MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
Episode 62


__ADS_3

Di rumah sakit....


"Aku tidak bisa apa-apa sekarang karena ini, apa mate baik-baik saja??"Ji-Sung menatap selang infus yang melekat di tangannya dengan gelisah.


"Ada apa? kenapa kau seperti itu?"Tanya Renjun datar, yang melihat kegelisahan sang adik.


"Ani, Jie baik-baik saja"jawab Ji-Sung berusaha untuk biasa saja.


"Ck, bohongnya kelihatan Jie, katakan sebelum aku benar-benar mencekik mu!!"


"Apa kau benar-benar Hyung ku? kenapa kejam sekali??"Sahut Ji-Sung dramatis.


"Drama!!"Ketus Renjun jengah.


"sudah-sudah, jangan berdebat lagi! kalian berdua tidak bisakah akur sehari saja?. Injun, mengalah lah, biarkan kalau memang adikmu belum bisa jujur,dan kau juga Jie!.Kita ini keluarga bukan? seharusnya sekecil apapun masalahmu, berbagilah mungkin saja kita bisa mencari solusinya bersama."Ucap Jimin lembut, mencoba menasehati kedua putranya.


"Nee appa , " sahut Renjun sedikit menunduk.


"Mianhe appa, Hyung..."lirih Ji-Sung menundukkan kepalanya.


"gwaenchana sayang, jangan sedih, kami tidak akan marah pada mu."Jimin memeluk Ji-Sung yang masih dalam posisi duduk di atas ranjang.


"Hemm"Ji-Sung membalas pelukan hangat Jimin sambil menutup perlahan Ji-Sung melepaskan pelukannya lalu melanjutkan ucapannya.


" Em appa Sebenarnya mate ku itu adalah...."


"Hyung?!"semua orang menoleh ke arah pintu


"Haechan??"Renjun menatap aneh pada Haechan yang datang dengan seseorang yang ia gendong ala koala.


"Chan hyung? "Ji-Sung mengerutkan keningnya.


"Loh? itu Chenle kan? "Tanya Jimin memastikan.


Haechan mengangguk,"Turun Le, sudah sampai hei!"ucapan Haechan namun tidak ada respon.


"Chenle hei!?"Panggil Haechan sekali lagi, tapi tetap sama.


"Dia tidur"Sahut Yoongi


"Hah?masa? Echan kesini pake teleportasi loh, perasaan tadi waktu di rumah masih nangis , masa langsung molor?!"ucap Haechan tercengang.


"Sudah, baringkan dia dulu"ucap Jimin. Haechan mengangguk dan membaringkan tubuh Chenle dengan hati-hati.


"Jie, kau kenapa?"Tanya Renjun melihat Ji-Sung yang melamun.

__ADS_1


"A..ani"Ji-Sung mencoba terlihat biasa.


"Terserah kau saja lah"Ucap Renjun jengah.


"Apa yang terjadi?"Tanya Renjun menatap Haechan


"Yah, hanya ada gempa sedikit"Ringis Haechan mengingat apa yang terjadi tadi.


"Apa kau membiarkan Jaemin membersihkan itu sendirian??"


"Ani, tadi sana ada Mark Hyung dan Beomgyu Hyung dan Jeno juga"Jawab Renjun sedikit takut dengan tatapan Renjun.


Renjun menghela nafas, lagi-lagi matanya melihat Ji-Sung yang masih saja melamun."Alpha, apa kau punya solusi untuk ini??"Renjun melakukan mindlink dengan Haechan dan memberinya isyarat mata.


"Hah?oke aku mengerti! sekali-kali jahil bolehkan Hyung??"Haechan menjawab pertanyaan Renjun dengan mindlink dan tersenyum misterius.


Renjun mengangguk kecil dan tersenyum miring.Haechan tersenyum manis setelah mendapat persetujuan dan mulai mendekati Ji-Sung yang melamun sambil menatap Chenle yang tertidur nyenyak.


"Apa kau akan terus menatapnya seperti itu??"Haechan mengeluarkan deep voice nya dan berbicara tepat di belakang telinga Ji-Sung yang tak menyadari keberadaannya.


"Aaa kamchagi!!"Ji-Sung terperanjat dan berteriak.


"Ish, Chan hyung!kau sengaja kan?"Sungut Ji-Sung kesal


"Hahaha, salah siapa melamun terus, tenang orangnya masih di situ kok" Goda Haechan tersenyum puas.


Semua menatap ke arah Chenle yang sudah duduk tapi masih menutup mata.


"Darah..."Lirih Chenle sambil mengendus sekeliling


"Hah?"YoonMin dan Renhyuck terkejut dengan apa yang di ucapkan Chenle.


