MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 51


__ADS_3

Hari terus berlalu,tak terasa dua bulan sudah sejak tragedi . Hubungan Haechan dan Renjun semakin membuat iri dengan kemesraan mereka,tapi tentunya dengan cara yang agak aneh.


Jeno kini juga semakin overprotektif pada Jaemin, Jaemin sangat senang karena begitu di prioritaskan oleh Jeno, namun kadang Juga kesal karena Jeno yang overprotektif dan pencemburu.Tapi apapun yang terjadi, Jaemin tetap bersyukur karena ia di kelilingi orang -orang yang sangat mencintainya.


Genap satu bulan ini, Renhyuck dan NoMin memilih tinggal bersama di mansion mereka sendiri.Tentunya bersama Mark.Melihat kondisi Mark yang masih terus mengurung diri dan juga berubah menjadi dingin pada sekitarnya, membuat semua orang cemas pada kondisinya.Terutama Haechan dan Jeno yang di minta Beomgyu untuk menjaga kesayangannya itu.


Sedangkan untuk chenJi, mereka berdua masih belum menemukan mate mereka.Chele sekarang tinggal dengan Baekhyun dan J-Hope, karena paksaan dari Baekhyun yang tak bisa jauh dari anaknya.


Hampir sama dengan Chenle, Ji-Sung Juga tetap bersama dengan kedua orang tuanya . Bukan karena paksaan, tapi karena memang ia berpikir ini adalah tanggung jawabnya.Setelah tragedi itu, YoonMin resmi mengumumkan bahwa Renjun dan Ji-Sung adalah anak kandung mereka pada dunia.


Sambil melanjutkan kuliah, Ji-Sung Juga membantu Daddy-nya di perusahaan.Jeno pun melakukan hal yang sama seperti Ji-Sung.Sedangkan Mark dan Haechan membangun perusahaan mereka sendiri.Mereka bekerja sama mendirikan perusahaan itu bersama.


Awalnya Haechan mengusulkan itu pada Mark agar dia sedikit mengalihkan pikirannya tentang Beomgyu.Tapi sekarang ini Haechan di buat pusing oleh Mark yang menjadi gila kerja dan acuh pada sekelilingnya.


Mansion Renhyuck dan NoMin...



"Haechan! jangan menggangguku,aku sedang membuat sarapan!apa kau tidak melihatnya?!"Kesal Renjun karena Haechan yang terus mengganggunya.


"Ish Hyung,aku hanya ingin memeluk mu.. lagi pula disini sudah ada banyak maid, kenapa kau harus repot-repot memasak sendiri??"Rengekan manja keluar dari mulut Haechan yang setia menyusupkan wajahnya di ceruk leher Renjun, yang masih menahan geli sekuat tenaga karena perlakuan Haechan.


"Aku tidak merasa repot kalau hanya memasak,tapi kau yang merepotkan ku dari tadi dengan kelakuan mu ini!!"Ketus Renjun kesal.


"Aaaa Hyung...."


"Berhenti merengek! mandilah cepat,kita harus ke kampus setelah ini!"Ketus Renjun masih melanjutkan aktivitasnya dengan Haechan yang masih memeluknya.


"Aaaa..."


"Satu rengekan lagi, ku potong adikmu saat ini juga!!"Renjun mematikan kompor dengan cepat dan berbalik menatap tajam pada Haechan setelah melepas pelukannya.Jangan lupakan pisau yang saat ini berada di tangannya.


"Ah,hehe Peace!"Haechan mengangkat tangannya membentuk huruf V


Renjun masih setia dengan tatapan tajamnya "Oke oke aku mandi dulu ya, bye!!"Haechan menghilang dari sana setelah mendaratkan ciuman di kening Renjun, sang empu hanya menghela nafas dan bergeleng kepala karena tingkahnya.


Renjun kembali menyalahkan kompor dan menyelesaikan masakannya....


"Pagi Hyung,"Sapaan seseorang mengalihkan perhatian Renjun.


"Eoh,pagi juga Na.."Balas Renjun tersenyum tipis.


"Emm mianhe Hyung, tidak bisa membantu "Ucap Jaemin merasa bersalah.

__ADS_1


"Gwaenchana aku tau ,lagi pula kau sedang mengandung Na, kau tidak boleh terlalu lelah."


"Hmm, ada yang bisa ku bantu Hyung??"


"Ani, ini sudah selesai "Jawab Renjun


"kalau begitu biar Nana bantu bawa ke meja!"


"Nee, tapi hati-hati."


"Nee Hyung, jangan terlalu cemas lagi pula jarak dengan meja makan hanya beberapa langkah saja hyung "Jaemin menghela nafas jengah.


