MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 1


__ADS_3

Seperti biasa setiap pagi terlewati dengan rengekan anak bungsu yang meminta pada sang ayah agar kakak nya segera pulang .Sejak satu tahun lalu itulah kebiasaan yang di lakoni Seorang Kim Taehyung bersama Haechan putra bungsunya.


"Ekhem!daddy, kapan hyung akan pulang??."


"Ini di meja makan Haechan, makanlah dulu, kita akan bahas itu setelah makan!"Tegasnya lalu melanjutkan sarapannya.


"Hmp!! baiklah..."Ucap Haechan pasrah lalu melanjutkan sarapannya dengan wajah masam, hingga membuatnya terlihat semakin imut dan menggemaskan.


Taehyung terkekeh pelan melihat ekspresi sang putra. "Sangat imut, sama sepertimu kokieaa.."Ucapnya dalam hati.


"Daddy, eoh... kenapa daddy melamun??"Haechan mengakat satu alisnya melihat sang ayah yang tiba-tiba melamun dan terlihat sedih.


"Ah, tidak apa-apa... cah! kita lanjutkan makan saja."Jawab Tae tersenyum manis , berusaha menghidari pertanyaan anaknya.


"Oke, dad!"Haechan membalas senyuman itu dengan senyuman yang tak kalah manis.


" Chanie tau, pasti daddy ingat appa kan?. Soalnya Bibi jin bilang senyum Chanie persis seperti Appa."Ucap Haechan dalam hati.


"Chanie gak suka Appa! karna appa sudah membuat daddy selalu sedih dan tega meninggalkan chanie dan hyung sendirian!!"Ucapnya lagi masih bermonolog dalam hati.


Di tempat yang berbeda, di Mansion keluarga Min.


"Yak Min yoongi!!. Bangun, dasar kucing jadi-jadian!!"Teriakan seorang Park jimin yang selalu emosi jimin yang kesabarannya begitu tipis jika harus berhadapan dengan sang suami.


"Huft, ritual rutin setiap pagi..."Ucap Jisung dengan senyum tertekan"


"Sudahlah Appa, biar Renjun berangkat sendiri saja!"


"Icung pun!"Ucap Jisung penuh semangat sambil menyelesaikan sarapannya.


"Kalian tetap akan daddy antar sampai ke tempat tujuan!." Kegita namja menoleh ke asal suara, yang tak lain adalah milik sang kepala keluarga.


" Huft keluar juga akhirnya.."jimin menghela nafas dan segera duduk di kursinya.


"Hm, pagi boy ... pagi istri ku yang cantik!"


"Pagi Dad!"Saut Renjun dan Ji-Sung besamaan, dengan senyum tersungging di wajahnya.


"Pagi Alpa..."Saut Jimin tersenyum manis.


"Huft, bisakah kau tidak memanggil ku dengan sebutan itu??"Ucap Yoongi tak suka.


" Apa salahnya? kau memang alpha ku kan??"


"Memang, tapi aku tak suka panggilan itu.Bisakah kau memanggilku dengan sebutan suamiku atau apalah... yang penting jangan itu ." Jelas Yoongi lembut.

__ADS_1


"Nope! sudah, makan sarapan mu.. lihat anak tatapan anak mu."Jawab Jimin melirik kearah putranya yang menatap mereka dengan tatapan jengah.


"Ekhem, apakah kita ini transparan Cung?"Lirih Renjun pada sang adik.


"Mungkin..."balas Ji-Sung


"Daddy, bisakah makan lebih cepat??" Tanya Ji-Sung sedikit cemberut.


"Hmm, kenapa memangnya? ingat, makan terburu-buru tidak baik untuk kesehatan!."Ucap Yoongi balik bertanya.


"Icung tau, tapi Icung sudah sangat terlambat Daddy..."Rengek Ji-Sung .


"Baiklah tunggu seben ...."


"Sudah! sana antar Ji-Sung dan Renjun sekarang!."Perintah Jimin sambil berdiri dari duduknya.


"Tapi....,"


"Tidak ada tapi-tapian, cepatlah! dan ini sarapan mu." lagi-lagi Jimin memotong ucapannya, sambil memberikan bekal yang sudah ia siapkan di tangannya.


"Kau yang terbaik!"Yoongi tersenyum lebar menatap wajah istrinya dan bekal yang ada di tangannya secara bergantian.


"Ehkm, berapa lama lagi dramanya sodara-sodara..."Ucap Renjun jengah.


