![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
"Apa yang a...."Renjun membuka lebar kedua matanya saat melihat siapa yang terbaring di atas tempat tidur.
"I..ini!?."
"Beomgyu!?"Renjun menutup mulutnya tak percaya.
"Chan, ini..."
"Nee hyung, dia kembali "Haechan tersenyum tipis saat Renjun menatapnya.
"Hiks, ini nyata kan??"
"Shh, kenapa jadi melow sih? senyum dong!"
"Dasar!ini namanya menangis bahagia bodoh!."
"Akh! kenapa malah di pukul sih Hyung?,peluk dong harusnya.Atau cium juga boleh!."Haechan meringis mengusap lengannya yang di pukul Renjun.
"Nih cium!"Renjun menatap tajam pada Haechan sambil mengangkat kepalan tangannya.
"Eh, hehe.. kalau begitu lain kali saja deh.."Haechan mengusap tengkuknya yang tiba-tiba merinding.
"Sudah, kalian berdua kalau pacaran tidak tahu tempat!"Ucap Jeno menengahi namun,malah mendapat tatapan tajam dari Renjun.
"A..emm oke silahkan lanjutkan.."Ucap Jeno yang mendadak ciut, membuat Jaemin terkekeh geli.
"Haha.. sudah, lebih baik kita semua keluar dari sini, biarkan Gyu hyung istirahat."ucap Jaemin.
"Itu terdengar lebih waras,ayo Na!"Singkat Renjun lalu menggandeng tangan Jaemin dan keluar dari kamar Mark.
"Memangnya kita gila ya??"Jeno mengedipkan mata beberapa kali.
"Itu sih kau saja!"Ucap Mark dan Haechan bersamaan.
"Eh,"Seperti otak jeno memang sedang bermasalah.
"Haiss, kalian berdua keluarlah dari kamar ku!. Chan, bawa Samoyed ini!"
"Eh eh,sabar hyung, iya ini juga keluar kok!"Haechan sedikit mendengus saat Mark mendorong pelan tubuhnya ke arah pintu.
"Hey, tunggu!enak saja aku juga waras oke!"
"Ais, ayo keluar saja jangan berisik!!"Saat Jeno tersadar dan memberikan protes,tapi tubuhnya langsung ditarik keluar oleh Haechan.
"Ani! tunggu dulu aku belum selesai bicara!!!"Teriakan Jeno tidak di perdulikan oleh Mark yang langsung menutup pintu kamar,dan Haechan yang terus menyeretnya.
...............
"Zhong Chenle, kita bertemu lagi.."
__ADS_1
"Mau apa kalian?!"Ketus Chenle yang tiba-tiba di hadang oleh tiga orang yang sama yang berkelahi dengannya di atap tadi.
"Ck, tidak bisakah kalian berhenti melakukan hal yang tidak berguna??"Chenle menatap jengah ketiganya.
"Tidak berguna itu menurut mu, tapi itu berarti sebaliknya untuk kami."Dengan tatapan mengintimidasi tiga orang itu mendekati Chenle dengan perlahan.
"Sial! bagaimana ini?aku tidak mungkin melawan mereka sendiri.Kabur juga tidak mungkin, ini jalan buntu."Gumam Chenle dalam hati, melirik ke sekitar dan baru tersadar ia sedang berada di gang sempit dan buntu.
"Mau kemana?, karena sifat sok pahlawan mu itu,kami kehilangan mangsa kami, jadi bagaimana kalau kau yang menggantikannya??"Axel memberikan tatapan predatornya.
"Jangan mimpi kalian!!"
"Kami yang harusnya mengatakan itu padamu Chenle-ssi, "
"Haha.. kau benar Lex, kalau di lihat dia sangat cantik walaupun sedikit galak.Jadi, bisalah kita cicipi!"Lewis menatap Chenle sambil mengusap perlahan bibirnya dengan ujung jarinya
"Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan?,aku memang punya kekuatan, tapi mereka bertiga itu alpha."Batin Chenle.
"Hey! lepaskan tanganmu sialan!!"Chenle tersentak ketika Alex dan Lewis memegang kedua tangannya saat ia melamun.
"Tidak akan semudah itu sayang, inilah balasannya kalau berani mengusik kami."Giliran Axel mendekat dan mengusap pipi Chenle.
Chenle memejamkan matanya dan sedikit bergetar."Dewi bulan,ku mohon bantu aku."Lirih Chenle dalam hati.
"Haha.. lihatlah!apa kau takut sekarang?. Sekarang tidak akan ada yang bisa menolong mu, tidak Renjun, ataupun Haechan bocah tengil itu!."Seringai terlihat di bibir mereka bertiga.
