
Sella diam menatap langit-langit kamarnya. Masih berada sendirian di kamar lantai bawah. Sampai saat ini sepertinya memang tidak ada kemajuan dalam hubungan pernikahan mereka.
Malah yang Sella ligat sekarang hubungan Bara sama mantan istrinya yang semakin dekat. Entah apa maksud wanita itu, yang sekarang malah semakin rajin mengunjungi rumah suaminya ini.
‘Papa, kenapa kebahagiaan yang kau impikan tak sesuai harapanku?’
Saat lamunan gadis itu terganggu karena suara ketukan pintu kamarnya, ia mendengus kesal dengan bangun malas-malasan.
Memangnya malam-malam begini siapa yang mencarinya?
Saat Ia membuka pintu kamar, Bara sudah berdiri di depannya dengan wajah gelisah.
“Ada apa?” tanya Sella.
“Itu... Mami mau datang ke sini.”
Heh, Sella jadi ikut cemas mendengar kabar itu. Mampus lah mereka jika tahu mereka pisah kamar selama ini.
“Terus bagaimana?”
“Tentu saja kamu harus ikut aku ke kamar lantai atas,” ucap Bara buru-biru.
“Gak bisa, Mas! Kemarin waktu Mami datang kesini untuk menyampai pesanmu, dia tahunya aku di kamar bawah tinggalnya.”
__ADS_1
Bara menepuk dahinya. Bagaimana bisa hari itu dia lupa ya? Untung saja Maminya itu tidak curiga.
Mau tidak mau tentu saja ia terpaksa ikut pindah ke kamar istrinya.
“Lalu bagaimana dengan pakaianmu? Kalau Mami curiga bagaimana?” tanya Sella bingung. Pasalnya Pria itu hanya masuk ke kamarnya dengan tangan kosong, jika begini tentu saja mereka bisa ketahuan.
“Lalu? Saya haus memindahkan semua barang-barang saya ke sini?”
Sella mendelik. Kamarnya ini terlalu kecil jika harus menapung semua barang-barang mewah suaminya.
“Gak gitu juga! Lebih baik mas suruh Bik Neti membawa beberapa pakaian mas kemari, biar pas aja sandiwaranya!” tekan Sella kesal.
Sudah mengganggu tidurnya, suaminya ini malah mengajakkannya berpikir dan berdebat. Salah siapa coba yang memilih pernikahan macam ini?!
....
Benar saja, beberapa menit kemudian Mami Rena datang dengan senyum semringahnya.
“Halo anak-anak mami,”
Sella tersenyum senang saat sang mertua langsung memeluknya.
“Bagaimana perjalanan, Mami?” pergi ke rumah mereka di malam hari seperti ini, Sella hanya takut ada kesulitan yang terjadi pada mertuanya di jalan .
__ADS_1
“Semuanya lancar... Dimana Bara?”
“Dia ada di dalam kamar, Mi. Lagi istirahat, capek katanya pulang dari kantor.”
Sella dengan gayanya yang santai berbicara membuat ia terlihat seperti istri yang begitu pengertian pada suami. Tentu saja hal itu membuat Mami Rena tersenyum senang.
Sebenarnya alasan itu Bara sendiri yang menyuruh dia mengatakannya. Dia bilang sedang malas menemui sang Mami, entah mengapa Sella juga tak bertanya.
“Lalu, Arya?”
Nah ini... Sella yang ditanya dimana anak tirinya itu berada menjadi sedikit gusar. Masalahnya itu bocah gak ada di rumah sekarang.
“Itu... Dia lagi pergi dengan seseorang, Mi.” Ucapnya berusaha jujur.
Seseorang yang dikatakan Sella membuat Mami Rena bingung. Bukanya Bara dia bilang istirahat di kamar ya?
Baru juga dia ingin bertanya lagi pada menantunya, tapi suara salam seseorang sudah membuat mereka menoleh serentak.
Lisa pulang dengan menggandeng Arya yang terlihat ceria. Wanita cantik itu dan anaknya terlihat begitu bahagia sampai tak menyadari wajah seseorang sudah memerah padam menatapnya marah.
Sepertinya ibu dan anak itu melewati hari yang sangat menyenangkan seharian ini.
“Lalisa!”
__ADS_1