![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
"Tapi..."
"Biar aku yang mengatakan yang sebenarnya nanti disana!!"Tiba-tiba seruan Seseorang menghentikan Ucapan Jeno, siapakah dia??
"Alpha...?" Jungkook menoleh kearah suara tersebut,yang ternyata adalah Taehyung.
"Biar aku mengatakan tentang Jeno dan Jaemin pada Namjoon hyung,ini sudah saatnya membongkar semua rahasia ini."
Tapi Tae, pikir kan dulu matang-matang, kita tidak bisa mengambil resiko, bagaimana jika dia tidak Percaya padamu??"Ucap Jimin memberikan saran.
"Setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya hyung,.Kau tau,Dia adalah seseorang yang mudah penasaran dengan sesuatu.Buktinya dia diam-diam mengirim Seseorang untuk mengawasi kita."
Taehyung tersenyum menunjukkan deretan giginya seperti tidak terjadi apapun.
"Mwo!!"Para orang tua kompak membuka mata mereka lebar-lebar.
"Hehe.. maka dari itu,dari pada salah paham ini semakin panjang, lebih baik bongkar sekalian.Masalah bagaimana akhirnya,itu urusan belakangan.Yang penting kita harus cepat mengatakan ini pada Namjoon hyung, sebelum orang suruhannya itu melapor."
Benar yang dikatakan Taehyung, kita harus cepat!."Ucap Hoseok yang sependapat dengan Taehyung.
Kurasa itu keputusan yang tepat, Appa daddy dan paman semua, Kalian pergilah ke Mansion bersama Jeno dan Jaemin, Mark dan dongsaeng yang lain menjaga disini."Kini Mark angkat bicara.
"Tapi..."Jungkook menatap ragu.
"Ada Haechan disini, appa saja semua akan baik-baik saja"Tiba-tiba Haechan bersuara, membuat semua orang mengalihkan pandangannya.
"Appa percaya pada Haechan, semua akan baik-baik saja, jangan cemas"Ucapnya lagi, memberi keyakinan pada Jungkook
Baiklah.."Pasrah Jungkook, entah kenapa ia tidak bisa menolak keinginan putranya Dan memang sudah seharusnya semua terungkap.
Akhirnya, para orang tua bergegas menuju mansion bersama dengan Jeno dan Jaemin.Sedangkan Mark dan adik-adiknya tetap berada di panti asuhan.
"Hyung, ada yang ingin aku katakan pada kalian semua , Terutama kau Ji-Sung."Ucap Haechan dengan raut wajah yang serius.
"Nee, ada apa?"Mark menatap sang adik
__ADS_1
"Eoh,dimana Renjun hyung?"Tanya Haechan yang tidak melihat keberadaan Renjun.
"Oh, dia sedang ke kamar mandi"Saut Ji-Sung
"Oh..."Haechan mengangguk.
"Nee, biar ku susul dulu!."
"Ani biar aku saja Jie, kau tetap disini mungkin ada sesuatu penting yang harus kau dengar."Cegah Beomgyu saat Ji-Sung beranjak dari duduknya.
"Emm baiklah..."Ji-Sung kembali ke posisi semula.
"Oke aku pergi menyusul Renjun dulu."Ucap Beomgyu yang langsung meninggalkan tempat tersebut.
"Kebiasaan!"Lirih Mark melihat tingkah sahabatnya.
"Ada apa Chan?, sepertinya sangat penting?"Tanya Mark
"Ini tentang mate Ji-Sung, ...."
"Aku akan menjawab, tapi nanti dulu.Aku harus memastikan dulu."Semua menatap bingung pada Haechan yang tiba-tiba menjentikkan jari dan tersenyum miring.
"Ada apa? kenapa kau bertingkah aneh begitu?"Tanya Mark semakin bingung.
"Tidak apa-apa,hanya memastikan tidak ada tamu tak diundang di tempat ini."Haechan tersenyum menampakkan deretan giginya.
"Haiss, ada ada saja kau ini.."Mark bergeleng kepala tak habis pikir dengan tingkah Haechan yang masih sempat-sempatnya bercanda pikirnya.
"Lee Sora, kau bermain-main dengan orang yang salah.Kau mungkin bisa memperdaya orang tuaku, tapi tidak dengan ku.Kau sama sekali tidak sebanding dengan ku.Kau coba meng-adu domba keluargaku, sekarang rasakan pembalasan ku."
