![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
Haechan side...
"Hah, baiklah aku memaafkan mu, "Jawab Haechan seakan tak terjadi apa-apa. Apa yang terjadi? apalagi rencana Haechan kali ini?.
...................
"A...apa? sungguh??"Sora menatap tak percaya.
"Tentu!"Jawab Haechan.
"Haechan... terimakasih! terimakasih karena... arghh!!!"Sora segera berdiri dan menatap Haechan senang, tapi belum sempat dia melanjutkan ucapannya tiba-tiba dia berteriak keras.
"A...apa yang?!"Tenggorokan sora tercekat saat menyadari bahwa ia telah kembali ke tubuhnya yang semula.
"Kenapa berhenti? lanjutkan apa yang ingin kau katakan!"Haechan tersenyum miring.
"Ba...bagaimana? aku bisa?!"Sora menatap tak percaya pada diri sendiri.
"Kau bertanya bagaimana aku bisa mengembalikan jiwa mu bukan??"Haechan masih tersenyum miring melihat Sora yang kehabisan kata-kata.
"Aku akui kau penyihir yang hebat Lee Sora, tapi kau lupa dengan siapa kau berhadapan saat ini"Haechan menatap Sora dengan tatapan dingin dan mencekam.
"Sekarang aku tunjukkan pada mu siapa aku sebenarnya."Ucap Haechan dengan tatapan yang sama.
Haechan merubah wujudnya seperti seorang raja vampir yang seharusnya.Langit di sekitar mereka tiba-tiba menggelap."La..kau?!!"ucap Sora yang kembali bergetar.
"Ya, inilah aku nona Lee Sora, bersiaplah menyambut kematian mu!!"ucap Haechan dengan tatapan yang semakin menyeramkan.
"Ta....tapi tadi kau bilang kau sudah memaafkan aku?!.Sial, apa kau menjebakku??!"
"Kau pikir aku idiot? aku tidak akan pernah membiarkan orang yang sudah berani melukai keluargaku untuk tetap hidup.Bukankah sudah ku katakan pada mu tadi?.'Satu goresan saja kau berikan pada keluargaku,maka bayarannya adalah nyawamu'."
"Sialan kau....!!"
Arghh!!!
"Berhentilah membuang tenaga untuk mengumpat padaku, ucapkan selamat tinggal pada dunia ini nona..."Haechan mencekik leher dan mengangkat tubuh Sora ke udara dengan kekuatannya.Membuatnya berteriak kesakitan.
Detik berikutnya, .....
"Tidak arghh!!!"untuk kedua kalinya Sora berteriak, saat Haechan tanpa rasa jijik mengambil paksa jantung Lee Sora dengan tangannya.
"Inilah balasannya karena telah berani menyentuh keluarga ku!."Tatapan mata yang lebih mirip seperti seorang malaikat maut di berikan Haechan pada tubuh Lee Sora yang perlahan menghilang menjadi debu.
Haechan menatap sebuah jantung manusia yang segar di tangannya.Haecahan mengeratkan genggamannya.
"Setelah ini tidak ada sejarah kelahiran seorang Lee Sora akan terulang."Dengan satu kedipan mata, jantung itu berakhir di dalam mulut Haechan.Dengan tatapan yang sama seperti sebelumnya, Haechan mengucap darah segar yang tersisa di sudut bibirnya.
__ADS_1
Menit berikutnya Haechan kembali ke wujudnya yang semula.Haechan berbalik dan melihat tubuh seokjin yang belum sadarkan diri tergeletak di tanah.Haechan menghampirinya dan berjongkok di samping tubuh detik berikutnya Haechan dan tubuh seokjin itu menghilang entah kemana.
Di sisi lain...
Mansion Kim Lee
Sore harinya, semua masih berkumpul di mansion Kim Lee.Setelah kepergian Haechan tadi, YoonMin dan Taekook membawa Renjun ke mansion Kim Lee, sedangkan yang lainnya membantu Mark mengurus pemakaman Beomgyu.
"Eugh..."Lenguhan lirih terdengar dari mulut Renjun yang mulai membuka matanya.
"Renjun?!Kau sudah sadar sayang?"Jimin berlari kecil menuju tempat tidur
"A..air.."
"Ini sayang!"Dengan sigap Jimin mengambil gelas air di atas meja dan juga membantu Renjun untuk minum.
"Dimana ini appa??"Lirih Renjun yang merasa asing.
"Ini kamar milik Haechan sayang.. "Jimin tersenyum lembut
"Hah!!? Renjun sedikit terkejut mendengar jawaban Jimin, namun segera ia mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
"Aku dan Haechan..."Gumam Renjun dalam hati sambil mengusap lehernya yang terdapat bekas taring milik Haechan.
"Shh.."Renjun meringis lirih membuat Jimin menatap cemas padanya.
"Ani appa, Injun baik-baik saja.Oh, dimana yang lain, dan bagaimana keadaan mereka??"Tanya Renjun yang mengingatkan keadaan Beomgyu yang sama sepertinya.
Jimin sedikit menundukkan kepalanya dan menarik nafas."Ada apa appa?gwaenchana? semuanya baik-baik saja kan??"Tanya Renjun memastikan.
"Ah gwaenchana,semua baik-baik saja.Appa panggil yang lain dulu!" Jawab Jimin mengalihkan pembicaraan.
