Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Ayo Salim!


__ADS_3

Kezra berdiri di depan halaman rumah menghirup udara pagi yang menyegarkan. Aroma khas embun pagi masuk ke indera penciumannya, membuat pikirannya rileks. Senyum tipis terbingkai indah di wajah cantik guru itu sementara matanya terpejam.


"Aroma pagi memang selalu menyegarkan," gumamnya tanpa mau membuka mata terlebih dulu. Rasanya enggan sekali guru muda itu untuk segera menyudahi kegiatannya menikmati pagi yang sangat cerah itu.


"Apalagi jika ditambah dengan melihat wajah paling tampan sedunia. Pasti lebih menyegarkan," Tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang tak asing berdiri tepat di hadapannya. Kezra buru-buru membuka matanya yang tertutup. Senyuman yang semula terbingkai indah kini berubah menjadi masam kala menatap bocah tengil yang berdiri di depannya dengan senyum lebar. Pria itu telah berpakaian rapi, memakai seragam sekolah dan siap untuk pergi ke sekolah. Tampak Keanu menyandang ransel hitam miliknya yang berada di punggung.


"Segar apanya? Malahan bikin badmood tau nggak?" ujar Kezra dengan ketus.


"Ya ampun ... Ibu mah gitu. Apa Ibu tidak bisa melihat wajah saya yang begitu bersinar dan menawan?"


Kezra menggeleng dan menatap muridnya tanpa minat.


"Bu, jika setiap pagi Ibu menikmati wajah saya ... maka hari-hari Ibu makin bewarna dan akan indah. Karena wajah saya itu membawa aura positif." ujarnya dengan begitu pede.


Kezra tergelak mendengar ucapan Keanu yang seolah menggelitik perutnya.


"Kamu itu bukan bawa aura positif, tapi aura mistis. Muka kamu angker kayak rumah kosong!" cibir Kezra yang langsung membuat wajah Keanu masam.


"Ya Ela Bu, kayak hati saya dong kalo gitu."


Kezra menautkan alisnya dengan dahi yang berkerut. Paham dengan kebingungan guru sekaligus istrinya itu, Keanu menjelaskan tanpa di minta.


"Ya karena hati saya terlalu lama di biarkan kosong. Jadi ya gitu, angker Bu."


"Halah ... playboy kayak kamu mana pernah kosong itu hati. Yang ada malah rame, macet kayak jalan Jakarta."


"Dih Ibu mah nggak percaya banget sih. Makanya masuk sini, biar Ibu tau kalau di sana itu sepi nggak ada siapa-siapa."


"Ngapain masuk hati kamu? Hati saya udah habis di Mas Lukas. Udah nggak tersisa lagi buat siapa pun. Sana cari yang seumuran! Di sekolah kan banyak yang suka sama kamu. Jadi kamu tinggal pilih aja tuh."


"Ah Ibu. Di kira makanan tinggal pilih."


Kezra hanya mengangkat kedua bahunya.


"Ayo Bu, kita bareng ke sekolahnya." ajak Keanu seraya menuju motor sport miliknya.


"Nggak ah, duluan aja. Saya nungguin Mas Lukas."


Tampak kekecewaan tersirat jelas di wajah tampan pria muda itu.


"Oh ...." sahutnya malas. Ia segera mengenakan helm full face miliknya dan segera menyalakan mesin motor.

__ADS_1


"Hati-hati yah, jangan ngebut. Harus sampai ke sekolah, jangan bolos!" Kezra mengingatkan. Senyum tipis ia berikan pada murid yang sudah tinggal bersamanya selama dua Minggu terakhir ini.


"Nggak janji!" sahut Keanu ketus. Entahlah, ada rasa kecewa yang tiba-tiba mencuat. Sepercik api cemburu mulai menyala kala mendengar nama Lukas selalu di sebut wanita itu. Kezra tampak sangat mencintai kekasihnya itu, terlihat ia begitu antusias dan bahagia tiap kali menyebut nama Lukas.


"Eh nggak boleh gitu. Kamu harus sampai ke sekolah."


"Makanya ayo bareng! Jangan nungguin buaya itu. Dia nggak bakalan Dateng buat jemput Ibu."


"Apaan sih kamu? Namanya itu Lukas, bukan buaya. Dia juga pasti bakalan jemput saya kok. Sok tau kamu!"


"Terserah deh. Saya duluan kalo gitu."


"Ya udah sana. Berangkat, ntar telat."


"Iya." Keanu melajukan motornya, belum sampai keluar pagar ia menghentikan motornya. Kezra yang bingung dan penasaran, melangkahkan kakinya menghampiri sang murid.


