Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Mencari Kezra


__ADS_3

Pagi itu, Keanu kebingungan mencari keberadaan Kezra. Ia berkali-kali mengetuk pintu kamar wanita itu, tapi tak ada sahutan hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk membuka kamar Kezra yang ternyata tidak di kunci.


"Bu Kezra kemana, sih? kok ngga ada? Apa jangan-jangan udah berangkat ke sekolah?" monolog pria itu. Tak bisa menemui guru muda itu, ia beranjak keluar kamar. Semua penjuru rumah sudah di cari, tapi tetap tidak menemui sosok wanita cantik yang telah tinggal bersamanya selama dua bulan itu.


Ia terus berjalan seraya menenteng tasnya, Sembari mengedarkan pandangan ke segala arah.


"Kok nggak nungguin sih Bu. 'Kan kita bisa pergi bareng."


Keanu pun berangkat ke sekolah dengan hati yang risau, pikirannya entah kemana. Menghilangnya wanita itu membuatnya tak tenang, apalagi Kezra sedang tidak baik-baik saja karena semalam.


"Semoga Ibu Baik-baik aja," ujarnya sebelum berangkat. Rasa khawatir terus merambat, hingga ia memutuskan untuk melajukan motornya dengan kencang. Ia ingin segera sampai di sekolah demi memastikan bahwa guru muda itu benar ada di sekolah.


Sementara itu, seorang wanita duduk di sebuah bus dekat jendela. Pandangannya menerawang jauh, tatapan matanya terlihat kosong. Bulir bening terkadang ikut turun menuruni wajah. Kilas kejadian semalam masih terekam jelas di ingatan, menimbulkan nyeri yang membuat luka yang menganga itu terasa sakit. Ia harus pulang ke kampung halaman, tadi subuh ia mendapatkan telepon bahwa Ibunya sakit. Tak sempat berpamitan pada Keanu karena ia sangat buru-buru dan tak ingat jika ada seseorang yang harus tahu kabarnya. Ia menghela napas berat, mencoba menghalau rasa sakit yang terus mencengkram. Saat ia sedang tidak baik-baik saja, Sang Ibu malah sakit dan ia harus pulang.


Ia memejamkan mata ketika bus mulai berjalan, matanya terasa berat karena semalaman tidak tidur. Kezra hanya menangis sepanjang malam, meratapi nasib yang begitu malang. Pria yang selalu di banggakannya tega mengkhianati cintanya. Ia pun bingung jika Ibunya bertanya nanti. Ia harus menjawab apa? Bukankah kemarin ia bersikeras menolak menikah dengan Keanu karena ia hanya ingin menikah dengan Lukas?


Teringat akan hal itu, ia pun jadi mengingat murid yang kini menjadi suaminya. Tapi ia tak langsung menghubungi Keanu.


"Ah nanti saja, setelah sampai aku akan menghubungi dia."


🌻🌻🌻

__ADS_1


Tiba di sekolah, Keanu langsung menuju kantor. Di sekolah belum ramai karena masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Langkahnya di percepat, menyusuri koridor panjang yang terbentang antara kelas dan kantor. Memutari lapangan basket setelah itu ia sampai di sana dengan napas yang memburu.


Di sana pun hanya ada seorang guru pria yang juga baru sampai. Ia mengedarkan pandangannya, berharap bisa menemukan sosok guru muda itu di sana. Tapi tetap saja, ia tidak bisa menemukan wanita yang tadi malam bersamanya.


"Cari siapa kamu?" tanya guru pria itu pada Keanu yang terlihat kebingungan. Keanu tak langsung menjawab, ia terus masuk lebih jauh ke dalam kantor. Tak ada niat untuk menyahut ataupun sekedar menoleh. Pasalnya, ia sangat tidak menyukai guru pria itu. Selain suka kepo, guru itu juga sangat menyebalkan.


"Heh Keanu! Cari siapa kamu?"


"Bukan urusan Bapak!" sergahnya membuat guru pria itu kesal.


