Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Mandi bersama


__ADS_3

Kezra meringis ketika kaki jenjangnya menginjak lantai yang dingin. Wajahnya tampak kesakitan kala rasa sakit yang berasal dari bagian pangkal pahanya menjalar. Wanita itu membatalkan niatnya untuk berdiri, ia kembali duduk seraya memegangi area yang terasa sakit. Keanu yang sedang berbaring karena kelelahan segera bangun karena melihat istrinya tampak kesusahan dan kesakitan. Pria muda itu segera menghampiri sang istri.


"Apa rasanya sangat sakit?" tanya pria itu seraya menatap khawatir pada Kezra. Kezra mengangguk, tapi sedetik kemudian ia memalingkan wajahnya.


"Keanu! Kenakan dulu pakaianmu!" ujarnya seraya tersipu. Pasalnya suami berondongnya itu belum mengenakan sehelai benang pun. Pria itu segera menoleh pada tubuhnya yang masih polos lalu terkekeh.


"Kenapa masih malu sih, Bu? Bukankah kita sudah saling melihat bahkan meraba?"


Kezra mendelik, lalu kembali menatap wajah tak berdosa milik pria itu lalu mencubit lengannya.


"Bisa nggak sih kalo ngomong jangan terlalu vulgar?"


"Bisa nggak sih, biasa aja? Lagian udah sah ini." balas Keanu acuh tak acuh.


"Astaga. Begini ya kalau nikah sama bocah."


"Terus Ibu maunya nikah sama siapa? Sama kakek-kakek? Ah kalau sama kakek-kakek mah, belum juga lima detik udah tepar."


"Astaga ngomong apa sih kamu?!"


Keanu hanya terkekeh geli sehingga membuat Kezra kesal.


"Udah ah sana! Saya mau ke kamar mandi. Ini udah siang, Ke. Bisa-bisa kita terlambat ke sekolah." Kezra kembali hendak berdiri, tapi sakit di area pangkal pahanya kembali berdenyut nyeri.


"Aduh." rintihnya.


"Kita nggak usah ke sekolah aja, ya. Kita di rumah aja." usul Keanu dan langsung mendapatkan penolakan tegas dari Kezra.


"Hari ini kamu ujian, Ke! Mana bisa kamu nggak ke sekolah? Lagian pekerjaan saya numpuk di kantor."


"Dari pada Ibu kesakitan seperti itu? Ya mending di rumah aja. Kita lanjutkan yang tadi."


"Dasar bocah tidak waras! Apa di otak kamu itu cuma bercinta doang?" Kezra menggelengkan kepalanya. Tak habis pikir dengan pemikiran bocah yang sekarang menjadi suaminya.


"Abisnya, enak sih Bu. Kalau tahu enak sih dari dulu aja saya unboxing Ibu."

__ADS_1


Plaakk ....


Sebuah pukulan mendarat di bahu pria itu. Bukannya malah kesakitan, Keanu hanya tertawa tanpa dosa.


"Kamu benar-benar tidak waras! Kamu pikir saya barang pakai di unboxing segala?"


"Ya maaf. 'Kan dedek-nya jadi bangun lagi." ujar Keanu yang membuat mata Keanu langsung mendelik.


"Dedek apaan?"


"Itu di bawah." Keanu melirik miliknya yang telah kembali menegang. Sontak saja Kezra mengikuti arah lirikan suaminya dan wanita itu kembali mendelik.


"ASTAGA KEANU!" Kezra memukul bahu Keanu berkali-kali sementara pria itu hanya tertawa. Saat Kezra masih gencar memukulnya, Keanu segera menggendong istrinya hingga Kezra menjerit.


"Apa yang kau lakukan?!" pekiknya.


"Diam lah. Saya hanya ingin membantu istri saya ke kemar mandi. Ia kesulitan berjalan juga karena ulah saya." pria itu terus tersenyum seraya menggendong tubuh Kezra yang di tutupi oleh selimut sementara dirinya sendiri polos tanpa busana. Melenggang menuju kamar mandi.


"Turunkan saya! Nanti kalau jatuh bagaimana?" Kezra mengeratkan kedua tangannya yang bergelayut di leher pria yang telah resmi menjadi suaminya itu.


"Turunkan saya!" Kezra mendelik.


"Udah diam aja. Suami berbuat baik kok di larang." gerutu Keanu seraya membuka kamar mandinya menggunakan kaki. Ia menurunkan tubuh Kezra ke dalam bathtub secara perlahan dan hati-hati. Tatapan pria itu tidak beralih dari wajah dan bibir istrinya sejak tadi. "Buka selimutnya!"


