MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
Episode 69


__ADS_3

"Chan! "


"Ada apa Hyung??"


"perasaanku tidak enak, aku..."


"Huh?!kenapa??"


"Entah, tiba-tiba aku ingat Beomgyu."Haechan menatap sang mate yang masih berada di sampingnya dan mengangguk setuju, dia juga merasakannya.


"kita temui dia??"


"Baiklah, ayo!."Haechan menatap Renjun, tersenyum tipis dan segera berdiri dari kursinya.


"Tunggu!!"


"Eoh,?!!"Haechan menatap Renjun yang berlari masuk ke dalam rumah penuh tanda tanya.


"Sudah, ayo!"


"Eh! hmm ayo"Haechan sedikit terkejut melihat Renjun yang kembali keluar dengan sedikit berlari.


"Pelan-pelan hyung!"ucapannya yang segera menyusul Renjun


...............................


"Gyu..."


"Mark.... ceritakan semuanya "


"maksudnya??"


"Semuanya Mark, kenapa?. kenapa mata itu " Tangan Beomgyu bergetar saat menunjuk kepada wajah Mark.


"Gyu tenang dulu ,nak "sang ibu memeluk dan mencoba menenangkan putranya.


"Tidak! aku butuh penjelasan Bu, dan dia pasti tau segalanya. Di sana, di mata itu aku melihat semuanya, itu bukan mimpi Bu, Gyu yakin!."


"Ibu tau, tapi tenang dulu ya sayang..."sang ibu masih terus memeluk erat putranya yang terlihat histeris dan ketakutan.


Sedangkan Mark masih mencoba memahami situasi, apa yang terjadi sebenarnya?, kenapa kesayangannya tiba-tiba histeris seperti ini?. Kata-kata itu terus berputar di dalam kepalanya.


"Ada apa Hyung?"Lamunannya tersadar karna sebuah suara yang tak asing di telinganya, itu milik Haechan adiknya.

__ADS_1


"Hyuck..."Lirih Mark, menatap nanar pada Beomgyu yang masih histeris di pelukan ibunya.


"Apa yang terjadi?"itu Renjun yang pasti ada di samping Haechan.


"Aku tidak tau, tadi aku hanya menemuinya seperti biasa, kami sedikit berdebat.Aku minta maaf karena memang itu kesalahan ku tapi,...."


Mark kemudian menceritakan semuanya dari awal.Selama mendengarkan mark, Haechan menatap dalam mark dan Beomgyu secara bergantian, lalu hembusan nafas berat keluar dari mulutnya.


"Maaf Bibi, sebelumnya boleh kami bertanya??"Ucap Renjun yang sudah mendapat isyarat dari Haechan.


"Eh, kalian...ah maaf sebelumnya siapa kalian ini dan kenapa bisa di sini?"Tanya Wanita itu yang kebingungan karena tiba-tiba ada orang lain selain mark di sana.


Ah, sekali lagi saya minta maaf karena tidak sopan, saya kemari karena panggilan dari Hyung saya."Jawab Haechan menatap sang kakak.


"Mark?"Tatapan ibu Beomgyu seakan meminta penjelasan padanya.


"Maaf Bi, bukan bermaksud untuk lancang, tapi saya benar-benar khawatir pada Beomgyu yang terus histeris seperti ini, jujur saya sendiri tidak tahu apa penyebabnya.Makanya saya meminta adik saya kemari."Jelas mark.


"Kalau begitu, bisakah adik mu menjelaskan apa yang terjadi? sedari tadi gyu terus berteriak meminta mu menjelaskan.Sebenarnya penjelasan tentang apa? kenapa anak saya sampai seperti ini??."


Mark yang di cecar pertanyaan seperti itu, hanya menunduk dan meminta maaf karena jujur dia pun tidak tahu apa yang terjadi.


"Ibu, kenapa dia masih diam saja? aku butuh penjelasan, Bu!. Aku melihat diriku sendiri, di matanya Aku akan mati? ibu disana aku jahat bu, aku pembunuh, hiks!"


"Hyung, tatap aku..."Ucap Renjun yang sudah berhadapan dengan Beomgyu yang masih menangis.


Secara ajaib Beomgyu terdiam dan menurut, beberapa detik tatapan itu berlangsung, tiba-tiba Beomgyu tidak sadarkan diri dan Renjun yang kini menangis meraung.


"A..apa yang terjadi?!"Mark dan ibu Beomgyu memekik bersamaan, sedangkan Haechan langsung memeluk erat tubuh Renjun yang hampir limbung.


"Hyung, Gwaechana??"Tanya Haechan lembut.


"Hiks, alpha...Itu menyeramkan.."Lirih Renjun semakin mengeratkan pelukannya.


