![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
Hari berikutnya di depan universitas, Haechan sedang menunggu seseorang di pintu masuk.
"Haiss, kemana sih anak itu? ini hampir terlambat kenapa belum muncul juga?!"Oceh Haechan yang mulai kesal.
"Hilangkan kebiasaan mengoceh mu itu, nanti bisa cepat berkerut wajah mu."Seseorang tiba-tiba saja berbicara dan mengejutkan Haechan.
"Astaga!!.Yak Jeno-shii, tidak bisakah kau jangan mengagetkanku??!"Ucapnya terdengar semakin kesal.
"Maaf, habisnya dari tadi ku perhatikan kau terus bergumam dan mengoceh sendiri.Apa kau mau di kira gila oleh orang lain??."
"Tentu saja tidak!.Aku hanya kesal kenapa si ikan lele belum sampai juga?. Bahkan sebentar lagi kelas akan di mulai." Ucap Haechan yang terlihat cemas.
"Tenang, aku yakin dia akan segera sampai.Nih, minum dulu!aku tau kau pasti haus kan??"Menyodorkan satu minuman kemasan pada Haechan.
"Kau tahu saja, aku memang sangat haus.Apalagi setelah mengoceh panjang lebar tadi! rasanya tenggorokan ku sangat kering."Haechan tersenyum lebar menyambut pemberian Jeno.
"Echanaa!!"Teriakan seorang yang sangat ia hafal memekakkan telinga Haechan dan membuatnya mengalikan pandangan ke arah suara itu.
"Jangan berteriak!, da...."Tiba-tiba saja orang tersebut berlari ke arahnya dan langsung mengambil dan meminum minuman di tangannya, sebelum ia ia meminumnya.
"Hey , minuman ku!!.Yakk Zhong Chenle!! bisa-bisanya kau menghabiskan semuanya? aku bahkan belum meminumnya satu tetes pun!."Kesal Haechan.
"Hehe maaf, haus soalnya."Chenle tersenyum tanpa dosa.
"Ck, darimana saja kau?kenapa sampai selambat ini??.Dan Kenapa penampilan mu acak-acakan begini?"Tanya Haechan melihat sahabatnya yang acak-acakan dan nafas yang memburu seperti maling yang di kejar-kejar warga.
"Panjang ceritanya, sekarang berheti bertanya, biarkan aku bernafas dulu.Huh huh huh!!"
"Ti..."
"Sudah, ayo kita masuk dulu! sebentar lagi bell."Ucap jeno yang dari tadi hanya menyimak.Dan memotong ucapa Haechan.
"Eh iya, ayo!"Haechan yang tersadar langsung menarik tangan Chenle dan Jeno sambil berlari menuju kelasnya.
"Eh eh, pelan-pelan Chan!"
"Aduh Haechaniee! jangan menarik tangan ku, sakit bodoh!!"Ucap Chenle dan jeno bersamaan dan terpaksa harus berlari mengimbangi Haechan.
Di tengah jalan...
__ADS_1
"Haechan as awas!!"Haechan langsung berhenti mendengar peringatan dari Jeno.
"Hump!!?." Mata Haechan membulat sempurna melihat seorang di depannya dengan posisi yang sangat dekat.
Begitu juga dengan orang tersebut yang tak lain adalah Renjun.Nafas nya seakan berhenti sesaat karena posisi yang sangat dekat, bahkan hanya beberapa senti lagi bibir mereka nyaris bersentuhan.
Aroma Orchid menjamah indra penciuman Haechan, membuatnya merasakan perasaan aneh dalam dirinya.Sedangkan jeno dan Chenle membeku melihat situasi di depannya.
"Hyung!!" Seruan seseorang menyadarkan mereka.
"Ah, maaf sunbane!"Haechan langsung mundur dan menunduk karena gugup.
"Hmm,"Renjun menatap datar tiga orang di hadapannya seperti tak terjadi apa-apa.
"Yak Hyung, kenapa kau meninggalkanku?!"Protes Ji-Sung yang baru sampai di sana.
"Berhenti protes, dan lanjutkan langkah mu!."Ucap Renjun dengan nada dingin dan tatapan datarnya, Kemudian berlalu begitu saja.
"Yak, hyung tunggu!!"Ucap Jisung tersenyum kecil melihat Haechan dkk, Kemudian kembali mengejar sang kakak. Dan untuk sepersekian detik terjadi kontak mata antara ia dan Chenle.Dan membuatnya sedikit salah tingkah.
Setelah kejadian itu, mereka berhasil masuk ke kelas masing-masing sebelum terlambat, dan itu termasuk keberuntungan mereka pagi ini.
