
Sore ini terlihat Kezra yang sibuk berkutat di dapur. Ia memasak makan malam untuk dirinya dan Keanu. Wanita berusia dua puluh lima tahun itu mengikat tinggi-tinggi rambut panjangnya ke atas, menampakkan leher bagian belakang yang putih bersih.
Keanu datang ke dapur untuk mengambil air putih yang ada di dalam lemari es. Ia melirik sebentar pada wanita yang sedang sibuk memotong brokoli itu.
"Sibuk amat? Lagi apa?" tanya Keanu basa-basi. Pria itu meneguk air putih dingin yang di ambilnya dari lemari es.
"Lagi mencuci pakaian!" jawab Kezra dengan ketus. Wanita itu melirik suaminya dengan sinis menggunakan ekor matanya.
"Wah ternyata istriku ini hebat banget! Baru tahu kalo mencuci itu pakai pisau dan brokoli." candanya seraya meletakkan gelas yang tadi ia pakai untuk minum.
Kezra memutar bola matanya terang-terangan, ia tetap fokus pada brokoli serta wortel yang kini bergantian di mutilasinya.
"Ada yang bisa di banting?" Keanu mendekat, seraya tersenyum jahil.
"Gigi mu itu di banting!" ketus Kezra tanpa menoleh.
"Astaga! Ompong dong?"
"Biarin ompong! Biar tambah ganteng."
"Terima kasih, Bu."
Kezra menoleh, keningnya berkerut cukup dalam.
"Terima kasih untuk apa?"
"Terima kasih telah memuji saya." pria itu tersenyum lebar.
"Siapa yang muji kamu, hah? Jangan kepedean deh." Kezra menggelengkan kepalanya, ia kembali memotong wortel yang sempat tertunda.
"Tadi, Ibu bilang saya ganteng." Keanu menaik turunkan alisnya menggoda Kezra.
"Astaga aku tidak pernah memuji mu!"
"Lah tadi Ibu bilang ganteng."
"Nggak ada!"
"Ada, Bu Kezra sayang."
Kezra menoleh, ia menatap Keanu dengan kesal.
__ADS_1
"Jangan panggil sayang! Nggak sopan kamu!"
"Jangan galak-galak sama suami, Bu. Nanti kualat loh."
"Kamu ....!" Kezra mengeratkan genggaman tangannya pada pisau yang ia pegang. Menatap dengan geram wajah pria yang tersenyum tanpa dosa di hadapannya. Ingin membantah ucapan Keanu, tapi kenyataannya memang benar adanya bahwa pria tengil di hadapannya itu suaminya.
"Nah loh, benar kan? Saya suami Ibu, sekarang. So ... Seorang istri harus menuruti apa kata suami. Lagi pula ya Bu, memanggil istri dengan panggilan mesra itu berpahala loh."
"Bocah ingusan kayak kamu tahu apa sih tentang suami istri?" ucap Kezra dengan sengit.
"Nah ini nih. Jangan meremehkan saya. Bahkan saya tahu banyak tentang suami istri."
ucap Keanu dengan senyum penuh kejahilan.
"Astaga! Kamu benar-benar, yah."
"Benar-benar apa? Benar-benar tampan yah?" Keanu memasang senyum manis dan wajah yang sengaja di buat selimut mungkin.
"Kamu itu benar-benar tidak waras!" Kezra meletakkan jari telunjuknya di depan dahinya.
"Ya ampun Ibu berdosa sekali." Keanu menggelengkan kepalanya dan berdecak.
"Jangan dong. Nanti saya kelaparan gimana? Terus kalau saya sakit, gimana? Nggak ada lagi dong yang bikin Ibu ketawa."
"Terserah!" ucap Kezra acuh tak acuh. Wanita itu melanjutkan kegiatannya yang tertunda karena bocah tengil yang terus menggangunya. Keanu hanya terkikik geli melihat wajah kesal sang guru, entahlah ada kebahagiaan tersendiri ketika dirinya bisa menjahili sang guru yang merangkap istri itu.
"Ada yang mau di bantu, nggak?" Keanu menawarkan diri seraya mendekatkan wajahnya pada Kezra.
"Nggak ada! Pergi sana! Yang ada kamu malah mengacaukan segalanya. Bisa-bisa masakan saya hancur karena ulah kamu!" ujar Kezra tanpa mempedulikan Keanu yang ada di sampingnya.
"Ya elah, Bu. Memangnya saya angin ****** beliung?"
"Kamu itu lebih dari sekedar angin ****** beliung!"
"Ha ha ha bisa aja istriku."
"Sekali lagi kamu panggil begitu, saya jahit mulut kamu!" ancam Kezra dengan geram.
"Kejam banget sih, Bu. Udah kayak silikopet aja."
"Astaga! Psikopat kali, bukan silikopet!"
__ADS_1
"Oh, salah ya Bu?"
"Ya jelas salah, Lah. Dasar aneh!"
"Bu, ada yang bilang jangan terlalu membenci seseorang karena bisa jadi orang yang kamu benci suatu saat nanti akan menjadi orang yang paling kamu cintai."
"Haish. Ngomong apaan sih kamu? Saya itu sudah punya pacar! Jadi tidak mungkin saya bisa jatuh cinta sama kamu. Apalagi kamu itu murid saya. Ingat ya, kita menikah hanya selama tiga bulan."
"Jika selama tiga bulan itu tumbuh benih-benih cinta, gimana Bu?"
"Tidak akan mungkin! Kamu itu masih sangat muda. Kamu itu berondong dan sudah jelas bukan tipe saya."
"Memangnya pacar Ibu itu tipe Ibu, ya?"
"Ya jelas dong. Dewasa, tampan, mapan, perhatian. Ah pokoknya Lukas itu sempurna." puji Kezra terang-terangan. Ia sangat membanggakan kekasihnya itu.
"Halah. Belum tahu belangnya aja." cibir Keanu.
"Memang kamu kira dia harimau?" sahut Kezra tak terima.
"Bukan harimau sih, tapi lebih tepatnya dia buaya. Buaya darat maksudnya."
"Sembarangan kalo ngomong! Lukas itu pria baik. Dia itu orangnya setia banget."
"Kita buktikan aja suatu saat nanti. Kalo terbukti dia nggak setia, jangan nangis yah. Saya nggak mau pinjemin bahu buat Ibu nangisin pria brengsek kek gitu. Pinjem aja bahu jalan."
"Kamu kalo ngomong nggak ada filter ya."
"Suka-suka saya dong."
"Ah terserahlah. Pusing saya ngobrol sama kamu!"
"Ah Ibu. Saya kan mau bantu. Kita memasak bersama."
"Astaga! yang ada kamu mengacaukan masakan saya!"
"Ah Ibu. Ayo kita memasak bersama. Biar semakin romantis dan banyak pahala."
"Ya Tuhan. Dosa nggak yah kalau saya mencekik orang? "
Keanu hanya terkikik geli karena berhasil menjahili gurunya. Sore itu Kezra memasak di temani oleh suami berondongnya. Di iringi kekesalan yang selalu mampir kala Keanu menggodanya. Dapur yang semula sepi itu terdengar ramai dengan teriakan-teriakan Kezra yang tak henti di jahili oleh Keanu. Hingga akhirnya masakan Kezra selesai meski tidak sempurna karena di kacaukan oleh suaminya.
__ADS_1