MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 34


__ADS_3

Di mansion keluarga Kim.


Pagi ini semua berjalan seperti biasa, di meja makan terlihat hening.Hanya dentingan sendok beradu dengan piring hingga sarapan selesai.


"Tae, dimana Haechan??"Tanya Namjoon yang tidak melihat keberadaan keponakannya.


"Oh,dia bilang ingin menginap di rumah temannya."Jawab Taehyung.


"Lalu bagaimana dengan Mark??kenapa dia tidak pulang juga?".Kini giliran Seokjin yang bertanya.


"Dia juga sama, tapi dia menginap di rumah temannya yang baru datang dari Canada"Jawab Taehyung acuh.


"Tae,ada apa dengan mu?kenapa kau bersikap seperti itu pada hyung mu??."Tanya Namjoon yang kaget dengan sikap dan tatapan Taehyung pada Seokjin.


"Wee, ada apa?aku rasa tidak ada yang aneh?".Ucap Taehyung menatap Namjoon.


"Tidak!kau bersikap aneh hari ini.Sebenarnya apa yang terjadi??."kekeh Namjoon.


"Paman, daddy... bisakah kalian berdua tidak berdebat pagi-pagi begini??."Ucap Jeno dengan nada dingin.


"Ada apa dengan mu Jeno?tidak biasanya kau seperti ini?,kau juga bersikap dingin pada orang tua mu?."tanya Namjoon menahan amarah.


"Sudahlah yeobo..., Jeno benar, tidak seharusnya kita berdebat seperti ini.Sekarang harusnya kalian bersiap-siap untuk pergi ke kantor, dan jeno juga harus kuliah bukan."Ucap Seokjin melerai dan mengingatkan mereka.


"Aktingnya sungguh sangat hebat! bahkan selama 18 tahun hidup bersama aku bisa tertipu."Batin Taehyung tak menyangka.


"Aku bisa gila kalau terus seperti ini, aku tidak percaya aku menganggap penyihir sialan itu adalah Appa.Pantas saja aku selalu merasa tidak nyaman jika berdekatan dengannya."Pikir Jeno .


"Apaa, Daddy jeno berangkat! maaf atas keributannya.Paman, jeno berangkat dulu!."Seru Jeno yang langsung meninggalkan tempat tanpa menoleh ke arah orang tuanya."


"Jeno kau!"Namjoon berteriak pada Jeno, namun sang empu sudah menghilang dari pandangan.


"Yeobo, sudahlah.."


"Tidak bisa Jin,anak itu sudah bersiap kurang ajar pada kita,jadi..."


"Huft, sudah!.Aku tidak ingin ada perdebatan lagi!. Sarapan sudah selesai.Aku pergi dulu hyung, maaf jika aku bersikap tidak sopan.Aku pergi!."Ucap Taehyung dengan nada tinggi dan dingin kemudian berlalu dari sana.


"Ada apa dengan mereka? kenapa mereka bersikap seperti itu??."Namjoon terheran-heran melihat kepergian Taehyung, sambil bergumam dalam hati.

__ADS_1


"Yeobo,kenapa kau diam?"Tanya Seokjin.


"Ah, Ani...ya sudah,aku berangkat nee.."Namjoon mengecup singkat kening Seokjin.


"Ya... hati-hati.."Seokjin tersenyum manis sambil mencium tangan sang suami.


"Permainan sudah di mulai..."Ucap Seokjin yang tak lain adalah Sora sambil tersenyum penuh arti, setelah semua orang pergi dari sana.


Kini beralih kita ke Mansion keluarga Min,"Renjuniee,apa kau baik-baik saja?kau terlihat pucat sayang "Tanya Jimin cemas.


"Ani appa, Injun baik-baik saja.Kalau begitu Injun sama jie pamit, ayo Jie!"Ucap Renjun kemudian mengajak sang adik untuk segera berangkat.


"Eh, iya.. Appa Icung berangkat nee, Daddy kajja Icung sudah terlambat!!"Pamit Ji-Sung dengan lembut pada Jimin, kemudian berteriak pada Yoongi yang tak kunjung turun dari kamarnya, padahal tadi dia hanya pamit untuk mencari sebuah berkas yang tertinggal di kamarnya.


"Sebentar!!"Balas Yoongi dengan berteriak."Chim bantu aku!,aku rasa aku lupa dimana aku menaruh benda itu!!"Teriak Yoongi sekali lagi.


"Yakk!, ..."


"Stop! jangan ada yang berteriak lagi!!."Renjun mengangkat tangannya di depan Jimin, mengisyaratkan Jimin untuk jangan berteriak.


"Eh, hehe... maafkan Appa.Ya sudah appa susul daddy kalian dulu."Jimin tersenyum dan menyusul Yoongi di kamarnya.Renjun menghela nafas lega, sedangkan Ji-Sung hanya bergeleng kepala.


.......


Tin!tin!,... Sebuah mobil berhenti di depan mereka.Yang tak lain adalah mobil Jeno.Jeno keluar dari mobil dan senyuman hangat.


"Pagi paman!,"Sapa jeno ramah setelah keluar dari mobil.


"Pagi Jeno..."Balas Jungkook dan Baekhyun bersamaan.


"Menjemput Nana pastikan?!"Tebak Baekhyun.


"Nee paman, bolehkah?."Jeno mengangguk dan menatap Jungkook.


"Tentu saja nak, sudah sana berangkat, nanti kesiangan loh..."Ucap Jungkook tersenyum dan menatap Jaemin penuh arti membuat Jaemin salah tingkah.