"Kenapa? Ada yang ketinggalan?"


"Iya nih, ada yang ketinggalan."


"Apa?"


Tiba-tiba Keanu mengulurkan tangannya sehingga membuat Kezra bengong.


"Salim dulu, kan belum Salim." jawabnya enteng.


"Astaga. Biasanya juga nyelonong aja."


"Biarin. Ayo Salim!"


Kezra meraih tangan Keanu yang terulur, menggantung di udara.


"Ayo cium!"


Bola mata wanita itu tak kuasa untuk tidak mendelik.


"Saya kan suaminya Ibu, masak saya yang harus cium tangan Ibu?"


Kezra masih terbengong dengan ucapan muridnya yang tengil ini. Ia masih mengumpulkan sisa kesadaran yang tiba-tiba menghilang terbang entah kemana.


"Kenapa malah bengong? nggak mau?"

__ADS_1


"Ya enggaklah. Apa-apaan sih kamu? Ya kali saya mau cium tangan kamu." Kezra ingin menarik kembali tangannya tapi di cegah oleh Keanu.


"Kenapa nggak mau? Apa Ibu tau, kalau mencium tangan suami itu dapat menggugurkan dosa istri? Ibu nggak mau dapat pahala? Nggak mau dosanya gugur hanya dengan mencium tangan suami?" ujar Keanu dengan amat santai. Sementara Kezra memejamkan matanya sebentar dengan wajah kesal.


"Kamu kapan search mbah google? Masak saya harus cium tangan kamu? Kamu kan lebih muda dari pada saya. Lagi pula saya itu guru kamu. Ya kali guru cium tangan murid."


"Biar pun saya lebih muda dan Ibu itu guru saya, tapi saya itu suami Ibu. Jadi, istri harus nurut apa kata suami."


"Argghh ... iya-iya!" Kezra mencium tangan Keanu dengan sangat terpaksa. Wajah cemberutnya membuat Keanu tertawa dalam hati. Pria itu tertawa menang.


"Nah begitu. Pokoknya setiap pagi harus cium tangan saya. Biar barokah!" ujarnya. Kezra segera menarik tangannya, wajahnya masih terlihat cemberut.


"Terserah kamu! Awas yah kamu."


"Udah ah, saya berangkat duluan. Jangan nakal ya istriku." Keanu mengacak pelan rambut Kezra hingga membuat wanita itu mundur beberapa langkah demi menyelamatkan rambutnya yang telah ia rapikan.


"Keanu! Jadi berantakan kan!" jeritnya tak terima seraya memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan.


"Ha ha ha ... Maaf. Tadinya malah mau ngaretin itu bibir yang maju beberapa senti. Tapi sayang nggak ada karet,"


"Ish dasar murid menyebalkan!"


"Nanti juga jadi murid kesayangan." sahut Keanu dan segera menyalakan kembali mesin motor miliknya.


Kezra hanya cuek tak menanggapi. Pria itu segera melajukan motornya dengan hati yang senang karena berhasil mengerjai gurunya itu. Tapi rasa cemburu serta kecewa masih terselip dan enggan pergi kala mengingat dengan siapa istrinya akan pergi ke sekolah pagi ini.


"Saya akan buktikan sama Ibu, siapa Lukas yang sebenarnya." janjinya dalam hati. Ia melajukan motornya dengan kencang, membelah jalanan Ibu kota yang mulai ramai di pagi hari yang sangat sibuk itu.


Sementara Kezra terus menggerutu seraya melihat rambutnya di layar ponsel.


"Dasar bocah tengil menyebalkan! Awas aja kamu ya, nanti akan saya balas!" gerutu Kezra seraya terus memperbaiki rambutnya.


***


Keanu berhenti di lampu merah, seraya menunggu warna lampu berganti menjadi hijau, matanya tak sengaja melihat mobil yang tak asing menurutnya. Ia pun mencoba melihat dengan jelas. Kebetulan kaca mobil itu terbuka sedikit, sehingga ia bisa melihat seorang pria yang tertawa renyah bersama seorang wanita yang ada di sebelahnya.


Sesekali tangan pria itu membelai wajah sang wanita tanpa rasa canggung.


Deg ....


Jantung Keanu seolah berhenti berdetak.

__ADS_1


"Dasar pria brengsek!" umpatnya kesal. Ia mematikan mesin motornya dan segera turun untuk menghampiri Pria yang ada di mobil itu.


"Woi pria gila!"


__ADS_2