MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB

MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB
episode 15


__ADS_3

Di Mansion keluarga Min


"Ya halo??" Terlihat jimin sedang berbicara dengan seorang melalui telepon.


"Maaf tuan, kami sudah berhasil menemukan informasi Yang anda minta"Ucap Seseorang di seberang sana.


"Jinjaa?!"Jimin tersenyum lebar mendengar ucapan orang tersebut.


Nee tuan, saya akan Segera kirim informasinya ke email anda."Jawabanya lagi.


"Baiklah saya tunggu, dan terimaksih sudah bekerja keras."Ucap jimin tersenyum bahagia.


"Nee, sama-sama tua. Kalau begitu saya tutup dulu."Ucap orang tersebut sopan.


"Nee.."Singkat Jimin tersenyum lebar dan mengakhiri sambungan teleponnya.


"Akhirnya!! akhhhh aku sangat bahagia!!"Teriak Jimin lantang.Sambil merebahkan diri di sofa.


"Ada apa?Apa yang terjadi?!".


"Kamchagiya!!!"Seseorang tiba-tiba datang tergesa-gesa kearahnya dan membuat Jimin terkejut.


"Wee, ada apa? Kenapa kau berteriak??."Tanya orang tersebut yang tak lain adalah Yoongi.


"Hwaaaa suga-ssi aku sangat bahagia!!"Jimin memeluk erat Yoongi.


"Wee..wee?kau terlihat sangat bahagia, tidak biasanya kau memanggilku dengan sebutan itu?. Apakah gerangan yang membuat mu se gembira ini?."Tanya Yoongi yang ikut tersenyum.


"Aku menemukannya Suga-ssi."Jimin tersenyum lebar dan kembali duduk di sofa bersama dengan suaminya.


"Huh,nugu?"Yoongi mengangkat satu alisnya.


"Adik ku...aku sudah menemukannya!!"Jawab Jimin dengan mata berbinar.


"Jinjaa..!"Ucap Yoongi yang terkejut dan juga senang.


"Nee jinjaa!!.Suga ssi, sebentar lagi bawahan ku akan mengirimkan semua informasinya, bagaimana kalau setelah itu kita langsung menemuinya??."Jelas Jimin.


"Tentu, apapun untuk kesayangan ku ini."Ucap Yoongi tersenyum manis sambil mengusap pelan kepala Jimin.


"Geumawo yeobo!!"Jimin tersenyum lebar hingga matanya tak terlihat yang membuat Yoongi gemas sendiri namun ia tahan.


Kita kembali ke Sky Dream university.


Kita lihat bagaimana Haechan selalu mencari kesempatan untuk dekat dengan Renjun.Seperti saat ini, ia duduk di kursi perpustakaan dengan Renjun yang masih fokus membaca buku di depannya.


Entah bagaimana awalnya, yang penting inilah yang dilakukan oleh Haechan sekarang.Ia sedang tersenyum sambil terus menatap Renjun yang terlihat tidak terganggu oleh aksinya.

__ADS_1


"Haiss, jinja.. Hyung kau ini kenapa cantik sekali??."Tanya Haechan dengan satu tangan ia gunakan untuk menyangga kepalanya.


"Hyung, apa kau tahu?, hanya diam begini saja aku sudah sangat menyukaimu, apa lagi kau bicara... lebih-lebih kalau tersenyum."Ucapnya lagi masih di posisi yang sama.


Haechan masih terus berbicara, sedang Renjun kini mulai terganggu dengan ocehan tak bermutu dari Haechan yang sudah ia dengar lebih dari 30 menit yang lalu.


"Hyung, kau itu sangat cantik dan imut, andai akhirnya aku tau apa gender ku, aku harap aku seorang Alpha.Agar aku bisa meminta kepada MOON GODNESS supaya kaulah yang menjadi Mate ku."Ucap Haechan tersenyum manis sambil menatap wajah Renjun.


"Bisakah kau berheti berbicara omong kosong??."Renjun menatap tajam Haechan.


"Aku bicara kenyataan hyung.."Jawab Haechan dengan santainya.


"Diam atau ku lakban mulut mu!."Ucap Renjun yang mulai kesal.


"Akhh, kiyowoo!!""Pekik Haechan melihat ekspresi wajah Renjun yang terlihat imut menurutnya.


"Haechan!!"Renjun berteriak tertahan dan menatap tajam ke arahnya.


"Hehehe.. maaf"Cengir Haechan mengakat jarinya membentuk huruf V.Renjun menatapnya malas orang yang di depannya.


"Hyung,joahaedo doelkkayo??"


A..apa??"Renjun membeku mendengar ucapan Haechan.


"Bolehkah aku menyukai mu,hyung??"Haechan mengulangi ucapanya.


"Aku serius hyung..."Ucap Haechan dengan tatapan serius.


"Huft, cukup!.Berteman dengan mu, itu sudah membuat ku pusing.Jangan berharap lebih.Aku orang yang setia pada Mate ku, jadi jangan pernah katakan omong kosong lagi."Ucap Renjun dingin dan berlalu pergi meninggalkan Haechan yang terdiam di tempatnya.


