![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
"Shhh..."Seseorang terbangun di tengah malam sambil meringis mengusap perutnya.
"Akh! shh... Jen..."
Dia coba membangunkan orang yang berbaring di sampingnya."Ihh bangun Jeno!!"Ulangnya setengah berteriak, dan mencubit keras lengan Jeno, yang tak lain adalah Jaemin.
"Aduh!" Jeno terbangun karena terkejut dan menatap wajah Jaemin sedikit linglung.Maklum nyawanya belum terkumpul.
"Ada apa Nana?,ada yang..."
"Jangan bertanya lagi No, perut Nana sakit!!."Sekuat tenaga menahan rasa sakit yang mendera, sambil terus mengaturnya napasnya.Sepertinya,bayi mereka akan lahir lebih awal dari perkiraan.
"Astaga, Nana! Nono harus gimana??"Jeno kepalang Panik.
"Ba..huft...bantu Nana turun..Huft.."
"Bagaimana? Hiks..."
Huft.. jangan panik No, bawa Nana ke rumah sakit.. huft.."
"Baik! Hiks...Nana bertahan..hiks.. sebentar lagi!"Ucap Jeno, yang langsung menggendong Jaemin dan membawanya keluar kamar.
"Jangan panik.. Shh... tidak apa-apa.."Lirih Jaemin dalam gendongan Jeno, kini wajahnya semakin pucat.
"Tapi hiks.."
"Panggil Haechan..."Jaemin tersenyum menatap wajah Jeno yang berlinang air mata.
"Ada apa Jen??"Haechan datang, karena mendapat mindlink dari Jeno.
"Chan,hiks..!"Jeno menoleh kearah Haechan.Jaemin tersenyum tipis dan berucap Tanpa suara sambil mengusap perutnya.
"Astaga Jeno! Kenapa kau malah menagis hah?.Sini!!"Haechan mengambil alih Jaemin dari gendongan Jeno
"Hiks aku.."
"Sudah, tidak usah di jelaskan!aku akan membawa Jaemin lebih dulu, kau bangunkan yang lain!!."
Jeno mengangguk cepat sambil mengusap air matanya."Ingat! jangan berkendara sendiri!aku pergi!!"
"Iya.."Jeno mengangguk cepat, bersamaan dengan Haechan dan Jaemin yang menghilang dengan teleportasi.
Kenapa harus Haechan??, bukankah Jeno Juga bisa melakukan teleportasi?. Jawabannya adalah karena jarak dari mansion dan rumah sakit yang sangat jauh, dan hanya Haechan lah yang mampu melakukan teleportasi jarak jauh seperti itu.
Setelah kepergian Haechan, Jeno segera membangunkan Mark dan Renjun.Renjun sedikit terkejut, tapi dengan cepat menyiapkan keperluan Jaemin dan bayinya.
Sekarang ketiganya masuk dalam mobil yang di kendalikan oleh Mark.Mobil melaju membelah jalanan kota malam ini, dan sekarang menjelang pagi.
"Ya tuhan Jen, jangan bilang dari tadi kau menangis seperti ini??"Mark bergeleng kepala sambil tetap fokus pada setirnya.
__ADS_1
"Hiks, aku panik Hyung.Tadi Nana terlihat sangat kesakitan, aku bingung, bukannya kata dokter masih 2minggu lagi?."
"Astaga! itu hanya Hpl Jen! astaga..."Renjun ingin sekali mencekik Jeno yang duduk di depannya.
"Jangan bingung, itu artinya, aegy sudah tidak sabar melihat dunia penuh tipu-tipu ini Jen.."Mark terkekeh.
"Hyung...."
"Ck, apa kau yakin kalau kau seorang alpha??. Menggelikan sekali!."Seperti biasa ucapan sinis keluar dari mulut Renjun.
"Hiks, kenapa mulutmu sekalu kejam begitu , Hyung?.Aku hanya panik.."Jeno semakin menangis
"Kau tidak diam, ku cekik kau sekarang juga!!" Geram Renjun yang jengah dengan tingkah Jeno.Sedangkan Mark Hanya diam , fokus pada kemudi dan sesekali bergeleng kepala melihat Renjun yang mulai kehabisan kesabaran.
..............
"Dok, cepat tangani adik Saya!"Tatapan dan aura Haechan menghipnotis semuanya. Dokter segera melakukan tindakan pada Jaemin yang sudah lemas, dan segera masuk ruang operasi.
Tak lama kemudian Mark, Jeno dan Renjun sampai di sana."Bagaimana Chan??" Tanya Renjun cemas.
"Gimana Chan? Nana ? bagaimana keadaannya??"Jeno mendekat dengan suara yang sedikit bergetar.
