![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
Semua orang sudah berkumpul di ruang tengah, terlihat semua orang yang tengah menatap intens pada Haechan yang duduk di tengah mereka semua, hingga membuatnya risih.
" We..wee?kenapa kalian semua menatapku seperti itu??" ucap Haechan risih.
"Ani, kita hanya memastikan kau baik-baik saja kan??."Tanya Mark memastikan.
"Huft,aku kira kenapa.Aku baik-baik saja hyung, kau lihat sendiri kan?."
Haechan tersenyum manis dan melanjutkan ucapannya.
"Appa, Daddy, hyung semuanya ...., tenanglah,Haechan baik-baik saja."
"Syukurlah kalau kau baik-baik saja,kami merasa lega.Yang harus kita pikirkan sekarang adalah, bagaimana caranya mengambil benda itu dari tubuh Haechan."Ucap Yoongi.
"Hyung!."Taehyung menatap tajam Yoongi.
"Maaf Tae, aku hanya tidak bisa menunggu lebih lama lagi,aku ingin semuanya cepat selesai."
"Benar apa yang paman katakan.Kita butuh rencana yang matang untuk ini.Aku tidak bisa mengambil resiko sedikit pun, karena nantinya jika sedikit saja kita melakukan kesalahan, yang terluka bukan hanya aku."Jelas Haechan serius, membuat semua orang tercengang dengan aura yang muncul darinya.
"Haechan, kau...??"Taehyung menatap tak percaya.
"Aku sudah tau semuanya Daddy, aku memaksa Appa untuk memberitahu ku tentang semuanya."Jalas Haechan.
"Mianhe Alpha, ...."
Jungkook sedikit menundukkan kepalanya saat Taehyung menatapnya.
"Jangan salahkan Appa , Dad... disini aku yang memaksa."Ucap Haechan karena takut Daddy dan appanya akan bertengkar.
"Ani, ya sudah.... jika semua sudah tau ,sekarang kita susun strategi yang tepat supaya tidak terjadi Kesalahan apapun"Tegas Taehyung,dan diangguki oleh semua orang.
__ADS_1
Mereka semua mulai membicarakan tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan dari awal hingga akhir.Setelah sekesai, semua pergi dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
terlihat para orangtua yang masih berada di sana dan membicarakan sesuatu.Jeno dan Jaemin duduk santai di taman belakang,sambil sesekali bercanda.Jisung dan Chenle memilih untuk bermain game bersama, Mark dan Beomgyu juga sedang bermain basket bersama dengan beberapa anak laki-laki yang ada di sana.
Lalu bagaimana dengan Renjun dan Haechan?. Renjun yang pada dasarnya sangat menyukai anak kecil,ia memilih untuk menemani anak perempuan yang ada di panti tersebut untuk bermain dan sesekali bercanda.Sedangkan dari kejauhan Haechan menyaksikan segalanya.
"Semoga kebahagiaan ini akan tetap untuk waktu yang lama.Dan aku harus senyuman itu tidak akan pernah hilang dari wajah kalian semua."
Haechan tersenyum lebar dan menyamankan posisi duduknya saat ini.
"Terutama kau Renjun hyung.Aku tau ini egois, seandainya bisa aku ingin bisa memiliki mu.Bukan sebagai saudara,melainkan sebagai' Mate'."Lirih Haechan yang saat ini sedang duduk di ayunan.
"Hyung,pali!!"Seorang anak kecil terlihat menarik paksa Renjun menuju ayunan yang di naiki oleh Haechan.
"Iya, sebentar Jihoonaa..."Renjun sedikit kualahan mengikuti langkah bocah yang akrab di panggil Jihoon itu.
Wee,ada apa ini? Jihoon, kenapa kau menarik hyung seperti itu??."Tanya Haechan yang berdiri dari duduknya.
"Eoh, kenapa harus hyung?kau kan sudah bersama dengan Renjun hyung, lagi pula ayunannya hanya ada dua??."Haechan menatap bingung pada bocah berusia 8tahun itu.
"Ish, hyung!.Begini loh...., nanti Jihoon dan Renjun hyung yang naik, dan hyung yang mendorong ayunannya."Jelas Jihoon sedikit kesal dan membuatnya semakin terlihat imut.
