![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
Keesokan harinya, Chenle dan Haechan sudah sampai di depan rumah Jaemin.Merekasudah berjanji akan berangkat bersama.Awalnya Jungkook melarang Jaemin berangkat kuliah untuk beberapa hari kedepan namun ia menolak.Akhirnya Jungkook mengalah dan mengizinkan Jaemin, dengan syarat di harus berangkat dengan Chenle.Itulah sebabnya mereka berdua disini sekarang.
"Eh, kalian sudah datang?.Silahkan masuk dulu, Jaemin masih-siap tunggu sebentar biar Bunda pangil dulu"Ucap Jungkook kemudia berbalik.
"Ah, tidak usah Bun..kita tunggu saja.."Cegah Chenle.
"Tapi..."
"Gwaenchana paman.. kita tunggu saja."Timpal Haechan tersenyum manis
"Eoh, astaga.. kenapa saya sampai lupa hal sepenting ini!!"Seru Jungkook menyadari sesuatu.
"Ada apa paman?"
"Ada apa,Bun..??" Tanya Haechan dan Chenle bersamaan.
"Ini loh, paman dari kemarin belum tau siapa nama mu.Kalau begitu apa boleh kita berkenalan??"Tanya Jungkook.
"Tentu paman, Annyeong Lee Dong hyuck imnida"Ucap Haechan menunduk sopan.
"Lebih tepatnya Kim Lee Dong hyuck!."Timpal Chenle membenarkan.
"Lele!!"Haechan menatap tajam Chenle.
"Tidak perlu takut Haechan-aa bunda tidak mungkin melakukan hal yang buruk padamu."Ucap Chenle santai.
"Ki.. Kim Lee?"Jungkook membulat matanya setelah mendengar nama itu.
"Ka... kau putra alpha Kim??"Tuanya Jungkook dengan suara bergetar.
"Iya paman, ada apa?.Kenapa kau tiba-tiba gugup seperti itu?. Chenle! lihatlah apa yang kau lakukan? Sekarang Paman ini takut padaku setelah tau nama asli ku.Sudah ku bilang kalau jangan beritahu siapapun tentang namaku, aku tidak ingin semua orang takut dan menjauhiku hanya karna aku putra seorang Pack Alpha!"Ucap Haechan menceramahi Chenle.
"Gwaenchana.. paman tidak apa-apa, paman hanya terkejut ternyata anak seorang bangsawan seperti mu mau berteman dengan anak-anak paman yang hanya orang biasa."Ucap Jungkook menyembunyikan keterkejutannya dalam hati.
"Tuh, dengar!. Sudah kubilang Bunda ku tidak mungkin melakukan hal yang buruk padamu atau menjauhi mu, seperti yang ada di otakmu itu!!"Ucap Chenle agak ketus.
"Eh,hehe..tenang mbak nya jangan ngamok dulu!."Haechan tersenyum menampakkan deretan giginya.
"Mbak!mbak mata kau geser!.FYI (For Your Information)saya ini laki-laki tulen!!"Ketus Chenle.
"Ya tapi situ omega, jadi ujung-unjungnya nyonya rumah juga.Jadi, terima nasib saja ya mbak!!."Ucap Haechan tersenyum mengejek.
"Arghhh...aku ingin tau sebenarnya apa sih gender mu ?!Kenapa kau suka sekali berdebat dan membuatku pusing!!!"Geram Chenle.
"Molla"Jawab Haechan acuh.
"Haiss, kau.."
"Ekhem!"Suara deheman Seseorang menghentikan perdebatan mereka.
"Eh, hyung.."Chenle menoleh dan mendapati Jaemin ada di belakang mereka.
"Ayo berangkat, maaf membuat kalian menunggu."Ucap Jaemin tersenyum tipis.
Eoh, baiklah,ayo."Ucap Chenle bersemangat.
__ADS_1
"Appa, Jaemin berangkat dulu. "Ucapnya menoleh pada Jungkook yang masih terdiam.
"Ah iya, hati-hati.."Jungkook tersenyum tipis
"Bunda Lele juga!"
