MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 55


__ADS_3

"Hyung, aku minta maaf seperti aku juga penasaran.Jadi, bye!"Setelah mengatakan itu, Haechan bergegas menuju atap mengikuti para mahasiswi yang lain.


"Yakk, Lee Haechan datanglah!!!"


Baru saja Haechan melangkahkan kakinya, tiba-tiba terdengar teriakan seseorang yang memanggilnya dengan sangat kencang.Dan ia tau pasti siapa pemiliknya.


Tanpa pikir panjang Haechan segera berteleportasi ke sana.Di susul dengan Mark yang ikut penasaran setelah mendengar teriakkan itu.


................


"Ada apa ini??"Tanya Haechan yang baru saja sampai di rooftop .


Semua menoleh ke arah Haechan."Bagus kau datang!, Seperti yang kau lihat, tiga manusia sinting ini melakukan bullying dan bahkan menyerang Renjun Hyung saat aku meminta mereka untuk berhenti,"jelas Chenle.


"Hyung, gwaenchana?!"Mendengar jawaban Chenle, Haechan langsung mendekati Renjun, memegang kedua tangannya dan menatapnya cemas.


"Aku baik-baik saja "Singkat Renjun


"Tapi Chenle bilang mereka menyerang mu, Hyung,"


"Aku tidak apa-apa Chan!!"Renjun menatap Haechan dengan senyum tertekan.


"Haiss, bucin kali pemirsa!!."Chenle menatap jengah Renhyuck.


"Jangan pacaran dulu! tolong pria itu dulu beruang bodoh! sepertinya dia pingsan!!"Ketus Chenle.


"Hahaha.. sepertinya kau salah memanggil seseorang Chenle! seharusnya kau memanggil alpha yang setara dengan kami, bukan pecundang sepertinya!!."Sarkas ketiga orang itu lalu tertawa keras


"Jaga bicara kalian!!"Ketus Renjun tak terima.


Haechan tersenyum manis pada Renjun."Gwaenchana hyung, jangan membuang-buang tenaga mu untuk sesuatu yang tidak perlu."Ucap Haechan dalam hati, yang pasti hanya bisa di dengar oleh Renjun.


Chenle tersenyum miring."Sepertinya kalian sudah bosan hidup "Santai Chenle.


"Mark Hyung, aku tau kau di sini.Kemari dan bawa dia pergi!."Suara tegas Haechan membuat atmosfer sedikit mencekam.


Tak butuh waktu lama, Mark mendekati si misterius yang masih pingsan sesuai perintah Haechan."Berhenti!siapa bilang kau boleh menyentuhnya?!"Salah satu dari mereka menahan tangan Mark saat akan mengangkat tubuh pria itu.


"Akh!!"Orang itu terlempar cukup jauh saat Mark yang penuh amarah di matanya menghempaskan tubuh orang tersebut dengan satu tangannya.


Semua yang ada di sana tersentak dan bergetar melihat tatapan Mark."Kalian semua pergi dari sini!ini bukan sesuatu yang pantas untuk di tonton!!"Ucap Mark setengah berteriak dengan nada dinginnya.

__ADS_1


Semuanya serentak pergi menuruti ucapan Mark, karena mereka semua tau siapa dan bagaimana Mark jika marah.Mark membawa tubuh si misterius itu entah kemana, sekarang tinggal lah Renhyuck, Chenle dan tiga pembuli itu.


"See, sekarang siapa yang akan menolong kalian??". lagi-lagi salah satu dari mereka meremehkan ketiganya.


"Huh! geregetan sekali rasanya dengan orang sombong dan omong besar seperti kalian!. Masih saja menghina orang lain, padahal sendirinya dilempar sekali saja langsung K.O!!"Geram Chenle dan sengaja mengejek mereka.


"Sialan! mulut mu memang harus di beri pelajaran!!."Umpat orang yang tadi di lemparkan oleh Mark dan kembali menyerang Chenle.


"Arghh!!"Teriak orang yang hendak menyerang Chenle, saat lehernya tiba-tiba tercekik dan tubuhnya melambung di udara.


"K.. Kau!!"


"Alex Rudiart, Lewis Ferdinand, Axel Louis,. bukannya tadi berulang kali Chenle memperingati kalian?. sepertinya kalian terlalu tuli untuk mendengarnya."Haechan tersenyum manis menatap ketiganya.Senyumnya terlihat manis namun mematikan.


"Haechan ka.. kau??!" axel dan Lewis membelalakkan matanya, menatap Haechan tak percaya dan mulai ketakutan.