"Aneh sekali, Kenapa aku sangat tertarik dengan aroma parfum yang di pakai Renjun sunbane tadi?. Aromanya membuatku sedikit aneh dan dada ku terasa sesak."Haechan bergumam dalam hati, menyadari keanehan pada dirinya.
Berbeda dengan Chenle yang sedari tadi tersenyum memandangi laptop kesayangannya.Entah apa yang ia lihat disana."Cah! akhirnya selesai juga!.Kau memang yang terbaik Zhong Chenle!."Ucapnya membanggakan diri.
Disisi lain, terlihat seorang Park Ji-Sung yang sedang tersenyum sendiri mengingat pertemuannya dengan Singkatnya dengan Chenle pagi ini.Iajuga merasa sedikit aneh pada Sang kaka yang tiba-tiba merasa tidak enak badan dan memilih untuk pulang lebih awal.
"Apa yang terjadi padaku?. Perasaan Apa ini? sangat tidak nyaman.Dan mata itu, Mata yang jernih.Tapi kenapa aku melihat ratapan penuh rasa sakit disana?"
Yah, dia adalah Renjun yang tengah melamun di kamarnya, mengingat sorot mata Seorang Lee Haechan yang nyaris bertabrakan dengannya tadi pagi.
Tok!tok!tok!
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan seorang Huang Renjun. "Siapa??"Ucapnya memastikan.
"Ini Appa sayang, apakah appa boleh masuk??"Ucap Jimin lembut.
"Masuklah Appa, pintunya tidak di kunci!"Ucap Renjun sedikit berteriak.
__ADS_1
Pintu terbuka, menampakkan wajah yang tengah tersenyum manis menatap sang putra.Yang sedang duduk di pinggir ranjang dan terlihat lesu.
"Ada apa,kau baik-baik kan?"Tanya Jimin menatap cemas sang putra.Smbari duduk di sampingnya.
"Ani-aa"Renjun tersenyum tipis melihat Appanya.
Jimin menghela nafas, mendengar jawaban sang putra yang seakan menutupi sesuatu. "Baiklah, kalo ada apa-apa jangan sungkan bilang pada appa atau Daddy,nee!."Ucap Jimin sangat berhati-hati.
"Baik appa"
HM, apa kau yakin kalau kau baik-baik saja, tadi Adikmu bilang kau tidak enak badan?".Sekali lagi jimin memastikan.
Iya, appa.. tenanglah aku baik-baik saja, aku hanya sedikit tidak enak badan.Mungkin karena Heat ku akan datang beberapa hari lagi."Ucap Renjun menyimpulkan.
"Eoh, benarkah?.Pantas saja Appa mencium aroma Orchid yang sangat kuat sebelum masuk kesini"
"Hmm, sepertinya sudah dekat ya... Renjun baru sadar kalau Renjun lupa meminum supressant pagi ini!."Ucapnya mencoba mengingat.
" Ya ampun nak!.Lain kali jangan di ulangi lagi ya... kau tau kan itu sangat berbahaya untuk mu?!. Feromon seorang Rare Omega itu jauh lebih kuat dari Omega biasa.Meskipun beraroma lembut tapi itu sangat memabukkan bagi seorang Alpha walau menciumnya dari jarak jauh sekalipun."Jelas Jimin menasehati anak sulungnya itu.
"Mengerti Appa,aku akan berusaha lebih hati-hati mulai sekarang."
"Syukurlah, aku harap kau selalu baik- baik saja"Jimin menghela nafas lega mendengar jawaban sang anak.
"HM, Appa, apa aku boleh bertanya kepada mu??"
"Silahkan sayang, Appa akan dengan senang hati menjawab pertanyaan mu sebisaku."Jimin tersenyum menatap wajah anaknya.
"Hmm, Appa... apa kau dulu seperti ku??"
"Maksudnya??"Jimin balik bertanya karena bingung dengan pertanyaan yang di ajukan Renjun.
"Aku tau kau juga seorang Rare Omega, tapi apa kau juga menjalani hidup yang aneh seperti ku??"Jimin menatap lekat sang putra, mencoba memahami maksud perkataan dari anaknya.
"Hutf, aku hidup sebagai seorang Omega langka yang menjadi incaran para Alpha dari Pack lain karena darah dan kekuatan yang ada dalam diriku.Apa kau juga harus seperti ini??"Ucap Renjun sendu.
Jimin menghela nafas panjang, hatinya berkata bahwa sudah waktunya untuk menceritakan tentang kisah nyata yang ia tutupi selama puluhan tahun .Tapi ada sedikit keraguan dalam hatinya.
Apakah Jimin akan menceritakan semuanya pada Renjun?, kita lihat di episode selanjutnya,oke!.
__ADS_1