"Nggak mau!" Kezra tetap mempertahankan selimut yang menutupi tubuhnya.


"Memangnya mau mandi pakai selimut? Jangan aneh-aneh deh Bu."


"Ya nggak lah. Kamu keluar dulu! Saya mau mandi."


"Saya juga mau mandi. Apa salahnya mandi bersama."


"Saya nggak mau mandi bersama kamu! Keluar sana!"


"Astaga. Mandi bersama itu Sunnah, Bu. Dapat pahala! Emang nggak mau dapat pahala?"

__ADS_1


Lagi-lagi Kezra terdiam.


"Di kasih pahala kok nggak mau. Dasar aneh!" cibir Keanu seraya membuka selimut istrinya. Kezra ingin mengajukan protes dan keberatan, tapi pria itu sangat cepat membuka selimutnya hingga dirinya tidak bisa mengelak.


Setelah membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya, Keanu mengisi air hangat di bathtub. Kezra hanya memperhatikan semua perlakuan pria itu dengan kedua tangan yang berusaha menutupi bagian dadanya. Hatinya cukup terenyuh mendapatkan perlakuan kecil tapi manis dari suaminya.


Diam-diam wanita itu tersenyum, merasa beruntung mendapatkan seseorang yang sangat perhatian dan pengertian seperti Keanu.


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Keanu dengan menaikkan sebelah alisnya. Kezra langsung mengubah wajahnya menjadi jutek.


"Siapa yang senyum?"


"Itu tadi cicak." jawab Keanu asal. Ia langsung masuk ke dalam bathtub dan berada di belakang Kezra.


"Loh, kamu mau apa?" tanya Kezra panik.


"Mau mandi. Sini saya bantuin gosok punggung Ibu." ujarnya modus.


"Nggak perlu, Ke. Saya bisa sendiri."


"Udah diam aja."


Kezra akhirnya hanya diam karena percuma saja jika berdebat dengan pria itu. Ia hanya diam meremas kedua tangannya, menikmati sentuhan demi sentuhan yang Keanu berikan. Matanya semakin melotot sempurna ketika merasakan sebuah benda keras yang menyentuh bokongnya. Ia merasakan ada sinyal bahaya yang akan segera menyergapnya.


"K-Ke, se-sebaiknya kita mandi sendiri-sendiri saja ya." cicit wanita itu seraya menggigit bibir. Apalagi tangan Keanu mulai merambah kemana-mana. Yang awalnya hanya berada di sekitar Punggung, kini beralih ke depan tepat di bagian dadanya.


"Lebih baik berdua, Bu. Badan Ibu saya jamin akan lebih bersih." ujar pria yang ada di belakang tubuh wanita itu. Bibir dan hidungnya telah berada di tengkuk Kezra sehingga membuat seluruh bulu kuduknya merinding.


"Ke, hentikan. I-ini sudah siang. Ki-ta bisa terlambat." lirih Kezra seraya tergagap. Birahinya kembali muncul, napasnya mulai tersengal. Sentuhan demi sentuhan yang di lancarkan Keanu membuat miliknya kembali basah. Sesekali wanita itu memejamkan mata.


"Uumm ...." Keanu hanya bergumam, tidak sempat menanggapi penolakan yang di berikan oleh istrinya. Kezra berusaha untuk menahan ******* yang akan keluar dari bibirnya, tapi sekuat tenaga wanita itu menahannya agar tidak lolos dari bibirnya.


"Keluarkan aja sayang, jangan di tahan." bisik Keanu sehingga membuat bulu kuduk Kezra semakin meremang. Jari pria itu semakin turun ke bawah, membuat istrinya semakin menggelinjang.


"Ke, hen-hentikan." desah Kezra dengan memejamkan mata.

__ADS_1


"Nggak. Sebelum semuanya benar-benar selesai." sahutnya dengan terus membuat Kezra melayang. Kezra hanya mendesah sesekali, menikmati setiap sentuhan suaminya yang begitu memabukkan. Melupakan waktu yang terus bergulir dan matahari yang semakin meninggi. Ia tidak peduli dengan semuanya, yang ia tahu hanya mengejar kenikmatan yang baru saja di rasakan. Membuatnya menginginkan lagi dan lagi. Hingga akhirnya kamar mandi kini menjadi saksi atas birahi yang seakan tidak ada habisnya.


__ADS_2