![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
Di mansion keluarga Kim
Dengan langkah gontai Haechan memasuki Mansion, dia sudah berhenti menangis.Tapi kini wajahnya terlihat merah dan sembab.
"Haechan, darimana mana saja kau??"Tanya Taehyung yang sedang duduk di ruang keluarga bersama Namjoon dan Seok jin.
"Ah, tadi aku dan jeno mampir dulu ke rumah teman ,Dad.."jawab Haechan menuduk.
"Eoh,ada apa dengan mu?kenapa kau menuduk??"Tanya Taehyung curiga.
"Ani..."Jawab Haechan Masih menunduk.
"Maaf paman... bukan maksud untuk menyela.Tadi kami mampir dulu ke rumah teman kami, namanya Chenle.Dan saat ini Haechan sedang tidak enak badan, kami pamit pulang dulu dari sana, padahal di sana acaranya belum selesai."Jelas Jeno beralasan.
"Acara??"Seok jin menyipitkan matanya.
"Iya, appa.. sebenarnya dia mengadakan acara ulang tahun di panti, tapi kami terpaksa pulang lebih dulu karena Haechan tidak enak badan."Ucap jeno berusaha senatural mungkin.
"Oh, ya sudah.. Haechan, pergilah ke kamar dan istirahat.*Perintah Seok jin.
"Nee, bibi terimaksih.."Haechan mengangguk dan tetap menunduk.
"Sama-sama sayang, lain kali hati-hati jangan sampai sakit. "
"Nee, bibi.. Daddy,paman, Haechan ke kamar dulu ya.."Ucap Haechan menatap sekilas lalu kembali menuduk.
"iya.."
"Hmm..."jawab Namjoon dan Taehyung bersamaan.
"Jeno juga Appa, paman, Daddy.Jeno mengantar Haechan ke kamar dulu."Ucap Jeno
"Nee.."
__ADS_1
"Iya
"Iya, Haechan jangan lupa mandi dan ganti baju dulu, nanti bibi akan ke kamar mu untuk membawakan mu bubur dan obat."Ucap Seok jin bersamaan dengan Taehyung dan Namjoon.
Haechan dan jeno hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya ke kamar Haechan.
"Huft, kenapa kau berbohong tadi!!"Tanya Haechan pada jeno yang sudah duduk di tempat tidur bersamanya.
"Lalu aku harus jawab apa? disaat Seperti itu, tidak mungkin aku harus jujur bahwa kau habis menangis hampir dua jam lamanya bukan??."Ucap Jeno menatap mata sembah milik Haechan.
"Hmm, terimaksih sudah membantu ku,aku sudah berpikir akan di marahi okeh daddy tadi."ungkap Haechan lega.
"Sama-sama, sudah sana mandi.Aku tidak mau appa curiga melihat mata mu yang sangat merah itu."
Eh, yak Jeno-ssi, kenapa tadi kau mengatakan bahwa aku tidak enak badan?pasti paman akan memaksa ku minum obat setelah ini"Sungut Haechan yang mengingat alasan yang di ucapkan jeno tadi.
"Haiss, sudahlah... lagian minum satu butir obat tidak akan membuat mu keracunan.Cepat mandi sebelum Appa datang dan mengomel."Ucap Jeno lalu mendorong tubuh Haechan ke kamar mandi.
"Haiss.."Haechan mendengus pasrah dan menuruti Jeno.
"Apa benar yang ku dengar tadi?? Benarkah aku ini seorang Alpha?.Dan... kalau benar, bagaimana caranya aku mengeluarkan belati itu dari tubuh ku??"Lirih Haechan masih tak percaya.
Apa aku harus bertanya pada Jaemin??tapi nanti dia tahu kalau aku menguping.Memalukan sekali kalau sampai ketahuan.Tqpi, kalau tidak bertanya, jujur aku sangat penasaran."Gumam Haechan lirih.
Ceklek!
Suara pintu terbuka membuat Haechan mengalihkan pandangannya."Oh, bibi..."Haechan menoleh pada Seok jin yang melangkah masuk sambil membawa nampan berisi bubur dan air putih.Tak lup dengan obatnya.
