![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
"Ji-Sungaa aku mohon jujurlah, Percaya padaku, tidak akan ada yang berani menyentuh kalian selama aku masih disini."Bujuk Haechan.
"Ani, hyung.. icung tidak bisa, ini menyangkut Appa dan daddy."Ucap Ji-Sung menggeleng cepat.
"Aku mengerti, aku hanya meminta mu sebagai Alpha, aku ingin kau melindungi Renjun hyung, karena permintaan ku ini mungkin agak sedikit gila, tapi aku berani bertaruh nyawa demi keselamatan kalian jika suatu saat ada hal yang tidak diinginkan menimpa kalian."Ucap Haechan dengan tatapan serius.
"Permintaan??"Jisung mengangkat satu alisnya.
"Nee, aku tau semuanya Jie, bahkan aku tau mimpi buruk yang selalu dialami oleh Renjun hyung setiap malam."Semua tercengang dan juga bingung dengan ucap Haechan.
"Jie, apa kau tahu? akhir-akhir ini hyung selalu bermimpi tentang tragedi berdarah yang mungkin akan benar-benar terjadi sebentar lagi."
"Atas dasar apa kau berkata seperti itu?tidak usah sok tau.Ini adalah hidupku, tidak usah ikut campur!!"Tiba-tiba Renjun berucap dengan nada dingin dan ketusnya membuat semua orang yang ada di sana terkejut kecuali Beomgyu dan Haechan wendiri.
"Hyung?!"Ji-Sung menoleh kearah Renjun dengan ekspresi terkejut.
Haechan tersenyum menatap Renjun."Sepertinya aku juga harus jujur dulu, agar kalian mau berterus terang".
"Terserah apa katamu, yang terpenting tidak usah ikut campur urusan keluarga ku."Ucap Renjun sinis.
Tiba-tiba...
Note : anggap saja warna mata Haechan itu biru ya..
"Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku hyung,Termasuk perasaan ku padamu.Aku tau kau adalah seorang Rare Omega.aku hanya meminta mu untuk jujur!. Karna akulah orang yang kau lihat dalam mimpi mu!!."
Tiba-tiba pakaian dan warna mata Haechan berubah, membuat semua membuka matanya lebar.
"Haechan kau..!!!"Entah kenapa lidah Mark mendadak Kelu.
"Ya...yang mulia..."Ucap Beomgyu sedikit menunduk dan gemetar.
Yang mulia??!"Semuanya terkejut dengan ucapan Beomgyu.
"Kau memang selalu menjadi yang tercepat hyung, aku yakin Mate mu dulu memilih keputusan terbaik dengan menyelamatkan mu."Haechan tersenyum pada Beomgyu yang masih tertunduk.
"Haechan apa maksud Semua ini?Gyu kenapa kau memanggilnya dengan sebutan'yang mulia'apa sebenarnya yang terjadi di sini??".Mark menatap Haechan dan Beomgyu secara bergantian.
"Dia bukanlah Haechan yang dulu,dia adalah seorang raja Vampire"Lirih Beomgyu sambil menunduk namun masih bisa di dengar.
__ADS_1
"A.. apa??"Mulut mereka terbuka lebar saat mendengar jawaban Beomgyu.
"Aku tau kalian kaget, tapi inilah aku.Dan Jie, aku ulangi pertanyaan ku, Apa kau benar-benar tidak bisa jujur pada ku??"Ji-Sung melirik kearah Renjun yang masih terdiam.
"Tidak apa jika kalian tidak mau mengakuinya.Satu permintaan ku, Renjun hyung, tolong buka kalung pemblokir feromon yang kau pakai saat purnama tiba.Karna hanya kau yang bisa menolong Appa dan paman jimin saat itu.Tidak perlu bertanya kenapa,untuk kalian biarkan itu menjadi rahasia sampai malam itu tiba."Haechan tersenyum tipis pada Semuanya.
"Chan..."
"Ani, Le! kau adalah sahabat ku dan selamanya akan tetap seperti itu, jika saat purnama nanti adalah hari terakhir untuk ku, aku ingin kau adalah orang pertama yang tersenyum."
"Apa yang kau bicarakan!kau tidak akan kemana pun kau paham!!.Kau akan selalu bersamaku ingat ini, firasat ku tidak akan pernah salah.!!"Ucap Chenle penuh penekanan.
"Ani, ini adalah takdir Le.Mark hyung dan Beomgyu hyung, aku ini jika saat itu tiba, pilihlah Appa dan paman Jimin.Ini bukan permintaan, tapi perintah."Tegas Haechan.
"Ta... tapi..."
"Ini perintah ku sebagai seorang raja! tidak ada kata tapi!."
"Ba..baik"Mark menunduk karena entah kenapa ia tidak bisa menatap mata Haechan saat ini.
Haechan tersenyum mendengar jawaban Mark,"Terimaksih Hyung, kau membuatku sedikit tenang".
"Sa.. sama-sama "Ucap Mark sedikit menundukkan kepalanya.
"Haechan kau??"Mark membulatkan matanya saat melihat Haechan yang sudah berubah seperti awalnya.
"Aigoo baiklah.."Mark tersenyum hangat dan memberikan Haechan sebuah pelukan.
"Hehe sayang Hyung.." Haechan tersenyum menampakkan deretan giginya.
"Nee, Hyung juga sengat menyayangi beruang hyung yang satu ini."Mark mengeratkan pelukannya sambil mengusap pelan kepala sang adik.
