MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
Episode 53


__ADS_3

"Itu pria yang tadi siang bukan??kenapa dua orang itu mengejarnya??"Mark yang penasaran,tanpa sadar melajukan mobilnya mengikuti ketiga orang tersebut


"Menyerahlah pecundang! percuma kau lari, kau tidak akan bisa kabur dari kami !"


"sial!apa sebenarnya yang kalian inginkan?!!"pria misterius itu bertanya dengan ketus pada dua pria yang berhasil memojokkannya.


"Kau sudah paham bukan?.kami hanya ingin dirimu, berhenti bersembunyi di balik masker seperti itu."Salah satu pria itu berjalan mendekati si misterius yang sudah terpojok.


"Kau benar!dari pada susah payah untuk membayar hutang ayah mu yang pecundang itu, lebih baik ikut dengan kami, jadilah pelayanan kami, dan kami anggap hutang ayah mu lunas."


"Lebih baik mati daripada menjadi pelayan kalian!!aku bukan placur!.aku tidak akan sudi kalian sentuh!."


"Sombong sekali kau!!. seorang beta lemah sepertimu berani menantang alpha seperti kami!!"Bentak salah satu dari mereka.


"Sialan! lepaskan aku br3ngsek!!."Si misterius itu mencoba berontak saat salah satu dari pria itu menahan dan menjegal tangannya.


"Diam!!"Bentak dua pria itu bersamaan.


"Coba kita lihat bagaimana rupa wajah yang selalu kau sembunyikan ini..? Salah satu pria itu mendekati si misterius yang masih di tahan oleh rekan pria tersebut.


"Rambut yang bagus.."Ucap pria itu tersenyum miring saat membuka topi si misterius.."Sekarang kita lihat bagaimana dengan wajahnya".itu


membuka masker si misterius dengan kasar.


Deg!


"Wow! sangat cantik!"pria itu menatap kagum si misterius


"Sungguh sangat sempurna.."pria itu tersenyum miring sambil mengusap pipi si misterius.


"Lepaskan tangan kotor mu dari ku!!"Ketus pria misterius itu terus berontak.


Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Mark menatap ketiganya dengan tatapan yang sulit di jelaskan."di...dia.."Mark menatap nanar si misterius, dengan tangannya yang mengepal erat.


Tanpa pikir panjang, Mark menghampiri mereka dengan tatapan membara."Lepaskan dia!!"Tegas Mark saat sampai di depan ketiganya.


"Siapa kau berani mengganggu kesenangan kami?!"


"Tidak perlu tau siapa aku!. lepaskan dia sebelum ku habisi kalian berdua!"Ucap mark penuh penekanan.


"Kurang ajar!kau meremehkan kami ternyata!. Kau tetap Tahan dia, biar ku beri pelajaran pahlawan kesiangan ini!"


Sang rekan mengangguk, dan satu lainnya menyerang Mark tanpa aba-aba.Tapi dengan mudahnya di hindari oleh Mark.Tak lama perkelahian itu berakhir dan di menangkan dengan mudah oleh Mark.

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa?!"Tanya Mark pada si misterius dengan tatapan cemas.


"Hmm, terimakasih.Aku harus pergi!."


"Tunggu;"Mark menahan tangan si misterius saat ia akan pergi.


Pandangan mereka bertemu,"Apa ini benar kau Gyu?tapi tatapan ini begitu dingin ." gumam Mark dalam hati, menatap pria yang saat ini ada di hadapannya.



"Apa ada yang salah dengan wajah ku?"Tanyanya dingin.


"Ah, ani!ma.. maaf.Boleh kah aku mengantar mu??"Tanya Mark gugup.


"Tidak perlu.Sekali lagi terimakasih!"


"Tunggu!bo... bolehkah aku tau nama mu?"


"Hmm, Beomgyu."Jawab si misterius dengan tatapan dan nada dingin.


"Kau...kau.. Hiks!"Mendengar jawaban Beomgyu membuat tubuh Mark bergetar hebat dan air matanya mengalir tanpa di suruh.


"Hiks! akhirnya aku menemukan mu Gyu,kali ini aku tidak akan membiarkan mu pergi.Hiks tolong jangan tinggalkan aku lagi."Mark menangis sambil memeluk Beomgyu yang membeku di tempatnya dengan tatapan bingung.


"Gyu, ini aku Mark, sahabat mu."Mark menatap nanar Beomgyu yang masih kebingungan.


"Maaf tuan, saya tidak tau siapa anda.Jangan mengada-ada!"Lagi-lagi tatapan dingin yang Mark terima.


