MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
Episode 52


__ADS_3

"Haechan sialan!! bisa-bisa aku percaya wajah polosnya!!"Renjun berjalan menuju ruang keluarga sambil sesekali mengumpat kesal.


"Shh.. seperti aku harus memakai kalung itu lagi.Kalau begini terus bisa-bisa lumpuh aku!."Oceh Renjun yang terlihat ke sulutan berjalan dan sesekali meringis.


"Hyung!!"Terdengar suara Haechan yang sedang memanggil, tapi ia memilih acuh dan menyalakan televisi di depannya.


"Eoh, disini ternyata! kok tadi Haechan panggil tidak ada jawaban?"Haechan datang dan bertanya pada Renjun dengan ekspresi imut.Dan mendapat tatapan jengah dari Renjun.


"Sekarang bertingkah seperti bayi lagi, padahal tadi sangat mengerikan..."Renjun menatap sekilas Haechan sambil bergidik ngeri, mengingat bagaimana ganasnya Haechan jika sedang di ranjang.Kalian pasti tau kan apa maksudnya??wkwkwk...(definisi semangat 69).


"Hyung,"


"Apa??!"Ketus Renjun tanpa menoleh


"Hyung marah??


"Menurut mu!"


"Mianhe Hyung...Echan tidak sengaja,"


"Tidak sengaja mbah mu!!. Sudah diam jangan berisik!"Sebenarnya Renjun tidak marah,hanya saja dia kesal karena selalu saja tidak bisa menolak keinginan Haechan.Apalagi jika sudah bertingkah imut seperti itu.


"Maaf hyung, hyung jawab dong jangan diam saja. jangan marah hyung, Echanie janji untuk menahan diri lain kali.Hyung..."Haechan terus merengek sambil menggenggam tangan Renjun dan menggoyahkannya pelan.persis seperti anak kecil yang minta di belikan permen oleh ibunya.


"Diam Chan! kau seperti anak kecil saja!."


"Tidak! aku tidak akan berhenti minta maaf kalau hyung belum memaafkan aku."Renjun menghela nafas panjang.


"Hyung, maaf.."


"Ck, iya-iya aku maafkan! sekarang diam kau mengganggu ku menonton!."Ucap Renjun penuh penekanan sambil menatap Haechan.


"Yey!!geumawo Hyung!!" Haechan bersorak kegirangan sambil memeluk Renjun, dan sang empu hanya diam pasrah.


"Hmm"Sahut Renjun tetap fokus pada televisi.


Di sisi lain....


Saat ini Mark tengah memperhatikan seseorang dari kejauhan.Entah kenapa sejak di kelas tadi sampai sekarang ia masih saja penasaran dengan pria misterius itu.


Pria itu pulang kuliah dengan naik bus. Mata Mark meneliti kemana tujuan bus tersebut, dan mengikutinya. Otaknya bilang untuk berhenti mengikuti, tapi hatinya berkata lain.Hingga tanpa sadar ia melajukan mobilnya mengikuti bus tersebut.

__ADS_1


Tak lama pria itu turun di depan rumah yang sederhana namun sangat sejuk dan indah di pandang mata.Dari kejauhan Mark melihat pria itu memeluk seorang perempuan paruh baya, yang Mark yakin itu adalah ibunya.


Pria itu membuka topinya, tampaklah rambut hitam yang terlihat agak sedikit panjang untuk seorang laki-laki,namun indah dan nampak sangat cocok untuknya.


Mata Mark tak berkedip, dan setia menatap pria itu meskipun hanya tampak dari samping saya.Entah kenapa Mark begitu penasaran dan menunggu sampai pria itu membuka maskernya.


Pria itu tampak memegang satu tali masker yang ada di telinganya dan bersiap membukanya.Mark masih setia menatap pria misterius itu, tiba-tiba...


Tiba-tiba handphone Mark berbunyi, membuat perhatian Mark teralihkan.Mark melihat siapa yang Menghubunginya dan segera mengangkatnya.


"Yeoboseo?,dad.."Mark mengangkat telepon dari Taehyung.


"Mark, kau dimana?"


"Aku keluar sebentar,ada apa?"


"Hmm, begini.. Appa meminta kau dan adik-adik berkunjung ke mansion utama."


"Huh??!"


"Jangan cemas dulu Mark, kami semua baik-baik saja, hanya saja appa mu bilang dia sangat merindukan kalian, pulanglah appamu pasti akan sangat senang,"


"Hmm, kami kesana"


"Hmm, bye!!"


