Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Ciuman pertama


__ADS_3

Kezra berdiri di balik pintu kamarnya, menyandarkan tubuhnya di sana. Kedua tangannya berada di depan dada, menyentuh dadanya yang berdebar sangat kencang. Ia rasa ada yang sedang menabuh genderang di sana. Ia memejamkan mata sejenak, mencoba mengatur napasnya yang naik turun tak beraturan. Jantungnya seolah akan meledak.


"Astaga ... Apa yang telah aku lakukan?" lirihnya seraya membuka mata. Jemari lentiknya meraba bibirnya, masih terekam dengan sangat jelas di ingatannya kejadian beberapa menit yang lalu.


"Ya ampun kenapa aku diam saja ketika bocah tengil itu mencuri ciuman pertamaku? Mengapa aku malah pasrah dan dengan tidak tahu malunya aku malah menikmati ciumannya?" Wanita muda itu menggigit ujung kuku telunjuknya. Sesekali ia memukul kepalanya.


"Dasar bodoh. Kenapa kau begitu bodoh, Kezra? Bukankah kamu sudah punya Mas Lukas? Mengapa kamu biarkan bocah menyebalkan itu mencuri ciuman pertamamu?" rutuknya kesal. Ia tidak mengerti dengan semua yang terjadi. Kejadian itu begitu cepat dan ia bisa-bisanya dirinya terhipnotis oleh pesona bocah tengil itu.


"Aku sudah mengkhianati mas Lukas. Astaga ... Maafkan aku, Mas. Aku tidak sengaja." ucapnya penuh sesal. Langkahnya yang gontai menuju ranjang bewarna cream di depannya. Ia pun menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang yang empuk, seraya mendesah.


"Ah kenapa semua ini bisa terjadi. Mengapa aku bisa terjebak olehnya? Mengapa dengannya aku begitu mudah memberikan ciuman pertamaku? Sementara dengan Lukas, aku tidak pernah memberikan bibirku pada pria yang ku cintai itu. Tapi mengapa dengan bocah tengil yang parahnya adalah muridku sendiri, aku malah tunduk oleh pesonanya. Astaga ... Sepertinya aku memang sudah tidak waras!" Kezra menatap langit-langit kamar, pikirannya menerawang jauh. Kembali pada kejadian beberapa menit yang lalu.


"Ayolah, Bu. Jika Ibu tidak mau mengizinkan saya, saya cium nih."Keanu mengangkat sebelah alisnya dengan senyum miring.


Mata Kezra membulat sempurna.


"Ka-kamu ....!"


"Mau saya cium?"


"Jangan kurang ajar, ya kamu! Saya itu guru kamu!" Kezra mendelik dengan tatapan penuh peringatan. Tapi Keanu tak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Pria muda itu malah tersenyum amat manis sehingga membuat jantung Kezra semakin berdegup kencang. Bahkan ia merasa jantungnya akan melompat keluar.


"Ibu lupa? Saya itu suami Ibu. Di sekolah, saya memang murid Ibu. Tapi kalau di rumah, saya tetap suami Ibu. Ohya, saya lupa. Semenjak menikah, Ibu tidak menjalankan kewajiban Ibu sebagai Istri."

__ADS_1


"A-apa Ma-maksud kamu?" Kezra tergagap, mencoba mencerna kata yang di ucapkan oleh murid sekaligus suaminya itu.


"Maksud saya?" Keanu balik bertanya dengan senyum miring penuh misteri. Kezra hanya mengangguk ragu, sungguh ia masih belum paham dengan apa yang di ucapkan oleh pria yang ada di hadapannya itu.


"Maksud saya ...." Keanu semakin memajukan tubuhnya hingga wajah keduanya tak berjarak. Tanpa aba-aba, Keanu menempelkan bibirnya pada Bibir Kezra. Wanita muda itu ingin menolak, tapi tatapan Keanu membuatnya luluh. Ia hanya diam bahkan menikmati bibir Keanu. Meski bibir itu masih terasa kaku, tapi kedua insan itu sama-sama menikmati ciuman pertama mereka. Bahkan Kezra membiarkan Keanu menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka. Ciuman mereka terlepas kala keduanya mulai kehabisan napas. Keanu menyatukan kening mereka, bersama-sama menghirup udara yang sama.


Hingga akhirnya kesadaran menyergap keduanya dan suasana menjadi kikuk.


"A-apa yang telah kita lakukan?" lirih Kezra terkejut. Wajahnya memerah antara malu, marah dan terkejut.


"Ki-kita ...." Keanu pun sama terkejutnya. Ia tidak menyangka akan berciuman dengan gurunya sendiri. Awalnya ia hanya ingin main-main, bermaksud menggoda Kezra. Tapi entah mengapa semuanya mengalir begitu saja, Seolah alam semesta menginginkan pasangan halal itu melakukan hal romantis yang akan mempererat hubungan antara suami istri itu. Kezra berdiri seraya mengusap bibirnya yang basah.


"Maaf, Bu. Sa-saya tidak sengaja." lirih Kezra tidak enak.


"Apa kamu tahu? Itu ciuman pertamaku! Kamu mencuri ciuman pertamaku!" teriak Kezra dengan kesal. Sontak saja Keanu mendelik sempurna, ia merasa tidak percaya pada apa yang di ucapkan oleh gurunya itu.


"Ciuman pertama?"


"Kenapa? Apa kamu tidak percaya?" Kezra berkacak pinggang. Keanu ingin tidak percaya, tapi ciuman Kezra yang kaku meyakinkan dirinya bahwa guru cantiknya itu memang belum pernah berciuman.


"Itu juga ciuman pertama saya, asal Ibu tahu." ucap Keanu.


"Lalu? saya harus bilang, wow gitu? Kamu itu pencuri! Lukas saja tidak pernah mencium saya! Kamu mencuri ciuman pertama saya!"

__ADS_1


"Kita sama-sama kehilangan ciuman pertama, Bu. Anggap saja semuanya udah setimpal."


"Mana bisa begitu!"


"Lalu? Ibu mau gimana? Mau minta saya balikin ciuman pertama Ibu yang tidak sengaja saya renggut?"


"Memangnya bisa?" tanya Kezra dan malah tampak bodoh.


"Ya mana bisa!"


"Astaga. Bibirku sudah tidak perawan!"


"Baru ciuman, apalagi bobol gawang. Bisa histeris kali." gumam Keanu.


"Ngomong apa kamu? Gawang apa?" tanya Kezra dengan marah.


"Nggak. Saya nggak ngomong apa-apa."


"Ah kamu sangat menyebalkan! Kamu harus kembalikan ciuman pertama saya!" Kezra menghentakkan kakinya ke lantai.


"Astaga. Gimana mau balikin sih. Dasar aneh!"


"Aaaa ... Keanu menyebalkan!" Kezra pun segera ke kamarnya meninggalkan Keanu yang sedang berpikir keras bagaimana cara untuk mengembalikan ciuman pertama sang guru.

__ADS_1


__ADS_2