![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
"Ah, maaf! Echan angkat telepon dulu"Haechan tersenyum kikuk sambil mengambil handphone dari saku celananya.
"Halo?"
"Halo Chan!"
"Ya halo Na ada apa?!" Tanya Haechan pada Jaemin di seberang sana.
"Chan bantu aku, lumba-lumba kw mengamuk di rumah!!"
"Hah? lumba-lumba?!"Wajah Haechan kebingungan.
"Hais Si Lele datang ke mansion, dan sekarang dia mengamuk karena aku tidak membuang makanannya."
"Hyung kau jahat hwaaa!!"
"Chenle sayang, Hyung minta maaf ya.. kita beli pizza yang baru saja, bagaimana??"
"Tidak! aku tidak mau!!appa Nana Hyung jahat hwwaa!!!"
"Aduh Chan cepat kemari, aku takut mansion ini akan benar-benar roboh kalau Chenle terus berteriak seperti ini!!"
"Hah?!"Sepertinya sekarang Haechan sedang loading sekarang karena mendengar teriakkan Chenle yang melengking dari seberang sana, bahkan ia yakin semua yang ada di hadapannya pasti mendengar itu.
"Hyung Lele mau pizza yang tadi!!"
"Chenle, itu sudah jatuh dan kotor, biar ku belikan yang baru saja."
"Andwae!! kalian berdua tidak sayang Lele hwaaaa!!"
Begitulah kira-kira yang terdengar dari handphone Haechan.Haechan tau Beomgyu pasti juga ada di sana.
"Lee Haechan datanglah cepat! Jeno dan Hyung mu tidak bisa di hubungi, mungkin mereka sedang sibuk.Cepatlah kepala ku mulai sakit sekarang!!."Ucap Jaemin setengah berteriak dan langsung menutup teleponnya.
Haechan terdiam dan menatap sekeliling setelah sambungan telepon itu terputus.
"Ada apa? kenapa tadi terdengar berisik sekali??"Tanya Jimin.
"Chenle mengamuk di rumah."Jawab Haechan tanpa ekspresi.
"Loh? kenapa?? aku tidak tau, yang jelas aku harus pulang sekarang, teriakkan Chenle itu sangat berbahaya, aku tidak mau rumah benar-benar roboh!.Bye, hyung kau disini saja sebentar, aku akan segera kembali."
Selesai mengatakan itu, Haechan langsung menghilang entah kemana."Seberbahaya itu kah teriakkan Chenle??"ucap Jimin cengo.
"Lebih dari itu, teriakannya bahkan bisa membuat sebuah gedung bergetar hebat seperti gempa."Sahut Renjun yang masih ingat peristiwa di rooftop universitas waktu itu.
"Hah??"Tiga orang di sana menatap Renjun tak percaya.
"Daddy masih tidak percaya"
"Terserah Daddy saja, Injun mengatakan ini karena Injun sudah dengar sendiri bagaimana teriakan mau seorang Chenle."Acuh Renjun yang sedikit kesal.
.........................
__ADS_1
"Ya ampun Le, Hyung minta maaf ya. jangan seperti ini, bagaimana kalau kita jalan-jalan??"Jaemin terus berusaha membujuk Chenle yang masih menangis.
"Chenle?"
"Hwaaa Echan!!!"Chenle menoleh pada seseorang yang memanggilnya,yang ternyata adalah Haechan.Dan sekali lagi Chenle berteriak sambil berlari memeluk Haechan.
"Chan, hiks hyung jahat..."Lirih Chenle yang mulai berhenti menangis.
"Kenapa hmm??"Tanya Haechan sambil membalas pelukan.
"Ani," Chenle menggeleng cepat di pelukan Haechan.
"Huft, syukurlah tuhan..."Lirih Jaemin memijat pelipisnya karena sedikit pusing.
"Istirahatlah jika kau pusing!"Beomgyu menatap Jaemin dan sedikit merasa lega.
"Ani, gwaenchana hyung Nana baik-baik saja"Jaemin tersenyum manis pada Beomgyu.
"Hmm terserah kau saja,"Sahut Beomgyu datar.
"Chan?dimana Renjun Hyung??"Tanya Chenle melepaskan pelukannya.
"Dia di rumah sakit sekarang"Jawab Haechan.
"Hah? rumah sakit?! Memangnya kenapa??"
"Hyung tidak apa-apa le, tapi Ji-Sung yang demam dan pingsan jadi kami membawanya ke rumah sakit tadi."Jelas Haechan.
"Ji-Sung demam??"Kini giliran Jaemin yang bertanya.
"Bagaimana keadaannya?"Jaemin menatap Haechan, kini raut wajahnya berubah khawatir.
"Gwaenchana Na, Jie baik-baik saja kok, besok juga sudah boleh pulang."
