![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
Di Mansion keluarga Kim
Jeno memasuki mansion dengan tatapan yang sulit di dalam pikirannya saat ini masih terus berputar kejadian semalam.Di dalam hatinya merasa senang karena telah menemukan seorang Mate, tapi karna kejadian semalam membuatnya merasa bersalah.
"Huft, kemana dia??. Sepertinya aku harus meminta maaf padanya"Jeno membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Besok saja, aku akan menemuinya saat di kampus"Putusnya lalu bergegas membersihkan diri.
Saat makan malam
Semua sudah berkumpul di meja makan dan Seokjin sedang menyajikan makanan mereka di bantu oleh para maid.
"Di mana Haechan??"Ucap Taehyung, menatap Mark yang duduk di sampingnya.
"Eoh, Haechan masih di rumah temannya,tadi dia menelpon dan bilang kalau ingin makan malam di rumah temannya.
"Teman??"Taehyung mengerutkan keningnya.
"Iya, Namanya Chenle.Dia teman satu kampus kami.Tidak perlu cemas dad, Mark dan jeno juga sudah mengenalnya."Jelas Mark.
Baiklah, Daddy percaya padamu."Ucap Taehyung kemudian mulai menyantap makanan. Semuanya makan dengan tentang, sampai...
"Jeno, kemana saja kau semalam?kau tau kan semalam bulan purnama,Apa kau??."Tanya Namjoon menghentikan ucapannya dan menatap tajam jeno.
"Daddy, Kemarin mobil jeno mogok di tengah jalan, jadi jeno menginap di rumah teman, kebetulan rumahnya tidak jauh dari tempat itu."Ucap Jeno yang terpaksa berbohong.
"Kau yakin kau sedang tidak berbohong sekarang??"Tanya Namjoon mengintimidasi.
"Ani dad, jeno mengatakan yang sebenarnya"Jeno tersenyum tipis berusaha meyakinkan Daddy-nya.
"Ya, ...."
"Yeobo, sudahlah!ini di meja makan.Percayalah putra kita tidak mungkin melakukan hal yang aneh-aneh."Ucap Seokjin sebelum Namjoon melanjutkan ucapannya.
"Jin hyung benar, percayalah pada jeno,dia laki-laki yang baik.Kau tidak perlu berpikir aneh-aneh.Sekarang kita lanjutkan makan malam dulu!"Tegas Taehyung.Semua mengangguk setuju dan melanjutkan makan malam dengan tenang.
Disisi lain....
Saat ini Haechan dan Chenle sudah sampai di depan rumah Jaemin. Setelah mendapat telepon dari sang bunda bahwa Jaemin sudah pulang,ia bergegas kesana untuk melihat keadaan Jaemin, bersama dengan Haechan yang dari tadi ikut membantu mencari keberadaan Jaemin.
"Bunda!!"Seru Chenle yang membuka pintu dengan keras.
"Yak,tidak bisakah kau pelan-pelan?"Kesal Haechan.Chenle Tidak menghiraukan dan langsung masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Bunda!!"panggilnya Sekali lagi setelah sampai di ruang tamu.
"Chenle..."Jungkook menghampiri mereka dengan Tatapan nanar.
"Bunda?.Bunda kenapa menangis?apa yang terjadi??"Chenle semakin cemas melihat Jungkook yang menagis.
"Lele, hyung mu...dia.."
"Kenapa dengan hyung,Bun? Kenapa bunda menagis seperti ini??". Chenle memegangi kedua lengan dan menatap Jungkook cemas.
"Huft, duduk dulu sayang.."Ucap Jungkook yang melihat ada orang lain belakang Chenle dan menyuruh mereka untuk segera duduk.
"Kau juga nak,ayo duduk dulu... "Ucapnya lagi menatap Haechan dan tersenyum manis.
Deg!
"Ba...baik paman"Jawabanya Sopan, lalu duduk di samping Chenle.
"Tunggu sebentar nee, biar ku buatkan minuman."
"Nee, terimaksih paman.."Haechan tersenyum membalas ucapan Jungkook.Jungkook membalasnya dengan senyuman manis dan segera menuju dapur.
Tak berapa lama Jungkook kembali dengan dua gelas teh hangat dan meletakkannya di depan mereka berdua, kemudian mendudukkan dirinya di hadapan keduanya.
"Apa yang terjadi Bun, Hyung baik-baik saja'kan?dimana dia??"Tanya Chenle dengan wajah serius sambil menyeruput tehnya.
"Hyung sakit Bun??"Tanya Chenle memotong ucapan Jungkook.
"Ck, dengarkan dulu bodoh!! Jangan main potong ucapan orang sembarang!"Ucap Haechan, memberikan jitakan di kening Chenle.
