MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 27


__ADS_3

"Baik hyung!"Ucap Mark, Beomgyu dan Chenle yang Segera duduk di posisi mereka beberapa detik kemudian, mobil melaju dengan kecepatan yang sama dengan yang di kendarai Jeno.


Di perjalanan, Renjun dengan tubuh yang sedikit gemetar terus memeluk Haechan agar tidak terjatuh dari posisinya karena kecepatan mobil yang terlalu tinggi


"Hyung... A.. ku kau tau, walau ini menyakitkan aku berterimakasih pada MOON GODDESS . Karena sakit ini, akhirnya aku bisa merasakan pelukan mu."Lirih Haechan tersenyum tipis dan nyaris tak terlihat.


Renjun tak merespon, dan hanya terdiam sambil menahan air mata dan bergumam dalam hati hingga ia tak menyadari bahwa dirinya mulai menangis."Hiks, ada apa denganku?kenapa rasanya begitu sakit melihatnya seperti ini ?."


"Ja... jangan menangis hyung, Aku tidak suka melihat mu menangis.Le... lebih baik kau ketus dan memarahiku, daripada kau menangis,itu membuat dadaku semakin sesak."Lirih Haechan, dengan tangan bergetar ia mengusap lembut pipi Renjun yang berair.


"Hiks, bodoh! disaat seperti ini kau masih saja berbicara omong kosong seperti itu.!"Ketus Renjun masih menagis.


"Haha... kiyowo, aku harap MOON GODDESS masih memberiku kesempatan untuk bertemu dengan appa.H...yung apa masih lama?, Echan ngantuk. Kau.. kalau begitu Echan ti... tidur dulu."


"Ani! Haechan dengar.Jika kau berani menutup matamu, maka aku tidak hanya marah padamu,tapi akan membencimu!!". Ancam Renjun mempererat pelukannya.


"Ta... tapi hyung, Echan ngantuk hyung...Sa...saranghaeyo hyungie.."Lirih Haechan dengan pandangan yang mulai buram.


"Aniaa!!!Jeno bisakah kau lebih cepat!!"Bentak Renjun frustasi karena terlalu takut dan cemas.


"Sudah maksimal, Sabar hyung sebentar lagi!!"Ucap Jeno sedikit berteriak.Sedangkan Ji-Sung hanya terdiam dan menahan tangisnya sambil sesekali memperingati Jeno saat melihat karena ialah satu-satunya orang yang menyimak pembicaraan Haechan dan Renjun sepanjang perjalanan.


Disisi lain, coba kita lihat kondisi Jungkook sekarang."Hiks kookie, bangunlah!!"Jimin menagis sambil memeluk tubuh Jungkook yang sudah tidak sadarkan diri.


Padahal,selama beberapa hari Jimin menjaganya keadaan Jungkook sudah dia sudah biasa beraktivitas sendiri meski tidak terlalu lama, karena tubuhnya yang masih lemas.


Tapi sekarang dia kembali Anfal, padahal baru beberapa menit yang lalu ia makan dengan lahap dan disuapi oleh Jimin.Namun saat Jimin meninggalkannya untuk membuka pintu karena ada tamu.


Tiba-tiba saja saat Jimin kembali ke kamar Jungkook,bersama tamu yang tak lain adalah J-HOPE dan Baekhyun.Ia sudah tidak sadarkan diri dengan kondisi yang sama seperti saat ia dan Jaemin menemukannya tempo hari.


"Jimin, apa yang terjadi sebenarnya??apa dia benar benar kookie??."Tanya J-HOPE bingung.


"Nee, hyung.Dia kookie, Matenya Taehyung dan dia juga adikku, saudara kembar ku."Jelas masih menangis.

__ADS_1


"Hah jinjja!Astaga yeobo apa yang harus kita lakukan sekarang?!"Ucap Baekhyun panik.


*Hiks, kookie bangunlah!hyung disini.Kenapa kau suka sekali membuat hyung cemas hah??!".Ucap Jimin sambil menggoyang tubuhnya.


"Jiminie, katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya?kenapa kookie ada disini dan bagaimana kau bisa bertemu dengannya?.Tadi kau bilang dia juga saudara mu, apa yang terjadi disini sebenarnya?. Semuanya membuatku bingung."Tanya J-HOPE semakin kebingungan.


"Sebenarnya,...."


Brakk!!


"Appa!!


"Bunda!!"Sebelum Jimin sempat berbicara, tiba-tiba saja pintu di dobrak kasar oleh Jaemin dan Chenle, membuat Jimin, J-HOPE dan Baekhyun terperanjat.


