![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
"Kau ini sebenarnya kenapa ,hyung ?"Tanya Haechan yang khawatir namun juga cemas.
"Aku baik-baik, Chan tidak perlu khawatir."Jawab Mark datar
"Aku tidak percaya! sudah beberapa hari terakhir kau semakin aneh dan dingin pada kami semua."
"Sudah ku bilang aku baik-baik saja Chan."Tegas Mark dengan nada yang sama.
"Mulut mu mengatakan kalau kau baik-baik saja,tapi mata mu mengatakan sebaliknya, hyung". Timpal Jeno yang sedang duduk di samping Haechan.
"Aku tidak tau harus bagaimana lagi untuk membuat mu berkata jujur.Jangankan menepati janji pada Beomgyu Hyung, bahkan sebagai saudara mu saja aku merasa tak berguna."Jeno menghela nafas panjang.
"Kau selalu melakukan apapun sendiri,kau selalu memendam semuanya sendiri, jangankan untuk membantu.Bahkan aku tidak tau apa masalah yang kau hadapi saat ini.."Jeno tersenyum miris.
"Jen.."Entah kenapa Haechan merasa bersalah melihat tatapan Jeno.Sedangkan Mark hanya diam tanpa ekspresi.
"Ani Chan, mian aku harus pergi sekarang.Kau tau bagaimana Nana sekarang."Jeno tersenyum lembut dan bergegas menjauh dari tempat itu.
Haechan menghela nafas, sekarang tinggal dirinya dan Mark yang saat ini masih berada di kantin universitas.
"Sampai kapan kau akan terus diam seperti ini, Hyung?. Sebenarnya kalau aku tidak menghargai privasi mu, aku sudah memberi tahu Jeno yang sebenarnya,kau tau siapa aku bukan?."Haechan yang dari tadi menatap lurus ke depan,kini menoleh pada sang kakak.
"Bukankah seharusnya kau bahagia hyung, karena orang yang kau cintai kembali?.Tapi kenapa malah sebaliknya??"Kini Haechan menatap intens mata Mark.
"D.. darimana kau tau??!"
"Kau benar-benar lupa siapa adikmu ini hyung? sampai kau bertanya seperti itu padaku?"Haechan menatap tak percaya.
"Aku tau semuanya hyung, aku juga tau, kalau hari itu kau terlambat datang karena menolongnya bukan?."kini gantian Mark yang menatap Haechan.
"Kau tahu hyung, disini kaulah yang sangat egois.Dulu dia selalu ada untukmu, selalu di dekatmu.Dia selalu berusaha keras untuk membuat mu tersenyum, walaupun sebenarnya hidupnya sendiri sudah hancur.Kau tau bagaimana rasanya hidup sebatang kara sepertinya?".
"Dibalik senyum dan sikap konyolnya dulu, ada jutaan rasa sakit yang dia simpan agar kau yang berstatus sebagai sahabat selalu tersenyum.Dia berfikir, jika memang dia tidak ditakdirkan untuk memiliki mate, itu tidak masalah.Asalkan ia selalu bisa membuat orang yang ada di sekitarnya tersenyum bahagia.Dan ya, dia benar-benar melakukannya."Haechan menjeda ucapannya.
"Dia benar-benar bisa membuat siapa saja yang ada di dekatnya merasa bahagia, tidak terkecuali dengan aku.Dan hari itu, melalui tatapan matanya aku tau jika dia sendiri bimbang, dia senang karena akhirnya dia bisa menemui mate yang selama ini dia rindukan,tapi juga tidak rela.Dia tidak rela kalau harus meninggalkan mu."
__ADS_1
"Tapi kenyataannya dia pergi bukan??!."Mark terkekeh miris.
"Hmm, karena itu pula, harusnya kau berterimakasih padanya hyung."
"Apa maksudmu?"Tanya Mark yang semakin bingung.
"Jika hari itu dia selamat, maka selamanya keinginan kalian berdua tidak akan pernah terwujud.Karna takdirnya di kehidupan yang sebelumnya bukanlah menjadi mate mu."Haechan tersenyum manis pada Mark.
"Dan kali ini, dia kembali.Diakembali dengan rupa dan nama yang sama,tapi belum tentu dengan watak yang sama."Haechan menepuk pelan pundak Mark.
Mark terdiam mendengar ucapan Haechan.Sekilas ia mengingat tatapan Beomgyu tempo hari.