"Nggak ada sopan santunnya sama orang yang lebih tua. Kamu itu ngapain kesini? celingak celinguk kayak orang mau maling. Keluar kamu dari sini. Ini ruangan guru, bukan ruang kelas!"


Keanu menoleh, menatap dingin pada guru itu tanpa berkata apa-apa.


"Lah, ngapain kamu cari Bu Kezra? Dia belum datang."


"Lah kalau belum datang, terus dia kemana? Di rumah nggak ada."


"Lah mana saya tahu. Eh bentar, kamu tahu dari mana kalau dia nggak ada di rumah? Lagian kenapa kamu mencari Bu Kezra sih?"


"Bukan urusan Bapak!" ia segera keluar dari ruangan itu. Menanggapi celotehan tak penting dari sang guru hanya membuatnya emosi. Guru paling kepo seantero sekolah.

__ADS_1


"Dasar anak bandel! Kalo aja bukan anak pemilik sekolah, udah saya hukum dia!" ujarnya seraya duduk di kursi dekat mejanya.


Keanu terus mencari keberadaan Kezra, ia berhenti di tengah lapangan basket dan meraih ponsel yang ada di dalam saku celananya. Ia mencoba menghubungi nomor Kezra. Tapi sahutan dari operator membuatnya semakin kesal.


"Kemana sih Bu? Kok nggak aktif sih? Ibu kemana? Bisa nggak sih, jangan bikin saya khawatir?" rutuknya seraya mencoba menghubungi Kezra sekali lagi. Tapi semua sama saja, nomor Kezra tidak aktif dan tidak bisa di hubungi.


Ketika dirinya sedang sibuk menghubungi Kezra, seorang gadis berambut pendek mendekati dirinya. Ia bergelayut manja di lengan Keanu hingga membuat pria itu risih.


"Hai Ke. Lo ngapain di sini? tumben pagi banget?" sapanya dengan nada ceria di iringi senyum lebar tanpa beban.


"Apaan sih, Lis? Lepasin!" Keanu menepis tangan Lisa yang bergelayut di lengannya.


"Kan gue cuma mau nyamperin Lo, Ke. Masak nggak boleh?" Rajuk Lisa dengan bibir yang cemberut. Keanu tidak mempedulikan gadis itu, yang ada di pikirannya hanya Bu Kezra. Ia sangat khawatir, terlebih kejadian semalam cukup mengguncang jiwa wanita itu. Meski Kezra berusaha keras untuk tegar dan menutupi luka, tapi Keanu sangat tahu pasti bagaimana perasaan wanita itu.


"Ke, Lo nelpon siapa sih? Muka Lo kenapa di tekuk gitu? Lo ada masalah?"


Tak mendapat respon dari pria yang ada di hadapannya, tak membuat gadis itu hilang akal. Ia terus berusaha mendapatkan perhatian dari pria yang di sukainya.


"Ke, mending kita ke kelas aja dulu yuk. Lo kalo ada masalah, bilang aja. Siapa tahu gue bisa bantu." Tetap tak ada respon dari pria yang tengah sibuk mengirim pesan pada guru muda itu.


"Keanu! Lo kenapa sih, ngacangin gue? Gue dari tadi ngomong sendirian!" teriak gadis itu kesal. Keanu akhirnya menoleh, menatap kesal pada Lisa yang wajahnya sudah tidak enak di lihat. Wajah ceria dan manis itu tidak ada lagi.

__ADS_1


"Gue nggak minat ngomong sama Lo! Dan gue nggak minta Lo nyamperin gue dan ngajak gue ngomong. Gue lagi ribet, jadi Lo jangan deket-deket gue! Minggir! Bikin pusing aja sih Lo!" Keanu meninggalkan Lisa yang sibuk mengumpat. Ia harus mencari keberadaan Kezra, ia tidak akan tenang jika wanita itu belum ketemu.


"Awas aja Lo, Ke. Gue bakal bikin Lo takluk sama gue suatu hari nanti. Lo bisa berkali-kali nolak gue, tapi suatu saat Lo yang bakal mohon-mohon buat jadi pacar gue! Gue janji!"


__ADS_2