"Astaga!"Ji-Sung membulatkan matanya saat menyadari selang infusnya terlepas dan tangannya mengeluarkan darah.


Ji-Sung buru-buru mengambil beberapa lembar tisu di atas meja dan hendak mengelap darah segar di tangannya.Tapi tangannya di hentikan oleh seseorang.


"Biar aku saja!"Orang itu tiba-tiba mengambil alih tisu di tangannya.


"C... Chenle.."Ji-Sung sedikit terkejut melihat tatapan Chenle yang menyala merah.


Ji-Sung membeku menatap Chenle yang membersihkan darah dari tangannya.Hak yang sama terjadi pada Renhyuck dan YoonMin yang membeku menatap adegan di depan mata mereka.Pasalnya, Chenle membersihkannya bukan dengan tisu melainkan dengan lidahnya.


"Terimakasih..."Chenle tersenyum tipis dan menatap Ji-Sung dengan mata yang sama kemudian kembali ke posisi semula dan memejamkan matanya.


"Geuge mwoya??"Ucap Jimin tanpa berkedip menatap Chenle yang kembali tertidur.

__ADS_1


"Apa ada penjelasan tentang ini??"Yoongi menatap Ji-Sung tanpa ekspresi.


" Jangan bilang dia..."Renjun menjeda ucapannya dan menatap tajam Ji-Sung.


"E...hehe mianhe..."Ji-Sung meringis sambil mengusap tengkuknya.Dan semuanya paham situasi sekarang.


"Astaga Jie kenapa tidak mengatakannya??"Haechan menatap tak percaya


"Mianhe Hyung, sebenarnya Icung mau menjelaskan semuanya hanya saja menuggu waktu yang tepat."


"Waktu yang tepat gundul mu! jika dia memang mate mu, berarti dia sedang mengandung sekarang.Apa kau tidak tau usianya bahkan belum genap 18tahun sekarang!!"Ketus Renjun yang mendengar jawaban Ji-Sung.


"Mianhe, Icung juga terpaksa melakukan itu, keadaannya sangat mendesak saat itu? dan..yah.."


Renjun memutar bola matanya, "kapan kau mengetahui kalau dia mate mu??"Tanyanya dingin.


"Emm... mungkin 6 minggu yang lalu"Lirih Ji-Sung sedikit menunduk dan bersiap untuk reaksi Renjun.


"Hah?! Bocah nakal! sudah semala itu dan kau belum memberi tahu kami!?"Ucap Renjun sedikit berteriak.


"Renjun , tenanglah ini di rumah sakit "Ucap Jimin lembut, membuat Renjun terdiam namun tidak melepaskan tatapan tajamnya pada sanga adik.


"Dengar Icung dulu Hyung, Icung Belum memberitahu kalian karna Chenle juga belum tau kalau Icung adalah matenya!."


"Hah? Maksudnya??Ucap Renjun dan Jimin yang terkejut.


"Bagaimana bisa??"Kini giliran Yoongi dan Haechan yang bertanya.


"Huft sebenarnya hari itu...."Ji-Sung menjelaskan kejadian saat ia menyelamatkan Chenle saat Axel dkk mencoba melecehkannya.


"Mereka memang tidak bisa di biarkan!!"Haechan mengeratkan giginya saat mendengar penjelasan Ji-Sung.


"Eoh,dimana ini??"Ucap Chenle yang terlihat bingung saat terbangun dari tidurnya.


"Kau sudah bangun,nak?"Lembut Jimin yang segera duduk di samping Chenle.


"Eoh paman??"Chenle menatap Jimin


"Kau sudah bangun?tadi kau bilang ingin bertemu Renjun Hyung bukan? makanya aku bawa kau kemari,"Jelas Haechan .


"Eoh benarkah?kapan aku bilang begitu?"Ucap Chenle seperti orang linglung.


"Kau linglung atau bagaimana?tadi kau mengamuk hanya karena sepotong pizza, dan kau juga menangis memaksaku untuk bertemu dengan Renjun Hyung,apa kau tidak ingat??"


"Masa sih? tapi aku kok tidak ingat?"sahut Chenle yang semakin bingung.

__ADS_1


"Jangan pura-pura amnesia Le, bahkan kami melihat sendiri bagaimana kau membersihkan darah dari tangan Ji-Sung dengan lidah mu itu."Tegas Haechan sekali lagi.


"Hah?Aku?!"Chenle membulatkan matanya mendengar ucapan Haechan, karna jujur saja dia tidak bisa mengingat apapun.


__ADS_2