"Aku salah bicara ya??"Ucap Haechan masih mencoba memproses apa yang baru saja terjadi.


..............


Sore hari Haechan memasuki rumah dengan lesu.Tak seperti Haechan yang biasanya selalu ceria dan penuh semangat, walaupun dalam kondisi lelah.


"Haechan pulang..."Ucap Haechan sambil melangkah gontai menuju ke kamarnya.


"Loh, Haechan ??"Ucap Seokjin yang melihat Haechan berjalan di tangga.


"Kenapa sayang, kamu terlihat lesu?.tanya Seokjin cemas.


"Eoh, bibi... Haechan tidak apa-apa Kok, hanya sedikit capek."Jawab Haechan, berheti dan berbalik dan menjawab pertanyaan Seokjin.


" Oh, lain kali jangan terlalu banyak beraktivitas, kalau lelah istirahat dulu,bibi tidak mau kalau kamu sampai sakit."Ucap Seokjin menasehati.


"Nee bibi.. Haechan usahakan.Kalau begitu Haechan ke kamar dulu.."

__ADS_1


"Yasudah sana istirahatlah..."Ucap Seokjin tersenyum manis dan di balas anggukan oleh Haechan yang kemudian masuk ke kamarnya.


"Ada apa dengan nya??"Gumam Seokjin kemudian berlalu dari sana.


"Apa aku terlalu berharap??"Haechan duduk di tempat tidurnya .


"Aku berharap aku bisa tau apa gender ku, Arghhh... lucu sekali hidupku ini.Aku hidup di keluarga bangsawan yang bergelimang harta,tapi aku tidak tahu siapa diriku yang sebenarnya."Ucap Haechan frustasi.


tok tok tok!


Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Haechan." Siapa??"Ucap Haechan sedikit berteriak.


"Ini hyung, apa aku boleh masuk?!."Jawab Seseorang dari luar.


"EOh, Mark hyung... masuk saja hyung, pintunya tidak di kunci." Ucap Haechan.


Kemudian pintu terbuka dan menampakkan Mark yang perlahan masuk ke kamar sang adik dan duduk di sampingnya.Mark menghela nafas, melihat ekspresi wajah Haechan yang tidak terlihat baik-baik saja.


"Ada apa?apa ada masalah?. Berbagilah pada hyung mu ini, siapa tahu hyung bisa membantu."Mark tersenyum menatap wajah sang adik.


"Aku tak yakin tentang itu hyung".Ucap Haechan pesimis.


"Kita tidak akan pernah tau Kalau kita tidak mencobanya."


"Entahlah hyung, aku merasa lucu saja dengan hidupku, aku lahir di keluarga bangsawan, hidup bergelimang harta dan memiliki segalanya.Aku adalah putra dari seorang true blood Alpha dan Rare Omega,aku juga memiliki hyung yang baik seperti mu yang juga seorang Alpha murni.Tapi aku??,aku sama sekali tidak tahu Siapa diriku,apa gender ku??.Dan yang lebih parahnya aku sama sekali tidak pernah tahu bagaimana wajah Appa ku sendiri."Ungkap Haechan tersenyum miris.


"Haechan-aa.."Mark menatap sendu sang adik.


"Gwaenchana hyung, aku tidak apa-apa.Tapi, bolehkah aku minta satu permintaan padamu??."Ucap Haechan menatap mark penuh harap.


"Hmm, katakanlah.. akan hyung akan penuhi permintaan mu semampu hyung."Ucap mark lembut.


"Hyung, bolehkah aku tau siapa dan bagaimana wajah Appa??." tanya Haechan menatap sang kaka.Mark terdiam mendengar ucapan Haechan.


"Ku mohon hyung, aku tau paman Namjoon melarang mu dan tidak menyukai jika kita membahas tentang ini.Tapi apa salahnya jika seseorang anak ingin mengetahui siapa ibunya??.Apa itu salah??"Mata Haechan kini mulai berair namun masih berusaha ia tahan.


"Huft, baiklah.. hyung akan segera mengirimkan apa yang kau minta ke handphone mu... Ingat jangan menyimpan apapun yang berhubungan dengan Appa di kamar mu, aku tidak mau paman sampai marah jika mengetahui itu."Ucap mark memperingati.


"Nee hyung, mengerti."Ucap Haechan tersenyum manis.


"Ya sudah sekarang mandi , bersihkan dirimu.Sebentarlagi kita makan malam."Ucap Mark lembut sambil mengusap kepala Haechan dengan lembut.


"Nee , geumawo.. Echan mandi dulu!!"Ucapnya penuh semangat, lalu Berlari menuju ke kamar mandi.


"Pelan-pelan Echanaa...!!"Mark menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang adik,Yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Tanpa mereka ketahui ternya Taehyung mendengar semua dari luar karna pitu kamar Haechan yang tak tertutup rapat.

__ADS_1


__ADS_2