Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Kuliah singkat


__ADS_3

Kezra sampai di kampung halamannya ketika hari mulai sore. Sebelum sampai ke rumahnya, ia harus menggunakan jasa ojek. Baru saja kakinya menginjak halaman rumah, terdengar jeritan bahagia dari anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun.


"Kak Kezra ...." teriak Kiki, sang adik Kezra. Dengan cepat Kezra merentangkan kedua tangannya, menyambut bocah kecil yang kini berlari dan memeluknya erat.


"Hai bandel. Makin gemuk ya sekarang," ujarnya seraya mengacak pelan rambut bocah kecil yang sangat di rindukannya itu. Ia mencubit pelan pipi gembul yang semakin berisi semenjak hampir setengah tahun tak bertemu.


"Kakak kenapa baru pulang? Tahu tidak, Kiki itu kangen sama kakak. Kiki kira kakak nggak ingat lagi sama Kiki." Rajuk bocah itu seraya mengerucutkan bibir.


"Mana mungkin kakak nggak ingat sama Kiki? Kakak juga kangen banget sama adik kakak yang super bandel ini. Pekerjaan kakak sangat banyak di kota. Jadi baru sempat pulang. Maafin Kakak ya."


"Lain kali jangan begitu lagi, ya?"


"Iya, sayang. Kakak janji, lain kali sering pulang."


"Janji?" sang adik mengangkat jari kelingkingnya ke atas, meminta kakaknya untuk berjanji.


"Iya, janji." ujarnya seraya menautkan jari Kelingkingnya dan tersenyum.


"Kiki, siapa yang datang?" terdengar suara sang Ibu dari dalam rumah sehingga membuat kedua adik beradik itu menoleh. Terlihat sang Ibu yang berjalan menghampiri. Setelah penglihatannya agak jelas, wanita itu menjerit tertahan. Ia membekap mulutnya tak percaya. Anak gadis yang selalu di rindukannya kini ada di depan mata.


"Kezra ... Anak Ibu ...." mata wanita itu berembun, dengan tergesa ia menghampiri Kezra yang kini juga berjalan ke arahnya.


"Ibu ... Kezra kangen." ucapnya seraya memeluk wanita yang telah melahirkannya itu.


"Ibu juga kangen banget sama kamu, Ke." mengelus pucuk kepala anaknya. Setelah cukup lama melepas rindu, sang ibu mengajak anaknya untuk masuk. Tapi sebelum itu, ia melirik ke arah belakang Kezra.

__ADS_1


"Kenapa, Bu?" tanya Kezra heran.


"Lah, suami kamu mana? Kok nggak kelihatan?"


"Suami?" Kezra mengangkat alisnya tak mengerti.


"Ya Allah ini anak. Kamu lupa Tah kalo kamu itu sudah punya suami? Nak Keanu, mana dia?" tanya Ibu Kezra heboh. Sontak saja hal itu membuat Kezra nyaris terbahak.


"Ya ampun, Bu. Kezra lupa kalau sebenarnya sudah punya suami." ujarnya dengan gelak tawa. Ia benar-benar tidak merasa mempunyai suami karena ia tidak pernah menganggap pernikahannya bersama Keanu itu benar terjadi.


"Kamu ini bagaimana toh nduk? Sama suami sendiri lupa. Nak Keanu nya kemana? Kenapa nggak ikut?"


"Keanu sekolah, Bu. Lagi pula Keanu nggak tahu kalau Kezra pulang kampung." katanya jujur.


"Iya Bu, nanti Kezra kasih tahu ke dia. Tadi 'kan Kezra buru-buru karena dengar Ibu sakit. Tapi sekarang Ibu udah sembuh?"


"Iya nduk, allhamdulillah Ibu udah sembuh. Udah minum obat tadi. Biasa, asam lambungnya kumat."


"Kok bisa kumat sih Bu? Ibu banyak pikiran yah? Atau Makan nggak teratur?"


"Nggak juga. Ibu makan teratur kok, mungkin emang lagi mau kambuh ya mau gimana. Namanya juga penyakit, nggak tahu kapan mau datang."


"Lain kali Ibu harus jaga kesehatan. Ohya, Bapak kemana?"


"Bapak belum pulang dari kebun, mungkin sebentar lagi Bapak pulang." Kezra hanya mengangguk menanggapi.

__ADS_1


"Gimana pekerjaan kamu? Semuanya baik-baik saja kan?" tanya sang Ibu setelah keduanya duduk. Sementara adiknya sibuk bermain mobil-mobilan yang di belikan oleh Kezra.


"Allhamdulillah lancar kok Bu."


"Lalu, bagaimana hubungan kamu sama Nak Keanu? Dan pacarmu itu? Sudah tahu apa belum tentang pernikahan kalian?" Kezra terdiam mendapatkan pertanyaan tiba-tiba dari sang Ibu. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya. Mengingat sang kekasih yang telah berkhianat, membuat dadanya kembali sesak.


"Kezra sudah putus, Bu sama mas Lukas. Dan dengan Keanu, semuanya biasa saja. Kami hanya tinggal serumah dan tetap merahasiakan pernikahan kami di sekolah. Hubungan kami pun baik-baik saja."


"Allhamdulillah kalau kamu sudah putus sama Pacar kamu itu. Ibu sudah lama mempunyai firasat tidak enak tentang anak itu." Kezra tersenyum getir. Ibunya benar, bahkan selama ini ibunya sering mewanti-wanti untuk berhati-hati dengan Lukas. Ternyata firasat seorang Ibu memang tidak pernah salah.


Tak lama terdengar Bapak Kezra pulang, dan mengucap salam. Serentak yang ada di dalam rumah menjawab salam.


"Kezra, kapan pulang?" tanya pria yang berkeringat itu ketika memasuki rumah.


"Baru saja, Pak." Kezra menghampiri pria itu seraya mencium punggung tangannya.


"Nak Keanu mana?"


"Keanu di Jakarta, Pak. Dia tidak ikut."


"Kenapa tidak ikut? Seharusnya dia mengantarkan kamu pulang. Lagi pula tidak baik wanita yang sudah bersuami di biarkan bepergian jauh sendirian. Bagaimana sih anak itu."


"Ini bukan salah Keanu, Pak. Kezra yang menginginkan pulang sendiri. Kezra khawatir dengan keadaan Ibu. Kezra sangat panik saat tahu Ibu sakit, makanya Kezra langsung pulang dan lupa memberi tahu bahwa Kezra pulang kampung." ucap wanita itu jujur.


"Apa? Piye toh nduk? Kok nggak ngomong sama suamimu? Harusnya kamu itu izin dulu kalau mau kemana-mana. Yo mbok dewasa sedikit pemikiranmu itu. Selangkah saja kamu keluar rumah tanpa izin suami, dosa kamu nduk." Kezra hanya menunduk, lagi-lagi mendapat kuliah singkat dari Bapak dan Ibunya. Ia hanya menghela napas sesekali, ternyata pulang kampung kali ini terasa berat karena statusnya yang memang bukan gadis lajang lagi. Dan parahnya ia melupakan hal itu sehingga membuat kedua orang tuanya harus memberi wejangan pada putrinya.

__ADS_1


__ADS_2