![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
Keesokan harinya, di mansion keluarga Kim.Semua sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama.Seokjin duduk di samping Namjoon, Haechan, Mark dan jeno duduk berseberangan dengan mereka berdua.Sedangkan Taehyung berada di tengah.
"Bagaimana keadaan mu sayang??".Tanya Seok jin menatap Haechan.
"Sudah mendingan bi... terimaksih sudah merawat ku."Haechan tersenyum kemudian merilik kearah jeno .Jeno hanya tersenyum tipis mengingat alasan yang ia katakan kemarin.
"Syukurlah kalau kau sudah sehat, lain kali jangan terlalu kecapaian.Suadah sekarang kita sarapan"Ucap Taehyung tersenyum manis pada putra bungsunya.
"Nee, selamat makan..!"Ucap mereka hampir bersamaan,dan memulai sarapan dengan tenang.
Di panti asuhan
Terlihat Jaemin dan Chenle yang tengah bersiap untuk berangkat ke padahal awalnya Jaemin bersikeras untuk tidak berangkat, tapi Jungkook tidak mengizinkannya.Jaemin berkata bahwa ia ingin menjaga Jungkook namun ditolak oleh sang empu,dan meminta Jaemin dan Chenle untuk berangkat.
Lagi pula disana sudah ada Jimin dan beberapa pengawal suruhan Yoongi yang menjaga Jungkook.Akhirnya Jaemin mengalah dan berangkat ke universitas bersama Renjun dan Ji-Sung.
Sky Dream university
Renjun, Jaemin, Chenle dan juga Ji-Sung sudah sampai di kampus mereka.Kini keempatnya berjalan di koridor untuk menuju ke kelas masing-masing.Di tengah jalan mereka bertemu dengan Haechan, Mark dan jeno yang juga akan masuk ke kelas mereka.
"Hai, chan!"Chenle tersenyum menatap Haechan.
"Hai Le..."Haechan tersenyum tipis kearah Chenle.
"Oh ya, kemarin kalian kemana?apa kalian langsung pulang setelah mengantar ku??"Tanya Chenle.
"Ap.."Haechan Terlihat gelagapan.
"Ah, miane Le, kemarin Haechan mendadak sakit perut jadi kami langsung pulang setelah mengantar mu."Ucap Jeno menyela
"Oh, tapi kau tidak apa-apa kan??"tanya Chenle cemas.
"Ah, gwaenchana..aku baik-baik saja, kemarin hanya sakit perut biasa kok."Ucap Haechan mencoba terlihat normal.
"Sialan kau jeno pabbo!!.Dia mengatakan alasan yang berbeda lagi.Pastilah sekarang Mark curiga padaku."Umpat Haechan dalam hati sambil melirik sekilas ke arah Mark yang sedang menatapnya penuh tanda tanya.
"Syukurlah.. Chenle menghela nafas lega.
__ADS_1
"Iya.. ya sudah ayo kita ke kelas saja.Mark hyung, Ji-Sung, Jen..aku ke kelas dulu... Permisi Sunbae."Haechan menatap mereka satu persatu dan terakhir ia menatap Renjun dengan sedikit menunduk.
"Nee.."
"Iya Chan.."
"Nee hyung."
"Hmm". Mark, Jeno, Ji-Sung menjawab secara bersamaan dan di akhiri dengan deheman dari Renjun.
"Yok, le... Jaemin,ayo!!."Ucap Haechan lagi sambil menggandeng tangan Chenle dan menatap Jaemin untuk mengajaknya berjalan bersama karena kebetulan mereka satu kelas.
Jaemin hanya mengangguk dan berjalan di belakang Chenle dan Haechan."Jeno hyung, ayo kita juga harus ke kelas"Ajak Ji-Sung yang memang satu jurusan dengan Jeno.
"Hmm, kajja.. hyung kami duluan."Jeno tersenyum tipis ke arah Mark .Mark mengangguk.Lalu ia pun berjalan beriringan dengan Ji-Sung.
"Renjun?"Pangil Mark yang langsung menyadarkan Renjun dari lamunannya.
"Eh, iya hyung... maaf aku melamun tadi."ucap Renjun.
"Huft, tak apa..ayo kita juga harus ke kelas."Ucap Mark menghela nafas pelan.
"Ada apa dengannya, kenapa dia memanggilku dengan sebutan itu lagi??"Renjun bekata dalam hati, mengingat Haechan yang kembali memanggilnya dengan sebutan sunbae.
