MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
Episode 47


__ADS_3

Renjun terus meruntukki dirinya sendiri,dan kini giliran Beomgyu yang melihat Renjun dengan ekspresi terkejut.


"Andwe!! yang mulia....Beomgyu berpikir lah ayo!!


Kau boleh mati tapi, setelah nenek sihir ini musnah.C'mon berpikirlah Gyu, kau tidak bisa menyerah sekarang"Oceh Beomgyu dalam hati.


Jujur saja sekarang kondisi mereka berdua tidak bisa di katakan baik-baik saja.Mereka berdua terikat dengan rantai sihir yang kekuatan tinggi dan Beomgyu yang sudah babak belur,juga mengalami luka dalam.Bahkan ia sempat muntah darah setelah mendapat serangan dari Lee Sora saat mencoba melawan sebelum Lee Sora menangkapnya tadi.


Kondisi yang sama di alami oleh Renjun, bahkan sampai sekarang darah segar masih mengalir dari sudut bibirnya karna tamparan keras yang ia terima barusan.


"Lepaskan mereka kepar4**!!"Teriak Haechan yang baru saja sampai di tempat itu.


"Waahh!!"


Prok prok prok!


"Sudah datang rupanya pahlawan kita"Sora bertepuk tangan dan tersenyum melihat kedatangan Haechan.


Deg!!


"Hyung!!"Mata Haechan terbelalak dan tangannya mengepal erat melihat kesayangan dengan kondisi yang memprihatinkan.


"Haechan..."Renjun tersenyum dan menatap sayu pada Haechan, tatapan mereka bertemu untuk beberapa detik dan membuat jantung Renjun berdetak lebih cepat, seperti sebelumnya saat ia bertemu dengan Haechan.


Jika dulu ia menghindari perasaan ini,karna itu salah menurutnya.Tapi sekarang, ia akan terus menatap wajah dan mata itu dengan senyum termanis di wajahnya.Karna mungkin itu yang bisa ia lakukan untuk Haechan sebelum ia benar pergi.Karna jujur rasanya ia tak sanggup menahan rasa sakit lebih lama lagi.


"Lepaskan mereka iblis sialan!!"Umpat Haechan, bukannya menjawab Sora malah menyerang tubuh Renjun yang tidak bisa melawan sama sekali.


"Akh!! uhuk uhuk!"Renjun memekik merasakan sakit dan kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Hyung!! sialan lepaskan dia!!". Teriak Haechan menatap cemas pada Renjun.


"Sekarang aku berikan pilihan, menyerah dan mati di tangan ku atau kesayangan mu ini meregang nyawa di depan mata mu??"Sora tersenyum miring dan menatap Haechan yang berusaha menahan emosi.


"Kau!!"


"Percuma kau melawan keponakan ku tersayang,satu serangan kau berikan padaku, maka ku pastikan kesayangan mu ini akan mati saat ini juga!!". Ancam Sora.


"Sialan, Apa mau mu sebenarnya!!"Ketus Haechan masih berusaha menahan diri.


"Apa mau ku??, tentang saja kematian mu sayang, karena jantungmu adalah kunci keabadian ku "


"Hah!Andwe Haechan, jangan dengarkan dia aku akan baik-baik saja, jangan gegabah!!"Teriak Renjun.


"Diam!!"

__ADS_1


"Aaaakh!!"Renjun berteriak saat Sora kembali menyerang nya.


"Andwe hyung!!!"teriak Haechan semakin cemas dan menggoyahkan pendirian saat ini.


"Akh! sakit sekali, wahai Dewi bulan, dibawah sinar mu saat ini aku memohon berikan aku kekuatan untuk bertahan sebentar lagi."Dengan air mata yang mulai mengalir Renjun berdoa dalam hati.


Baiklah lakukan apa mau mu, ambil jantung ku!.Tapi sebelum itu, biarkan aku memeluknya untuk yang terakhir kalinya!."Ucap Haechan dengan tatapan yang tak lepas dari Renjun.


"Andwe Haechan pabboya aku akan membenci mu jika kau melakukan hal bodoh itu!!"Teriak Renjun mendengar jawaban Haechan.


"Mianhe Hyung, tapi ini keputusan ku.."Haechan menggeleng pelan dan menatap Renjun yang masih menangis.


"Heh! Kau pikir aku bodoh! kau bisa saja membebaskan Renjun mu itu saat kau memeluk nya.Dan aku bukan orang bodoh Echanie sayang.."Sora tersenyum miring dan menatap remeh Haechan.


Haechan terdiam sejenak, matanya membulat sempurna untuk beberapa saat, entah apa yang terjadi padanya.


"Teng!, kau tidak punya banyak waktu buatlah keputusan mu atau dia akan benar-benar mati." Ucap Sora menunjuk pada Renjun.