"Apa mau kalian sebenarnya? lepaskan aku sekarang atau...."
"atau apa?atau... ah, aroma feromon yang sangat memabukkan.Kau benar-benar sengaja menggoda kami Chenle."Axel menatapnya dengan penuh nafsu, dan Chenle yang tidak bisa berkutik karena kedua tangannya yang masih di tahan.
"Arghh!! lepaskan aku sialan!!."Chenle berontak dengan sekuat tenaga sambil terus bergumam dalam hati.
"Aku mohon jangan heat sekarang...ya tuhan tolong aku , lepaskan aku dari mereka."
percuma saja terus berontak, kau tidak akan pernah bisa melawan kami Jadi, jadilah anak baik dan menurut pada kami."Kini Lewis memberikan tatapan yang sama seperti yang Axel lakukan padanya.
"Hiks, ku mohon lepaskan aku!!"Entah kenapa ia mulai menangis.Jujur saja ia merasa takut, apa lagi merasakan tubuhnya yang semakin panas dan tidak nyaman, bahkan ia mulai merasakan sakit.
"Feromon mu terlalu memabukkan Chenle aa, aku tidak bisa lagi menahannya!!."Ucap Axel yang langsung mengeluarkan feromon miliknya.
"Andwae Axel jangan lakukan itu! kita bukan mate , kumohon!!"Chenle semakin menangis sambil terus menahan diri untuk tetap sadar.
"Apa perduli ku! salah mu sendiri sudah menggoda kami,jadi terimalah akibatnya!!".
"Aku tidak menggoda siapapun!.Ini memang saatnya aku haet.Axelku mohon lepaskan aku!!"
"Menangislah sepuasnya, karena aku tidak akan memenuhi keinginan mu, kau mengerti!!".
"Akh, hiks hiks! kalian bertiga memang b3rengsek!!.Hiks, lepas..."
__ADS_1
"Wahai Dewi bulan,Hiks ku mohon tolong aku!!."Lirih Chenle yang mulai kehilangan kesadaran.
Dua kalimat lirih ia ucapkan sebelum ia benar-benar tidak tau apa yang terjadi.
"Lepaskan dia bedebah!!"
Dugh!
Bugh!
Brakh!
Tiba-tiba datang seseorang yang langsung menyerang mereka bertiga dengan sangat kuat dan membuat mereka terdorong dan terpental cukup jauh.
"Ber3ngsek! siapa kau berani mengganggu kesenangan kami!!"Mereka bertiga segera berdiri sambil memegang bekas pukulan yang mereka dapatkan.
"Ah, hiks ku mohon ini tidak nyaman..." Orang misterius itu menengok ke arah Chenle yang tergeletak di tanah dengan keadaan yang sedikit berantakan.
Orang tersebut mengepalkan tangannya semakin erat dan menyerang brutal Axel, Alex dan Lewis.
"Sialan! bedebah kalian!! beraninya kalian menyentuh milikku!!!"Teriak nya sambil terus menghajar mereka.
Bukan lagi dengan kekuatan fisik,tapi laki-laki misterius itu terus menghajar mereka bertiga dengan sihir alami yang ia miliki.
"Hiks, alpha tolong..."Laki-laki itu mendekati Chenle setelah berhasil menyalakan ketiganya.
"Mate, mianhe, aku terlambat hiks,"Laki-laki itu membawa Chenle ke dalam pelukannya.
"Mate, ka.. kau datang..."Lirih Chenle dengan tangan yang bergetar mencoba mengusap wajah samar di depan matanya.
"Ku mohon tandai aku sekarang, hiks! aku tidak bisa menahannya lagi, ini terlalu menyakitkan."
"Sesuai keinginan mu,tapi kita pergi dari sini!!". dengan langkah secepat kilat Laki-laki membawa Chenle menjauh dari tempat itu.
........
"Hobi!!! dimana anakku?? kenapa belum pulang juga??!"Baekhyun berteriak keras saat telepon itu tersambung pada sang suami.
"Hah? aku tidak tau Baek, aku juga masih di kantor sekarang."
"Kau ini bagaimana?! aku sudah bilang jangan pulang terlambat dan jempulah Chenle!. tapi kenapa sampai petang begini kau masih di kantor hah!!!". Baekhyun bertambah emosi dengan jawaban hoseok.
"Jung hoseok!! pulang dan cari anakku sekarang atau aku akan membunuhmu!!"
"Ani! baiklah aku pul..."
Tut...tut...tut...
"Loh, Baek, Baeky tunggu dulu aku belum selesai bicara!. Arghh...!!".
__ADS_1
Suara panggilan terputus dan meninggalkan hoseok yang frustasi dan cemas sekarang.