MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 38


__ADS_3

"Bertanyalah pada kedua orang tuamu.Sekarang pergilah!!."


"Eh.... tunggu!!!"Belum sempat Haechan berbicara, tiba-tiba saja cahaya putih muncul di hadapannya dan membuat matanya silau.


"Apa ini?!! Arghhh....!!!


...................


"Eungh, ...."


"Haechan!kau sadar nak??" Jungkook yang sedang berbicara dengan Baekhyun pun terkejut.


"Hah, Haechan.... kookie, biar aku mengabari yang lain!"Seru Baekhyun yang juga terkejut sekaligus senang.


"Nee hyung,"Ucap Jungkook tersenyum lebar.Baekhyun langsung mengambil handphone dan menghubungi yang lain.


"A.. Appa..." lirih Haechan setelah membuka matanya.


"Nee sayang, ini appa .... Appa disini. Bagaimana, apa yang terjadi? bagaimana keadaan mu? apa yang kau rasakan katakan pada appa?.Kau baik-baik saja 'kan?."Tanya Jungkook dengan wajah cemas sambil menggenggam erat tangan putranya.


"Ani appa, a..air..."


"Ini nak!"Dengan sigap Jungkook membantu Haechan untuk duduk dan memberinya minum yang memang sudah tersedia di nakas samping tempat tidur.


"Sudah?"tanya Jungkook saat Haechan sedikit mendorong gelas menjauhi mulutnya.Dan Haechan mengangguk pelan.


A... Appa, bolehkah aku memelukmu??"Lirih Haechan, yang membuat Jungkook terkejut karena untuk pertama kalinya ia mendengar Haechan memanggilnya dengan sebutan Appa.


"Hah!!?.Te.. tentu saja boleh!"Jungkook tersenyum lebar dan segera memeluk putranya dengan erat.


"Wahai MOON GODDESS terimaksih, Karna di saat-saat terakhir ku,engkau mengizinkan ku bertemu dengan keluarga ku.Aku harap, sebelum aku benar-benar pergi, aku bisa menyelesaikan semua masalah ini.Aku ingin semua damai dan baik-baik saja sebelum aku pergi.Aku ingin anak cucuku kelak hidup damai dan aman tanpa kesalahpahaman ataupun dendam."

__ADS_1


Batin Jungkook tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


"Tuhan, tolong restui dan bantu aku .Supaya aku biasa membongkar rahasia dan menyelesaikan semua masalah yang terjadi sebelum purnama tiba.Aku mohon, aku benar-benar tidak ingin kehilangan siapapun di keluarga ini."


Batin Haechan yang dengan senang hati menerima pelukan hangat dari appanya.


"Apa yang terjadi nak, kenapa kau sampai seperti ini??"Tanya Jungkook setelah melepaskan pelukannya dan menatap Haechan sambil menggenggam lembut tangannya.


"Ani,a ...."


"I..ini, .... Tidak mungkin! Haechan kau?!!"Dengan tangan yang gemetar, ia menatap tak percaya pada tangan putranya yang ia pegang sendiri.


"Appa,ada apa??"Tanya Haechan yang terkejut dan cemas melihat ekspresi appanya.


"Ci...cincin i.. ini,...??. Haechan-aa k..kau??!"Kini mata Jungkook terbuka lebar sambil menatap wajah putranya.


"Haechan, katakan bagaimana cincin itu ada di tangan mu?. Bagaimana kau mendapatkannya?, Bukannya itu adalah, ...."


"Cincin milik raja Vampire bukan??"Ucap Haechan tersenyum tipis dan menatap Jungkook sebelum Jungkook selesai dengan ucapannya.


"Tentu Saja aku tau, karena akulah orangnya."


"Apa!!"Teriak Jungkook.


"Sh... Appa, jangan teriak.Diamlah dulu nanti Haechan jelaskan.Tapi sebelumnya Appa harus jawab pertanyaan Haechan dengan jujur tanpa ada rahasia."


Haechan meletakkan jari telunjuk di mulutnya, mengisyaratkan Jungkook untuk diam serta menatapnya dalam.Membuat Jungkook seakan terhipnotis dan tanpa sadar langsung diam dan mengangguk.


Haechan tersenyum tipis kemudian menghela nafas dan mulai menanyakan semua yang ingin ia ketahui pada Jungkook.Dengan cepat dan tentang Jungkook menceritakan dan menjawab semua pertanyaan dari Haechan.


