MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 63


__ADS_3

"Hah?Aku?!"Chenle membulatkan matanya mendengar ucapan Haechan, karna jujur saja dia tidak bisa mengingat apapun.


"Waaah jinjja! sungguh tidak bisa di percaya!."Haechan kehabisan kata-kata.


"Kau sedang tidak berakting 'kan sekarang??"Tanya Renjun menatap Chenle.


"Ani, apa yang kalian katakan? aku bahkan tidak tau kenapa dan bagaimana aku bisa disini."Jawab Chenle dengan tatapan bingung.


"Huh?!"Kini semua orang menatap heran pada Chenle.


"Kenapa kalian semua menatap ku seperti itu??."Chenle menatap semua orang dalam kebingungan.


"Alpha,ige mwoya?"Renjun melakukan mindlink dengan Haechan.


"Molla"Jawab Haechan yang juga bingung.


"Hyung, kenapa bisa seperti ini? Icung ingin jujur padanya tapi dia bahkan tidak mengingat apa yang terjadi."Bisik Ji-Sung pada Haechan yang masih di dekatnya.


"Huft.... Entahlah, kita harus bicarakan ini nanti. Tapi sebelum itu, kau harus sehat dulu."Sahut Haechan dengan berbisik.


"Heumm baiklah,"Ji-Sung mengangguk pasrah.


Sedangkan di sisi lain,


"Ini untuk mu."Beomgyu memberikan segelas coklat panas pada Mark yang duduk di kursi ruang tamunya.


"Coklat ya? rasanya dejavu sekali"Mark menerima gelasnya sambil tersenyum manis dan bergumam dalam hati.


"Terimakasih"Ucapannya sambil menatap Beomgyu dan sekilas menatap gelas yang ada di tangannya.


Setelah membersihkan kekacauan di mansion, Mark segera mengantar Beomgyu kerumahnya.Baru saja sampai di depan rumah Beomgyu, tiba-tiba hujan lebat.Dan disinilah Mark sekarang.Duduk diam berdua di ruang tamu dengan segelas coklat panas di tangannya.


"Sifat mu boleh berubah, tapi selera tetap sama."Mark tersenyum tipis dan menatap sekeliling.


"Kau tinggal sendiri??"Tanya Mark, mencairkan suasana yang mulai canggung


"Aku berdua dengan ibuku."Jawab Beomgyu datar


"Ohh...."Mark berohria dan mengangguk kecil.


"Kenapa malah semakin canggung begini?."Mark mengusap tengkuknya dan bergumam dalam hati.


"Ekm! Apa aku boleh bertanya padamu?"Beomgyu membuka suara.


"Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan?"Mark tersenyum antusias.


"Apa klan mu?"Tanya Beomgyu tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Hah?eh.... kenapa kau menanyakan itu??."Mark balik bertanya dengan ekspresi terkejut.


"Jawab saja, sebenarnya aku sudah menebak apa klan mu, hanya saja aku tidak....,"


"Kalau begitu katakan apa tebakan mu ??"Mark memotong ucapan Beomgyu dan menatapnya intens.


"Aku melihat sesuatu dalam dirimu, tapi aku tidak bisa...."Lagi-lagi mark memotong ucapan Beomgyu.


"Katakan saja, aku tidak akan tersinggung percayalah!."Mark tersenyum pada Beomgyu


"Huft.... kau seorang alpha, tapi aku tidak bisa menebak apa klan mu.Hanya saja, gambar lotus di tengkuk mu, apa itu sebuah tatto??"Mark terdiam mendengar penuturan Beomgyu, baru pertama kalinya Beomgyu berbicara banyak padanya.


"Kenapa kau diam?apa aku salah bicara??."Beomgyu merasa tidak enak melihat ekspresi Mark.


"Maaf jika aku menyinggung mu, aku hanya...."


"Ani , gwaenchana.Aku hanya sedikit kaget karena kau berbicara banyak padaku."


"Hmm"


"Ah, tentang tatto yang kau maksud, ini asli dan bukan tatto."Mark tersenyum tipis menatap Beomgyu yang tiba-tiba terdiam.


"Hei, ada apa? tiba-tiba mau melamun seperti itu??"Panggilan Mark menyadarkan Beomgyu dari lamunan.


"Kupu-kupu bersayap hitam akan hinggap diatas lotus biru,"Tiba-tiba Beomgyu teringat kata-kata mendiang ayahnya dan membuatnya terdiam.


"Benarkah? aku kira itu tatto biasa."Ucap Beomgyu mencoba untuk terlihat biasa sambil memastikan bahwa ia tidak salah kira.


