MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 26


__ADS_3

Di waktu yang sama, di mansion keluarga Kim.


"Hyung, kau tau kemana perginya anak-anak??"Tanya Taehyung yang tidak melihat keberadaan putranya.


"Molla, aku baru saja keluar dari ruang kerja ku Tae..Coba kau tanyakan pada Jin hyung,kurasa dia tau ."Jawab Namjoon.


"Baiklah akan ku tanyakan, tapi dimana dia??"Ucap Taehyung kembali bertanya.


"Aku disini,ada apa??"Ucap Seokjin yang tiba-tiba muncul dan menghampiri Taehyung juga sang suami yang sedang duduk di sofa.


Ani, tadi Tae bertanya padaku kemana perginya anak-anak, dan aku bilang tidak tahu karena aku baru saja keluar dari ruang kerjaku."Jelas Namjoon.


"Ouh,..."


"Nee hyung, aku hanya penasaran kemana perginya mereka."Jawab Taehyung mengiyakan.


"Tenanglah Tae, tadi mereka berdua bilang kalau ingin makan malam di luar bersama dongseng yang lain.Jeno juga, dia tidak pulang ke rumah.Tapi dia pulang ke apart dan ikut menyusul kesana."Jelas Seokjin tenang.


"Baiklah, tapi...."


Taehyungie tenanglah... mereka sudah dewasa. Jangan terlalu mengekang mereka, berikan mereka kebebasan. Kita cukup mengawasi mereka dari jauh."Ucap Seokjin menenangkan.


"Tapi hyung, Haechan..."


"Aku tahu Tae, percayalah Mark selalu ada bersamanya, mereka akan baik-baik saja."Lagi-lagi Seokjin memotong ucapan Taehyung dan mencoba menenangkan adiknya yang overprotektif pada putra bungsunya itu.


"Jin hyung benar, aku juga percaya dia akan baik-baik saja"Ucap Namjoon menimpali.Taehyung menghela nafas dan tersenyum tipis.


"Aku mengerti hyung, terimaksih sudah menenangkan ku"Ucapnya tersenyum tipis.Namjoon dan Seokjin hanya mengangguk dan tersenyum.


Kembali ke cafe


"Hyung, apa kau seorang dominan??"Tanya Chenle memecah keheningan dan menatap Beomgyu.


"Huh?Prrrt.."Beomgyu menahan senyumnya. Bahkan belum genap sehari, sudah dua orang yang mengiranya sebagai dominan.


"Ekhm, kenapa kau bisa bertanya seperti itu padaku??.Dan darimana kau menyimpulkan kalau aku adalah seorang dominan??"Kini Beomgyu tersenyum dan balik bertanya pada Chenle.


"Entah, aku tidak bisa membedakan feromon mu, tapi secara fisik kau terlihat seperti dominan."Ucap Chenle berpendapat.


"Ouh, aku mengerti.Nah, sekarang aku ingin bertanya.Aku juga tidak bisa membedakan feromon milik Haechan, apa dia juga sama seperti ku??.Yang perlu kalian ketahui, aku adalah Omega werewolf yang sudah memiliki Mate.Apa Haechan juga seorang Omega??"Pertanyaan dan penjelasan dari Beomgyu membuat mereka terkejut.


"Astaga matilah aku... kenapa aku bisa memberitahunya kalau aku adalah seorang alpha?.Bisa gawat kalau Mark sampai tahu."Gerutu Haechan dalam hati setelah menyadari sesuatu.


"Lalu bagaimana kalau Lele bilang tidak tahu?!Apa Beomgyu hyung akan memberitahu Mark hyung??" Ucap Haechan dalam hati dan sedikit cemas.

__ADS_1


"Emmm... molla,kami semua belum mengetahuinya karena kami sama sekali belum pernah mencium feromon miliknya."Ucap Chenle sedikit menunduk.


"Aku sudah tau apa gender milik Haechan, tapi aku tidak mungkin mengatakannya sekarang."Batin yang Chenle .


"Jamkkanman,Tunggu sebentar!.Jadi maksudnya hyung adalah seorang omega!?.Woooo Amazing... Icung kira hyung juga seorang Alpha seperti Icung."Ucap Ji-Sung menatap kagum pada Beomgyu.


"Hahaha.. gwiyeopda!"Beomgyu tertawa lepas melihat ekspresi terkejut Ji-Sung yang sangat imut.


"Kau sama sepertiku saat bertemu dengannya, Jie..."Timpal Haechan.


"Aku juga mengira kalau dia adalah seorang Alpha, tapi ternyata tidak."Ucapnya lagi.


"Jinjayo.."Ucap Ji-Sung tak Percaya.


"Ya dengan tinggi badan yang sama seperti Ji-Sung, suaranya berat dan tampan.Siapa yang tidak akan bilang kalau dia adalah seorang dominan."Ucap Ucap Jaemin menganalisa.


"Waaah, analisa yang baik."Puji Beomgyu.


"Hah, jinjja!! Kau merasa semakin pendek".


