![MATE?? [Renhyuck X Taekook] BxB](https://asset.asean.biz.id/mate----renhyuck-x-taekook--bxb.webp)
*Arghh!!!"
"Haechan kau kenapa?!"
"Pergi dari sini sekarang , Hyung!!"
"Tidak bisa!aku tidak mungkin tenang melihat kau kesakitan seperti ini!!"
"Renjun hyung, dengarkan aku! pergi dari kamar ini sekarang!!!."Renjun menggeleng cepat, tidak perduli Haechan yang berteriak mengusirnya
Apa yang terjadi tidak biasa Haechan sampai seperti ini?? Renjun bergumam dalam hati , melihat Haechan yang begitu kesakitan.
"Apa yang kau lakukan? menjauh lah ,Hyung !!!"Haechan kembali berteriak saat Renjun mendekatinya
"Ani! aku tidak akan pergi kemanapun!! . Katakan sebenarnya apa yang terjadi?!"
"Aku arghh!!!"Haechan dan terduduk di sudut ruangan kembali berteriak dan meremas kuat rambutnya.
"Haechan!!"Renjun yang panik ikut berteriak, bahkan hampir menangis.
Sayangnya orang di luar tidak akan ada yang tau apa yang akan terjadi. Kamar itu kedap suara, dan sialnya tampa sadar Renjun juga sudah menguncinya.
"Feromon ini?!!, Haechan kau!!"Renjun sudah tau tentang pemilik feromon dengan aroma zaitun, yang tidak tetap dengan satu aroma.
Renjun tidak terkejut dengan hal itu, tapi ini! Dia mencium aroma almond dan vanilla, dua feromon sekaligus?!.Apa artinya ini??.
Oke, Renjun mulai takut sekarang.Dia mundur perlahan menjauhi Haechan, tapi....
"Mau kemana??"Bola mata Renjun hampir keluar saat tiba-tiba Haechan memeluk pinggangnya dengan erat, tatapan yang sangat tajam dan dekat.Bahkan Renjun bisa merasakan hembusan nafas Haechan yang memburu.Dan satu lagi, kali ini bola mata Haechan berwarna biru langit dan mengkilat seperti kristal.
"C...chan..."Suara Renjun mulai bergetar.
"Apa yang emmpt!!!"Renjun terkejut karena Haechan tiba-tiba menc!umnya dengan kasar, dalam dan menuntut.
Haechan menarik paksa kalung yang di pakai Renjun tanpa menghentikan aktivitasnya.
__ADS_1
"Eungmmh."lenguhan keluar dari mulut Renjun di sela c!Uman panas itu.
Cukup lama itu berlanjut, akhirnya Haechan melepas tautannya.Menatap Renjun yang terengah-engah.Perlahan ia baringkan Renjun di tempat tidur.
"Mate"
"Alpha...."Lirih Renjun sebagai balasan dengan tatapan sayu, menatap Haechan yang mengukungnya dengan birahi yang memuncak.
Dan mereka berdua benar-benar melakukan mating malam ini.Di tengah kegiatan mereka, Renjun baru sadar kalau malam ini purnama penuh, pantas saja Haechan mati-matian mengusirnya tadi.
Sepertinya dugaannya, Haechan benar-benar menggila sekarang.Bahkan tidak perduli dirinya yang sudah sangat kelelahan.
Renjun sudah sangat kacau sekarang, Peluh membanjiri setiap inci tubuhnya, nafasnya tak beraturan, bahkan sangat berantakan.
Dia terus memohon kepada Haechan agar berhenti, tapi sepertinya Haechan sedang tuli untuk saat ini.
Entah sudah berapa jam itu berlangsung, tapi Haechan masih enggan menghentikan aktivitasnya di bawah sana.Malah Renjun merasa semakin lama Haechan semakin kasar dan brutal.
"Hiks, Berhenti ku mohon..."Lirih Renjun yang hampir tak terdengar karena suara habis.Entah berapa lama mulutnya terus saja mengeluarkan suara laknat yang membuat Haechan semakin kesetanan.
Renjun menangis dalam diam,air matanya mengalir dan tak berhenti menggeleng kepalanya.Otaknya meminta berhenti, tapi entah tubuhnya menginginkan lebih.Dan sialnya mulutnya tak berhenti bersuara laknat, seakan mengamini apa yang dilakukan Haechan.