"Aku harus pergi sekarang!"Ucap Beomgyu meninggalkan Mark yang masih terdiam dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


Sementara itu di mansion utama semua sedang menunggu Mark yang belum juga sampai.Padahal Renhyuck dan NoMin sudah sampai di sana sejak tiga jam yang lalu.Saat ini luar sedang hijan deras,juga bunyi Guntur yang saling bersautan membuat Semuanya se makin cemas.


"Haechan,Kau yakin bahwa tadi kalian berangkat bersama"Tanya Jungkook memastikan.


"Iya appa, tadi kami berangkat bersama.Bahkan Mark yang berjalan paling depan."Sahut Haechan.


"Sungguh? tapi kenapa sampai sekarang di belum sampai??"Raut wajah Jungkook semakin cemas.


"Tenanglah dulu kookie, berpikir positif saja, Mark pasti baik-baik saja sekarang."Taehyung berbicara selembut mungkin untuk memenangkan Jungkook.


"Aku sedang berusaha Tae.."Jawab Jungkook yang masih gusar.


"Appa tenang ya, biar Haechan cari Hyung!"

__ADS_1


"Hmm , cepatlah cari hyung mu, appa benar-benar tidak tenang kalau dia belum sampai ke sini."tegas Jungkook menatap anak bungsunya itu.


"Nee appa, ayo Jen!"Haechan mengangguk kemudian berseru pada Jeno.


"Nee,ayo!"Jawab Jeno kemudian mengikuti langkah Haechan untuk menuju pintu keluar .


Ceklekk!


Suara pintu yang di buka Haechan,


"Hyung?!!"Haechan sedikit berteriak karena kaget saat melihat Mark sudah berdiri di depan pintu, dengan keadaan yang basah kuyup serta tatapan kosongnya.


"Hyung, gwaenchana? apa yang terjadi? kenapa kau bisa sampai seperti ini??"Tanya Haechan sambil memegang kedua lengan Mark.Namun tak ada jawaban sama sekali.


"Emm Chan, bawa hyung masuk dulu, biarkan dia ganti baju dulu"Ucap Jeno yang Juga ikut cemas melihat kondisi Mark.


Haechan mengangguk,"Hyung,ayo kita masuk dulu!kau pasti kedinginan!."Haechan membantu Mark berjalan masuk, sedangkan Mark hanya diam dan pasrah.


"Astaga Mark!kau kenapa nak?kenapa bisa sampai begini!!"Jungkook yang bertanya dengan tatapan cemas, apa lagi melihat kondisi putranya yang seperti mayat hidup itu.Dan sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari siapapun.


Taehyung, Renjun dan Jaemin juga sudah berada di sana.Mark menatap kosong ke pada Semuanya lalu pergi ke kamarnya.Meninggalkan yang lain yang menatapnya penuh tanda tanya.


"Tae,ada apa dengannya? hiks!."Jungkook menangis di pelukan Taehyung yang juga bingung apa yang terjadi pada putranya.


"Tenanglah kookie, nanti akan ku tanyakan padanya apa yang terjadi."Taehyung mengusap punggung Jungkook.


"Daddy benar! Appa, Jaemin, Renjun Hyung, lebih baik kalian istirahatlah dulu, biar urusan Mark Hyung Haechan yang tangani.


"Tapi.."


"Menurutlah , ini demi kesehatan mu kookie.."Taehyung menatap dalam pada Jungkook.Mendapat tatapan seperti itu dari sang alpha membuat Jungkook menghela nafas pasrah dan menuruti perintah Taehyung.


"Ada apa Hyung?"Tanya Haechan yang baru saja keluar dari kamar mandi dan menatap keluar jendela, melihat betapa derasnya hujan malam ini


"Kenapa hmm?"Kini Haechan beralih memeluk Renjun dari belakang.


"Ani, aku hanya merasa aneh dengan perasaan ku saat ini"Jawab Renjun masih setia menatap keluar jendela.


"Aneh kenapa??"Tanya Haechan sekali lagi.


"Saat melihat hujan kali ini,aku teringat tatapan Mark Hyung tadi.Rasanya hujan malam ini adalah bagaimana perasaannya saat ini."Jelas Renjun.


"Sudahlah, aku tau kau cemas, tapi untuk sekarang istirahatlah dulu, besok baru kita bahas masalah ini dengan yang lain.

__ADS_1


Haechan membalikkan badan Renjun hingga menghadapnya.Renjun tersenyum tipis dan mengangguk sebagai jawaban.


__ADS_2