MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 7


__ADS_3

Ji-Sung masih terus bergumam sambil menyandarkan tubuhnya di tembok dan mengingat apa yang baru saja terjadi antara dia dan Chenle.


"Sedang apa kau disini??".Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di sampingnya.


"Kamchagiya!!"Ji-Sung terperanjat dan memegangi dadanya.


"Eoh, Renjun Hyung?"Jisung menoleh pada Renjun.


"Hmm, sedang apa kau disini?"Tanya Renjun sekali lagi.


"E...aku..."


"Eoh,telinga mu merah??"Ucap Renjun lagi, yang tak sengaja melihat telinga sang adik yang bersemu membuat Ji-Sung langsung memegang kedua telinganya.


"Ah, tidak.Icung kesini untuk menjemput mu hyung, tadi Appa bilang kita harus langsung pulang karna kita akan makan malam bersama."Jawab Ji-Sung menjelaskan.


Memang sebenarnya sebelum Ji-Sung bertemu dengan Chenle tadi, tujuan utamanya adalah mencari sang kakak.Saat melewati taman kampus ia tak sengaja melihat Chenle yang sedang duduk sendirian sambil terus tersenyum sendiri.


Ji-Sung yang penasaran dan juga merasa bahwa itulah kesempatan untuk lebih dekat dengan orang yang ia sukai, jadi ia putuskan untuk menghampiri Chenle."Mengobrol sebentar tidak masalah kan?"Itulah yang ada di pikirannya tadi.


"Jinja?"Ucap Renjun dengan tatapan penuh selidik.


"Nee, jinja hyung". Ucapnya jujur


"Hmm, kalo begitu Ayo!."Ucap Renjun yang berjalan lebih dulu.


"Haiss, kebiasaan main tingal orang seenaknya."Ji-Sung menggerutu sambil menyusul Renjun yang sudah menjauh.


Skip kediaman Min


"Renjunieeie, Ji-Sungiee... apa kalian sudah selesai."Tanya Jimin memastikan.Bahwa anak-anak sudah selesai bersiap-siap.


"Sebentar Appa!!"Sahut Renjun yang berteriak dari kamarnya.


"Suaranya... sungguh." Gumam Jisung sambil menuruni tangga.


"Icung heran, sebenarnya Appa ngidam apa sih waktu hamil Hyung dulu??"Tanya Ji-Sung yang sudah duduk di samping appanya.


"Eoh, memangnya kenapa??"Tanya jimin bingung.


"Tidak, hanya saja suaranya itu loh..."Ji-Sung menghentikan ucapannya dan tersenyum penuh makna.Jimin terkekeh karena tau maksud dari perkataan Ji-Sung.


"Memangnya kenapa dengan suara ku??"Tanya Renjun yang tiba-tiba muncul, membuat nyali Ji-Sung mendadak ciut.


"Eh, tidak ada.Ohya Appa, dimana Daddy??"Tanya Ji-Sung yang mencoba mengalihkan pembicaraan.Jimin terkekeh kemudian menjawab.


"Daddy kalian masih di kantor, dia bilang akan langsung menyusul kesana setelah pekerjaan selesai."Jelas Jimin dan diangguki oleh Ji-Sung.


"Memang kita akan makan malam dimana Appa?,kenapa kita harus serapi ini?. Tanya Renjun penasaran.


"Kita akan makan malam bersama di rumah sahabat Daddy mu sayang,"Jawab Jimin,dan Renjun hanya ber oh ria.

__ADS_1


"Nee, kajja!.Kita berangkat, malu nanti kalau sampai terlambat."


"Oke Appa kajja!"Jawab Ren,Sung dengan semangat, akhirnya mereka berangkat ke tempat yang di tuju.


Skip sampai di tempat tujuan.


Mobil Jimin dan anak-anaknya berheti di depan sebuah Mansion mewah, yang tentunya sudah menjelaskan kalau Sahabat Yoongi bukanlah orang biasa.



"Eoh, Apa ini Masih bisa di bilang sebuah mansion??"Ucap Ji-Sung menatap bangunan mewah di hadapannya.


"Waaah keren sekali!, bahkan menurut Icung ini lebih mirip istana!."Ucap Ji-Sung yang masih terkagum kagum dengan apa yang ia lihat.


"Kau terlalu berlebihan."Datar Renjun merotasikan matanya.


"Terserah Icung lah! berlebihan dan tidaknya, toh mulut juga mulut Icung sendiri."Jawab Ji-Sung sinis.


"Cih,drama."Renjun berdecih dan menatap sinis sang adik.


"Sudah,sudah berhenti berdebat!.Apa kalian tidak malu berdebat di depan rumah orang seperti ini??!"Lerai Jimin yang mulai kesal.


"M...miane appa."Ucap Renjun,Sung bersamaan yang langsung ciut mendengar ucapan Sang Appa.


Hmm, kalian dengar!.Ini memang bukan Mansion biasa, Karna ini adalah kediaman keluarga 'Kim', Pack Alpha dari klan Vampire."Jelas Jimin memberikan pengertian.


"A...apa??"Ucap Renjun dan Ji-Sung bersamaan setelah mendengar penjelasan Jimin.


