MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 5


__ADS_3

Pagi hari di suatu tempat, Terlihat seorang laki-laki cantik yang tengah melamun di kursi kayu sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi tersebut.


" 18 tahun ya??,ini sudah waktunya?."Ucap laki-laki itu tersenyum miris.


"Aku memang kembali, sudah lama sekali, aku rasa tubuhku juga semakin melemah.Tapi, jika aku kembali, apa mereka akan menerima ku?."Ucapnya sendu.


"Hiks,!hyung, kau dimana? pulanglah, temui Adikmu ini hyung. Aku sangat merindukan dan membutuhkan mu!"Air mata terjatuh dari sudut matanya.


"Hyung, setelah tragedi itu apa sekarang kehidupan mu beruntung dan bahagia??.Aku harap kau selalu bahagia hyung.Bersabarlah Hyung, sebentar lagi aku pulang."Ucapnya lalu tersenyum diakhir kalimat.


"Eoh, appa!apa yang Appa lakukan disini??" tanya seorang pemuda 18 tahun yang menuju ke arahnya.


"Ah, tidak ada!."Jawab laki-laki itu tersenyum manis.


"sungguh??"Tanya lagi pemuda tersebut lalu ikut duduk di kursi sebelahnya.


"Iya jaemin yang cantik!"Goda laki-laki tersebut pada sang putra yang bernama Jaemin tadi.


"Appa!.Jaemin itu tampan bukan cantik!. Dan ingat! Jaemin itu laki-laki!."Tegasnya memprotes sang Appa yang selalu menganggapnya cantik.


"Haha... baiklah, iya kau tampan."Ucap laki-laki itu mengiyakan.


"Oh tentu!" Ucap Jaemin penuh percaya diri.


"Haiiis, kau ini kenapa sangat imut?!"Ucap laki-laki itu yang terlihat gemas dan mengacak-acak rambut jaemin pelan.


"Akh! rambutku... Appa!!Kenapa kau suka sekali merusak rambutku??. Huaaa, padahal baru lima menit yang lalu aku merapikannya, sekarang sudah berantakan lagi!!"Ucap Jaemin yang kesal dan pura-pura menagis.


"Eh eh, jangan menangis dong, miane sayang Appa tidak sengaja"Ucapnya berusaha menenangkan dan minta maaf.


"Nope!!."Ucap Jaemin dengan wajah cemberutnya, dan membuat laki-laki itu semakin gemas dengan tingkah putranya.


"Oh, benarkah? Hmm mari kita Coba dengan satu gelitik, apa nanti masih akan sama jawabannya??"Ucap laki-laki itu tersenyum miring.


"Aaaa.. tidak! hahaha geli Appa, hentikan!! haha..."Jaemin tak bisa menahan tawanya saat sang Appa langsung menyerangnya dengan gelitikan maut miliknya.

__ADS_1


"Hahaha, sudah appa hentikan Jaemin mohon!.Ini geli, Jae tidak sanggup lagi,perut jae sakit..."Rengeknya memohon agar Sang appa segera berhenti.


"Haha baik...., Arghhh!!!"


"Appa!! Apa yang terjadi??.Apa kau tidak apa-apa??!"Tanya Jaemin cemas saat melihat Appanya tiba-tiba kesakitan sambil memegangi dadanya.


"Akh, hah hah hah!"


"Appa jawab Jaemin, jangan membuat Jaemin takut!!"Ucap Jaemin dengan wajah sangat cemas.


"Huft, hah hah... appa baik-baik saja nak, jangan khawatir."Ucap laki-laki itu tersenyum tipis.


"Baik darimananya?.Appa sangat kesakitan seperti itu, masih saja bilang baik-baik saja!!."Ucapnya mulai menangis.


"Huft, Appa tidak apa-apa sayang, percayalah!."Ucapnya tersenyum lembut.


"Hiks! tapi, ..."


"Appa berkata yang sejujurnya nak, Appa memang tidak apa-apa."


Laki-laki tersebut mengusap lembut kedua pipi Jaemin untuk membersihkan jekak air mata yang ada disana dan kemudian berkata.


" Dengar! Appa baik-baik saja, sakit yang tadi Appa alami karena memang sudah waktunya sayang."


"Huh?? Maksud Appa??"


"Tidak usah pura-pura tidak tahu sayang, bukankah kau sudah tau segalanya?."Jaemin hanya mengangguk sebagai jawaban dan mulai menangis kembali.