Haechan tersenyum puas, setelah mendapat semua Jawab yang ia inginkan.Sambil menatap apa dan bergumam dalam hati.

__ADS_1


"Mianhe Appa, aku terpaksa melakukan hal ini.Aku mau semuanya jelas tanpa ada yang di tutup-tutupi.Agar aku bisa segera menyelesaikan semua ini sebelum batas waktunya habis."


Yap! Haechan memang menggunakan kekuatan yang baru ia miliki untuk menghipnotis sang Appa.Sebenarnya itu bukan kekuatan baru, melainkan salah satu dari kekuatan aslinya yang baru terbuka setelah cincin dan kalung itu ada di tubuhnya.


Setelah selesai,kini giliran Haechan yang menceritakan apa yang terjadi di alam bawah sadarnya.Termasuk penobatannya sebagai raja Vampire.Jungkook benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar.Tapi bukti yang di berikan oleh putranya membuat tak bisa mengelak.Bahwa semua itu nyata dan benar adanya.


...Disisi lain,Sky Dream university....


Semuanya sedang berkumpul di kantin, kebetulan hari ini seluruh kampus di pulangkan lebih awal .Karena para dosen dan dekan harus melakukan rapat untuk suatu acara.


"Aku ingin ke panti asuhan untuk melihat keadaan Haechan dan appa.Ohya Jaemin, bagaimana keadaan disana?"Mark menatap Jaemin penuh tanya.


"Baik Hyung, Appa juga sudah baik-baik saja.Hanya saja Haechan masih belum sadarkan diri."Jawab Jaemin dengan tatapan mata yang redup.


"Huft, aku harap semuanya akan baik-baik saja."Mark menghela nafas dan kembali bertanya."Kalau boleh tau, bagaimana cara untuk membuat belati itu, Jaemin??.


"Pertama seperti yang Appa jelaskan itu hyung, atau cara lainnya kita harus mempertemukan Haechan dengan Matenya.Maksudnya adalah, kita harus mempertemukan atau buat mereka bertemu saat Mate Haechan itu mengalami Heat.Karna Heat itulah yang memancing dan memaksa Feromon miliknya untuk keluar.Dengan keluarnya Feromon itu ,otomatis sihir yang selama ini menyegel kekuatannya akan hancur dan musnah bersama dengan belati tersebut."


Mark, Jeno, Ji-Sung, Chenle, dan Beomgyu terdiam dan mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Jaemin.Sedangkan Renjun hanya terdiam,namun pikirannya masih tersita sepenuhnya saat mengingat mimpi aneh dan cukup mengerikan yang ia alami semalam. Namun ia tersadar saat mendengar seseorang berteriak memanggil namanya.


"Yak, Renjuniee!! sadarlah!ada apa dengan mu?.Kenapa kau melamun dan mengabaikan panggilan kami". Tanya Beomgyu dengan wajah cemas dan sedikit heran.


"Ani, mianhe...Aku apa."Jawab Renjun sedikit gugup.


"Syukurlah hyung, kau membuat kami semuanya cemas, kalau ada masalah berceritalah hyung, itu bisa membuat mu sedikit lega.Jika kau tidak nyaman bercerita pada kami, maka berceritalah pada Keluarga mu."Ucap Jaemin lembut, dan memberinya saran.


"Nee ani, terimaksih Jaemin atas saran mu, tapi aku benar-benar baik-baik saja.Ohya, tadi katanya kita akan menjenguk Haechan dan paman Jungkook, bagaimana? kita jadi pergi atau tidak??"Tanya Renjun yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Tentu, apa kau mau ikut??."Jawab Mark balik bertanya.


"Baiklah,aku ikut.Sepertinya sangat menyenangkan jika melihat wajah anak-anak di sana."Ucap Renjun tersenyum tipis dan hampir tak terlihat

__ADS_1


Semua setuju dengan Mark, dan akhirnya mereka bertujuh bergegas menuju ke panti asuhan.Jisung dan Renjun yang selalu berangkat dengan supir, terpaksa menumpang di mobil Jeno dan Mark.


Chenle menarik paksa Ji-Sung untuk ikut di mobil Jeno, karena ia tidak ingin menjadi obat nyamuk sendirian di sana.Sedangkan Renjun langsung masuk ke mobil Mark setelah Meminta izin dari sang empu.


__ADS_2