"Ka-kau vampir??"Tanya Beomgyu yang terbata dan tatapan tak percaya.


"Nee, aku seorang true blood alpha dari klan vampir."Jawab Mark tanpa keraguan.


Mata Beomgyu membulat sempurna,"T-true blood??!"Ucapannya dengan ekspresi terkejut.


"Iya,ada apa? apa ada yang ...."


"Eoh, ada tamu rupanya?!"Seruan seseorang mengalihkan perhatian mereka.Beomgyu dan Mark kompak menoleh ke arah pintu, terlihat wanita paruh baya melangkah masuk sambil melipat payung yang baru ia gunakan.


"Eomma?"Beomgyu menghampiri ibunya.


"E... selamat sore Tante.."sapa Mark dengan berdiri dari duduknya dan menunduk sopan.


"Sore juga Nak, teman Gyu ya?"Tanya eomma .


"Nee Tante,"Mark mengangguk dan tersenyum.


"Kalau begitu duduk lagi saja, kita bisa berkenalan sambil menunggu hujan reda."Eomma tersenyum lebar dan segera duduk di samping Beomgyu yang ada di hadapan Mark.

__ADS_1


"Nee Tante,"Mark mengangguk dan kembali duduk.


Ketiga orang itu benar-benar menghabiskan waktu dengan berbincang dan sesekali Eomma membuat dua orang itu tertawa karena candaannya.Entah bagaimana mereka bisa langsung akrab.Hujan kali ini benar-benar terasa hangat untuk Mark.


...................


"Jinjjayo? apa ini miskah??!"Seseorang yang terlihat sangat terkejut menatap tak percaya orang yang ada di hadapannya.


"Apa aku terlihat bercanda??."Orang tersebut Balik bertanya dengan nada dingin.


"Astaga Suga Hyung, apa tidak ada kabar yang lebih gila lagi?!."


"Jika aku bilang iya apa kau yakin ingin mendengar ini hoseok-aa?!."Tanya Yoongi tanpa ekspresi.


Sekarang YoonMin family sedang berada di ruang tamu milik Hoseok, tentunya dengan Ji-Sung, dan Renhyuck disana.


Hoseok dan Baekhyun saling menatap,"Katakan apa itu?aku mendengarkan!.Tegas Baekhyun.


"Aku sudah bilang, bahwa Ji-Sung dan Chenle adalah sepasang mate, dan kabar selanjutnya adalah,...."Yoongi menggantung ucapannya.Terlihat Baekhyun dan Hoseok yang Menyimak.


"Kemungkinan besar Chenle sedang mengandung."Lanjutnya lagi dengan ekspresi datarnya.


Mata Baekhope membulat sempurna,"Apa?!!!"Teriakan seseorang terdengar jelas di ruangan itu, bukan dari Baekhyun ataupun Hoseok, melainkan Chenle yang baru saja datang dari dapur dengan membawa nampan berisi minuman di tangannya.


Prang!!!


Chenle membeku, dan gelas minuman yang pecahan berserakan di lantai karena terlalu terkejut, tanpa sadar Chenle menjatuhkannya.


"Chenle!!"Dengan gerakan kilat, Ji-Sung memindahkan tubuh Chenle dari sana.


"Gwaenchana??"Ji-Sung menatap Chenle yang terdiam,dan meneliti setiap inci tubuh Chenle.Memastikan tidak ada yang terluka.


"Apa aku tidak salah dengar?Aku mate?dan aku ...."dalam lamunannya Chenle tidak mampu melanjutkan ucapannya.


"Chenle hei, jawab aku!."Ji-Sung memegang kedua pundak Chenle dengan tatapan cemas.


"Ah ani, aku tidak apa-apa."Jawab Chenle yang tersadar dari lamunannya.


"Sungguh? kau tidak berbohong,kan? "


"Nee, aku baik-baik saja."Jawab Chenle tanpa ekspresi, jujur saja ia masih sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.


"Oh,oke ...."Tatapan Ji-Sung mendadak redup karena jawaban Chenle.


"Ekhm! Chenle duduk sini sayang, kita lanjutkan pembicaraan kita."Baekhyun buka suara.


"Nee,"Chenle mengangguk patuh dan segera duduk di antara Baekhyun dan J-Hope.Sedangkan Ji-Sung masih berusaha memproses keadaan.

__ADS_1


"Apa dia tidak menerima ku sebagai matenya??."Ji-Sung bergumam dalam hati dan sedikit menunduk.


"


__ADS_2