Selesai dengan drama mereka, akhirnya ketiga ayah dan anak itu berangkat ke tempat tujuan mereka masing-masing.Pertama Yoogi mengantar kedua putranya ke sekolah mereka, kemudian melaju menuju kantornya.


Di universitas...


"Yak, Zhong Chenle!!!"Teriakan seorang menggema di koridor.


"Ck, bisakah kau tidak berteriak satu hari saja, tidak bereriak Haechan??"Tanya Chenle kesal.Pasalnya ia berteriak padahal mereka berdekatan.


"Maaf kebiasaan"Haechan tersenyum menampakkan deretan giginya.


"Cih, Sudahlah ayo! kita hampir terlambat!."Ucap Chenle menarik tangan Haechan menuju kelasnya.


"Hey jangan tarik-tarik bodoh!, kau menyakiti tanganku yang mulus ini!"Oceh Haechan yang pasrah di tarik oleh sahabatnya itu.


Brugh!. Di tengah jalan mereka tidak sengaja menabrak seseorang."Awh! wajah ku huhu..." Pekik Chenle dramatis.


"Lain kali hati-hati dasar bodoh!"Ejek Haechan dengan tatapan malas.


"Yak! kau mengataiku bodoh dan kau sendiri tolol!"Kesal Chenle menatap tajam Haechan yang berdiri di belakangnya.


"Maaf mba, mohon di sensor kata-kata"Balas Haechan. Tanpa disadari bahwa dua orang di hadapan mereka tengah menatap mereka dengan tatapan malas.

__ADS_1


"Bisakah kalian berdua minggir!"Ucap salah satu dari mereka dengan nada dingin.


Suara itu membuat seorang Zhong Chenle merinding dan memalingkan wajahnya pada orang tersebut."Eoh, maaf... silahkan!. "Ucapnya sedikit gugup.


"Hmm."Sahutnya, lalu berjalan meninggalkan tempat itu dengan menggandeng tangan seseorang yang sedari tadi setia terdiam di sampingnya.


"Ahk, kiowoook!!"Haechan tiba-tiba berteriak dan mengejutkan Chenle yang setia menatap punggung orang tadi.


"Sialan,Kau mengagetkan ku bodoh!."


"Eh, kau kaget??..."


"Sttt,berisik!. Cepat kita sudah terlambat."Ucap Chenle yang langsung meninggalkan Haechan di belakangnya.


"Hey tunggu!!"Seru Haechan, menyusul sahabatnya.


"Aneh sekali, Tatapan mata itu sangat tajam.Bukannya takut tapi aku malah menyukainya."Tanpa sadar Chenle tersenyum sambil melangkah masuk ke dalam kelasnya.


"Siapa namja tadi?? Tatapannya terlihat sangat seram,tapi namja yang di sebelahnya itu sangat imut dan cantik walaupun hanya diam."Haechan tersenyum dan langsung duduk di samping Chenle yang masih dalam lamunannya.


"Akh...kiyowoo!!"


"Yak Lee Haechan! Kenapa dari tadi kau meneriakkan kata kata sama??. Kiyowo?Siapa yang kau bilang kiyowo??.Kau tau,kau menyakiti telinga ku , dasar gila!!."Omel Chenle kesal.


Sayangnya Haechan terlalu sibuk bermimpi dan tak menanggapi ucapan Chenle sama sekali.


"Akh... kenapa kau sangat cantik dan imut?!.Akh jinja kiyowoo!!!"


"Akh,aduh!.Huaaa Echan lepas pipi ku sakit gila!!"Chenle mengaduh kesakitan saat Haechan tiba-tiba saja mencubit gemas kedua pipinya.


"Ehhehe... maaf kelepasan."ucap Haechan tersenyum tanpa rasa bersalah.


"Dasar!Aku tau aku ini memang cantik dan imut, tapi bisakan gak usah cubit pipi juga sakit tau!!"


"Dih, Percaya diri sekali anda!siapa juga yang bilang kau cantik??"Ucap Haechan.


"Lah tadi apa??"Chenle menatap heran pada Haechan.


" Enak saja itu bukan kau tapi, .... "


"Hey, kalian berdua bisa diam tidak?. lihat dosen sudah masuk!."Ucap Seseorang memotong ucapan Haechan, berbarengan dengan dosen yang memasuki kelas.


"Oh, oke!"Ucap Haechan tersenyum kikuk.


Pembelajaran dimulai, dan berlangsung seperti biasa. Ada yang serius memperhatikan, ada yang mengantuk karena bosan, ada pula yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2