Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Hanya sepupu


__ADS_3

"Ya udah, jelasin. Siapa dia? Kenapa dia bilang ini rumahnya?"


Kezra menarik napas dalam-dalam, memejamkan mata sebentar. Haruskah ia mengatakan sejujurnya?


"Di-dia ...." Kezra menjawab dengan gugup, ia melirik pada Keanu dan Lukas yang menatapnya.


"Dia sepupu aku. Ya- yah dia sepupu dari kampung." jawab Kezra dengan asal. Jawaban dari wanita yang berprofesi sebagai guru itu pun membuat Keanu melongo. Matanya melebar sempurna dengan mulut yang menganga. Bagaimana mungkin Kezra mengatakan bahwa mereka berdua adalah saudara sepupu? Yang membuatnya semakin tidak terima ialah dirinya di katakan dari kampung. Bagaimana bisa wajah dan penampilan sekeren ini di katakan dari kampung? Benar-benar tidak masuk akal.


Pria itu menggelengkan kepalanya tak terima. "Kenapa kamu tidak mengatakan bahwa kalian tinggal bersama? Dan kamu tidak cerita apa-apa tentang sepupu kamu dari kampung." Lukas menelisik penampilan Keanu dari atas sampai bawah. Penampilan Keanu sama sekali tidak menampakkan jika dia dari kampung. Dan lihatlah motor sport yang di bawa oleh Keanu, motor itu harganya tidaklah murah. Bukankah Kezra bukan dari keluarga kaya? Bagaimana bisa sepupunya punya motor sport? Ada keraguan yang menyelinap di hati kecil Lukas.


"Maaf Mas, aku lupa memberitahukan semuanya. Semuanya terjadi secara mendadak. Dia tiba-tiba saja kesini dan demi menghemat biaya, kami terpaksa harus tinggal bersama." Kezra beralasan.


Dada Keanu naik turun karena emosi. Dirinya benar-benar tidak terima di katakan anak kampung oleh gurunya itu.


"Saya bukan ... Hmmmpptt ...." Keanu akan melayangkan protes tapi dengan cepat Kezra membekap mulut pria itu. Keanu mencoba melepaskan tangan Kezra yang berada di mulutnya, tapi Guru cantik itu dengan cepat mendelik memberi peringatan sehingga Keanu hanya bisa diam dan pasrah.


"Mas, bentar yah. Aku harus berbicara empat mata dengan bocah tengil ini." Kezra berpamitan sebentar pada Lukas yang memandang mereka dengan bingung.


"Tapi, sayang ...."


"Bentar aja, Mas. Nggak sampai lima menit. Janji deh," Kezra mengedipkan sebelah matanya untuk membujuk kekasihnya.


"Ya udah, bentar aja. Jangan lama-lama!"


"Iya, Mas. Tunggu yah." Kezra segera menarik Keanu menjauh dari Lukas. Sesampainya di tempat yang agak jauh, Kezra melepaskan tangannya dari mulut murid tengilnya itu.


"Ibu apa-apaan sih? Main bekap aja. Mana tangannya Bauk lagi." Keanu mengusap mulutnya menggunakan tangannya.


"Sembarangan! Mana ada Bauk."


"Coba deh cium tangan Ibu. Tangan Ibu itu bau terasi!"


"Ah masak sih?" Kezra mencium telapak tangannya. Dan ternyata benar, tangannya masih mengeluarkan aroma terasi yang kuat.


Ia pun tersenyum tidak enak pada Keanu. Guru muda nan cantik itu hanya nyengir kuda seraya menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.


"Hehehe, iya. Ibu lupa kalau tadi Ibu bikin sambel terasi." katanya dengan malu.

__ADS_1


"Nah kan. Dih Ibu jorok banget sih."


"Ish sambel terasi itu enak tau nggak."


"Enak dari mana? Bau begitu." sungut Keanu seraya mengusap sekali lagi mulutnya.


"Kamu belum nyoba aja. Ntar juga ketagihan."


"Nggak akan!"


"Haish. Udah- udah, lupain perihal terasi! Lukas lebih penting."


Keanu tak segan-segan memutar bola matanya dengan malas.


"Kamu jangan mengatakan apa-apa sama Lukas! Kan dari awal kita udah janji untuk merahasiakan pernikahan kita. Tidak ada yang boleh tau bahwa kita menikah selain paman dan orang tua saya. Jadi, jangan coba-coba kamu mengatakan hal ini pada Lukas!" Kezra memperingatkan.