"Tidak perlu Jihoon, biar hyung saja yang mendorongnya, dan kau yang naik."Bujuk Renjun lembut.
"Sikapnya sangat berbeda saat berhadapan dengan anak kecil.Pantas saja anak-anak disini cepat akrab dengannya.Apalagi Jihoon, dia bahkan tidak canggung untuk bersikap manja pada Renjun hyung."Batin Haechan melihat interaksi keduanya.
"Ani, hoonie maunya main sama Echan hyung dan Renjun hyung juga!!"Rengek Jihoon hampir menangis.
"Hey, Jihoon.... baiklah, hyung akan menemani mu dan Renjun hyung bermain ayunan ini."Ucap Haechan dengan berjongkok menyamakan tinggi dengan Jihoon dan mengusap kepalanya pelan.
"Jinjja?!"
__ADS_1
Nee jinjja... Haechan tersenyum manis dan menatap Renjun.Untuk sepersekian detik, padangan mereka saling bertemu, tapi dengan cepat Renjun mengalihkan pandangannya.
"Kalau begitu ayo hyung!, Hyung duduk di sebelah kanan,Biar Jihoon duduk di sebelah kiri."Ucap Jihoon mengarahkan.Renjun hanya mengangguk dan menuruti keinginan Jihoon,dan duduk di ayunan sebelah kanan.
"Ayo Echan hyung, sekarang dorong!!"Ucapnya lagi penuh semangat.
"Oke, siap kapten!"Haechan bergaya hormat tentara dan membuat Jihoon terkekeh.
Dengan penuh senyuman, kedua ayunan itu terus berayun.Dari kejauhan Jimin tersenyum dan menatap tak percaya pada tiga orang itu.
"Alpha lihat!itu Injun kita kan??.Lihat dia tertawa lepas seperti itu!.Aku sangat senang dan tak percaya melihatnya"Ucapan Jimin membuat semua yang mendengar mengalihkan pandangannya.
"Woaaaa apakah itu benar benar hyung ku??. Sungguh sebuah keajaiban bisa melihatnya tertawa lepas di depan orang lain seperti itu!!."
Ji-Sung yang baru saja selesai dengan game pun ikut terkagum-kagum.
"Bukankah itu awal yang baik, aku harap dia bisa sedikit terbuka dan Wellcome pada lingkungan sekitar." Ucap Yoongi menatap ke arah Renjun yang masih sibuk dengan dunianya bersama Haechan dan Jihoon.
"Paman benar, bukankah itu terlihat sangat romantis, seperti satu keluarga kecil yang sedang bermain bersama."
Semua menatap ke arah Chenle yang baru saja datang, dengan kening berkerut.
"Huh,Kenapa paman semua menatapku seperti itu?Aku kan hanya mengutarakan pendapat.Tidak usah berpikir yang tidak-tidak, toh mereka bersaudara bukan?. Bukankah bagus kalau bisa saling mengakrabkan diri."Ungkap Chenle jujur.
Ucapan Chenle membuat yang ada di sana saling mengutarakan tanggapan mereka.Terlihat Jungkook yang tersenyum lebar ketika melihat semua keluarganya bersatu dan saling. menerima seperti saat ini.
Lain halnya dengan Jimin,"Aku tidak tau harus bahagia atau sedih sekarang.Aku bahagia karena akhirnya keluargaku bisa bersama.Tapi di sisi lain aku sangat takut.Aku takut jika salah satu dari mereka atau bahkan mereka berdua memiliki perasaan yang lebih dari sekedar saudara.Aku tidak mau perasaan yang mereka miliki, pada akhirnya akan menyakiti hati mereka sendiri."
Batin Jimin yang teringat bagaimana reaksi Renjun saat Haechan Anfal beberapa hari yang lalu.Sampai sekarang ia masih tidak percaya bahwa Haechan lah yang menjadi sebab putra sulungnya itu menangis.Dan lihatlah sekarang, bahkan Haechan pula lah yang menjadi sebab putranya yang dingin itu bisa tertawa lepas seperti saat ini.
Di sisi lain, Seseorang sedang menatap lurus ke depan dengan senyum miring di wajahnya.
__ADS_1
"Sekarang nikmatilah kebahagiaan yang sementara ini, sebelum malapetaka itu datang dan meng hancurkan kalian semua!!."