"Syukurlah..."Ucap Jaemin lega.
"Hmm.."
"Chan, mau Renjun Hyung.."
"Hah??"Haechan mengernyit bingung dengan ucapan Chenle.
"Mau ke Renjun Hyung Chan, issh!!"Chenle mulai cemberut lagi karena ekspresi Haechan.
"Tumben??"Ucap Haechan yang masih heran.
"Ayo Chan hiss!!Hiks Echan tidak mau ya??"
"Eh eh kok nangis sih?!"Haechan kebingungan dengan tingkah Chenle yang tiba-tiba menangis.
"Chan, iyakan saja kemauannya, sebelum dia menangis lagi!!"Ucap Jaemin was-was.
"Hiks, hiks Echan tidak sayang sama Lele ,hwaaa!!!"
__ADS_1
"Astaga yatuhan kepala ku,"Jaemin menunduk sambil menutup telinga karena Teriakan keras dari Chenle.
"Chan, bawa dia cepat!biar aku yang mengaja Jaemin disini!!"Ucap Beomgyu sedikit berteriak karena suara keras Chenle belum Berhenti, dengan kedua tangan menutup telinganya.
"Chenle, diam oke!"Haechan menutup mulut Chenle dengan tangan.Dan ajaibnya Chenle langsung diam dengan mata yang berkedip cepat menatap Haechan.
"Baiklah sekarang kita pergi!"Chenle mengangguk patuh dan langsung memeluk posesif.
"Huft, Nana, Hyung, kami pergi dulu!"Haechan menghela nafas dan langsung berpamitan pada Jaemin dan Beomgyu yang hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Jaemin, kau istirahatlah, biar ku rapikan kekacauan ini dulu!."Ucap Beomgyu setelah Haechan dan Chenle menghilang.
"Ani, biar ku bantu Hyung!"
"Jangan keras kepala, duduk dan diam disana atau aku pergi sekarang!!" Ucap Beomgyu dengan tatapan dingin sambil menunjuk pada sofa yang ada di sana.
"Ba.. baik!"Jaemin mengangguk patuh dan duduk di tempat yang di tunjuk Beomgyu.
Jaemin menatap Beomgyu yang sibuk merapikan tempat itu yang terlihat sangat berantakan.Ruang tamu yang seharusnya rapi, kini menjadi seperti kapal pecah.Beberapa benda bergeser bahkan terjatuh dari tempatnya, dan beberapa pecahan guci berserakan.Inilah efek kecil teriakan maut dari Zhong Chenle.
"Ada apa ini?kenapa berantakan sekali??"Tanya Jeno yang berjalan masuk,dan mendapati kondisi rumah yang berantakan.
"Eh, Jeno?!"Jaemin tersenyum lebar dan menghampiri Jeno
"Jaemin perhatikan langkah mu!!"Seru Beomgyu memperingati tanpa menoleh.
Jaemin berhenti sejenak dan lanjut melangkah dengan hati-hati, menghampiri Jeno yang terlihat kebingungan.
"Apa baru saja terjadi gempa disini??"Tanya Jeno saat Jaemin sudah ada di hadapannya.
"Lebih parah dari itu!"Sahut Jaemin, mengambil alih tas kerja dari tanga Jeno.
"Heh?!"Jeno semakin bingung dengan jawaban Jaemin.
"Ada apa ini?"Kini giliran Mark yang bertanya saat sampai di ruang tamu.
"Beomgyu??"Mark sedikit terkejut dengan keberadaan Beomgyu disana.
Beomgyu yang dari tadi berjongkok sambil memungut serpihan kaca dan keramik yang berserakan di lantai, sedikit mengalihkan pandangannya.
"Ada apa?"Tanya Beomgyu datar.
"Ani, kenapa bisa sampai seperti ini? apa barusan ada gempa?!"Mark melontarkan pertanyaan yang sama seperti Jeno.
"Iya, aku juga bertanya seperti itu tadi, tapi kata Nana ini lebih parah dari gempa"Sahut Jeno menimpali.
Jaemin menghela nafas dan mulai menjelaskan segalanya pada Mark dan Jeno.
"Astaga! jadi karena Chenle!?"Jeno tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Bawa Jaemin untuk istirahat, kepalanya pasti pusing karena kejadian tadi.Aku akan menyelesaikan ini."Ucap Beomgyu menatap NoMin.
"Tapi, hyung aku ingin membantu mu..."sahut Jaemin tak enak.
__ADS_1
"Biar aku yang membantunya, Jen, kau bawa Nana ke kamar!"Sahut Mark
"Nee Hyung, ayo Na!"Jeno mengangguk dan membawa Jaemin ke kamarnya.Jaemin hanya diam dan pasrah.