"Iya sayang hati-hati"
Paman,Haechan pamit..."Haechan tersenyum dan menyalami tangan Jungkook yang langsung refleks mengelus rambut Haechan perlahan.
"I...iya nak, hati-hati jangan ngebut bawa mobilnya"
"Nee Paman.."Jungkook tersenyum lebar menatap punggung ketiganya yang perlaha menjauh.
..........
"Apa ini sungguhan??. Hiks! Echaniee ini appa sayang.Kau sudah besar dan tampan seperti Daddy mu."Jungkook menangis sambil terduduk di tempat tidurnya.Rasanya sungguh tidak dapat di percaya, dia bisa melihat putranya yang selama ini ia rindukan.
"Aku tidak bisa menunggu lagi, Aku tidak bisa membiarkan Haechan menderita lebih lama lagi.Sudah saatnya ia tau siapa Matenya.Aku harus mencari cara agar bisa mengambil benda sialan itu dari tubuhnya.Tapi bagaimana? Kalau aku nekad aku bisa kehilangan putra ku."Jungkook terus berbicara sendiri dengan gusar.
"Jalan satu-satunya adalah Mate.Tapi bagaimana caranya Haechan menemukan Mate, Sedangkan gendernya sendiri saja dia tidak tahu??. Arghhh!!apa yang harus aku lakukan? aku takut akut tidak bisa bertahan lebih lama lagi!!"Jungkook masih terus berbicara dan menggeram frustasi. ini
..................
Sky Dream university
Saat ini Haechan, Jaemin dan Chenle berjalan di lorong untuk menuju ke kantin.Di pertengahan jalan mereka berpapasan dengan jeno dan Ji-Sung yang baru keluar dari kelas mereka.
"Eoh, Chanie hyung?"Ucap Ji-Sung dengan mata berbinar.
"Iya... eh, cari siapa hyung??"Tanya Ji-Sung.
"Re....eh, Mark hyung dimana??"Tanya Haechan sedikit gelagapan.
"Oh, hyung lupa ya??"Haechan mengangkat alisnya mendengar ucapan Ji-Sung.
"Mark hyung itu sekelas sama Renjun hyung."Ucap Ji-Sung sedikit menahan tawa melihat gelagat Haechan yang sudah terbaca olehnya.
"Eh... hehehe lupa"Ucap Haechan nyengir kuda.
"Lupa apa lupa?. bilang saja kalau kau mencari Renjun hyung, tidak usah alasan.Gelagatmu sudah terbaca tuan Lee."Ejek Chenle.
"Diam lah!"Ketus Haechan.
"Hahaha... cie malu yang ketahuan!"Chenle tertawa melihat wajah Haechan yang sedikit bersemu.
"Ekhem!Le, hyung ke kelas saja ya.. hyung tidak lapar.."Ucapan Jaemin mengalihkan perhatian mereka.
"Tapi hyung... kau harus makan, aku tidak mau kau sakit karna telat makan.Bunda pasti sedih kalau kau sampai sakit."Ucap chenle mencari alasan agar Jaemin mau makan .Dia tau kalau tadi pagi Jaemin tidak sarapan.
"Huft, baiklah.. .hyung ke kelas saja kalau tidak enak badan.Biar Lele belikan makan nanti, dan hyung harus memakan itu.Ingat tidak ada penolakan!!"Tegas Chenle yang melihat Jaemin hanya terdiam dan enggan bicara.
"Baiklah, kalau begitu hyung ke kelas dulu."
"Nee hyung.."Jawab Chenle.Jaemin mengangguk pelan dan segera meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Kenapa denganya??"Tanya Ji-Sung masih menatap punggung Jaemin.
"Dia masih shok karena sesuatu hal yang menimpanya?"Jawab Chenle sendu.
"Apa yang terjadi??"Tanya Ji-Sung yang semakin penasaran.
"Seorang Alpha melakukan Mating secara paksa denganya."Jawab Chenle masih di posisi yang sama.
"Apa??"Ji-Sung sedikit berteriak karena terkejut.
"Ap...jie, sepertinya kita harus ke kantin sebetar lagi waktu istirahat selesai, aku juga harus memesankan makanan untuk hyung." Ucap Chenle yang menyadari bahwa ia salah bicara dan mencoba mengalihkan topik.