"Appa, bangun!ini Nana dan Lele datang,appa.Apa lihatlah siapa yang kami bawa!."Ucap Jaemin yang langsung memeluk tubuh Jungkook.


"Jaemin, Chenle kenapa kalian disini??. Darimana saja kalian??Kenapa baru datang?"Tanya Jimin sambil mengusap air matanya.


"Mianhe paman, Nana dan Chenle terlambat.Tapi kami tidak sendiri, kami kesini bersama Seseorang."Jawab Jaemin.


"Paman akan segera tahu, Hyung ayo masuk!"Jawab Jaemin, Lalu menyuruh seseorang untuk masuk ke dalam kamar Jungkook.


beberapa saat kemudian, Terlihat Mark dan Jeno masuk ke dalam kamar sambil memapah Haechan, dan membantunya untuk duduk di samping ranjang."Haechan??Ada apa dengannya?"Tanya Jimin cemas.


"A... Appa, ini Haechan.Hiks, mianhe... appa pa... pasti ke ... kesakitan sekarang"Ucap Haechan dengan memeluk tubuh Jungkook.


"A... appa, hiks apa benar ini kau?."lirih Mark tak percaya.Yang kini berlutut di samping Haechan untuk menahan tubuh sang adik.


"Jaemin... mereka..??" Lirih Jimin yang kembali menagis saat melihat situasi di depannya.


"Nee, paman... mereka sudah tau, dan biarkan mereka tahu.Tapi sebenarnya Jaemin juga kaget dan bertanya darimana mereka bisa tahu, tapi Nana rasa jeno punya jawabannya."Jaemin tersenyum tipis sambil mengusap air matanya.


Semua menatap ke arah jeno, tak terkecuali dengan Baekhyun dan J-HOPE Juga kedua putra Jimin yang berdiri di dekat pintu masuk bersama Kecuali Haechan dan Mark yang masih memeluk tubuh Jungkook sambil terisak, dengan Haechan yang sesekali meringis menahan sakit.

__ADS_1


"Jeno..."Jimin menatap jeno penuh tanda tanya.


"Mianhe paman, dan semuanya.Sebenarnya Jeno tidak sengaja menguping pembicaraan kalian waktu itu bersama Haechan karena kami penasaran.Jeno dan Haechan sudah tau semuanya."Jelas Jeno sedikit menunduk.


"Ja...jadi.."


"Mianhe paman, jeno hanya ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya,dan tidak ingin Haechan terus menyalakan appanya tanpa tau kebenarannya."Jeno semakin menunduk karena merasa bersalah.


"Ani, justru paman berterimakasih pada mu, Karna kau sudah membantu paman untuk membuka kebenaran ini."Ucap Jimin lembut dan memeluk Jeno.


"Paman..."Jeno menatap Jimin dengan mata yang berkaca-kaca.


"Gwaenchana boy, terimaksih sudah membantu paman."Jimin mengusap pelan punggung Jeno kemudian melepaskan pelukannya.Dan terlihat jeno yang mengangguk dan tersenyum tipis.


"Arghhh..!!Hyung..."


"Haechan!!Hiks, bangun!buka matamu!!"Ucap Mark sedikit berteriak karena Haechan tiba-tiba pingsan.


"Haechan!!"Semua ikut berteriak saat melihat Haechan yang pingsan di pelukan Mark.


"Andwe!!"Hiks Haechan bangun nak.."Jimin menepuk pipi Haechan pelan.


"Renjuniee, apa yang terjadi?kenapa bisa seperti ini?"Tanya jimin menatap putranya.


"Renjun juga tidak tahu appa, tadi kita sedang berkumpul bersama, tiba-tiba saja Haechan berteriak kesakitan sambil memegangi dadanya."Jelas Renjun yang Juga bingung.


"Belati itu!Iya, ini pasti karena benda sialan itu!.Pasti ini ulah iblis itu!."Ucap Jaemin dengan mata yang membara.


"Hah??!"Beomgyu, J-HOPE dan Baekhyun semakin bingung dengan ucapan Jaemin karena tidak tau apa-apa.


"Kau benar!. Mark tolong baringkan adikmu di samping appa kalian, biar ku jelaskan apa yang terjadi disini.Aku Juga sudah mindlink dengan Alpha ku, sebentar lagi dia akan kemari dengan daddy mu dan yang lain."Ucap Jimin.


"Baik paman."Mark mengangguk dan segera melakukan apa yang di perintahkan oleh Jimin.

__ADS_1


Semuanya ikut aku keluar, kita bicarakan ini di ruang tamu."Tegas Jimin, Yang kemudian melangkah keluar kamar lebih dulu.


"Nee,"Ucap semuanya serentak kemudian menyusul Jimin untuk keluar dari kamar.


__ADS_2