"Awh, Sakit tolol!!"Pekik Chenle memegangi keningnya.
"Chenle..."Jungkook menatap tajam ke arah Chenle.
"Eh, hehehe... Maaf Bun, kelepasan.
"Kebiasaan kalau ngomong filternya pasti blong,jadi lancar semua tanpa hambatan."Ucap Haechan dengan nada mengejek.
"Yak kau,..."
"Chenle.."Jungkook tersenyum penuh arti.
"Eh...hehe...oke kembali ke topik awal.Tolong jelaskan pada Lele bagaimana keadaan Jaemin hyung,dan kenapa bunda menangis??."Kini wajah Chenle kembali serius.
__ADS_1
Jungkook menghela nafas dan mulai menceritakan semuanya.Apa yang terjadi pada Jaemin dan bagaimana keadaannya saat tiba di rumah siang tadi.
"Apa!!!"Teriak Chenle yang terkejut.
"Bagaimana bisa seperti ini bun... Siapa dia? siapa Alpha kurang ajar itu?!."Tanya Chenle dengan emosi yang meledak-ledak.
"Le, tenang dulu..."
"Tenang !bagaimana aku bisa tenang ,Chan?. Jaemin hyung itu seorang Beta,pasti akan sangat menyakitkan jika ia sampai mengandung bayi seorang Alpha,Kau mengerti.Mungkin kalau aku yang mengalaminya,itu tidak akan masalah karena aku seorang Omega!.Tapi, itu tidak akan baik-baik saja untuk manusia biasa seperti hyung ku, Chan!!"Ucap Chenle panjang'lebar, meluapkan emosinya.
"L..le.."Haechan kehabisan kata-kata setelah mendengar penjelasan Chenle.
"Aku takut Chan... kalau itu terjadi, pasti akan sangat sakit... hiks. Aku tidak sanggup melihatnya kesakitan Chan, dia hyungku Chan dia..."Chenle terisak di pelukan Haechan dan tak sanggup melanjutkan ucapannya.
Haechan tidak bisa berbuat apapun,ia hanya bisa terus mengusap lembut punggung Chenle untuk menenangkannya.Jungkook yang menyaksikan semua itu hanya bisa menahan tangisnya dan berusaha kuat untuk anak-anak.
Tiba waktunya untuk makan malam, Jungkook meminta agar Chenle makan malam bersama dengan mereka. Dan sebelumnya ia meminta kepada Chenle untuk tidak menanyakan apapun yang berhubungan dengan kejadian tadi malam pada Jaemin.
Jungkook tak ingin Jaemin merasa shok atau tertekan karena mengingat kejadian itu. Ia meminta Chenle untuk diam saja dan menunggu sampai Jaemin siap untuk menceritakan segalanya.
Kalian tunggu sebentar ya... Le, bunda ke kamar hyung mu dulu."Ucap Jungkook beranjak dari duduknya.
"Nee,bun!"Chenle tersenyum tipis.Jugkook mengangguk pelan lalu berjalan menuju kamar jaemin.
Di kamar jaemin
Jugkook menghela nafas dan mulai membuka pintu dengan perlahan.Matanya menangkap sosok sang putra yang tertidur dengan mata sembab dan masih terlihat bekas air mata yang mulai mengering di sudut matanya.
"Nana... bangun sayang, waktunya makan malam."Jungkook duduk di ranjang dan menepuk pelan lengan Jaemin.
"Heung..."Jaemin yang terusik pun menggeliat dan mengerjabkan matanya.
"Bangun sayang..."
"Eoh, Appa..."Ucap Jaemin dengan suara parau, karna terlalu lama menagis.
"Bangun sayang...sudah waktunya untuk makan malam.Bangunlah, dibawah ada Chenle dan temannya sedang menunggu untuk makan malam bersama"Ucap Jungkook tersenyum lembut.
"Nana tidak lapar Appa.."Tolaknya masih tetap berbaring.
"Ayolah nak, turun dan temui adik mu.Chenle akan khawatir dan curiga kalau kau tidak turun.Appa tidak mengatakan apapun padanya, jadi bersikaplah seperti biasa, kalau belum siap menceritakan semuanya, jangan sampai membuatnya curiga."Jelas Jugkook yang terpaksa berbohong untuk membujuk Jaemin.
" Baiklah, Nana akan turun sebentar lagi.. appa turun dulu temui mereka."Ucap Jaemin tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Baiklah, jangan lama-lama nee.."Jungkook tersenyum tipis mencoba bersikap biasa dengan perubahan sikap Jaemin.
"Nee,appa.."Jaemin mengangguk Tanpa ekspresi,lalu menutup pintu kamar setelah Jungkook melangkah ke dari kamarnya.