"Sedang di tangani dokter, Jen.jangan terlalu panik, kita berdoa saja, semoga semuanya lancar."Jelas Haechan, membantu Renjun untuk duduk di sampingnya.
"Sudah hubungi Appa dan Daddy??"Tanya Haechan.
"Biar aku saja!"Mark mulai mengotak-atik ponsel pintarnya untuk menghubungi orang tua mereka.Dan Haechan mengangguk sebagai jawaban.
Sudah satu jam, lampu ruang operasi belum padam, empat orang disana menunggu dengan cemas, terutama Jeno.Tak lama taekok dan NamJin sampai di sana dengan sedikit berlari.
"Jeno, Bagaimana??"Seokjin menghampiri Jeno dengan berjalan cepat.
"Mumma..." bukannya menjawab,Jeno memeluk erat tubuh seokjin.
"Jaemin sedang di tangani , Bi" ini Renjun yang menjawab.
"Syukurlah..."Sahut seokjin lega.
"Eh, kau menangis Jen??" Jungkook kaget melihat wajah sembab Jeno dan lelehan air mata di sudut matanya.
"Dari tadi Appa, hanya itu yang dia lakukan"Sahut Renjun datar.
"Ehh.."
"Hyung..."Jeno merengek di pelukan seokjin ,di balas tatapan jengah dari Renjun. Sedangkan, Mark terkekeh mengingat saat Jeno dan Renjun yang terus berdebat di dalam mobil tadi.
"Bahkan, yang membawa Jaemin kemari juga Haechan.Echan tidak bisa membiarkan Jeno bertindak sendiri saat tangannya sendiri tidak berhenti bergetar."Timpal Haechan dengan tatapan jahil.
"Astaga Jeno..." Namjoon kehabisan kata-kata.
__ADS_1
"kau juga sama saja Joon!."Sahut Seokjin merasa Dejavu.
"Jangan bilang paman juga??"Mark dan Haechan menatap Namjoon.
"Lebih parah malahan, Dia sampai pingsan setelah melihat perut seokjin Hyung disayat dengan pisau operasi.Siapa yang melahirkan, siapa yang pingsan."Goda taehyung menaikturunkan alisnya.
"Aku, melihat hal mengerikan di saat aku panik, menurut mu?!"Kesal Namjoon tak terima
"Ya ya ya..."Sahut Taehyung malas.
"Sudah sudah!!"Seokjin menghentikan perdebatan saudara ipar itu sebelum semakin melebar.Yang lain hanya menyimak sambil geleng-geleng kepala.
............
"Hyung, itu bayiku..."
"Diam! aku hanya menggendongnya, bukan memakannya."
"Tapi Hyung, aku Daddy -nya aku juga ingin menggendongnya.
"Yakin? aku takut tulangnya bergeser Jika kau yang menggendongnya."
"Aish, Renjun Hyung!. Nana, aku juga ingin menggendongnya..."Rengekan Jeno yang di goda habis-habisan oleh Renjun memenuhi ruangan setelah Jaemin dan bayinya di pindahkan ke ruang perawatan.
Jaemin tertawa tanpa suara membuat Jeno semakin kesal." Mumma..."Jeno beralih pada ibunya.
"Haha... astaga hentikan Jen, apa kau tidak malu pada putra mu."Seokjin tertawa, lalu mengambil alih cucunya dari Renjun perlahan.
"Ini, hati-hati menggendongnya..."Seokjin meletakkan perlahan bayi mungil itu di lipatan lengan Jeno, yang menyambutnya dengan tatapan berbinar.
"Hiks, dia tampan..."
"Bodoh! menangis lagi ku cekik leher mu!."Kesal Renjun melihat Jeno yang berkaca-kaca . Dibalas dengan tawa semua orang.
"Astaga perut ku bisa sakit kalau seperti ini terus, jadi... punya nama ayah bagus untuk baby alpha??."Taehyung menginstrupsi.
"Ah, benar alpha! jadi , Jen?"Jungkook ikut menimpali.
"Baiklah, jadi nama babynya adalah Lee soobin."
"Soobin? nama yang bagus!."Sahut Namjoon.
"Wellcome to the world baby Soobin !."Mereka yang di sana berucap serentak.
"Hai ,soobinie.. ini Buna..."Jaemin mengusap pelan pipi sang yang ada di yang sudah berada di sampingnya.
Matahari pagi ini tersenyum cerah menyambut kelahiran bayi alpha ,cucu pertama pemimpin pack klan werewolf.
Dan alpha pertama keluarga Lee yang memiliki darah campuran dari seorang Beta.
__ADS_1