![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
"Hyung, apa yang kau katakan?!"Ucap Ji-Sung tak terima.
"Ck, pikir saja sendiri."Renjun menatap malas keduanya. Tiba-tiba....
"Permisi, apa boleh bergabung?"Seseorang datang dan mengalihkan perhatian mereka.
"Jaemin hyung?!"Ucap Chenle yang terkejut melihat orang tersebut.
"Oh, hai lele...maaf apa aku boleh bergabung?"Jaemin tersenyum manis pada Chenle kemudian melihat ke arah mereka semua meminta persetujuan.
menatap Haechan penuh harap" IYa silahkan!"Ucap Haechan tersenyum manis.
"Terimakasih."Ucap Jaemin,lalu duduk di kursi yang masih tersisadi antara Mark dan jeno, karena posisi kursi yang memutari meja.
"Sama-sama, Siapa tadi??"Ucap Haechan menatap Jaemin.
"Jaemin,Na Jaemin.Kalau boleh tau siapa nama mu dan kalian juga. Maaf aku baru disini."Ucap Jaemin sopan.
"Aku Haechan,Lee Haechan.Dan ini hyung ku."Ucap Haechan tersenyum tipis sambil menunjuk pada Mark.
"Mark lee"Jawabanya singkat.
"Jaemin"Jaemin tersenyum tipis.
"Di samping kanan ku namanya Renjun, Hyung.."Haechan menatap Renjun.
"Hmm, Hanya Renjun"Ucapnya dingin.
"Oh oke!"Jaemin tersenyum canggung.
"Maafkan hyugku, dia memang seperti itu.Ohya, Nama ku Ji-Sung."Ucap Ji-Sung merasa bersalah karena sikap kakaknya.
"Gwaenchana...tidak perlu merasa bersalah."Jaemin tersenyum manis, mengisyaratkan bahwa ia tidak apa-apa.
"Jangan tersenyum seperti itu, kau akan membangunkan singa nanti"Ucap Jeno datar.
"Huh??"
"Huft,Aku jeno, aku melarang mu tersenyum karena Haechan sangat gila keimutan.Aku tidak mau melihatnya histeris karena melihat senyuman Seseorang.Aku ingin makan dengan tenang!!."Jelas Jeno,dan Jaemin mengangguk patuh.
"Yak Jeno-ssi apa yang ka..."
"Diam dan makan makanan mu,"Ucap Renjun datar, sambil menyuapkan makanan ke mulut Haechan dengan sumpitnya.Membuat Semua menahan tawa.
Kecuali Ji-Sung yang menatap tak Percaya apa yang dilakukan oleh kakaknya.Pasalnya Ji-Sung Tau betul,kakak tidak pernah membiarkan orang lain menyentuh barangnya.Tapi ini,dia makan satu sumpit dengan orang lain.Dia bahkan tak pernah melakukan itu pada adiknya sendiri.
"Hyung aku belum selesai bicara..."Haechan mengerucutkan bibirnya, membuatnya terlihat imut.
"Jangan berekspresi seperti itu, kau terlihat menjijikkan!"Renjun memalingkan wajahnya, berusaha untuk cool.
" Terimakasih hyung, kau juga cantik!."Haechan tersenyum lebar.Mungkin kalau orang lain yang mendengarnya akan tersinggung dan marah, tapi tidak dengan Haechan.Baginya wajah kesal seorang Renjun terlihat sangat cantik dan imut.
__ADS_1
"Berhenti berbicara omong kosong! makan makanan mu atau aku akan memasukannya ke mulut mu beserta piring -piring nya!."
"Awh! baiklah, kalau begitu hyung yang memasukkan makanannya ke mulutku, tapi untuk piringnya biar ku pegang saja, tidak usah di masukkan, karna tidak akan muat . Bagaimana??"
Sungguh Renjun kehabisan kata-kata mendengar jawaban Haechan.Ia tak menyangka bahwa ancamannya di anggap sebuah tawaran dan candaan untuknya.
"Kau!!"Renjun menatap tajam Haechan.