" Apa karena kata-kata ku waktu itu??"Renjun masih bergumam dalam hati sambil mengingat kata-katanya pada Haechan saat di perpustakaan waktu itu.
"Haiss, Entahlah!. Fokuslah Renjuniee, tidak perlu memikirkan hal tidak penting seperti itu!."Lirih Renjun menyudahi lamunannya.
Skip waktu istirahat
Di kelas Haechan dan Chenle, " Hey, kenapa kau melamun??"Chenle mencolek lengan Haechan yang terus melamum sepanjang kelas berlangsung.
"Ah, ani..."Cengir Haechan yang tersadar dari lamunannya.
"Haiss, sudah saatnya istirahat, ayo ke kantin."Ajak Chenle.
"Oh oke,ayo!!"Ucap Haechan dengan semangat dan berjalan keluar kelasnya.
__ADS_1
"Lah...malah di tinggal?!"Chenle menatap cengo melihat Haechan yang sudah berjalan lebih dulu.
"Hey yak Lee Haechan, tunggu!!"Chenle berteriak mengejar Haechan yang sudah menjauh.Haechan tak bergeming dan tetap melanjutkan langkahnya
disisi lain, Jeno dan Ji-Sung juga baru saja keluar dari ruangan mereka, begitu pula dengan Renjun dan Mark. Di pertengahan jalan, Ji-Sung dan jeno berpapasan dengan Haechan dan Chenle.
Mata tajamnya mengedarkan pandangan, tapi tidak menemukan keberadaan Jaemin.Hai Le, Chan, mau ke kantin juga??" tanya jeno.
"Ya.._
"Nee hyung..Jawab Haechan dan Chenle bersamaan.
"Ah, kebetulan... jie, kau ke kantin bersama mereka ya.Aku ingin ke kamar mandi sebentar."Ucap Jeno beralasan, padahal maksudnya adalah untuk mencari dan menemui Jaemin.
"Baiklah, kajja Echan hyung, Le!.Jie sudah lapar."Ucap Ji-Sung dengan ekspresi imut.Sedangkan Jeno sudah menghilang dari tempat itu.
"Ahhh.. jinja!!kajja kita Pergi!!"Ucap Haechan mencubit pipi Ji-Sung dan berjalan sambil merangkul pundak Chenle dan Ji-Sung.
Sampai di kantin, ternyata Mark dan Renjun sudah ada di sana.Jisung yang melihat keberadaan Sang kaka langsung menyeret Chenle dan Haechan untuk duduk bersama mereka.
Kelima orang itu sudah duduk dan menghadap pesanan masing-masing.Mark makan dengan santai seperti biasa.Chenle dan Ji-Sung duduk bersebelahan, dan menyantap makanan dengan lahap karena memang mereka sangat lapar
Renjun masih melamun sambil mengaduk-aduk makanannya dan sesekali melirik ke arah Haechan yang sedang makan dengan tenang.Kemudian ia melirik sekilas dua kursi kosong yang membuat jarak antara mereka.
Ia merasa aneh dengan perusahaan sikap Haechan sejak tadi pagi.Entah kenapa ia merasa Haechan sedang menjauhinya.Padahal biasanya Haechan selalu nenjadi yang pertama untuk duduk di sebelahnya.
Ada apa Njun??Kenapa tidak di makan?"Tanya Mark yang melihat Renjun masih mengaduk-aduk makanannya.
"A...ani aku makan kok ini, aku hanya penasaran dimana Jaemin dan Jeno tidak kemari??."Ucapnya berbohong.
"Jaemin hyung ada di kelas, dia bilang kalau dia sedikit pusing.Kalo Jeno hyung, dia bilang dia ingin ke toilet sebentar."Jelas Chenle.
"Hmm... Le, setelah ini belikan Jaemin makanan . Kalau dia tidak mau memakannya , paksa dia! ingat ini bukan untuk dirinya sendiri!."Ucap Renjun tatapan serius dan wajah dinginnya membuat Chenle agak takut.
"Ba...baik hyung."Ucap Chenle gugup.
"Hyung, bisakah kau tidak terlalu dingin dengan kita?. Sikap mu membuat Chenle takut."Sungut Ji-Sung tak terima.
__ADS_1
Mendengar ucapan Ji-Sung, Renjun memberikan tatapan tajam pada adiknya."Lanjutkan makan mu jangan banyak bicara!."Tegas Renjun dengan nada dingin.
"Ne...nee hyung"Ucap Ji-Sung yang juga takut dengan Tatapan kakaknya dan melanjutkan makan.