"Iya.. sekarang duduklah, biar bibi suapi dan minum obat nya setelah itu."Ucap Seok jin yang duduk di samping Haechan setelah meletakkan nampan itu di nakas.
"N...nee bibi.."ucap Haechan tersenyum paksa sambil merubah posisinya menjadi duduk.
Seok jin menyuapi Haechan dengan telaten dan Haechan terpaksa mengikuti alur agar tidak ada yang curiga.Bubur sudah habis, kini dengan terpaksa Haechan menelan obat yang sudah di bawa oleh Seok jin, padahal dirinya tidak sakit sama sekali.
__ADS_1
Setelah selesai, Seok jin meninggalkan kamar membawa serta nampan dan wadah kosong bersamanya.
Malam harinya, Haechan masih berbaring di tempat tidurnya dan terus saja berganti posisi tidur.Entah kenapa ia merasa gelisah dan tidak tenang.
"Hyung, apa kau bisa ke kamar ku??"Sebuah pesan yang ia ketik untuk sang kakak.
"Kenapa??"Haechan membaca satu balasan dari Mark.
"Kesini saja dulu, jangan banyak tanya."Balas Haechan.
"Baiklah, hyung datang"Haechan langsung berhenti setelah membaca pesan dari Mark.Ia menaruh handphone nya di nakas tanpa membalasnya terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian, Mark sampai di kamar Haechan dan menatap bingung pada Haechan yang sedang duduk di tempat tidurnya dengan bersandar di headboard.
"Kau melamun,ada apa??"Tanya Mark lembut.
"Ani..aku hanya tidak bisa tidur , maukah kau tidur bersama ku di sini??."ucap Haechan.
"Eoh..tentu saja echaniee, kajja,tidur, biar hyung memeluk mu."Mark tersenyum manis dan berbaring di ranjang.
Haechan tersenyum lalu merubah posisinya untuk kembali berbaring.Dengan senyum lebar Haechan memeluk mark dengan posesif.Tanpa ragu mark membalasnya sambil mengusap kepala sangat adik.Dalam hitungan menit, Haechan sudah tertidur pulas.
"Maaf cagi.. hyung tau apa yang kau rasakan saat ini, bingung pasti akan berusaha membantu meski tidak banyak.Hyung harap Kabut tebal yang membuat Keluarga kita terjebak akan segera berakhir, agar Keluarga kita bisa berkumpul dengan lengkap seperti seharusnya.Ucap Mark lirih , kemudian menyusul Haechan ke alam mimpi.
Di kamar Jeno
Jeno kini sedang larut dalam pikirannya sendiri, ia mengingat apa yang ia dengar siang tadi.Jujuria tak percaya bahwa sepupunya itu adalah seorang Alpha.bahkan Alpha terkuat di alam semesta.
"Kenyataan memang tak selalu sesuai dengan ekspresi, aku pikir Haechan itu seorang omega, tapi yang terjadi justru kebalikannya."Jeno menatap langit kamarnya sambil berbaring.
"Dan satu lagi, jujurlah pada kami siapa ayah dari bayi itu??"Tiba-tiba pertanyaan yang samar-samar ia dengar dari kamar Jungkook tadi melintas di kepalanya.
"Bayi??"Jeno memutar keras otaknya mencoba untuk mencerna semuanya.
__ADS_1
"Kata Daddy, jika kita menandai dan melakukan Mating dengan Seseorang dari klan berbeda, maka akan mengalir darah dari alphanya pada orang tersebut.itu artinya....??"Jeno terdiam.
"Hah!artinya sekarang di tubuh Jaemin mengalir darah werewolf.Dan soal bayi....apa jangan-jangan dia hamil??. Tapi dia seorang Beta, bukannya sangat langka seorang Beta laki-laki yang memiliki rahim seperti omega??!.Apa mungkin dia..."Jeno terus bertanya pada diri sendiri sambil memikirkan apa yang terjadi siang tadi, hingga ia terlelap tanpa sadar.