![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
Mendengar ucapan Ji-Sung, Renjun memberikan tatapan tajam pada adiknya."Lanjutkan makan mu jangan banyak bicara!."Tegas Renjun dengan nada dingin.
"Ne...nee hyung"Ucap Ji-Sung yang juga takut dengan Tatapan kakaknya dan melanjutkan makan.
"Aneh,aku rasa ada yang mereka sembunyikan.Haechan punya dua alasan yang berbeda untuk sakitnya.Renjun dan Ji-Sung juga, dua saudara ini memiliki arti lain dari tatapan mereka.'Mark berkata dalam hati sambil tetap melanjutkan makan.
Sedangkan di sisi lain, Jeno kini sedang mencari keberadaan Jaemin.Jeno memasuki kelas Jaemin dan melihatnya sedang duduk di bangku sambil menelungkupkan kepalanya di atas meja.
Jeno menghela nafas dan menghampiri Jaemin di kursinya."Jaemin ?"Panggilnya lirih.
"Jeno,sedang apa kau disini??."Jaemin mengangkat kepalanya dan melihat jeno yang berjalan ke arahnya.
"Tentu saja bertemu dengan mu, apalagi??".Jawab Jeno yang sudah duduk di samping Jaemin.
"Hmm, kau tidak ke kantin??"Tuanya jeno.
"Tidak, aku hanya ingin disini. Dan kau sendiri??"Jawab Jaemin lalu balik bertanya.
"Ah,aku kemari untuk nengajakmu ke kantin.Ayo kita kesana sekarang, mungkin mereka sudah menunggu."Ajak Jeno.
"Ani, aku tidak ingin makan.Aku..."
"Aku mohon ikutlah ke kantin bersama ku, mungkin saat ini kau tidak lapar, tapi aegy pasti akan lapar."Bujuk jeno.
"Hah??ka...kau?!!"Jaemin terkejut karena Jeno sudah mengetahui tentang kehamilannya.
"Aku sudah tau, terimaksih kau sudah mau mempertahankan aegy."Jeno tersenyum lembut sambil memegang tangan Jaemin.
"Da... darimana kau tau??" Tanya Jaemin heran sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Jeno.
"Kau tidak perlu tahu darimana aku mengetahuinya, dan aku berharap kau bisa menerima ku meski bukan sekarang.Maaf tentang semuanya,aku berharap jika kau belum bisa menerima ku, setidaknya jangan menjauhi ku.Kalau sekarang kau belum bisa menganggap ku sebagai Alpha mu, tapi kita masih bisa berteman bukan??."Ucap Jeno menggenggam erat tangan Jaemin dan menatapnya dalam
"A..aku."
"Tidak usah di jawab, aku mengerti, ..."Ucapan jeno terpotong saat Jaemin tiba-tiba memeluknya.
"Ja... Jaemin a...apa yang kau lakukan??"Jeno merinding saat Jaemin memeluk erat leher Jeno dan mengendusnya.
"Ukh! wangi, aku ingin..."
__ADS_1
"Ja... Jaemin hentikan!Aku tidak ingin kau, ...??!!"Jeno membeku dengan mata yang terbuka lebar saat ia merasakan lidah hangat Jaemin menyapu lehernya.
"Be... berheti! Jaemin sadarlah... aku tidak ingin terjadi lagi!."Jeno berusaha melepaskan pelukan Jaemin.Tapi malah semakin erat.
"Arghhh... sial!. Tidak jangan sekarang!!"Jeno menggeram frustasi karena Jaemin sudah membuat birahinya memuncak ia sudah knot dan akan segera Ruth.
"Ukh, aku... "Jaemin menatap sayu pada Jeno.Entah kenapa ia bisa bersikap seperti ini pada Jeno.
"Tidak sekarang Na, maaf aku tidak bisa mengulangi Kesalahan untuk kedua kalinya dan membuat mu semakin membenciku.Karna aku tau sekarang kau sedang tidak sadar."Ucap Jeno menatap dalam pupil mata coklat milik Jaemin perlahan menjadi berwarna abu-abu.
Jeno memeluk tubuh Jaemin sembari berusaha menahan hasratnya.Dengan cepat jeno memukul tengkuk Jaemin dan membuatnya tidak sadarkan diri.Secepat kilat Jeno membopong tubuh Jaemin keluar dari kelas dan meninggalkan universitas menuju apartemen pribadinya.Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sudah menyaksikan segalanya.
Di kantin...
Mereka berlima sudah selesai dengan makanan mereka dan bersiap untuk kembali ke kelas.Mark sudah pergi lebih dulu karena di telpon Seseorang, ingin ke ke kamar mandi.Tiba-tibaan berbunyi karena sebuah pesan masuk.
Haechan_From Jeno:. Chan, tolong bilang sama lele, Jaemin ada bersamaku.
