi karena merasa tubuhnya melemas.


"Hyung, ada apa dengannya paman??"Tanya Chenle masih menangis sambil memegang erat tangan Jaemin.


"Dia bilang kookie tidak pernah sakit, dan ini semua terjadi karena sudah waktunya.Dan dari tadi dia juga menyebutkan nama Kim Lee."Jelas Jimin yang kembali terisak.


"Ki....Kim Lee??"Chenle menatap Jimin bingung.


"Ah, tunggu! Sepertinya aku tau bagaimana jalan cerita ini.Celetuk Yoongi yang teringat sesuatu.Dan semua menoleh ke arah Yoongi dan menatap penuh tanda tanya.


"Nchim Kau ingat apa kata Hoseok saat makan malam bersama waktu itu??"Ucap yoongi mengingatkan.


"Yang mana hiks,?"Tanya Jimin dengan mata berkaca-kaca.


"Yang dia bilang bahwa Haechan seperti kookie. Selama ini kita tau kalau Tae memiliki Mate, tapi kita tidak pernah melihat secara langsung karena saat itu kita sedang disibukkan dengan masalah Renjun dan Ji-Sung.Bahkan pernikahan mereka juga kita tidak bisa datang.Aku berpikir jika kookie yang dimaksud Hoseok itu adalah Jungkook, kookie kita dan saudara kembar mu."Ungkap Yoongi .


"Kau benar! tidak salah lagi.Tadi Jaemin bilang rela kehilangan appanya asalkan kookie kembali ke Keluarga aslinya yaitu Keluarga Kim Lee."Ucap jimin membenarkan.

__ADS_1


"Hiks, Bunda.. jika itu benar, maka kembalilah ke Keluarga mu. Lele dan hyung akan selalu mendukung apapun keputusan bunda.Lele sadar, lele dan hyung hanya anak angkat bunda, tidak seharusnya kami egois.Bangun bunda... bangun dan pulanglah!!"Kini Chenle memeluk tubuh tenang Jungkook.Membuat Semua yang anda di sana kembali menitikkan air mata.


"A...appa.."lirih terdengar suara parau dari Seseorang.


"Jaemin!kau sudah sadar nak??Ini minum dulu!."Jimin menghampiri Jaemin, membantunya untuk duduk dan memberinya minum.


"Terimakasih paman.."Ucap Jaemin yang masih lemas.


"Sama-sama sayang.."Jimin tersenyum lembut.


"Hyung,apa yang terjadi??Kenapa kau bisa pingsan seperti ini.?"Tanya Chenle yang langsung duduk di samping Jaemin.


"Chenle... Hyung tidak apa-apa, mungkin karena terlalu khawatir dengan Appa ."jawab Jaemin tersenyum tipis.


Begitulah pembicaraan terus berlanjut di dalam sana.Sedangkan tanpa mereka sadari bahwa Haechan dan jeno masih mendengarkan semuanya dari luar kamar yang pintunya sedikit terbuka.


"Hiks, kenapa ini ?aku menagis??"Lirih Haechan sambil mengusap air matanya.


"Tenangkan dirimu Chan, aku tau menguping bukanlah perbuatan yang baik, tapi kita juga perlu tahu kebenarannya.Aku tidak mau kau menyesal karena telah membenci orang yang salah."Ucap Jeno menepuk bahu Haechan dan menahannya agar tidak pergi.


"Tapi Jen..."


"Sebentar lagi saja,Setelah ini kita pulang."Jeno menatap dalam Haechan memejamkan matanya dan mengangguk pasrah.


Kembali ke dalam kamar.


"Iya le.."Jaemin mengusap pelan kepala Chenle.


"Ekhem... saya tahu ini mungkin sedikit tidak tepat untuk bertanya, tapi saya rasa saya perlu penjelasan dari mu , dan mungkin juga saya bisa membantu untuk menyelesaikan masalah ini."Ucap Yoongi menatap serius pada Jaemin.


Kini semuanya sudah siap menyimak penjelasan dari jaemin.Jimin dan Renjun duduk di samping Jungkook yang masih tertidur. Chenle duduk di samping Jaemin dan memeluknya. Ji-Sung duduk di tempat tidur , di bawah kaki Jungkook.Dan Yoongi duduk di kursi single di depan Jaemin.


"Katakan dengan jujur apa maksud ucapan mu tadi.Tadi kau mengatakan tentang Keluarga asli dan juga nama Kim Lee.Apa kau mengetahui sesuatu?. Jujur lah, asal kau tau aku adalah sahabat dari Alpha Kim."Ucap Yoongi menatap kearah Jaemin.


"Yang di katakan suamiku itu benar nak, jujurlah...Aku juga ingin tahu semuanya dan sebagai saudaranya aku juga ingin bisa membantu adikku."Ucap jimin menimpali.


"Huft, baiklah...aku akan jujur.Sebenarnya semua ini adalah rencana ku.


"Maksudnya??"Serentak semua mengucapkan pertanyaan yang sama.


"Tenang, ini bukan soal jebak-menjebak atau apalah.


Ini termasuk rencanaku untuk mendekatkan appa dengan keluarga Kim Lee, Keluarga appa yang sebenarnya."Jaemin menarik nafas dan melanjutkan ucapannya.


"Seperti yang kalian tau bahwa paman jimin dan apa adalah saudara kembar dan mereka juga seorang Rare Omega. Aku tidak tahu bagaimana detilnya.Yang ku tau Appa terpaksa menukarkan nyawanya demi menyelamatkan keluarganya dan juga mumma."

