![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
keesokan harinya pukul 08.45, Perlahan Renjun membuka matanya. Ia mengerjakan matanya dan melihat sekeliling.Haechan tidak ada di sampingnya.
"Shh... huft, jam berapa ini?"
Renjun ingin tau, tapi tubuhnya sendang tidak sejalan dengan pikirannya sekarang.jangankan untuk bangun dan beranjak dari tempatnya, bahkan untuk sekedar memiringkan tubuhnya saja butuh perjuangan.
"Ck, sial! sebenarnya apa saja yang di lakukan beruang itu padaku?!. sekujur seperti mati rasa!."
"Ya tuhan aku hanya ingin berganti posisi, kenapa terasa seperti....akh!"rasanya Renjun ingin sekali menangis, tapi itu tidak berguna.Jika dia menangis sekarang ,itu malah membuat nyeri di sekujur tubuhnya bertambah parah.
Renjun masih tak percaya bahwa yang semalam bersamanya adalah matenya.Lee Haechan yang terkenal cerewet manja dan perilakunya yang seperti anak TK.Lee Haechan semalam sangat mengerikan.
Ia akui,ia sudah berulang kali melakukan hubungan intim dengan matenya itu, tapi yang semalam itu terlalu mengerikan.
"Aku pikir aku tidak akan pernah melihat hari ini...."Renjun mendesah pelan mengingat ia yang pingsan semalam.
"Kau sudah bangun!"Pekikan seseorang mengalihkan perhatian Renjun yang langsung memutar bola matanya melihat sang pelaku.
"Menurut mu?"Ucap Renjun jengah masih tetap terlentang di tempat tidur dan hanya selimut tebal yang menutupi tubuhnya sebatas leher.
"Mianhe Hyung..."
"Hmm"Renjun malas untuk bersuara.
"Hyung, kau marah padaku? mianhe karena aku tidak bisa mengendalikan diri"
"Untuk apa marah? sudahlah aku harus ke kamar mandi!"Sahut Renjun acuh.
"Hah?!"
"Apa kau tuli?aku ingin ke kamar mandi!.Apa menurut mu setelah apa yang kau lakukan semalam aku terlihat baik-baik saja?bantu aku ke kamar mandi Haechanaa, kenapa hal sekecil itu harus ku jelaskan juga?. Astaga... kalau aku bisa sendiri aku sudah melakukannya dari setengah jam yang lalu, asal kau tahu, jangankan mengerakkan tubuh, bahkan menyingkirkan selimut ini saja membuat seluruh tulang ku seperti terlepas dari tempatnya!!!."
Haechan meringis sambil mengusap tengkuknya, sudah menduga kalau akan kena semprot seperti sekarang.Dia sadar yang terjadi semalam itu memang keterlaluan,tapi mau bagaimana lagi toh sudah terjadi.
"Kenapa diam?"
"Eoh , aniya!"Haechan bergegas mendekati Renjun dan menggendongnya ke kamar mandi sebelum di semprot untuk kedua kalinya.
"Akh! pelan-pelan..."
" Mianhe Hyung..."
Haechan bukan hanya sekedar membawa Renjun ke kamar mandi, tapi juga memandikannya.Kemudian membantunya memakaikan pakaian, persis seperti Haechan sedang memandikan anak kecil.
Haechan juga Sabar kok, meskipun Renjun berkali-kali menggerutu dan bersumpah-serapah padanya.Tidak apa-apa Haechan kuat kok, dia sama sekali tidak tersinggung dan hanya tersenyum menatap rubah manis di hadapannya dengan penuh cinta.
__ADS_1
Kata orang, Haechan itu buncinya tingkat akut, dan Bulol (Bucin tolol)yang mendarah daging.Jadi, yah... biasalah...
"Oke, hyung tunggu saja disini Echan ambilkan sarapan untuk Hyung."
"Hmm"
Haechan tersenyum tipis dan segera menuju dapur untuk mengambil sarapan yang sudah dia siapkan untuk sang mate.
...............
Hari-hari berlalu sangat monoton bagi, Haechan dan Renjun. Bangun pagi hanya bersiap, sarapan dan berangkat kuliah seperti biasa.Mark, Jeno dan Haechan hanya ke kantor seminggu dua kali,, weekend mereka libur.
seperti sekarang, NoMin dan Renhyuck bersantai di ruang keluarga.Sedangkan Mark pergi keluar, entah kemana.
"Na, apa itu berat?"Renjun sedikit ragu menunjuk pada perut Jaemin yang sudah menginjak 8 bulan lebih. membuat sang empu terkekeh.