"Tidak usah be...."Sebelum Mark selesai dengan ucapannya, tiba-tiba handphonenya bergetar"Sebentar aku angkat telepon dulu."ucap Mark lalu menjawab teleponnya.Dan yang lain hanya mengangguk dan menyimak.


" Halo??"


"Halo Mark, ini daddy."


"Apa kau bersama adik mu sekarang??"


"Iya, Mark sedang bersama Echan sekarang, kami sedang makan malam,dan ada dongseng yang lain juga.Ada apa? ada yang bisa Mark bantu?"


"Ah, tidak!Daddy hanya memastikan saja kalau kalian memang Pergi bersama."


"Oh, maaf tadi mark tidak pamit sama daddy. Tapi, kita sudah hilang kok sama uncle (Jin)tadi."


"Nee, gwaenchana.Tadi uncle juga sudah bilang sama daddy.Daddy menelepon hanya untuk memastikan saja.Ya sudah Daddy tutup dulu.Kalian hati-hatilah pulangnya, jangan terlalu larut."


"Nee Dad, bye!."


"Hmm."


Sambungan telepon terputus, kini mark kembali memasukkan handphonenya ke saku jaketnya."Ada apa hyung??"Tanya Haechan penasaran.


"Ani, tadi Daddy telepon hanya untuk memastikan apakah kita pergi bersama"Jawab Mark.


"Ouh..."Haechan mengangguk paham.

__ADS_1


Nee, tadi hyung bilang ke Daddy kalau kita sedang bersama yang lain juga."Tambahnya, dan Haechan hanya manggut-manggut.


"Arghhh!!! sakit...!"Tiba-tiba Haechan berteriak sambil memegang dadanya.


"Haechan!!!"Sontak semua berteriak dan menatap cemas Haechan.


"Hiks, hyung... sa...kit!"Ucap Haechan terbata-bata karena tubuhnya yang mendadak lemas .


"Haechan-aa, apa yang terjadi? ayo kita pulang bertahanlah!!"Ucap Mark cemas sambil memeluk tubuh sang adik.


"Ani, a.. appa.."


"Kau bicara apa Haechan?. Tidak ada Appa disini! ayo kita pulang!" Ucap Mark yang bersiap membopong tubuh Haechan.Sendangkan yang lain hanya diam dan menahan air mata.


"A...ani.Echanie mau appa..."Ucap Haechan dengan nafas tersengal.


"Je...no yaa, bawa aku ke...a..appa hiks!"


"Baiklah, bertahanlah kau tidak boleh seperti ini Mengerti!!"


"Jeno ada apa ini sebenarnya.??"Tanya Mark bingung.


"Hyung..."Ji-Sung dan Chenle mulai menangis.


"Haechan-aa apa yang terjadi?!"Beomgyu ikut menimpali.


"Kumohon, berheti bertanya untuk sekarang!. Sekarang kita harus membawa Haechan ke rumah Jaemin."Ucap Jeno langsung membopong tubuh Haechan yang lemah dan masih meringis menahan sakit.


"Jaemin! Aku tau kau mengerti maksud ku.Jangan diam saja di sana!."Ucap Jeno dengan nada tinggi dan menyadarkan mereka.


_Mark hyung, Semua ayo!aku yakin appa juga sedang tidak baik-baik saja!!"Ucap Jaemin dengan air mata yang mulai menetes dari sudut matanya, mengingat keadaan Jungkook.


"Kini Renjun, Ji-Sung dan Chenle yang mengerti maksud Jeno langsung bergegas menyusul Jaemin yang menarik tangan Mark untuk mengikutinya.


"Njun hyung, kau dan Ji-Sung ikut denganku.Hyung, duduklah di belakang dan pangku kepalanya, buat dia tetap sadar."Perintah jeno sambil membaringkan tubuh Haechan di kursi belakang.


"Ba.. baiklah"Dengan sedikit bergetar Renjun menjawab dan langsung masuk ke dalam mobil.Dengan perlahan dia memangku kepala Haechan dengan satu tangan melingkar di atas kepalanya, dan satunya lagi ia gunakan untuk menahan tubuh Haechan dengan memeluk bahunya.


"Jie, kau di depan bersamaku, tolong perhatikan rambu untuk ku Karna kita akan menyebut"Tegasnya lagi.


"Ba..baik hyung!". Ji-Sung mengaguk cepat dan masuk kedalam mobil.


"Jaemin aa, aku percaya padamu.. mari kita selesaikan semua ini, agar berakhir bahagia."Ucap jeno tersenyum lembut pada Jaemin yang berdiri tidak jauh kemudian masuk dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Jaemin mengerti, ia hanya mengangguk dan tersenyum tipis."Mark hyung, kau bersamaku di depan.Le, hyung kalian duduk dibelakang.Jangan lupa pasang sabuk pengaman kalian! karena perjalanan ini akan sedikit menakutkan."Tegas Jaemin yang langsung masuk dan duduk di kursi kemudi.

__ADS_1


"Nee..."


"Baik hyung!"Ucap Mark, Beomgyu dan Chenle yang Segera duduk di posisi mereka beberapa detik kemudian, mobil melaju dengan kecepatan yang sama dengan yang di kendarai Jeno.


__ADS_2