__ADS_1


"Hah??Apa maksud mu, dan siapa mumma mu itu??.Tanya Yoongi semakin bingung.


"kejadian ini terjadi 18tahun yang lalu, saat itu kelahiran anak kedua Appa terjadi gerhana bulan merah, tepat dimana kekuatan jahat berkumpul.Appa sangat bahagia atas kelahiran bayi itu, tapi ia juga tahu pasti ada malapetaka yang mengikuti nya.Dan malapetaka itu benar-benar terjadi.Karna pada malam itu juga seorang penyihir dan juga seorang iblis mendatangi appa dan berusaha untuk merebut bayi yang baru saja ia lahirkan."


"Hah! penyihir?. bagaimana bisa ada seorang penyihir yang bisa masuk ke istana itu??".Tanya Jimin tak percaya.


"Entahlah, yang jelas itu yang Appa katakan padaku.Dan.."


"Dan apa hyung??"Sela Ji-Sung yang mulai penasaran.


"Dan malam itu dengan sekuat tenaga Appa melawan iblis itu, tapi sayangnya apa yang dalam kondisi baru saja melahirkan tak mampu mengimbangi kekuatannya.Tapi bukan berarti iblis itu tidak terluka.Dia juga terluka parah.Iblis itu mulai prustasi karena tidak bisa merampas bayi itu, ia lalu menusuk jantung bayi tersebut dengan belati perak muliknya.Coba kalian bayangkan bagaimana nasib bayi itu??."Jaemin menatap Semua yang ada di sana.


"Hiks, kenapa itu terdengar sangat mengerikan..."Jimin meneteskan air Sambil mengusap kepala Jungkook.


"Ya, itu memang mengerikan.Dan tentunya bayi itu pasti sekarat bukan?.Dan hati siapa yang rela melihat putranya meregang nyawa di depan matanya?."Kini Jaemin mengalihkan pandangannya ke arah Jungkook yang masih terbaring di ranjang.


"Dan pada akhirnya, Appa menggunakan kekuatannya untuk memberikan kehidupan putranya itu.Terlalu besar kekuatan yang ia gunakan saat itu, hingga ia tidak menyadari bahwa dirinya sendiri sedang memberikan separuh nyawa yang ia miliki untuk bayi itu."


"Tidak mungkin!hiks kookie.."Jimin menagis, sedangkan Renjun dan Ji-Sung terdiam tak tau apa yg harus ia lakukan.


"Tidak sampai disitu saja, penyihir itu sengaja menanam belati itu di tubuh bayi itu agar tidak ada yang tau apa gender bayi itu.Itulah salah satu caranya menghancurkan keluarga appa.Dengan cara itu, maka selamanya bayi Alpha bermata biru itu tidak akan pernah bisa menemukan Mate dan tentunya tidak akan pernah memiliki keturunan."Jelas Jaemin.


"Alpha, be...bernata biru.."Ucap Yoongi sedikit bergetar.


"Ya... itulah yang appa katakan pada ku, bahwa putra bungsunya adalah seorang alpha Vampire bermata biru Tentu paman tau apa artinya itu."Tegas Jaemin.


"Apa itu artinya Suga-ssi??"Tanya Jimin tidak sabaran.


"A... artinya dia adalah titisan Raja Vampire terdahulu yang kekuatannya bahkan dapat menghancurkan alam semesta."Jelas Yoongi masih gemetar.


"A..apa.."Ucap jimin tak percaya.Sedangkan Renjun dan Ji-Sung terdiam dengan mata dan mulut yang terbuka lebar,tak berbeda jauh dengan nasib Chenle.


Di luar kamar Haechan hanya menangis dalam diam dan Jeno yang setia merengkuh tubuhnya."Jeno-yaa, ayo pulang, aku..."Haechan tak sanggup lagi mendengar semuanya.ternya selama ini dia telah melakukan Kesalahan besar karena membenci appanya, dan juga salah mengira bahwa Jaemin itu adalah saudaranya, yang ternya hanya anak angkat dari Jungkook.


Jeno mengangguk dan membantu Haechan kembali ke rumahnya.Sepanjang perjalanan jeno melihat Haechan yang terus menangis hanya bisa mencoba menenangkan sepupunya itu.


"Berhentilah menagis Haechaniee.. "Ucap jeno lembut.


"His, hiks, aku sedang mencobanya Jen... entah kenapa air mata ini tidak mau berhenti."Ucap Haechan masih sambil mengusap air matanya.


"Aku salah, aku sangat bodoh!. Aku sudah membenci orang yang bahkan rela menukarkan nyawanya untuk ku.Aku merasa kecewa dan malu pada diriku sendiri, aku juga merasa tidak pantas untuk menyebutnya Appa.Aku anak yang jahat dan tidak tahu terimaksih Jen..."Ucap Haechan merasa sangat bersalah.


"Aku tau perasaan mu, seharusnya kau bersyukur karena mengetahui kenyataan ini sekarang, ini masih belum terlambat untuk menebus semuanya Haechan.Bangkit dan tersenyumlah, buatlah appamu bahagia mulai sekarang."Ucap jeno menyemangati.


"Kau benar, aku harus menebus sema kesalahan ku.."Haechan tersenyum tipis dan menatap jeno.

__ADS_1


"Itu baru benar tuan muda!"Jeno tersenyum lebar sambil menepuk bahu Haechan penuh semangat, membuat senyum tipis tampak di bibir Haechan.


__ADS_2