"Yap! benar Sekali.Tapi maaf aku tidak jadi ke kantin, aku baru ingat aku harus mencari buku.Jadi aku harus ke perpustakaan."Ucap Haechan.
"Ah,aku juga harus ke kamar mandi sebentar!".Timpal jeno yang dari tadi hanya menyimak.
"Lah lah... terus kita??!"Chenle menatap tak percaya pada Haechan dan Jeno.
"Hehe..ya kalian berdua harus ke kantin. Ingat harus!. Selamat bersenang-senang..."Ucap Haechan tersenyum penuh menatap Ji-Sung dan Chenle.
"Benar kata Haechan, bye selamat PDKT!!"Ucap jeno lantang sambil berjalan menjauh meninggalkan Ji-Sung dan Chenle yang wajahnya tengah bersemu saat ini.Begitu pula dengan Haechan yang sudah menghilang dari sana.
DI TOILET
Setelah mendengar ucapan Chenle tadi, jeno segera menyusul Jaemin ke kelasnya namun tidak ia temukan.Jeno Berlari menuju ke arah kamar mandi, karena ia yakin bahwa Jamein ada disana.Dan benar dugaannya, Jaemin memang ada di sana.
"Hiks, kenapa aku harus bertemu dengannya lagi?.aku tak percaya Semuanya terjadi padaku.Aku hanya seorang Beta, aku berharap pasangan ku nanti juga sama seperti ku.Tapi kenapa??kenapa harus seorang Alpha?. Hiks, kenapa harus..."Jaemin menangis tanpa suara di dalam sana.
Greb!!
Tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang dan membuat Jaemin terkejut.
"Lepas!!"Jaemin berusaha melepaskan namun pelukan itu malah semakin erat.
"Maaf..."Ucap laki-laki bersuara bariton yang sedang memeluknya yang tidak lain adalah jeno.
"Maaf, aku sudah memaksa mu.. maaf kalau aku tak sesuai ekspektasi mu,tapi percayalah.. aku ini adalah Alpha mu Mate"Ucap Jeno dengan suara rendah dan tetap memeluk Jaemin.
"Hiks,tapi bagaimana mungkin?.Aku hanya seorang manusia biasa, bukan alpha seperti mu atau pun omega seperti Chenle.Bagaimana bisa kau mengklaim ku sebagai Mate?!."
Jeno membalikkan badan Jaemin membuat mereka saling berhadapan dan mengusap pelan pipi Jaemin yang basah oleh air matanya.
"Takdir!,Itulah Jawabanya.Terserah kau mau percaya atau tidak.Tapi itulah kenyataannya."Jeno tersenyum tipis sambil terus mengusap air mata di wajah Jaemin.Membuat pipi Jaemin terasa menghangat dan jantungnya berdetak kencang saat ini.
"Maaf membuat mu terkejut dengan kenyataan ini, aku tidak akan memaksa mu kalau kau belum bisa menerima kenyataan ini.Tapi tolong jangan me-reject ku sebagai Alpha mu"Jeno menatap sayu pada Jaemin.
"A...aku..."
"Aku tau, aku tidak akan memaksa mu... pelan-pelan saja.Aku akan menunggu sampai kau siap mengakui ku.Aku hanya minta tolong jangan tolak aku, itu saja.Sekarang berheti menagis,itu menyakiti ku."Ucap Jeno menahan air mata dan berusaha tetap tersenyum sambil mengusap pelan kedua pipi Jaemin yang masih agak basah.
"Yasudah, aku pergi dulu.."Ucap Jeno lalu mengecup kening Jaemin pelan dan segera pergi dari sana.
"Hiks! hiks..."Jaemin jatuh terduduk di lantai kamar mandi setelah kepergian Jeno.
Semua kata-kata jeno berputar-putar di kepalanya.Ia merasa bersalah dan sakit disaat bersamaan.Ia terus menangis memegangi dadanya yang terasa sesak, dan tanpa ia ketahui bahwa seseorang telah mendengar semuanya dari kejauhan.
__ADS_1