![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
"Aigooo..."Haechan tersenyum dan segera membawa tubuh Renjun ke dalam pelukannya.Lagi-lagi Renjun hanya terdiam tanpa bisa menolak perlakuan Haechan padanya.
Haechan memeluk erat tubuh Renjun, sedangkan sang empu hanya diam dan menikmati pelukan yang terasa hangat dan nyaman baginya.
"Hyung? gwaenchana?"Haechan melepas pelukannya dan menatap Renjun saat merasakan basah di dadanya.Renjun menggeleng sebagai jawaban.
"Ada apa Hyung? katakan padaku apa merasa sakit?."Tanya Haechan cemas.
"Beomgyu... aku..."
Tenanglah Hyung, aku tau kau merasa bersalah, begitu pula dengan aku.Tapi kita tidak bisa menentang takdir.
"Tapi Chan, tetap saja aku...."
"Shh.. . berhenti menyalahkan diri sendiri Hyung.Kau tau, setelah kematiannya akan ada takdir baru untuknya."Ucap Haechan yang kembali memeluk Renjun.
"Apa maksudmu??"Tanya Renjun yang masih berada di pelukan Haechan.
"Akan ada kehidupan kedua untuknya hyung, dan kali ini adalah takdir kebahagiaannya."Jawab Haechan.
"Jinjja??"Renjun melepas pelukan dan menatap Haechan.
"Nee, jinjja "Haechan tersenyum menatap Renjun.
"Kalau memang benar, kapan dia akan bereinkarnasi? dimana? apakah dia akan terlahir di klan yang sama seperti sebelumnya atau tidak.Katakam padaku Chan, aku harus tau!!."Tanya Renjun menggebu.
"Aku belum tahu pasti dimana dan sebagai apa dia saat terlahir kembali, yang ku tau ia akan segera kembali pada kita entah kapan waktunya."Jawab Haechan
"Ku kira kau sudah tahu..."Ucap Renjun yang kecewa dan menggembungkan pipinya.
"Aiss, bisakah kau berhenti bertingkah imut seperti itu hyung?.Aku bersusah-payah menahan diri untuk tidak melakukan hal yang lebih padamu ,Karna kau masih belum pulih."Ucap Haechan yang mulai tidak tahan melihat betapa menggemaskan seorang Renjun jika sedang cemberut seperti saat ini.
"Chan! aku sedang tidak minat bercanda jangan aneh-aneh!!"
"Aku juga tidak bercanda Hyung, "Haechan menatap lekat mata Renjun.
"A..ap, aku ingin keluar!"ucap Renjun mengalihkan pandangan.
"Aigooo, baiklah ayo keluar sekalian makan malam."Haechan terkekeh geli dengan tingkah Renjun.
"Hmm,"Renjun mengangguk dan ingin turun dari tempat tidur, namun dengan cepat Haechan menggendongnya.
"Eh eh apa yang kau lakukan? aku bisa jalan sendiri Chan!!"Renjun sedikit berontak.
__ADS_1
"Diam dan menurutlah , atau kita tidak akan keluar kamar sampai besok pagi!!."Ancam Haechan tersenyum penuh arti , membuat Renjun terdiam patuh seketika.
Di ruang makan...
Semua sudah berkumpul di sana kecuali Mark dan NamJin. Haechan berjalan dengan Renjun di gendongannya yang setia menyembunyikan wajahnya di dada Haechan.
Haechan menurunkan Renjun di salah satu kursi, kini padangan semua orang beralih pada mereka.Renjun yang menyadari itu , terus saja menunduk karena malu.
" Ekhm! kita makan sekarang." Tegas Taehyung Semua mengangguk dan mulai menyantap makanan masing-masing.
Usai makan malam, Haechan kembali membawa Renjun ke kamarnya."Cah! sekarang tidurlah..." Haechan tersenyum lembut sambil membaringkan tubuh Renjun di tempat tidur.
"Aku baru saja bangun, Chan..."
"Ehehe... tapi kau harus istirahat hyung, supaya cepat membaik "
"Aku sudah baik-baik saja!"
"Benarkah??!"Tanya Haechan dengan sengaja menekan bekas taringnya pada leher Haechan.
"Akh! sakit bodoh!!"Kesal Renjun yang langsung menepis tangan Haechan di lehernya.
"Nah kan!tadi katanya baik-baik saja?"Renjun tidak menjawab, hanya memberikan tatapan pembunuh pada Haechan.
"Oke, kalau tidak mau tidur, sekarang harus apa??"Tanya Haechan
"Entah."Singkat Renjun.
