![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
Jimin menghela napas panjang, hatinya mengatakan sudah waktunya untuk menceritakan kisah nyata ia telah ditutupinya selama beberapa dekade, tapi ada sedikit keraguan dalam hatinya.
"Huft, mungkin ...Jimin menggantung ucapanya.
"Mungkin? Maksud appa? "Tanya renjun, yang bingung dengan jawaban appanya
"Ya, mungkin. Ini mungkin sama atau bahkan lebih buruk dari apa yang kau alami sekarang. " Ucap Jimin dengan tatapan kosong, mengingat tragedi yang pernah terjadi dalam hidupnya.
"Appa, ada apa? Apa Injun salah bicara?. Kalau begitu Injun minta maaf, Injun janji takkan menanyakan hal itu lagi." Ucap Renjun merasa bersalah saat melihat perubahan di wajah Jimin.
"Ah, tidak! . Tidak apa-apa, Appa rasa sudah waktunya kau tahu yang sebenarnya. Appa berharap setelahkau tahu segalanya, kau bisa berbesar hati dan tidak membenci siapa pun. "Ucap jimin penuh harapan karena dia tahu bagaimana sifat sang putra.
" Baiklah, Injun janji! dengan catatan, Appa harus menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi lagi."Sahut Renjun .
Jimin tersenyum mendengar jawaban Renjun, membuat hatinya yakin dan mulai menceritakan semuanya pada Renjun.
"kisah ini berawal dari 42 tahun yang lalu, di hari itu, kabar kelahiran anak kembar pertama yang menggemparkan seluruh klan, baik Vampire, Werewolf dan juga manusia biasa (Beta).Hari itu telah lahir bayi kembar Omega dari klan Vampire."Jimin menatap putra yang setia mendengarkan.
"keduanya sama-sama Rare Omega.Kedua orang tua bayi itu tentu saja bahagia, namun juga merasa takut saat bersamaan.Karna takdir sekarang Rare Omega dewasa sudah pasti akan melahirkan bayi Alpha murni, atau seorang Rare Omega sepertinya."
"Apa kau tahu kekuatan apa yang dimiliki oleh seorang Alpha murni??"Renjun menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Jimin.
"Alpha murni sama dengan raja, meskipun dalam segi materi dia bukan siapa - siapa, tapi dalam hal kekuatan dia adalah yang pertama.Oke, kita kembali ke awal cerita."Renjun hanya mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
"Setelah berita itu tersebar, keluarga itu mulai mendapat teror dan banyak yang mencoba untuk mengambil kedua bayi itu secara terang-terangan.Karna mereka percaya, darah suci milik Rare Omega dapat meningkatkan kemampuan dan kekuatan orang yang meminumnya.maka dari itu mereka menjadi incaran Semua klan, termasuk klan Vampire itu sendiri."Jimin menarik nafas.
"Lima tahun berlalu, sepasang suami istri itu berusaha sekuat tenaga untuk melindungi anak-anak mereka, meski dengan taruhan nyawa sekalipun.Semuanya masih baik-baik saja, sampai tragedi itu terjadi."
"Apa yang terjadi??"Sela Renjun.
"Terjadilah pembantaian pada keluarga kecil itu.Beruntungnya Sang Alpha dapat melarikan diri bersama kedua anaknya, meski harus menyaksikan sang Omega terbunuh di depan matanya.Alpha tersebut membawa kedua anaknya entah kemana, yang Ia tau hanya berlari dan pergi sejauh mungkin agar anaknya bisa selamat."
"Apa kau tahu siapa keduanya bayi itu Renjuniee??"Jimin bertanya, dengan air mata yang tertahan.
"Entah? tapi Injun rasa bayi itu ada hubungannya dengan keluarga kita."Jimin kembali tersenyum.
"Kau benar sayang.Danbayi itu, ah salah! ralat, "Anak" karena saat itu mereka berdua sudah berusia 5tahun.Setelah dirasakan aman, Alpha tersebut menggunakan kekuatan untuk melindungi keduanya, seperti menyegelnya atau entah apa.Yang penting itu bertujuan agar orang lain tidak mengetahui bahwa ia adalah seorang Rare Omega."