"Iya kenapa??"Saut Haechan dengan senyum termanisnya.
"A....",
"Ekhemlau mau pacaran, nanti aja ya..."Ucap Mark serius,tapi dengan Tatapan mengejek.
"Eh, hehehe.."Haechan tersenyum kikuk dan melanjutkan makan.Sedangkan Renjun hanya acuh dan kembali ke makanannya seperti tak terjadi apa-apa.Semua yang ada di sana hanya menahan tawa dan bergeleng kepala , kemudian melanjutkan makan.
Skip sore hari
Mereka semua sudah selesai kuliah dan pulang ke rumah masing-masing.Tapi kali ini Jeno pulang agak terlambat karena kelas tambahan.Pukul 17.05 ,Jeno keluar dari gedung universitas menuju parkiran mobil bersiap untuk pulang.Tiba-tiba ia mendapat telepon.
"Halo??"Jeno berbicara dengan orang lain di seberang sana.
"Jeno sayang, kau dimana??"Tanya orang di seberang sana.
"Eoh,appa!Jeno masih di kampus, sebentar lagi akan pulang.Ada apa? apa Appa butuh sesuatu?". Tanya jeno, ternyata yang menelepon adalah Seokjin.
" Ah tidak, Appa hanya ingin tau kau dimana,"Jawab Seokjin agak cemas.
"Aku sudah di parkiran, Appa.tidak perlu cemas,Jeno pulang sekarang."Ucap Jeno sambil masuk ke dalam mobilnya.
"Nee appa, yasudah, jeno tutup ya..."
"Nee, ingat langsung pulang!!"
"Nee, Appa ku yang cantik, bye!"
"Bye sayangnya appa!"Ucap Seokjin kemudian mengakhiri sambungan teleponnya.
Tak mau buang waktu, Jeno melajukan mobilnya menuju rumah. Jeno melirik jam tangannya terlihat pukul 17.20. Sudah senja, dan sebentar lagi malam. Namun di pertengahan jalan, tiba-tiba saja mobilnya bermasalah dan berheti.
"Arghhh, kenapa harus sekarang sih??.ini sudah hampir malam, aku harus bagaimana?"Jeno mengacak-acak rambutnya frustasi.
Jeno keluar dari mobilnya dan mencoba mengecek apa yang salah pada mobilnya.Tapi sayangnya ia tidak mengerti soal mesin mobil."Huft, aku harus apa sekarang??.Oh tidak, sebentar lagi!"Jeno kembali melirik jam tangannya, Terlihat pukul 17.45. Kalaupun ia menggunakan kekuatan yang ia miliki untuk cepat sampai ke rumah, juga tidak mungkin, karena jaraknya masih sangat jauh.
"Ck, tidak ada pilihan lain,aku harus mencari tempat aman sekarang! tubuhku mulai terasa panas."Ucapnya bergegas menuju tempat yang sepi.
Sementara itu, di waktu yang sama terlihat seorang pemuda keluar dari toko swalayan dan berjalan melewati jalan yang sepi sambil bergumam.
"Haiss, jinjaa... kenapa aku bisa lupa kalau ini malam bulan purnama?.Huft semoga tidak akan terjadi apa-apa.Ah, sudahlah!lebih baik aku bergegas."Ucapnya sambil berjalan cepat melewati jalan tersebut.Yang memang jalan tercepat untuk sampai di rumahnya.
Kembali ke jeno.Kali ini iya sedang berusaha untuk menahan diri agar tidak berubah menjadi wujud Werewolf nya.Rasa panas dan sakit di sekujur tubuhnya mati-matian ia tahan, agar ia tidak melukai siapapun yang hal yang tidak di inginkan lainnya.
__ADS_1
"Arghhh!!Sial ini sangat menyakitkan."Jeno menggeram kesakitan sambil memeluk dirinya.
"Hey, apa yang kau lakukan disini?apa yang terjadi?"Tiba-tiba Seseorang bertanya dan mendekati jeno yang terduduk sambil memeluk dirinya sendiri.
"Argh... pergi!!"Bentak Jeno pada orang tersebut.