Batin Haechan tersenyum miring yang tipis dan hampir tidak terlihat.
"Lee Haechan bangun!!"Teriakan seorang menyadarkan Haechan dari lamunannya.
"Yakk,Zhong Chenle! apa-apaan kau ini?kenapa tiba-tiba berteriak??!"Ketus Haechan yang terkejut dengan teriakan maut Chenle.
__ADS_1
"Kau yang kenapa?kau bilang ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting, tapi kau malah melamun sendiri!"Chenle ikut ketus karena kesal.
"Huh, eh hehe.. maaf!"Haechan mengusap tengkuknya saat menyadari bahwa ia melupakan tujuan awalnya.
"Sekarang jelaskan!"Tegas Mark.
Emm, aku tidak tau bagaimana cara menjelaskan semuanya pada kalian.Yang jelas aku tau bahwa kau dan Renjun hyung adalah anak kandung dari tuan Min Yoongi dan tuan Park Jimin."
"Hah!?"Mark dan Chenle membulatkan matanya, mereka terkejut dengan apa yang di ucapkan Haechan.Karna yang mereka tau, selama ini Renjun dan Ji-Sung hanya anak angkat Yoongi dan Jimin.
"Apa maksudmu hyung, jangan mengarang cerita yang bukan-bukan!."Sangkal Ji-Sung.
"Jie, aku juga seorang Alpha, dan yang perlu kalian ketahui, dan ingat.Aku seorang Alpha bermata biru, aku rasa kalian sudah tau apa artinya."Haechan tersenyum tipis.
"Jie, kurang dari satu Minggu lagi, usiamu genap 18 tahun.Aku bisa merasakan aroma feromon langka yang hanya bisa di miliki oleh keturunan Rare Omega.Dan itu ada dalam dirimu."Ungkap Haechan, membuat Mark dan Chenle menatap Ji-Sung meminta jawaban.
Haechan tersenyum melihat Ji-Sung yang hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa.Sementara itu, kita beralih ke sisi Renjun dan Beomgyu, apa yang terjadi sebenarnya.
"Sial! aku benci semua ini! kenapa harus aku? kenapa?!."Renjun mengumpat pada kenyataannya menyakitkan yang ia alami sekarang.
"Wahai Dewi bulan, aku tidak masalah kau belum mempertemukan aku dengan mate ku.Tapi kenapa kau membuat jalan takdirku selucu ini?.Haha... lucu sekali, bagaimana aku bisa menyukai bahkan jatuh cinta pada saudara ku sendiri?!."
Tangan Renjun mengepal erat menahan emosi. "Kau gila Renjuniee, akh sudah berhenti menjadi lemah!. Ingat rasa sayang mu, hanya sebatas saudara.Iya saudara!, ingat kau hanyalah sepupunya Renjun, sepupunya!!."
Seperti inilah yang terjadi, yahh... setelah semua waktu yang ia lewati bersama Haechan, meski tidak terlihat.Ia tau ada perasaan lain di hatinya untuk Haechan.Apalagi setelah ia mengetahui bahwa Haechan adalah seorang Alpha.
Entah kenapa jantungnya berdetak kencang setiap dekat dengan Haechan, bahkan semakin hari semakin bertambah.Hal itulah yang membuatnya menjadi tidak nyaman dan memilih menjauh.
Tapi sekarang hatinya justru merasa sakit saat Haechan terang-terangan menjauhinya.
"Jika hanya saudara, kenapa hatiku sangat sakit saat melihat mu dekat dan akrab dengan orang lain,apa lagi melihat secara langsung kau berpelukan dengan orang lain.Apa ini arti dari ungkapan itu?. Rasanya sangat sakit tapi tak berdarah."
Di depan kaca kamar mandi,ia ungkapkan semua isi hatinya. Tanpa Renjun sadari bahwa Beomgyu sudah menjadi satu-satunya saksi hidup yang mendengar segalanya dari depan pintu.
Awalnya Beomgyu ingin langsung masuk, tapi ia urungkan niatnya saat mendengar kata mate yang diucapkan oleh Renjun.Dia pikir Renjun Sedang menyembunyikan sesuatu tentang matenya.Tapi yang ia dengar adalah sesuatu yang tidak terduga.
__ADS_1