"Hmm, begini saja!"Ucap Haechan sambil berbaring di sebelah Renjun dan memeluknya sambil berbaring.
"Yak kau!"
"Shh.. biarkan seperti ini sebentar.."Ucap Haechan yang mengeratkan pelukannya sambil mengusap kepala Renjun.
"Jantung tenanglah sebentar.."Gumam Renjun dalam hati, merasakan jantungnya yang berdegup kencang saat ini.
Cup!
Sebuah kecupan hangat mendarat di kening Renjun, membuat ia semakin membeku.Haechan terkekeh pelan karena ekspresi Renjun.
"Haha... mulai sekarang biasakan diri mu hyung, karena setiap hari kau akan mendapatkan ini."Ucap Haechan .
"Ish, Chan!"Sungut Renjun yang semakin menyembunyikan wajahnya di dada Haechan.
__ADS_1
"Aigoo.. "Haechan tersenyum dan semakin memeluk gemas tubuh Renjun.
"Chan!aku pengap,apa kau berniat membunuh ku?!!"Ketus Renjun sedikit memberontak di pelukan Haechan.
"Eh, maaf..."Haechan melonggarkan pelukannya.
"Lepas Chan!"Kesal Renjun menggembungkan pipinya.
"Astaga..."Cup!cup!cup!cup!cup!, Haechan yang melihat itupun semakin gemas dan dengan cepat menciumi seluruh wajah Renjun
"Arghh... Chan! bisakah kau berhenti mencium ku?itu geli!!"Renjun berteriak kesal karena Haechan terus menciuminya.
"Nope!"Singkat Haechan yang kembali dengan aktivitasnya.
"Hwaaa Haechan hentikan!!!"Suara geraman dan rengekan Renjun memenuhi ruangan tersebut, tapi Haechan masih enggan berhenti.Untung saja kamar itu kedap suara, kalau tidak entah apa yang di pikirkan orang yang ada di luar.
.....
Di sisi lain...
"Kau tega sekali Gyu,apa sebegitu besarnya kau mencintai mate mu, hingga kau lebih memilih untuk menyusulnya?. Padahal kau baru saja menyatakan cintamu padaku, tapi sekarang kau pergi dariku untuk selamanya."
Mark bergumam pelan sambil mengusap bingkai foto Beomgyu yang ada di tangannya.Sambil bersandar di sandaran tempat tidur, Mark terus merenung dan mengurung diri.
"Wahai Dewi bulan, bolehkah aku berharap dan meminta satu hal pada mu?.Aku berharap semoga mate ku kelak adalah dirinya."Mark menatap lekat wajah Beomgyu yang tengah tersenyum di bingkai.
"Mungkin terlalu mengada-ada,tapi Itulah satu-satunya hal yang sangat aku inginkan dalam hidupku."
"Jangan seperti itu hyung, jika akhirnya nanti kau bertemu dengan mate dan dia bukan orang yang kau inginkan bagaimana??"Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di kamar Mark.
"Jeno?! bagaimana kau bisa disini??"Tanya Mark yang terkejut dengan kehadiran Jeno.Bagaimana caranya dia masuk? padahal Mark sangat yakin ia sudah mengunci pintu kamarnya.
"Soal itu hyung tidak perlu tau, tapi tolong jawab pertanyaan ku tadi??"Mark hanya diam dan enggan menjawab.
"Huft, Ya sudahlah jika hyung tak mau menjawab itu tidak masalah, aku mengerti bagaimana perasaan mu."Jeno menghela nafas dan medekati Mark.
"Ikhlaskan dia hyung... aku tidak meminta kau melupakannya,tapi jadikan dia sebagai penyemangat mu untuk bangkit dan memulai kehidupan yang lebih baik."Jeno tersenyum dan duduk di hadapan Mark.
"Letakan dia disini hyung, di hatimu.Bangkit dan teruskan hidupmu.teruslah berdoa dan berharap semoga moon goddess merestui keinginan mu, tapi jika pada akhirnya apa yang kau inginkan tidak terwujud, jangan menyalakan atau membenci siapapun.Ingatlah, bahwa yang Maha Kuasa selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan."
Jeno tersenyum tulus dan menatap Mark yang masih terdiam."Ingatlah satu hal hyung, pasti akan ada satu kebahagiaan sejati yang kau dapatkan jika kau berhasil dengan Semua cobaan dan kesakitan ini."Jeno masih tersenyum dan menepuk bahu Mark pelan.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku permisi..., jangan lupa istirahat hyung, sayangilah dirimu dan lanjutkan hidupmu!"Ucap Jeno yang kembali bediri kemudian menghilang entah kemana.