"Hey, aku hanya bertanya!.Kau Terlihat kesakitan, apa yang terjadi??"Pemuda itu kembali bertanya dan semakin mendekati Jeno.
Jeno mengangkat kepalanya dan menatap tajam orang it."Ka.... kau Jeno!"Ucap pemuda itu dengan suara bergetar.
.
"Jae...min pergi!. Pergi sekarang juga ku bilang!!"Jeno berteriak pada pemuda itu yang ternyata adalah Jaemin.Dia juga adalah orang yang sama yang keluar dari swalayan beberapa menit yang lalu.
"Je..jeno kau!Mata mu!!"Jaemin terkejut dan ketakutan melihat perubahan warna mata jeno." Werewolf...."Ucapnya lagi dengan tubuh bergetar.
Aneh sekali,Jaemin berusaha keras untuk bisa pergi dari sana, tapi melihat mata itu membuat tubuhnya melemas seketika.
Jaemin menjatuhkan barang yang ia bawa dan melangkah mundur dari tempatnya dengan kaki yang bergetar.Ia benar-benar ketakutan setengah mati ,ia mencoba untuk lari tapi....,
" Mau kemana kau?sudah terlambat untuk kabur dari ku sekarang!!."Suara Bariton itu kini terdengar menakutkan bagi jaemin, yang semakin membeku di tempatnya saat ini .
"TI.. tidak!, kumohon biarkan aku pergi, jangan sakiti aku!"Ucap Jaemin memelas, dan air mata yang mulai terjatuh karena jujur ia sangat ketakutan saat ini, melihat wujud Werewolf seorang jeno yang ada di depan matanya.
Jeno menggeram sekali lagi dan mendekati Jaemin yang sudah menagis deras."Akhhh!!"Tanpa sadar ia mencekik leher Jaemin dan membuatnya menjerit kesakitan.
"Ya tuhan.. apa ini akhirnya?."Jaemin berkata dalam hati dan pasrah karena tubuhnya mulai melemah dan kehabisan oksigen, tapi ia masih berusaha berontak melepaskan diri.
Crasshh!!!
Salah satu kuku jeno tak sengaja menggores tangan Jaemin dan membuat darah segar mengalir dari sana.Aroma darah masuk ke indra penciuman jeno, membuat ia terlena dan melepaskan cekikannya.
"Akhh!huh, huh, huh, huh!Hiks,
hiks!"Jaemin jatuh terduduk dengan tubuh lemas dan nafas tersengal-sengal, sambil terus menangis.
"Darah.... Mate!!!"Ucap jeno , membuat Jaemin terkejut dan menatap ke arah jeno yang ternyata sudah kembali ke wujud semula, namun tidak dengan matanya.
"A...apa??"lirih Jaemin yang mulai bisa bernafas normal.
"Mate! aku menemukan mu, Kau adalah Mate ku!".Jeno tersenyum manis mendekati Jaemin yang masih di posisi yang sama.
"TI.. tidak!.Jeno kau salah, aku bukan mate mu!.Aku ini seorang beta. Jeno ku mohon... ku mohon lepaskan aku."Ucap Jaemin memelas.
"Tidak!,Tidak akan pernah!.Kau adalah mate ku,kau milikku!!."Ucap jeno mutlak, kemudian menjilat darah yang keluar dari luka Jaemin.
"Ssshh.."Jaemin mendesis merasakan perih dan perasaan aneh dalam tubuhnya.
Jeno tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi Jaemin."Milikku!!"Seru Jeno, kemudian mengangkat tubuh Jaemin dan menggendongnya ala bridal style.
__ADS_1
"Tidak!Jeno sadarlah!!!"Jaemin berteriak sambil berontak. Tapi tidak berkesan apapun bagi jeno yang terlanjur mabuk oleh aroma darah Jaemin.Apalagi ia sudah sempat meminumnya walau hanya beberapa tetes dari tangan Jaemin tadi.
Secepat kilat ia membawa Jaemin entah kemana, tanpa perduli Jaemin yang terus menangis di dekapannya.