...........................
"Le..."
Lakukan saja, jangan khawatir kita pasti baik-baik saja."Chele tersenyum, mencoba memberikan keyakinan pada alphanya.
"Hiks, aku takut aegy kenapa-kenapa nanti."
"Haiss jangan menangis, kau ini seorang alpha Jie"Chenle menangkup kedua pipi Ji-Sung yang kedua tangannya dan menatapnya gemas.
"Tidak menyangka seorang Park Ji-Sung bisa secengeng ini."Ucapannya terkekeh geli.
"Aku tidak cengeng!,aku hanya takut kalian berdua terluka."Elak Ji-Sung tak terima.
__ADS_1
"Sama saja cengeng juga namanya"Goda Chenle dengan sengaja.
"Sudah kubilang aku tidak cengeng!!"Kesal Ji-Sung.
"Aaaa kiyowoo!aku tidak menyangka memiliki alpha seimut ini!!"Chenle mencibit gemas pipi Ji-Sung.
"Akh sakit jangan di cubit,Le!!"Apa ini sekarang seorang Park Ji-Sung merengek seperti anak kecil di hadapannya.Berdoalah semoga Chenle tidak mimisan mendapat serangan keimutan dari seorang Ji-Sung pwark.
"C'mon Jie, jangan ragu! Haechan bilang batas kita hanya sampai tengah malam, kita harus melakukannya sebelum kau benar-benar lepas kendali."Chenle memohon kepada sang alpha dengan tatapan serius dan penuh harap.
Jujur saja dia tidak sabar untuk segera tau apa yang terjadi sebelum ini.Karna, di setiap pertemuannya dengan Ji-Sung, setelah itu dia akan tertidur dan melupakan segalanya saat bangun.Itulah yang membuat Chenle begitu berharap Ji-Sung tidak menuda untuk mating dengannya, meskipun dia tau apa alasan yang membuat orang Ji-Sung ragu.
"Baiklah"Ji-Sung tersenyum tipis dan mengangguk.
Chenle tersenyum lebar menatap sang alpha, detik berikutnya, dengan berani Chenle mengawali tautan panas mereka.Kegiatan itu terhenti beberapa saat, sekarang keadaannya berbalik karena Ji-Sung mulai mendominasi kegiatan panas mereka, dan yah... kita tahu kelanjutannya tidak usah di jelaskan.
...................
"Itu artinya, mate mu adalah pemilik tanda lahir kupu-kupu bersayap Hitam, Hyung"Kata-kata Haechan tadi pagi terus berputar di kepalanya.
Saat ini Mark berbaring menatap langit-langit kamarnya, sekarang hampir tengah malam, ia sedikit khawatir akan lepas kendali,tapi beruntungnya ia sudah menyuntikkan suspresant ke tubuhnya.
Sekarang bulan purnama, sekuat apapun pertahanan dirinya, tetap saja rasa sakit itu mendera.Tapi setidaknya masih bisa ia tahan.Di tambah lagi kata-kata Haechan itu membuatnya bisa mengurangi fokus pada rasa sakit itu.Apa lagi jika mengingat mimpinya dua hari yang lalu.
"Seorang Beta pemilik tanda lahir kupu-kupu bersayap Hitam?"Mark bergumam, mencoba menelisik jauh kedalam ingatannya.
"Makeu saraghae..."Tiba-tiba Mark merasakan sesak di dadanya, kenapa bayangan Gyu yang sekarat kala itu melintas di ingatan nya.
"A...apa mungkin..."Lirih Mark memegang dadanya yang berdegup kencang.
Di sisi lain, Seorang pemuda bergerak tidak nyaman di tempat tidurnya
"Ada apa dengan ku!? kenapa sulit sekali untuk tidur malam ini?!. Ayolah Gyu, Tidur hei pejamkan matamu!.kau bisa terlambat bekerja besok pagi!!"
Itulah Beomgyu, yang sedari tadi bolak-balik di tempat tidur untuk mencari posisi yang nyaman,tapi hasilnya membuatnya kesal sendiri.
__ADS_1
Bagaimana tidak, sekarang sudah lewat tengah malam, tapi sedetikpun matanya enggan terpejam.Dia jadi kesal dan was-was bagaimana jika akhirnya nanti dia terlambat bangun? pasti akan mendapat masalah yang tidak sepele jika sampai di tempat kerjanya.