"Iya tetap saja, berhati-hati itu penting"


"Huft, baiklah baik... aku akan sangat hati-hati."Sahut Jaemin dengan senyum tertekan.


"Bagus!"Ucap Renjun sambil membawa makanan ke meja, dan di susul Jaemin yang membawa minuman di belakangnya.


Selesai dengan sarapan mereka, semuanya pergi ke kampus dengan pasangan masing-masing,kecuali Mark yang memilih naik mobil sendiri.


Sky Dreams University


"Chan lepas! ishh.., "Kesal Renjun karena dari tadi Haechan berjalan sambil terus bergelayut manja di tangan Renjun.


"Malu Chan ihh!."Sungut Renjun berusaha melepaskan tangan Haechan.


"Tau nih, kalau mau mesra-mesraan lihat tempat dong!"Timpal Jeno yang berjalan di belakang mereka.


"Iri bilang bawahan!"Haechan menoleh ke belakang dan menatap sinis Jeno.


"Maaf ya, saya punya sendiri btw"Sahut Jeno yang berjalan beriringan dengan Jaemin dengan tatapan mengejek.


"Ekhm! tidak usah berdebat.Jaemin, Haechan, masuk ke kelas kalian!"Ucap Mark dingin, setelah sampai di depan kelas Haechan.


"Nee Hyung, "Ucap Jaemin kemudian langsung masuk ke dalam kelasnya.


"Aww! Sakit Hyung, kenapa kau mencubit ku??"Ringis Haechan mengusap lengannya yang di cubit oleh Renjun.Namun masih enggan melepaskan pelukannya dari lengan Renjun.


"Berhenti berekspresi seperti itu, itu menggelikan!"Ucap Renjun menutup wajah Haechan dengan tisu yang ada di tangannya dan sedikit mendorongnya.


"Ish, Hyung.."Renjun menatap jengah pada Haechan yang beberapa hari terakhir memang sangat manja padanya, bukannya marah atau tak suka, tapi dia sedikit kesal jika sudah seperti ini.


"Masuk sekarang!."Renjun menekan suaranya dan menatap tajam Haechan yang tidak bergeming.

__ADS_1


"Astaga...ada apa dengan bocah ini?! rasanya aku seperti mengurusi bayi besar."Gumam Renjun dalam hati.


"Hyung, kau duluan saja, lagi pula Jeno juga sudah pergi ke kelasnya.Biar ku urus bayi besar ini dulu."Ucap Renjun menoleh pada Mark


"Hmm,"Mark mengangguk lalu melanjutkan langkahnya.


"Ck, ikut aku!"Renjun berdecak kesal lalu menarik tangan Haechan entah kemana.


Di kelas Mark,...


Mark menatap datar kearah kursi yang biasa di duduki oleh Renjun yang kini masih kosong.Mark hanya diam dan menghela nafas, sepertinya benar dugaannya kalau Renjun tidak akan masuk kelas hari ini.


"Hei,apa kau tidak merasa aneh pada pria yang duduk di pojokan itu?"


"Iya, dia masuk ke kelas ini, tapi kita sama sekali tidak tau bagaimana wajahnya, "


"Jangankan untuk melihat wajahnya, apa kau pernah mendengar suaranya? kalau aku sih belum pernah."


"Aku pernah sekali mencoba bertanya padanya tapi dia hanya menuliskan jawaban di kertas yang dia berikan pada ku,lalu pergi begitu saja."


"Apa mungkin dia bisu??"


"Hust!jangan bicara seperti itu!"


"Eh, aku tidak berniat menghina, aku hanya bertanya karena aku penasaran tapi tak pernah mendapat jawaban."


"Entahlah aku tidak tau, tapi jujur aku juga penasaran kenapa pria itu sangat misterius."


"Kau benar, siapa yang tidak penasaran coba? setiap kali berangkat ke kampus selalu memakai masker dan topi seperti itu,apa tidak pengap??"


"Entahlah, ah sudahlah.. biarkan toh juga bukan urusan kita ini!".


"Hmm,iya.."


"Terserahlah..."


"Selama dia tidak membuat masalah, tak apa kan??"


"Hmm" Itulah bisik ocehan para mahasiswi yang duduk di belakang Mark.


Mark yang sedari tadi hanya diam, entah kenapa ia tertarik untuk mendengarkan ocehan tak penting semacam itu.


Setelah mendengar itu, entah kenapa Mark jadi ikut penasaran, dan diam-diam ia alihkan pandangan ke arah yang dimaksud oleh para mahasiswi tadi.

__ADS_1


"Siapa dia?"Gumam Mark dalam hati sambil menatap orang tersebut.


__ADS_2