"Hiks hiks! apa setelah ini appa akan meninggalkan Jaemin sendirian sama seperti ayah dan bunda??".Tanya Jaemin sambil menangis.


"Tentu saja tidak sayang, kau ingat! Bukannya appa sudah berjanji pada ayah dan bunda mu untuk menjaga dan merawat mu ?. Bahkan Appa sudah menganggap mu seperti anak Appa sendiri, lalu bagaimana mana bisa Appa meninggalkan mu sendiri.??"Ucapnya menjawab pertanyaan Jaemin dengan senyum tulus di wajahnya.


"Hiks, Appa!!"Jaemin memeluk erat tubuh appanya setelah mendengar jawaban darinya.


"Stt.. sudah, tidak usah menangis, Oke!"Ucapnya laki-laki itu membalas pelukan Jaemin dengan lembut.Jaemin mengangguk dan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"A.. Appa, apa Appa yakin akan membawaku bersamamu jika sudah waktunya??"Tanya Jaemin ragu.


"Tentu saja! apa kau meragukan Appa mu ini??"


"Ah, tidak.Hanya saja aku merasa apa aku ini pantas untuk ikut bersama mu, sedangkan aku ini hanya seorang Beta miskin dan yatim piatu, dan juga cacat."Ucapnya sendu sambil terus menunduk.


"Cacat apa yang kau maksud Jaemin?, Jika kau merasa dirimu cacat, bukankah Appa juga sama seperti mu??"Ucapnya yang mengerti arah pembicaraan putranya.


"Tapi Appa, kau adalah seorang Omega, jadi memiliki rahim itu hal yang wajar untuk mu. Sedangkan aku?, aku adalah seorang Beta,yang artinya Aku hanya manusia biasa yang tentunya sangat aneh Jika laki-laki sepertiku memiliki rahim!"Ucap Jaemin yang kembali emosional.


"Cukup Jaemin!.Appa tidak suka kau merendahkan diri sendiri seperti ini.Ingat, apa yang ada dalam dirimu saat ini bukan berarti Kau cacat atau semacamnya.Na Jaemin, dengar dan ingat kata-kata Appa ini baik-baik!."


Jaemin hanya diam mengangguk patuh melihat ekspresi wajah appanya yang terlihat sangat serius dan tidak bisa dibantah.


"Ingat selalu, Kau adalah Na Jaemin seorang laki-laki sepesial yang diberkati anugrah oleh MOON GOODNESS.Tidak dan setitik kecacatan pada dirimu, ingat itu!!"


"Baik appa, jae akan selalu mengingatnya!"Ucap Jaemin tersenyum tipis.Ia merasa mendapatkan kepercayaan dirinya kembali setelah mendengar ucapan sang Appa.


"Good boy!.itu baru Jaemin yang apa kenal, dan anak kesayangan appa." Laki-laki itu tersenyum manis sambil menggenggam tangan Jaemin dengan posisi saling berhadapan.


"Terimakasih untuk semuanya Appa!. Appa memang yang terbaik!!"Jaemin tersenyum lebar dan kembali memeluk Appa kesayangannya itu.


Sama-sama sayang, ini adalah kewajiban Appa sebagai orang tua tuamu, tidak perlu berterimakasih."Ucap laki-laki itu sambil membalas pelukan dan mengusap punggung Jaemin perlahan.


"Hmm, sayang Appa!."Ucap Jaemin, memejamkan mata dan menikmati pelukan dari sang Appa.


"Too sayang"Jawab Appa masih setia dengan pelukannya.


Sedangkan di tempat yang berbeda dan di waktu yang sama, Sekarang laki-laki yang akrab di sapa dengan nam "V", Sekarang tengah melamun, mengingat masa-masa indah besama Sang Omega yang sekarang sudah pergi entah kemana.


"Kookie-aa, apa kau tahu saat ini aku sangat merindukanmu.Kau tau?sampai sekarang aku masih sangat mengharapkan mu kembali, meskipun itu mustahil." V duduk di tempat tidurnya sambil menatap bingkai foto yang ia pegang.


Foto yang di pegang oleh V:


__ADS_1


"Cantik!.Kau selalu menjadi yang terbaik untuk ku kookie, apapun yang terjadi di antara kita, aku yakin ada alasan dibalik semua itu.Alasan kenapa kau memilih meninggalkan ku dan pergi bersama orang lain setelah kelahiran putra kedua kita."Ucapnya sendu sambil terus menatap bingkai foto itu.


__ADS_2