"Kalau begitu ikat aku, maka aku tidak akan bisa kemanapun.Tapi ijin kan aku untuk berbicara lebih dekat dengan Renjun Hyung!"


"Yak bodoh!! Jika kau terikat, itu sama saja bunuh diri Haechan Sialan!!"Kini Renjun benar-benar tersulut emosi mendengar jawaban yang sangat bodoh dari Haechan.


"Kau benar hyung, aku memang bodoh dan lebih bodoh lagi jika aku membiarkan kau mati di depan mataku tanpa bisa berbuat apa-apa."Haechan tersenyum pada Renjun dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


"Dengan senang hati Echanie sayang, bersiaplah!"Ucap Sora dan segera menarik membelenggu tubuh Haechan dengan sihir yang sama seperti yang ia berikan pada Renjun dan Beomgyu.


"Ku mohon sedikit lagi..."Lirih Beomgyu tersenyum tipis.Tepat setelah Haechan terbelenggu, Taehyung dan yang lainnya sampai di sana.


"Renjun!!"


"Hyung"


"Haechan"


"Gyu! Haechan Renjun!!"


"Renjun, Gyu Haechan astaga!!!"


Semuanya berteriak saat melihat kondisi ketiganya .


Jimin dan Jungkook mulai menangis, melihat keadaan putra mereka.Mark juga berteriak dan shook melihat penampakan ketiganya.Terutama melihat Beomgyu yang begitu pucat,apa lagi Mark melihat Beomgyu yang lagi-lagi memuntahkan darah di mulutnya.


Begitu pula dengan yang lainnya.Terutama Namjoon yang kehilangan kata-kata mengingat kerasnya pendiriannya selama ini membela seokjin yang ternyata hanya seorang iblis yang menyamar menjadi matenya.


"Lee Sora hentikan!! Lepaskan mereka atau kau...."

__ADS_1


"Atau apa Namjoonie? kau ingin menyerang ku? atau membunuh ku?"Sora menatap remeh pada Namjoon.


"Kurang ajar!!"


"Dasar iblis! lepaskan anak ku!!"


"Lee Sora aku mohon lepaskan mereka!"Baekhyun, Jimin dan Jungkook berteriak pada Sora.


"Tidak akan! Silahkan saja jika kalian ingin mendekati mereka, satu langkah dari kalian, maka ku pastikan mereka bertiga selesai!!."Ucap Sora tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi wajah Taehyung dan yang lainnya, yang terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Matilah kau iblis!!"Tiba-tiba Mark menyerang Sora, dan berakhir dengan jeritan kesakitan dari Renjun, Haechan dan Beomgyu.


Semua berteriak menyebutkan nama ketiganya."Mark jangan gegabah!!"Ucap Taehyung memperingatinya.


"Tapi dad!kita tidak bisa diam saja seperti ini, lihat mereka kesakitan seperti itu!!"Teriak Mark yang tak bisa menahan semosi.


"Kita tidak bisa sembarang bertindak Mark! ingat ada empat nyawa yang harus kita selamatkan!". Lirih Taehyung penuh penekanan,membuat Mark terdiam.


Taehyung berbicara seperti itu karena ia di minta oleh Haechan untuk tetap diam dan jangan gegabah.Sebenarnya Apa yang di rencanakan Haechan sekarang?.Mari kita lihat!.


Haechan melangkah perlahan ke arah Renjun dengan tatapan yang sulit di jelaskan sembari menahan air mata.


"Hyung..."Lirih Haechan saat sampai di depan Renjun.Jujur ia sedikit kesulitan bernapas dan berjalan karena belenggu itu.


"Haechan apa yang kau pikirkan kenapa kau melakukan hal bodoh seperti ini??"Renjun menatap tak percaya,tapi Haechan hanya tersenyum lembut sebagai balasan.


"Mianhe Hyung, dan...Saranghae Hyung.."Lirih Haechan masih berusaha untuk tersenyum dan menahan sekuat tenaga agar tidak menangis.


Kata-kata Haechan membuat tubuh Renjun semakin melemas, jantung berdebar kencang, entah sejak kapan ia kembali menangis.


Hiks!hiks nado Haechanaa,Nado Saranghaeyo Haechan.."Ucap Renjun lebih keras, membuat semua yang ada di sana terkejut terutama para orang tua.


"Cukup dramanya !! Haechanie sekarang sudah berakhir!!." Ucap Sora jengah.


Kini Sora bersiap melakukan keinginan nya untuk memiliki jantung Haechan dan ...


"Akhhh!!!"


"Andwe apa yang kau lakukan!!"


"Arghh!!!!"


"Renjun!!, Haechan"


"Andwe Beomgyu!!!"

__ADS_1


Teriakan dan rintihan seseorang menahan sakit saling bersautan, sebenarnya apakah yang terjadi pada mereka bertiga??


__ADS_2