Sampai di depan pintu masuk, jimin membunyikan bel pintu yang ada di depannya.Tak lama pintu itu bterbuka dan menampakkan seorang laki-laki tampan yang berdiri dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


"Eh, jiminie.. Kau sudah sampai!."Ucap laki-laki itu langsung memeluk tubuh Jimin yang terlihat lebih pendek darinya.


"Nee, Aku dan anak-anak saja sampai, maaf jika membuat mu menunggu, Seok jin hyung."Jimin membalas pelukan laki-laki itu sambil tersenyum lebar.


"Oh iya silahkan masuk!"Ucapnya Jin mempersilahkan ketiganya untuk masuk ke dalam.


"Nee Hyung terimaksih."Ucap Jimin tersenyum manis sambil melangkah masuk dan di ikuti oleh RenSung di belakangnya.


"Ayo jimini, kita langsung saja ke meja makan.Semua sudah menunggu disana.Yoongi juga sudah sampai di sini beberapa menit sebelum kau datang."Jelas Seonjin sambil berjalan bersama menuju ruang makan.


"Nee hyung"Jimin mengangguk pelan.Sedangkan RenSung hanya diam menyimak sambil mengikuti langkah dua orang dewasa di hadapannya.


Sampai di ruang makan.


"Selamat malam semua, maaf aku terlambat!."Ucap Jimin dengan lembut dan sopan, sambil sedikit membungkukkan badan.


"Aaaa Chimm!bogoshipo..."Seorang laki-laki tiba-tiba berhambur memeluk jimin dan terlihat sangat senang.


"Uhk, Baekhyun Hyung...Nado!."Ucap jimin yang terlihat kesusahan karena laki-laki bernama Baekhyun itu memeluknya sangat erat.


"Hey! Berheti memeluk istriku seperti itu, kau bisa membunuhnya bodoh!!"Ucap yoongi tak terima.

__ADS_1


"Eoh, maaf chim, aku terlalu senang bisa bertemu dengan mu lagi setelah sekian lama."Sesal Baekhyun langsung melepaskan pelukannya.


"Tidak apa-apa Hyung..aku baik-baik saja,aku juga sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi."Jimin tersenyum lebar membuat kedua matanya seakan tenggelam oleh pipinya yang chubby.


"Sung, situasi apakah ini?.Apa. kita berdua ini transparan?."Bisik Renjun pada sang adik, yang sedari tadi berdiri di sampingnya karena mulai jengah dengan drama pertemuan sahabat di depan mereka.


"Apa dramanya sudah selesai?Kapan kalian berdua akan duduk?. Kalau kalian masih ingin begitu, silahkan lanjutkan!.Tapi setidaknya biarkan anak-anak ku duduk lebih dulu baru kalian lanjutkan lagi."Ucap Yoongi tanpa ekspresi.


"Astaga!bibi sampai lupa!.Kalian berdua duduklah di sana."Ucap Seonjin tersenyum manis sambil menunjuk beberapa kursi kosong di hadapannya.


Baik paman!."RenSung menuduk sopan dan segera duduk di kursi yang di tunjuk oleh Seonjin tadi.


"Ck,Min yoongi! Dari dulu sifat mu tidak pernah berubah.Dasar manusia bermuka tembok bermulut cabai!."Ucap Baekhyun yang sudah kembali ke tempat duduknya dan menatap sinis pada Yoongi.


" Ciri-ciri orang yang tidak sadar diri."Ucap yoogi masih dengan ekspresi yang sama.


"Apa katamu??!"Ucap Baekhyun tak terima.


"Baeky.. sudah!.Apa kau tidak malu bertengkar di depan anak-anak?"Ucap Ho seok melerai perdebatan sang istri .


"Maaf yeobo.."ucap Baekhyun yang langsung terdiam.


"Nah, dengarkanlah nasehat suami mu itu!."Timpal Yoongi.


"Kau juga tuan Min.Jangan menguji kesabaran ku disini."Ucap Jimin menekan setiap kata-katanya.


Ba... baiklah, miane."Pasrah Yoongi yang nyalinya mendadak ciut melihat Tatapan sang istri.


"Maaf membuat kalian semua menunggu Hyung!"Ucap seseorang yang baru saja sampai di sana bersama empat manusia lagi di belakangnya.


"Tidak apa-apa Alpha kami tidak keberatan."Ucap Jimin lembut dan senyum khasnya.


"Chim... bisakah kau memanggilku dengan nama?"Ucap orang tersebut tidak suka.


"Ah, maaf tae.."Ucap jimin merasa bersalah.


"Hmm, lain kali biasakanlah, ingat kita ini bukan hanya sahabat tapi juga keluarga."Tegas Taehyung dan membuat semua orang tua yang ada di sana tersenyum bangga.


"Oh iya, Min-hyugie, jeno dan donghyuckie ayo duduk"Ucap namjoon Segera duduk di samping istrinya setelah Taehyung duduk di kursinya.


"Baik Daddy."


"Nee, Paman."Sahut jeno, Haechan dan Mark bersamaan.Kemudian menuju kursi masing-masing untuk segera duduk.


Renjun yang sudah duduk tenang langsung menoleh saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Bersamaan dengan itu, Haechan berjalan ke kursi kosong di samping Renjun, sehingga pandangan mereka saling bertemu.


"Lee Haechan!."


"Renjun sunbane?."


Ucap Keduanya lantang dan bersamaan karena kerkejut, membuat semua orang menoleh ke arah mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2