"Oh,nee.."Lirih Renjun tanpa curiga.Jimin mengangguk dan tersenyum, kemudian keluar dari kamar.
Tak lama Taekook YoonMin masuk ke dalam kamar."Eoh, dimana yang lain??"Tanya Renjun bingung karena hanya melihat mereka ber-empat.
"Mereka akan datang sebentar lagi "Jawab Yoongi yang kini duduk di samping Renjun.
"Gwaenchana?"Tanya Yoongi mengusap kepala Renjun.
"Gwaenchana dad...Injun baik-baik saja."Renjun tersenyum menatap sang ayah.
"Kau yang sayang?apa masih ada yang sakit?, dimana katakan?!."Ucap Jungkook mendekati Renjun.
"Tidak apa-apa paman, Renjun baik-baik saja "Jawab Renjun tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ani! jangan panggil aku paman, panggil saja appa,dan panggil alpha ku daddy, karena kau adalah menantu kami sekarang."Ucap Jungkook dengan tatapan berbinar.
Wajah Renjun bersemu saat mendengar ucapan Jungkook."Ne... nee a..appa.."Lirih Renjun gugup,dan membuat Jungkook terkekeh.Sedangkan yang lain hanya menyimak.
"Daddy dimana yang lain??!"Seseorang yang tiba-tiba bertanya dari belakang Taekook dan YoonMin, membuat semuanya terkejut.
"Kamchagi!!!"Ucap semuanya serentak, dan menoleh pada orang tersebut.
"Haechan!"Ucap mereka kompak, begitu pula dengan Renjun.Yang tiba-tiba berdebar saat menatap Haechan.
"Hmm, ini aku.."jawabnya datar.
"Dimana yang lain?Semua sudah berakhir, aku sudah membawa bibi (seokjin)ke kamarnya.Disana juga sudah ada paman Namjoon."Jelas Haechan yang kembali bertanya.
"Yang lainnya sendang membantu hyung mu mengurus pemakaman Beomgyu, mungkin sebentar lagi akan kembali."Jawab Taehyung menghela nafas panjang.
"A..apa?! Tidak mungkin!!Appa katakan kalau itu bohong! bukankah tadi apa bilang kalau semuanya baik-baik saja?!"Renjun menatap Jimin dan mulai menangis.
"miahe sayang... tapi itu kenyataan.."Lirih Jimin.
"Hiks! ini pasti gara-gara Injun kan? .Karena menyelamatkan Injun Gyu pergi.. hiks mianhe Injun jahat.."
"Ani sayang, ini bukan salah mu, ini semua adalah takdir!"Yoongi memeluk dan mengusap punggung putranya.
"Tapi dad..hiks!."
"Shh.. tenanglah... jangan seperti ini, "Yoongi masih setia menenangkan putranya.
"Ekhm! bisakah kita keluar dulu, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua Hyung... " ucap Taehyung memberikan isyarat pada Yoongi.
"Baiklah, ayo kita keluar"Ucap Yoongi yang mengerti maksud Taehyung.Ke-empatnya keluar dari kamar itu dan tinggallah Renhyuck, entah sejak kapan suasananya menjadi canggung.
"Pabo! apa kau akan tetap berdiri di situ dan menatap ku?!"Renjun menatap jengah Haechan yang hanya berdiri sambil menatapnya.
"A..ani, "Haechan melangkah menuju tempat tidur dan duduk di sebelah Renjun.
"Apa kau tidak ingin memberikan sebuah pelukan untuk mate mu ini? .Pabbo! kenapa harus aku yang meminta duluan agar kau paham?!kau ini seorang alpha tapi kenapa lembek begitu? bisakah kau lebih peka?. Seharusnya tanpa aku mengatakannya kau sudah paham te.... hummph!!"
Ocehan Renjun terhenti saat sebuah bibir yang begitu lembut menyatu dengan miliknya. matanya membulat sempurna karena terkejut dengan apa yang dilakukan Haechan padanya, namun tetap menerima dan membalas c!um∆n dan lumutan itu dengan senang hati.Beberapa menit kemudian tautan keduanya terlepas.
Renjun menunduk dengan wajah yang memanas."Tatap aku hyung."ucapan Haechan lembut sambil mengusap bekas liur mereka di bibir Renjun.Namun Renjun tak bergeming.
Renjun menggeleng pelan sambil menggigit bibir bawahnya, entah rasanya sangat malu hanya untuk sekedar menegakkan kepalanya.Haechan tersenyum dengan reaksi Renjun.
Haechan terkekeh pelan kemudian mengangkat dagu Renjun perlahan, dan sang empu hanya bisa pasrah hingga tatapan mereka saling bertemu.
"Cantik!"Ucap Haechan tersenyum manis, membuat Renjun semakin berdebar dan memalingkan wajahnya yang bersemu.
__ADS_1
"Aigooo..."Haechan tersenyum dan segera membawa tubuh Renjun ke dalam pelukannya.Lagi-lagi Renjun hanya terdiam tanpa bisa menolak perlakuan Haechan padanya.
Haechan memeluk erat tubuh Renjun, sedangkan sang empu hanya diam dan menikmati pelukan yang terasa hangat dan nyaman baginya.