"Ah, nee.Appa, Nana sama lele berangkat dulu!"Ucap Jaemin yang sedikit gugup lalu mencium tangan Jungkook dan Baekhyun bergantian.


"Iya, hati-hati, jawab Jungkook dan Baekhyun bersamaan.

__ADS_1


"Bunda anak mu yang tampan ini berangkat dulu!. Maaf, tadi sudah Cium tangan kan, jadi tidak ada pengulangan.Daaah, Bunda , paman... doakan anak mu ini semoga tidak akan menjadi nyamuk di perjalanan!!"Seru Chenle setengah berteiak dan berlari ke arah mobil Jeno dan langsung masuk di jok belakang.


"Lele!!"Pekik Jaemin yang malu mendengar ucapan Chenle dan langsung menyusulnya.Jeno hanya tersenyum dan menyusul kedua Submassive itu, meninggalkan Jungkook dan Baekhyun yang hanya bergeleng kepala melihat tingkah Jaemin dan Chenle.


"Ada-ada saja anak itu,"ucap Baekhyun yang langsung masuk kedalam rumah mengikuti Jungkook.


"Jungkook boleh aku bertanya padamu??"ucap Baekhyun setelah mereka berdua sampai di ruang tengah.


"Tentu hyung, tapi sebelum aku harus melihat anak-anak yang lain dulu,ini saatnya mereka untuk mandi, aku harus memastikan mereka dulu.Setelah itu kita bisa bicara berdua."


"Ah, bolehkah aku ikut??"Tanya Baekhyun antusias.


"Tentu saja, dengan senang hati."Jungkook


mengangguk dan tersenyum.Kemudian keduanya memasuki bangunan utama panti, Terlihat beberapa anak yang sedang duduk di kursi teras setelah mandi dan ada yang bermain, bersih-bersih bagi yang bertugas, dan masih banyak lagi.


Seperti biasa setiap pagi Jungkook selalu rutin melihat dan menanyakan kepada beberapa pembantu yang ia pekerjakan tentang bagaimana keadaan anak-anak.Dengan kondisi yang seperti sekarang ini, Jungkook tidak mungkin untuk turun tangan sendiri mengurus mereka.Karna keadaan fisiknya yang tidak memungkinkan.


Sekarang kita lihat bagaimana keadaan Mark dan Beomgyu.Saat ini Beomgyu sedang termenung di balkon apartemennya sambil menatap langit pagi.Rambutnya yang panjang tergerai, tersapu oleh angin.Membuat rupanya yang memang menawan semakin terlihat sempurna.


"Kau mengingatnya lagi??"Tanya Mark yang datang dari belakang sambil membawa dua gelas coklat hangat di tangannya.


"Kau sudah tau, kenapa masih bertanya??".Ucap Beomgyu masih menatap langit.


"Hmm, ini untukmu".Ucap mark memberikan salah satu gelas pada Beomgyu.Beomgyu menoleh dan menerimanya, kemudian kembali ke posisi awal namun tidak lupa mengucapkan terimakasih.


"Hemm, thanks!."


"Apakah kau akan terus seperti ini, berpura-pura menjadi omega dan mengatakan bahwa kau sudah memiliki Mate??"Tanya Mark serius, dengan berdiri di samping Beomgyu.


"Lalu aku harus bagaimana?.Aku memang sudah pernah memiliki mate,meski pada akhirnya aku tidak bisa memilikinya.Apa terlahir sepertiku adalah sebuah kutukan?. Bahkan mateku lebih memilih pergi dari pada bersama ku"Ucap Beomgyu tersenyum miris meratapi nasibnya.


"Jangan berbicara seperti itu, ini adalah takdir.Dia tidak meninggalkan mu, jalan yang dia pilih saat ini adalah bukti bahwa kau berhaga untuknya."Ucap Mark menasehati.


"Hiks, entahlah... rasanya aku ingin menyerah dan menyusulnya.Apa gunanya hidup jika tujuan untuk hidup itu sendiri sudah menghilang."


Mark mengambil alih gelas yang ada di tangan Beomgyu dan meletakkannya di atas meja kecil yang ada di sana bersama dengan miliknya."Menangislah sepuasnya jika itu bisa membuat mu lega"Ucap mark yang langsung memeluk Beomgyu setelah meletakkan kedua gelas itu.


"Hiks, aku sangat merindukannya, sangat,....aku bukannya tidak ikhlas, hanya saja..., apa pantas werewolf cacat seperti ku ini memiliki kesempatan untuk mencintai ??"Beomgyu terisak di pelukan mark.

__ADS_1


"Gyu, dengarkan aku!pantas atau tidak nya itu tidak bergantung pada pendapat orang lain.Semuanya yang menjalani adalah dirimu.Jangan sia-siakan nyawa yang sudah ia korbankan untukmu.Dan satu lagi yang harus kau ingat! Menjadi seorang Alpha AO bukanlah sesuatu yang salah atau cacat.Kau terlahir dengan keistimewaan yang di berikan oleh moon goddess, yang tidak semua orang memilikinya."Tegas mark, masih dengan nada yang lembut.


Beomgyu tidak menanggapi dan masih terisak sambil mengeratkan pelukannya pada Mark."Aku sungguh iri pada orang yang akan menjadi mate mu kelak Mark, betapa beruntungnya dia memiliki pasangan yang lembut, baik,dan juga pengertian sepertimu."Batin Beomgyu memuji satu-satunya sahabat yang ia miliki itu.


__ADS_2