Haechan menenangkan Sang mate dengan mengusap pelan puncak kepalanya, dan dengan segera semua bayangan yang di lihat Renjun sampai pada penglihatannya.Haechan jujur sangat terkejut, tapi dia mencoba tenang sambil terus memeluk Renjun.


"Beomgyu sudah tidak apa-apa, dia hanya shok karena melihat sesuatu yang seharusnya tidak atau belum bisa dia terima.Karna memang belum saatnya."Ucap Haechan beranda tegas.


"Maksudnya??"Tanya mark.


"Sebelumnya maaf Bi, ini terkesan lancang,tapi aku harus mengatakan ini."Haechan menatap Wanita itu yang terlihat semakin bingung.


"Choi Beomgyu, 22 tahun, seorang rare Omega pertama yang terlahir dari seorang alpha biasa dan seorang beta.Karena hal itu, Alpha rela mengorbankan nyawa demi menyegel kekuatan murni sang anak agar dia bisa hidup normal tanpa takut akan menjadi incaran yang lebih kuat."Ungkap Haechan menatap lurus pada tubuh Beomgyu yang sudah di baringkan oleh Mark.

__ADS_1


"Ba.. bagaimana kau..??"Mata itu menatap tak percaya.Bagaima rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat bisa di ketahui oleh orang di hadapannya.


"Hyuck jelaskan dengan benar jangan berbelit-belit!"Ucap mark yang tak puas dengan jawaban Haechan.


"Dia, bukan Beta Hyung, bukan juga alpha AO seperti mendiang Beomgyu Hyung, sahabat mu.Dia Choi Beomgyu, Moon goodness membuat kelahiran seorang Beomgyu menjadi dua bagian jiwa yang terpisah dan dengan terikat janji kehidupan mereka masing-masing.Dan kali ini dia bukan sahabat mu yang dulu, tapi adalah mate mu."


"Apa!?"Mark terkejut.


"Iya dan kali ini dia terlahir sebagai rare Omega seperti Renjun Hyung, untuk lebih jelasnya, biarkan Bibi selaku orang tua Beomgyu yang menjelaskan, apa dan kenapa sampai dia menutupi kebenaran ini."Lanjut Haechan dengan tatapan yang lebih bersahabat.


"Bibi, Mark mohon... aku tau kami belum lama saling mengenal, tapi semua yang ucapan adik saya adalah mutlak, saya mohon..."Mark berlutut di depan wanita itu dengan penuh harap.


"Apa yang kau lakukan?"


"Saya mohon bi, katakan yang sebenarnya..."Mata Mark mulai berair, jujur jika semua yang di katakan Haechan benar adanya,kali ini dia akan melakukan segalanya, kali ini dia tidak akan membiarkan Beomgyu nya pergi lagi, tidak akan!.


Wanita itu meneteskan air mata melihat bagaimana Mark yang bersimpuh di hadapannya.


"Aku tidak tahu apa ini bisa ku ceritakan, jujur Bibi sendiri takut,Mark."Ucapnya jujur.


"Aku mohon Bi, aku berjanji akan menjaganya, bahkan jika harus nyawaku sendiri taruhannya."Ucap Mark masih di posisi yang sama.


Melihat kegigihan laki-laki di hadapannya, membuat jiwa seorang ibu itu memiliki keyakinan bahwa memang sudah waktunya untuk ia mengungkapkan segalanya.


"Huft... baiklah, saya akan menceritakan semuanya pada kalian, tapi saya rasa kita harus keluar dari sini dulu."


"Baik Bi,"Mark Haechan dan Renjun mengangguk patuh.wanita paruh baya itu tersenyum dan mempersilahkan ketiganya menuju ruang tengah dan mulai menceritakan semuanya dari awal sampai akhir dengan posisi yang lebih nyaman.


Semua sudah berada di ruang tengah, wanita itu menatap mereka bertiga dengan hembusan nafasnya yang memberat.


"Baiklah, sebelumnya perkenalkan nama Bibi Im Yoona, atau yang sekarang Choi Yoona."Ucap Yoona memulai percakapan.


Ah,iya Bi maaf saya Lee Haechan, adik dari Mark Hyung dan ini mate saya "Haechan tersenyum manis sekali menggenggam tangan Renjun yang duduk di sampingnya.


"Hwa...ah,Min Renjun imnida."Renjun sedikit menunduk dan tersenyum.


"Nee, Haechan, Renjun salam kenal"Balas Yoona yang ikut tersenyum.


setelah berbasa-basi sebentar, Yoona kini dengan tatapan sendu mulai bercerita.


"Jadi semua berawal sejak saat itu,24 tahun yang lalu..."


FLASHBACK ON...

__ADS_1


__ADS_2