Jeno_From Haechan : Eoh, ada apa? kenapa kau bisa bersama Jaemin ? memangnya kalian di mana??.
Haechan_From Jeno :Hmm, tadi setelah dari kamar mandi aku ke kelas kalian untuk mengajaknya ke kantin bersama, tapi dia menolak.Jadi aku membawanya makan di luar.
Haechan_From Jeno : Tidak usah berpikir aneh-aneh,aku hanya mengajaknya untuk makan.Tolong katakan itu pada Chenle, aku tidak mau dia khawatir.Dia juga sudah membawa tas nya.
Jeno_ From Haechan: Hmm, baiklah.. Tapi Jaemin membawanya tas juga apa dia tidak akan kembali??.
Haechan_From Jeno : Entah, nanti ku tanyakan sekarang dia sedang tidur.
Jeno_From Haechan: Oh...
Haechan_From Jeno: ya. Sudah aku off, aku sedang menyetir,dan aku masih sayang nyawa,Bye.
"Ck, kebiasaan!"Sungut Haechan sambil menatap layar ponselnya.
"Kenapa Chan? ayo ke kelas.Tapi tunggu dulu, aku mau memesan makanan untuk hyung."Ucap Chenle.
"Ah, Le.. Tidak usah memesan makanan, Jaemin sedang bersama Jeno sekarang."Cegah Haechan.
"Hah! kok bisa??"Chenle menatap Haechan.
__ADS_1
"Molla, PDKT mungkin."Jawab Haechan sembarangan.
"Yang benar hyung??"Ucap Ji-Sung yang mulai penasaran.
"Haiss, Ani... tadi Jeno mengirim pesan pada ku,dia bilang akan makan di luar bersama,"Jelas Haechan.
"Sama saja hyung, sepertinya mereka berdua sedang pendekatan."Ucap Ji-Sung.
"Ah, jinjja sepertinya tidak bisa, Jaemin hyung sudah di tandai Seseorang dan dia juga sedang ha..."Chenle tersadar dan menghentikan ucapannya.
"Ha,apa??"Tanya Haechan penasaran
"Astaga hampir saja!!"Gumam Chenle sedikit menunduk.
Ya ampun Lele,kenapa bisa keceplosan sih?. Kalo Haechan hyung sampai tau, pasti Jaemin hyung akan marah."Batin Ji-Sung.
"Hey, kenapa kau diam?"Haechan menatap heran Chenle yang tiba-tiba terdiam.
"Ah, ani.."
"Sudahlah, apa kalian akan terus mengobrol??Jam istirahat sudah habis."Ucap Renjun Chenle menghela nafas lega karena merasa terselamatkan.
"Ah, benar kata Renjun hyung, kita ke kelas dulu.Maaf Chan, soal ini kita lanjutkan nanti."Ucap Chenle tersenyum tipis melihat ke arah Haechan.
"Hemm...baiklah.Jie, kau antar Chenle ke kelas ya.. hyung mau ke perpustakaan dulu."Ucap Haechan menatap Ji-Sung.
"Hah??!"
"Baik hyung.."Chenle menatap Haechan tak percaya sedangkan Ji-Sung tersenyum dan menerima dengan senang hati.
"Anak baik, ya sudah hyung pergi dulu.Bye Jie... Le, dan Sunbae aku duluan."Ucap Haechan dengan mengusap pelan kepala Ji-Sung dan menatap Chenle dan Renjun bergantian lalu bergegas pergi.
Chenle masih dengan ekspresi yang sama, Ji-Sung tersenyum tipis karena agak malu dengan pujian Haechan.Sendangkan Renjun hanya terdiam dan menatap punggung Haechan yang mla8 menjauh, kemudian pergi ke kelasnya dengan tatapan dingin.
"Dia benar-benar berubah dan menghindari ku, apa karena ucapanku waktu itu??.Miane Haechan, aku tidak mau memberikan harapan palsu pada mu.Karena aku hanya akan memberikan hatiku untuk Mate ku kelak.Dan lagi satu kenyataan bahwa kau adalah saudara sepupuku."
Renjun bergumam dalam hati sambil melangkah menuju kelas.Keadaan yang tak berbeda jauh di alami Haechan saat ini, Dia sedang duduk di kursi perpustakaan sambil melamun.
"Ternyata lebih sulit dari yang ku kira.Aku harus berusaha menghilangkan perasaan ini.Aku senang akhirnya moon goddess mengabulkan permintaan ku,agar aku menjadi seorang alpha.Tapi bukan berarti Renjun hyung itu adalah mate'kan?.Dia bilang dia akan setia pada Mate.Sadarlah Haechan, kau jangan terlalu berharap."Haechan menghela nafas dan tersenyum miris.
__ADS_1
"Bahkan tidak punya harapan lagi, karena kenyataannya dia adalah sepupuku sendiri."Haechan menelungkupkan kepalanya di atas meja dengan mata terpejam.Tiba-tiba...