"Tentu saja,tapi sebagai gantinya ia harus kehilangan nyawanya sendiri karena menggunakan kekuatan melewati batas kemampuan nya sendiri.Dalam keadaan sekarat alpha tersebut membawa kedua anaknya kesebuah panti asuhan kecil yang ia temui di sana.Sebelum meninggal alpha tersebut berkata pada pemilik panti agar mau merawat kedua anaknya.Alpha tersebut tidak menceritakan yang sebenarnya, ia hanya mengaku bahwa keluarga mereka mengalami kecelakaan dan pemilik panti itu langsung percaya karena melihat kondisi Alpha yang sekarat dan penuh luka di tubuhnya."
"Lalu??"Terlihat Tatapan Renjun yang sangat ingin tau.
"Setelah kematian Sang Alpha, pemilik panti asuhan yang hanya seorang Beta merasa sangat takut karena ia sudah menampung sekaligus dua Omega Vampire di pondoknya.Tapi hatinya terlalu baik untuk membiarkan kedua bocah polos itu terlantar di jalanan.Mulaihari itu mereka tinggal dan tumbuh di panti tersebut tanpa tau kebenaran jati diri mereka, Karena sang ayah yang sudah menyegel semua ingatan buruk itu bersama dengan tersegelnya jati diri mereka."
"Itu terdengar sangat mengerikan, lalu apa hubungannya dengan keluarga kita??"Tanya Renjun yang ingin mendengar keseluruhan cerita.
"Tentu saja ada, karna salah satu dari anak itu adalah Appa mu Sendiri Renjuniee"Ucap Jimin dengan air mata yang perlahan mengalir dari sudut matanya.
__ADS_1
"A...apa??"suara Renjun bergetar saat mendengar ucapan Appanya.
"Iya, Appa adalah salah satu dari mereka."Ucap Jimin menegaskan.
Ta... tapi bagaimana? bagaimana Appa bisa tau dan ingat semuanya?. Bukannya itu sudah tersegel?.Dan dimana saudara kembarmu itu Appa?,Kenapa aku tak pernah tau tentangnya??. Renjun melontarkan banyak pertanyaan pada Jimin dengan suara yang bergetar karena menangis.
"Segel itu hampir terbuka saat Appa bertemu dengan Mate,tapi tidak sepenuhnya.Segel itu terbuka sempurna saat kelahiran mu, dan tentunya membuat semua ingatan buruk itu terungkap."Jawab Jimin masih berusaha untuk tersenyum.
"Hiks, Appa... maaf, hiks!"Renjun menangis memeluk appanya, ia tak menyangka bahwa perjuangannya selama ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan yang di alami oleh appanya.
"sttt... sudah, Appa tidak apa-apa.Appa justru merasa lebih lega setelah menceritakan semuanya pada mu"Jimin membalas pelukan Renjun yang menenangkannya.
"Tapi appa,Injun merasa sangat bersalah karena membuat apa mengingat tragedi itu,dan Injun merasa tidak bisa menjadi anak yang baik untuk Appa dan Daddy , selama ini Injun selalu mengeluh dengan apa yang terjadi, tanpa tau bahwa hidup Appa jauh lebih menderita dari yang Injun alami."Ucapnya panjang lebar, masih setia memeluk sang Appa.
"Stt... sudah, appa rasa ceritanya cukup sampai di sini saja.Lain kali kita lanjutkan lagi, oke!"Ucap jimin melepaskan pelukan dan menatap lekat Renjun, dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.
Renjun mengangguk dan tersenyum tipis ." Nee appa, terimakasih sudah mau menceritakan semuanya pada Pada Injun."
"Sama-sama sayang, Ok sekarang berhenti menangis, nanti mata mu bisa bengkak.Nanti kamu bukan lagi Hwang Renjun yang terkenal tampan, karena kamu jadi jelek karena terlalu banyak menangis"goda jimin Sambil menghapus air mata sang Anak.
"Appa... berhenti mengejek Injun seperti itu!"Rengeknya sedikit tersipu.
"Appa tidak mengejek mu, appa mengatakan yang sebenarnya"Jimin tersenyum lebar hingga mata tak terlihat.
__ADS_1
"Appa...!!"