Mencintaimu Tanpa Syarat

Mencintaimu Tanpa Syarat
Kemarahan Mami Rena


__ADS_3

Suasana ruang keluarga itu terasa sunyi, karena semua urang memilih diam dengan pikiran masing-masing.


Sedangkan Mami Rena, Dia sedari tadi mencoba mengatur rasa marahnya agar tak meledak-ledak.


Bukan dia tidak suka atau membenci mantan menantunya ini. Hanya saja ia merasa marah pada sang putra yang sepertinya membawa kembali masa lalunya hadir di dalam rumah tangga barunya.


“Apa ini, Bara?”


Tak ada jawaban.


Lagi-lagi sunyi, seolah suara mereka telah hilang di telan bumi.


“Kamu membawa Mantan Istrimu ketika kamu sudah menjadi suami perempuan lain. Apa begini Mami mengajarimu selama ini, Nak?” Rena merasa putus asa melihat anaknya yang membuat dia kecewa.


“Mi... Aku akan jelaskan nanti, tolong mengertilah.” Bukannya mengerti justru Mami Rena terlihat semakin marah.


“Mengerti katamu?! Siapa yang salah disini, kenapa kamu malah berbicara sok bijak disini. Kamu mengerti apa soal perasaan wanita!”


Kemarahan yang meledak itu membuat Lisa menjadi cemas. Dia merasa bersalah karena sudah mengganggu dan membuat kekacauan di rumah mantan suaminya. Untung saja Arya sudah pergi tidur terlebih dahulu, sehingga anak itu tak perlu mendengar pertengkaran orang dewasa.


“Maaf kalau membuat Tante salah paham... Tapi saya hanya datang untuk mengunjungi Arya,” jelas Lisa.


Lisa ingin pergi, tapi suara Bara yang mencegahnya membuat wanita yang lebih dewasa itu berhenti sejenak.


“Kamu mau pulang, malam begini sendirian?” tanya Bara khawatir. “Aku antar saja ya,” ucap Bara mencoba menawarkan diri.


Tapi hal itu membuat dua perempuan yang melihat mereka menatap kecewa. Bisa-bisanya Bara bertanya dengan nada khawatir pada mantan istrinya ketika istri sahnya sedang duduk di depannya.


“Mas... Aku bisa pulang sendiri kok,”

__ADS_1


“Tapi...,” baru juga Bara ingin berkata lagi tapi langsung di hentikan oleh Maminya.


“Bara! Kamu benar-benar melupakan istrimu?!” teriakan Mami Rena membuat suasana sangat canggung.


Terutama Bara. Dia seakan melupakan keberadaan istri barunya itu, dan ia menatap gadis itu dengan sedikit menyesal. Ya, hanya sedikit.


“Dan kamu, Lisa. Pulang sendiri sana, dan jangan lagi pergi ke sini sering-sering. Kamu tahu kan Bara sudah menikah!”


Kemarahan wanita tua itu sepertinya sudah mencapai batas. Pernikahan Putranya yang dia harap bahagia siapa sangka ada drama seperti ini.


Apalagi sikap Bara yang masih begitu memperlihatkan rasa cintanya pada sang mantan istri. Mami Rena merasa bersalah pada menantunya.


Membiarkan kepergian Lisa begitu saja. Bara menunduk, ia merasa bersalah karena sudah membuat ibunya marah dan bersedih.


“Mi...,”


“Sejak kapan, Bar? Sejak kapan wanita itu datang lagi dan merusak kehidupan kamu?”


“Melihat? sampai begitu Terbisa dia di rumah kamu. Bara, kamu gak sadar kalau perbuatan kamu ini menyakiti hati Sella?”


Sella yang menjadi penonton sedari tadi hanya diam membisu. Sebelum menikah dia sudah membayangkan akan ada hal seperti ini, itulah mengapa dia takut dulu. Memangnya menikahi duda bisa apa? Apalagi yang di tinggal karena bercerai.


Pasti ujung-ujungnya akan ada yang tersakiti. Dan itu dia.


Ahh... Inikah kebahagiaan versi Papanya?


Tak ingin lagi peduli dengan mereka berdua, Sella langsung pamit kembali ke kamar terlebih dahulu.


“Sel...,” Mami rena memanggil dengan khawatir, tapi tak di gubris oleh menantunya itu. “kamu lihat! Istri kamu pasti sedih melihat sikapmu ini.” Tuduh Rena lagi.

__ADS_1


“Aku gak mungkin melarang Lisa buat menjumpai Arya, Mi. Bagaimanapun dia ibunya. Lagi pula Sella gak masalah kok,”


Mami Rena tidak mengerti dengan pikiran Anaknya ini.


“Sejak kapan, Bar? Setelah dia meninggalkan kamu kenapa dia masih berani kembali?”


Padahal pernikahan putranya baru juga satu bulan. Tapi kenapa sudah ada cobaan seperti ini. Ia bahkan tidak pernah tahu Mantan menantunya itu sudah berani datang menemui putranya.


“Sejak arya masuk sekolah menengah pertama, Mi.”


Berarti sudah hampir satu tahun, pikir Rena.


“Kalau begitu kenapa kamu menyetujui menikah dengan pilihan, Mami? Bara kamu membuat mami berdosa bangat sama keluarga Davit. Dia bahkan sudah begitu mempercayai kamu untuk menikahi putrinya yang masih gadis muda. Tapi kamu...,” lagi-lagi Ia hanya bisa mengusap wajahnya gusar.


Sella adalah gadis muda yang bahkan jauh di bawah anaknya. Jika dia membuat gadis itu terluka, itu sama saja mereka telah menghancurkan masa depan gadis itu.


“Aku menerimanya karena mami yang meminta. Lagi pula Lisa juga tak mungkin ingin kembali lagi denganku,”


“Kalau dia minta kembali?” tiba-tiba pertanyaan itu tercetus dari mulut Rena. “Apa kamu akan menerimanya?”


Rena bisa melihat kegelisahan dalam mata putranya. Itu cukup menjelaskan jika Bara belum benar-benar melupakan Lisa.


“Kamu tidak lupakan bagaimana dia membuangmu dan juga arya dulu,” ucap Mami Rena mencoba mengingatkan.


“Tapi itu salahku, Mi. Yang membuat dia terpaksa pergi.”


Pada akhirnya pembicaraan itu tak memiliki akhir yang baik. Mami Rena yang merasa marah membatalkan niatnya untuk menginap, dia malah memilih kembali lagi ke kediamannya.


“Mami hanya bisa berpesan agar kamu tidak menyesal nanti, nak.” Ucap Rena sebelum pergi meninggalkan sang anak dengan rasa kecewa yang tidak ia tutup-tutupi lagi.

__ADS_1


Mungkin apa yang dia katakan ini akan menjadi penyesalan terpanjang putranya nanti. Tapi Mami Rena tak peduli, ia sudah terlanjur kecewa bagaimana sang putra masih saja bersikap lembut pada wanita yang sudah membuat keluarga mereka malu.


__ADS_2