"Ya masak saya di bilang dari kampung? Ini namanya penghinaan. Gaya udah keren kayak gini di bilang dari kampung, yang benar aja dong Bu!"


"Terus kamu mau saya bilang dari mana? Dari Korea, gitu?"


"Ya dari mana kek. Dari Belanda kek, Amerika kek atau dari Paris. Dari Korea nggak papa juga sih, Bu. Kan cakep-cakep tuh," Keanu menaik turunkan alisnya dengan senyum yang terpasang sangat lebar.


"Dih Ibu jangan ngeremehin dong. Udah jelas muka saya ini blasteran. Liat aja di sekolah banyak yang suka sama saya." Tak bisa di pungkiri dalam hati Kezra memuji ketampanan pria yang ada di hadapannya ini. Meski sikapnya suka jahil serta tengil, tapi Keanu memang tampan. Rahangnya tegas, hidung mancung, bulu mata lentik serta alisnya yang tebal. Apalagi bola matanya yang hitam legam, seolah mampu menenggelamkan siapa saja yang berani menatapnya.


"Kamu masih kalah jauh sama Lukas! Dari segi manapun, Lukas jauh lebih tampan dan dewasa dari pada kamu!" Kezra tidak mau mengakui ketampanan serta pesona berondong yang berdiri di hadapannya itu.


Ia mengalihkan wajahnya yang bersemu malu. Kezra tak ingin ketahuan diam-diam memuji ketampanan suami berondongnya itu.


"Iya, tau yang cinta mah gitu. Biar mukanya kayak genderuwo juga bakalan di puji-puji." Cibir Keanu.


"Ish kamu, ya!"


"Sayang, kenapa lama sekali?" Suara Lukas yang berjalan mendekat pun membuat pembicaraan suami istri itu terhenti.


"Awas yah kalau kamu mengatakan tentang pernikahan kita! Nilai kamu bakalan saya kasih E semua. Biar tau rasa!" ancam Kezra seraya mendelik dan telunjuknya menunjuk Keanu.


"Hilih, dasar guru tukang ngancem. Bisanya ngancem doang. Dikit-dikit nilai!" gerutu pria itu seraya melihat punggung Kezra yang menjauh. Wanita itu menghampiri Lukas yang berdiri tak jauh dari tempatnya.

__ADS_1


"Maaf, Mas agak lama." ujar Kezra seraya tersenyum.


"Kenapa lama sekali?"


"Biasa, Mas. Keanu itu bocahnya agak tengil, suka cari masalah. Aku hanya memperingatkan dia biar nggak gangguin kamu. Jangan jahilin kamu." Kezra memberikan alasan.


"Dia benar sepupu kamu, Ke?"


Kezra mengangguk meyakinkan.


"Tapi kenapa aku nggak yakin ya? Apalagi kalian cuma tinggal berdua di atas yang sama."


"Ya ampun, Mas. Jangan khawatir dan jangan berpikiran yang macam-macam. Kita berdua itu sepupu, jadi mas tenang aja ya."


Akhirnya Lukas mengangguk dengan ragu.


"Ya udah kalau gitu mas pulang dulu, ya. Mas mau nyiapin pakaian untuk di bawa besok."


Kezra mengangguk.


"Hati-hati ya, Mas. Kabari kalau sudah sampai."


"Siap sayang. Jangan nakal yah di sini! Mas cuma sebentar kok." Pria itu mengacak rambut kekasihnya dan mendaratkan kecupan ringan di pucuk kepala wanita itu.


"Iya, Mas. Mas juga,"


"Iya sayang." Lukas segera beranjak meninggalkan Kezra. Mobil miliknya melaju meninggalkan rumah Kezra dan Keanu, membelah jalanan Ibukota yang padat.


"Iya sayang, iya sayang." cibir Keanu ketika Kezra ingin masuk ke dalam rumah.


"Ish, apa sih? Iri? Makanya cari pacar!"


"Siapa yang iri? Yang ada malah geli." Keanu bergidik.


"Heleh, geli geli nanti juga nagih."


"Ada ya guru kayak gini." sindir Keanu.

__ADS_1


"Apa sih kamu? Nggak jelas! Bilang aja iri. Kasihan banget sih Jomblo." Kezra memasuki rumah mereka dengan wajah ceria. Meninggalkan Keanu yang masih setia menggelengkan kepalanya.


"Dasar guru aneh!"


__ADS_2