"Aku selama ini diam karena tidak mau ada keributan dan ingin hidup tenang.aku tak perduli jika yang kalian lukai adalah aku.Tapi itu akan berkalu sebaliknya jika kalian berani menyentuh keluarga ku!!."Haechan kembali mengeluarkan kekuatannya dan mencekik mereka bertiga bersamaan.


"Tidak, Chan tolong lepaskan kami. "Lewis berontak dan memohon kepada Haechan.


Chan, sudah.Appa pasti akan marah jika kau melukai orang lain tanpa alasan yang jelas!."Renjun mencoba menghentikan Haechan.


Brugh!!


"Hyung itu tidak adil! seharusnya mereka bertiga mati!!" Haechan menatap Renjun dengan wajah cemberutnya,namun berbalik menatap tajam tiga orang yang Chenle sebut kadal Amazon saat mengucapkan kata"mati ".


"Mati-mati mbah mu!.jagan kekanak-kanakan Chan!."Renjun menjitak kening Haechan.


"Awh! Sakit Hyung.."Renjun menatap jengah pada Haechan


"Emm, sepertinya aku setuju dengan Renjun Hyung, bagaimana kalau kita buat mereka merasakan bagaimana rasanya dibully??"Timpal Chenle memberikan saran.


Haechan berpikir sejenak kemudian tersenyum lebar."Hehe.. bukan ide yang buruk juga!.Oke! Sekarang kalian aku bebaskan, tapi bersiaplah merasakan hidup di neraka setelah ini!!."Haechan menekan setiap kata-katanya dan tersenyum miring .


Secepat kilat tiga kadal Amazon itu pergi dari sana."Apa yang kau rencanakan??".Tanya Chenle penasaran.


"Molla"Haechan mengangkat bahunya.


"Ayo Hyung!"Haechan memilih membawa Renjun berteleportasi dan pergi dari sana.


"Yak Kim Lee berngsek Haechan!!"Chenle berteriak kesal.

__ADS_1


"Maaf mbak nya, nama saya Jeon Lee Haechan btw,"Bisikan suara Haechan terdengar di telinganya membuat Chenle semakin emosi


"Arghh beruang gendut sialan!!ku sumpahi kau semoga menabrak pintu!!"Sambil terus misuh-misuh menyumpahi sahabatnya, Chenle meninggalkan tempat itu.


..........


Gubrak!!!


"Hahaha,astaga Chan !! Untung saja aku berdiri di belakang mu!!."Renjun tertawa keras saat Haechan menabrak pintu dengan keras.


"Arghh!siapa sih yang meletakkan pintu disini!!"Kesal Haechan yang menendang pintu sambil mengusap keningnya, karena sedikit pusing,saking kerasnya ia menabraknya tadi.


"Tidak usah menyalakan pintu Chan, dia tidak salah apa-apa, yang aneh itu kau, kenapa teleportasinya harus di depan pintu? kenapa tidak masuk rumah sekalian?."Renjun menggeleng kepala tak habis pikir.


"Entahlah, sudahlah ayo masuk! Echanie jamin hyung pasti senang setelah melihat siapa yang ada di dalam!"Ucap Haechan antusias.


"Siapa??"Renjun sedikit curiga, karena Haechan Langsung membawanya pulang.


"Masuk saja, nanti juga tau kok."Haechan tersenyum manis


"Terserah kau saja lah!!"Acuh Renjun yang mendahului Haechan.


"Huft, ikan lele sialan beraninya menyumpahi ku!"Haechan mendengus kesal dan menyusul Renjun.


"Na!"Seru Renjun yang tidak melihat keberadaan Jaemin.


"Disini hyung!!"Renjun bergegas menuju ke lantai dua setelah mendengar sahutan dari Jaemin yang ia yakin berada di kamar Mark.


"Kenapa suaranya dari kamar Mark hyung?"Renjun mengerutkan kening sambil terus melangkah dan di ikuti oleh Haechan.


Ceklekk!, Suara pintu di buka oleh Renjun, membuat Jeno, Jaemin dan Mark mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


"Eoh, kenapa semuanya berkumpul di sini??."Tanya Renjun heran.


"Hyung?"Jaemin menatap Renjun dengan senyum lebar, membuat Renjun semakin bingung.


"Oh ya, Mark Hyung, bagaimana keadaan pria korban bullying tadi??"Kini Renjun menatap Mark.


"Dia belum sadar Njun,dan dia ada di sini".Mark menghela nafas perlahan dan menunduk.


"Astaga,coba kulihat!"Renjun mendadak cemas melihat tatapan mata Mark yang berubah sendu.

__ADS_1


"Apa yang a...."Renjun membuka lebar kedua matanya saat melihat siapa yang terbaring di atas tempat tidur.


"I..ini!?."


__ADS_2