Ji-Sung, Chenle dan Beomgyu tersenyum melihat tingkah kakak beradik itu.Sedangkan Renjun hanya terdiam tanpa ekspresi, mencoba untuk mencerna semua ucapan Haechan yang ia dengar tadi.
"Haechan hyung memang sangat unik dan istimewa . Disaat serius, semua kata-kata Yang keluar darinya itu mutlak dan tidak bisa dibantah.Tapi, di satu sisi dia adalah pribadi yang hangat ceria dan manja pada keluarganya."Batin Ji-Sung tersenyum tipis.
"Hah, Entah kenapa aku jadi minder sendiri setelah mengetahui semuanya Chan..Tapi aku bersyukur dan sangat bangga bisa menjadi sahabat mu."Chenle bergumam dalam hatinya dan tersenyum manis sambil terus menatap adegan kakak beradik di depannya.
"Moon goddess, aku harap ini adalah mimpi. Ya tuhan kenapa aku harus mengetahui semua kenyataan ini.Apa benar yang kau katakan Chan?,Kau bilang bahwa tidak ada main-main dalam semua perkataan mu, apa termasuk ungkapan mu hari itu??"
Batin Renjun yang tiba-tiba teringat ucapan Haechan padanya saat di perpustakaan waktu itu.
__ADS_1
"Dan soal mimpi itu, Tidak!kenapa mendengarnya saja membuat takut?.Kenapa kau bilang orang yang kulihat adalah kau?. Haechan, apa kau akan...Andwe!. Tidak mungkin aku yakin kau salah kali ini ."Renjun terus berperang dengan pikirannya, hingga bayangan mimpi itu melintas di pikirannya.
Malam ini cukup dingin, Renjun memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar karena dia bosan., dia melihat bulan purnama menyalakan merah, Ia berjalan dengan gemetar sambil menatap sekeliling Terlihat disana banyak mayat bersimbah darah yang tergeletak tak beraturan.
Dari kejauhan dia melihat keluarga yang terluka parah, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia seperti terkurung oleh kekuatan misterius yang mengelilinginya,dia tidak bisa terluka, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Tiba-tiba orang misterius datang dan mencoba membebaskan Renjun dari belenggu,Orang itu memakai topeng berlapis emas dan melangkah perlahan mendekati Renjun.
"Tenanglah, aku akan membebaskan mu, setelah itu selamatkan keluarga mu."Orang misterius itu tersenyum dan mulai mengeluarkan kekuatannya untuk menghancurkan belenggu yang mengurung Renjun.
Tak berapa lama Renjun terbebas."Ambil ini!"Orang misterius itu memberikan sebuah pedang perak pada Renjun.
*Untuk apa benda ini??. Apa ini bisa ku gunakan untuk menyelamatkan mereka semua.??"Tanya Renjun bingung.
"Tentu!"
Caranya? bukankah kita butuh sesuatu yang Lebih kuat daripada sebuah pedang."Renjun semakin kebingungan saat orang itu tidak menjawab dan hanya tersenyum padanya.
"Jawab aku bodoh!ini bukan waktunya untuk bercanda, kau lihat disana,lihatlah! aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka.!!"Bentak Renjun yang sudah emosi.
"Tusuklah jantung ku dengan pedang itu, maka semuanya akan baik-baik saja dan mereka akan selamat."
"Apa kau gila! bagaimana bisa aku melukai bahkan membunuh Seseorang yang sudah menyelamatkan ku!!"
"Dengarkan aku, ini bukan saatnya untuk memilih siapa dan apa yang harus dilakukan.Tapi ini suatu keharusan.Lakukan itu,maka mereka akan selamat.Jika tidak, bersiaplah kehilangan seluruh keluarga mu."
"Ta..tapi..."Entah kenapa air mata Renjun mengalir begitu saja.Ia sangat berat untuk melakukan ini, tapi di seberang sana ia mendengar dan melihat sendiri jeritan dan rintihan kesakitan dari keluarganya.
"Ba.. baiklah.."Dengan sedikit gemetar Renjun mengangkat pedang dan menghunuskan pedang itu tepat di dada kiri orang misterius tersebut.
"Akh!!Uhuk-uhuk!"Seketika orang itu terduduk lemas dan memuntahkan darah dari mulutnya
Tubuh orang itu ambruk kebelakang dan membuatnya terlentang.Perlahan orang itu melepas topeng yang ia kenakan.
"Andwe!!"Refleks Renjun berteriak setelah melihat siapa orang tersebut.
"Haechan aa.. tidak mungkin!"Renjun berteriak sambil menggenggam erat tangan Haechan.
"Te.. terimaksih, semua sudah selesai hyung.. terimakasih sudah menyelamatkan keluarga kita..H.. hyung sa..sarag Hae."
Andwe Haechan bangun!Hiks bangun jangan tinggalkan aku!!."Renjun memeluk erat tubuh yang mulai terasa dingin itu.
__ADS_1
"Bangun... hiks! Bangun, jangan tinggalkan aku!.Aku mohon bangunlah, kau bilang kau mencintaiku?dasar bajingan, beraninya kau meninggalkan aku!!. Bangun bodoh atau aku akan benar-benar membenci mu!!"
Sekeras apapun Renjun berteiak dan memaki, percuma saja karna semuanya sudah terlambat.