
Seorang wanita yang telah berpenampilan rapi sedang berada di dapur, duduk di meja makan sendirian. Menuangkan air panas ke sebuah cangkir keramik berwarna putih yang telah di isi oleh bubuk kopi dan gula pasir. Asap mengepul dari cangkir itu, menyebarkan aroma kopi yang sangat khas. Wanita itu adalah Kezra, ia terbiasa meminum kopi di pagi hari. Ia meraih sendok yang ada di samping gelas, mengaduk kopinya dengan gerakan memutar dan pelan. Setelah selesai ia mencium aroma kopi yang masih mengepulkan uap panas, seketika aroma khas kopi menyeruak masuk ke indera penciumannya.
Wanita muda itu tersenyum seraya memejamkan matanya.
"Ah, aromanya akan tetap sama. Menenangkan dan membahagiakan." gumamnya. Kezra menyeruput kopi hitam miliknya, merasakan cairan hangat itu menyerbu lidahnya. Rasa pahit serta manis menguasai indera pengecapnya. Kezra sangat menyukai kopi, entah sejak kapan ia pun tidak tahu mengapa sangat menyukai minuman bewarna hitam yang cenderung pahit itu. Ketika ia sedang menikmati kopi miliknya, Keanu datang dengan terburu-buru dengan penampilan acak-acakan khas bangun tidur.
"Ibu kenapa nggak bangunin saya?" protesnya tiba-tiba sehingga membuat Kezra hampir tersedak. Wanita itu meletakkan cangkir kopi itu ke atas piring kecil bewarna senada dengan cangkir yang ia pegang.
"Memangnya saya siapa kamu? Bangun ya tinggal bangun sendiri. Udah gede kan?" Kezra melirik Keanu dengan sengit.
"Ibu lupa siapa saya?"
__ADS_1
"Ya, saya lupa. Lebih tepatnya pura-pura lupa." sahutnya kesal. Kedatangan Keanu merusak acara minum kopinya, sehingga membuat moodnya rusak di pagi hari yang harusnya cerah.
"Astaga. Jangan gitu, Bu. Gini-gini saya tetap suami Ibu. Apa Ibu tega lihat suaminya telat ke sekolah? Sementara hari ini adalah hari Senin. Dimana hari ini ada upacara. Ah Ibu ini!"
"Saya geli tau nggak. Dimana-mana suami itu takut telat ke kantor! Bukan telat ke sekolah. Urusan telah itu ya urusan kamu. Mau di hukum atau nggak ya urusan kamu. Siapa suruh main game sampe lewat tengah malam? Salah saya? Salah emak bapak saya?"
"Itu tetap salah Ibu karena nggak bangunin saya!"
"Keanu! Apa yang kamu lakukan? Itu kopi saya. Kembalikan!"
"Ini! Salah sendiri minum kopi sendirian. Harusnya Ibu itu bikinin kopi juga buat saya karena saya suami Ibu. Istri yang baik itu harusnya begitu. Ini nggak! Suaminya nggak di bangunin, nggak di bikinin kopi. Ckckckck ...."
__ADS_1
Kezra semakin melebarkan matanya ketika kopi miliknya tandas tinggal ampas. Wanita itu menggertakkan giginya dengan geram, mengepalkan kedua tangannya dan menoleh pada pria yang hanya terkekeh tanpa dosa di sampingnya. Baru saja ia akan menyemburkan kata-kata mutiara, Keanu sudah berlari keluar dapur.
"KEANU! KENAPA KAMU HABISKAN KOPI SAYA?!" teriak Kezra dengan marah. Bocah tengil yang sialnya menjadi suaminya itu benar-benar merusak moodnya pagi ini. Tidak ada lagi pagi yang indah, semuanya di mulai hari ini. Sejak tinggal bersama dengan muridnya yang menyebalkan dan selalu membuatnya kesal. Wanita itu memejamkan matanya seraya mengatur napas. Dadanya naik turun menahan emosi.
"Sabar ... Sabar Kezra. Jangan sampai wajahmu keriput, kamu masih muda dan belum menikah." ia mencoba menenangkan diri sendiri dari gejolak amarah yang menggulungnya pagi ini. Tapi seketika otaknya merespon ucapannya dan mengoreksinya sendiri.
"Belum nikah apanya? Kan kamu udah nikah?!"
"Aahhh ... Kenapa hidupku sekacau ini? Ini ujian apa azab sih? Ya Tuhan ... Dosa apa yang aku lakukan di masa lalu sehingga aku harus menerima takdir pernikahan dengan si bocil? Kenapa Engkau memberikan suami yang jauh dari kriteria ku ya Tuhan? Andai aku bisa memilih, aku akan lebih memilih tidak menikah saja dari pada harus menikahi bocah tengil itu. Baru beberapa hari menikah dengannya membuat darahku naik dan pagiku hancur." keluhnya seraya menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki.
"Mood pagiku rusak gegara Keanu! Awas aja nanti di sekolah. Akan ku balas biar tahu rasa dia!" ucap Kezra seraya mengepalkan tangannya karena geram.
__ADS_1