Tut...tut..tut tanda panggilan berakhir.Mark melihat kembali ke arah pria misterius itu, sayangnya dia sudah tidak ada, mungkin sudah masuk ke dalam rumah.


"Haiss.."Desisnya yang tiba-tiba merasa kesal.Tak mau ambil pusing, Mark memilih pergi dari tempat itu.


.............


"Bersiaplah, sore ini kita ke mansion utama."Ucap mark dingin, sesaat setelah masuk ke dalam rumah dan melihat Renhyuck sedang berada di ruang tengah.


"Huh,ada apa ? tumben?"Tanya Haechan penasaran.


"Hubungi Jeno dan Jaemin,kita kesana bersama."tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Haechan, Mark melanjutkan ucapannya lalu pergi ke kamarnya.


"Tidak nyambung sama sekali! apa dia tidak bisa menjawab pertanyaan ku dulu baru lanjutkan mau ngomong apa!;"Dengus Haechan kesal.


"Sudah jangan ongceh!biasa juga seperti itu.Mandilah dulu biar ku telpon Jaemin dulu!."

__ADS_1


"Tapi..."


"Tidak ada tapi!. Mandi sekarang Haechan!"Ucap Renjun penuh penekanan sambil menatap tajam Haechan.


"Huft, Iya iya aku mandi."ucap Haechan sambil menekuk wajahnya dan melangkah menuju kamar.


Renjun bergeleng kepala karena tingkah alphanya itu.Tanpa menunggu lama,ia segera menghubungi Jaemin dan memberitahunya sama apa yang seperti yang di katakan Mark padanya.


"Shh, ck! kenapa masih nyeri sih?! benar-benar menjengkelkan!!" Renjun berjalan menuju kamar dengan sedikit tertatih .


"Memalukan sekali kalau harus seperti ini di depan appa dan Daddy nanti!. Haechan sialan! "Lagi-lagi Renjun mengumpati sang alpha sambil tetap melanjutkan langkahnya.


"Eh eh..!!"Renjun terkejut karena tiba-tiba ada yang menggendong tubuhnya.


"Ishh, Chan! bilang dulu dong kalau mau apa-apa jangan asal gendong kau mengagetkan ku!"Ketus Renjun menatap Haechan yang kini tengah menggendongnya ala bridal style.


Dengan satu kedipan mata, mereka sudah berada di dalam kamar.Renjun menatap aneh pada sang alpha."Sudah turunkan aku, terimakasih."Ucap Renjun .


Haechan tersenyum tipis sambil tetap menggendong Renjun ke dalam kamar mandi."Sudah, sekarang mandilah..."Haechan berkata dengan lembut,


Cup!


Haechan menc!um sekilas bibir Renjun."Jangan terlalu sering mengumpat, tidak baik."ucapan Haechan tersenyum tipis sambil menatap Renjun.


"Hmm, mianhe.."Jawab Renjun sedikit menunduk.


"Shh, gwaenchana..."Haechan memeluk Renjun dan melanjutkan ucapannya."Sekarang mandilah, atau mau ku mandikan?"Haechan mengerlingkan matanya.


"Tidak!aku bisa sendiri! sudah sana shoo,shoo!"Haechan terkekeh melihat wajah panik Renjun saat ini...


"Hihi..aku bercanda hyung, jangan panik."


"Aiss, sudah sana aku harus mandi!"Renjun sedikit mendorong tubuh Renjun untuk keluar dari kamar mandi.


"Baiklah.."jawab Haechan lalu keluar dari sana.


Sore harinya semua sudah bersiap untuk berangkat menuju mansion utama.Mereka menggunakan 3mobil sama seperti saat berangkat ke kampus tadi pagi.


Mark berkendara sendiri, Tatapannya fokus pada jalan.Tiba-tiba saja sekelebat bayangan Beomgyu yang tengah tersenyum melintas di kepalanya membuat konsentrasi Mark buyar seketika dan hampir menabrak mobil yang di depannya.Untungnya Mark langsung sigap.


Mark menghela nafas lega dan menepikan mobilnya.Saat itu tanpa sengaja Mark melihat seseorang yang tidak asing baginya sedang berlari di trotoar jalan seperti sedang di kejar seseorang.

__ADS_1


"Orang itu..??"Belum juga Mark melanjutkan ucapannya,ia melihat lagi ada dua orang laki-laki yang berlari di belakang pria misterius.


"Itu pria yang tadi siang bukan??kenapa dua orang itu mengejarnya??"Mark yang penasaran,tanpa sadar melajukan mobilnya mengikuti ketiga orang tersebut.


__ADS_2