"Aniya, beratnya sih tidak menurutku, hanya aku merasa mudah lelah saja jika mengerjakan sesuatu."Terang Jaemin, Renjun mengangguk tanda mengerti.
"Apa kau lelah sekarang??"Lagi-lagi Renjun bertanya dengan tatapan polosnya.
Yakin Jaemin merasa gemas dengan tatapan itu."Hahaha tidak Hyung, hanya terkadang sulit untukku mencari posisi nyaman."
"Ohh..."Renjun mengangguk paham dengan tatapan dan ekspresi wajah yang semakin terlihat imut dan menggemaskan.
"Hentikan itu Hyung!,kau tau aku dari tadi sudah sangat menahan diri untuk tidak mencubit pipi mu.Kau tau rasanya hati ini cenat-cenut..."Ucap Haechan dramatis, sambil memegangi dadanya.
"Cenat-cenut kakimu!!."Sialnya Hal itu mendatangkan lemparan bantal tepat di wajahnya dari sang mate.
"Ahw! jahat sekali kau Hyung, huhuhu...."Renjun menatap malas orang yang ada di sampingnya.
"Ck, hentikan drama mu! sangat menggelikan!. Renjun menatap sinis Haechan yang semakin melanjutkan drama recehnya.
Lain halnya dengan Jeno dan Jaemin yang hanya bergeleng kepala, melihat betapa absrudnya pasangan di depan mereka sambil bergumam dalam hati masing-masing.
'*Aku bosan melihat keuwuhan ini'
'Sungguh pasangan yang sangat ajaib, lain di mulut lain di hati*'.
.....................
"Apa maksudmu?!"
" berhenti bersembunyi! aku sudah tau segalanya, Gyu!"
Di lain tempat terlihat dua orang yang sedang serius berdebat, entah apa masalah mereka.
__ADS_1
"Aku tidak menyembunyikan apapun,! kenapa kau keras kepala,Mark?!. pergilah jangan menggangguku!."Bentak Beomgyu dengan wajah yang berapi-api dan tatapan yang tajam.
"Aku hanya memastikan sesuatu apa kau paham? harus berapa kali aku mengatakannya,Gyu?" Tegas Mark yang mencoba untuk tidak meninggikan suaranya.
"Izinkan aku, sekali saja ku mohon...."Mark menatap penuh harap sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.
Melihat Mark yang memohon seperti itu membuat Beomgyu semakin mengeratkan giginya."Lee Minhyung! harus berapa kali lagi aku ucapkan?! . Berhenti menggangguku!kau tau, dengan adanya dirimu di sekeliling ku itu semakin mempersulit hidup ku apa kau paham!!."
Deg!!
"Cukup sudah!. Hidupku sudah sangat sulit, jadi berhentilah membuatnya semakin sulit!."Dengan nafas sedikit tersengal karena emosi, Beomgyu berteriak keras di akhir kalimatnya.Membuat Mark tersentak menatap tak percaya orang yang ada di hadapannya, nafasnya tercekat detik itu juga.
'Ah, jadi begitu ya??'
"Mianhe..."Jawaban lirih Mark membuat hati Beomgyu terasa tercubit.
"Maaf sudah mempersulit hidup mu, aku akan pergi sesuai keinginan mu.Tapi, bolehkah aku memeluk mu untuk terakhir kalinya??."
Terakhir kali?. Entah kenapa dua kata itu membuat dadanya sangat sesak sekarang.Dia menatap manik mata pemuda beralis camar itu.Keduanya larut dalam keheningan.Matanya menerawang begitu dalam.
-
"Yak subak bodoh berhenti disana!."
"Tidak akan! kejar saja jika kau bisa!!"
"Sialan! berhenti kubilang dasar tuli!!"
"Aku tidak dengar, tangan ku sibuk.."
"Semangka sinting!"
Dua pemuda tampak bercanda ria dan saling kejar-kejaran memperebutkan satu benda.
-
-
"Hiks, kenapa dunia tidak adil padaku!!".
"Jangan berkata seperti itu, moon goddess tau yang terbaik untuk kita."
"Tapi kenapa harus mereka? kenapa bukan aku yang pergi?.Hiks kenapa bukan aku saja yang mati??."
"Tenangkan diri mu, jangan terus menyalahkan diri seperti ini, semuanya tidak akan kembali padamu, sebanyak apapun kau menyalahkan dirimu."
__ADS_1
Lagi-lagi pemuda yang sama, tapi kali ini salah satunya menangis dan yang lain coba menenangkan sambil merengkuh pemuda yang duduk di sampingnya dengan linangan air mata.