"Dia adalah manusia spesial Hyung, dulu dia bisa menepati janjinya pada matenya untuk selalu bahagia.Dan sekarang dia kembali untuk menepati janjinya padamu.Tapi kali ini kaulah yang harus berjuang."
"T..tapi Chan dia bahkan tidak mengingat ku sama sekali.."Mark menundukkan kepalanya.
"Inilah titik awal perjuangan mu hyung.Berjuanglah agar dia bisa mengingatmu."
Mark menatap nanar Haechan
"Hai,ayo kita kesana!".
"Atap! katanya ada yang berkelahi disana."
"Hah! serius?"
"Kelihatannya bagaimana?Aku serius bodoh!!"
"Eh, yasudah ayo kesana!aku penasaran!!"
Baru saja Mark ingin bertanya, tiba-tiba perhatian mereka berdua teralihkan karena gosip mahasiswa dan mahasiswi yang kebetulan lewat.
"Hyung, aku minta maaf seperti aku juga penasaran.Jadi, bye!"Setelah mengatakan itu, Haechan bergegas menuju atap mengikuti para mahasiswi yang lain.
...........
__ADS_1
"Yakk lepaskan dia bodoh!.Kau tuli atau bagaimana?"Ketus Chenle melihat seseorang yang tengah di bully di depannya.
"Jangan sok pahlawan Chenle yaa ... omega lemah sepertimu jangan bermimpi untuk melawan kami!."
"Hei! dasar alpha gila!.Kau pikir aku takut padamu??!"Chenle meneriakki tiga alpha yang menatap remeh padanya.
"Kurang ajar!!"Umpat salah satu dari mereka.
Apa kau kadal Amazon beraninya hanya mengumpat dan main keroyokan,kalau berani sini maju!!"Tantang Chenle langsung pasang kuda-kuda.
"Le, sudah le.."Renjun yang sedari tadi dia kini buka suara untuk menenangkan Chenle.
Awalnya Renjun dan Chenle pergi ke atap hanya untuk sekedar menenangkan diri saat waktu istirahat.Tapi baru saja beberapa menit mereka di sana, tiba-tiba datang tiga laki-laki yang membawa paksa seseorang yang terlihat misterius.Pasalnya ia selalu menutupi wajahnya dengan topi dan masker.
Awalnya mereka berdua tidak merasa aneh dan hanya diam tanpa reaksi.Tapi Renjun dan Chenle terkejut saat tau bahwa ketiga orang itu sedang melakukan bullying.Dari memaki hingga memukuli pria misterius tersebut.Dan terjadilah Chenle yang emosi dan tidak terima.
"Haiss, diamlah Hyung, sampah seperti mereka tidak bisa di biarkan Hyung!!"
"Le, ..akh!!"Belum sempat Renjun selesai dengan ucapannya, tiba-tiba ada yang menyerang Renjun.
"Hyung!!"Teriak Chenle yang terkejut melihat Renjun yang tersungkur.
"Hei,anjing!beraninya kau melukai Hyung ku! rasakan ini!!"Chenle yang emosi, berteriak dan langsung menyerang mereka membabi-buta
"Ugh, sialan!.Dari tadi aku diam, tapi ku rasa sudah cukup!!."Renjun berdiri sambil memegang lengan atasnya yang terluka.
Renjun akhirnya ikut menyerang mereka bertiga, di sisi lain pria misterius itu hanya terduduk dan sedikit meringkuk memegangi perutnya, seperti ia terluka parah.
Cukup lama perkelahian itu terjadi, Chenle dan Renjun mulai sedikit kepayahan,biar bagaimanapun ketiganya adalah alpha, tentunya tidak akan sebanding dengan kekuatan mereka.
"Renjun Hyung!!Tidak!aku tidak akan membiarkan mereka melukai Renjun Hyung!!". Tiba-tiba ide gila melintas di benak Chenle.
"Yak Lee Haechan datanglah !!"Tiba-tiba Chenle berteriak sekuat tenaga saat melihat Renjun yang lengah dan hendak diserang.
Entah bagaimana, teriakan Chenle itu begitu keras dan melengking jauh dari biasanya.Membuat semua benda yang ada di sana bergetar seperti gempa.
__ADS_1
Akh!!
Semua orang yang menonton perkelahian di sana memekik menahan sakit dan menutup telinga mereka dengan kedua tangan.Tak terkecuali Renjun dan tiga orang yang menyerang mereka.